
Kedua orang tua Sarah menemui kepala sekolah nya dan memberi tahu apa yg terjadi pada putri nya. Kepala sekolah pun memanggil Karin dan kedua orang tuanya saat itu juga.
"Jadi Karin, benar kamu yg mendorong Sarah?" tanya kepala sekolah itu karena tak ada yg melihat kejadian itu. Karin sudah menggeleng dan bermaksud mengelak karena ia tak mau di keluarkan lagi dari sekolah namun ayahnya malah membenarkan itu.
"Itu memang Karin..." jawab Agus yg membuat Karin melongo "Tapi semua itu kecelakaan, Pak. Karin tidak sengaja melakukan nya"
"Tapi dia meninggalkan Sarah dan tidak memanggil bantuan" tegas Jason yg tak terima.
"Karin sangat ketakutan saat itu" jawab Agus lagu dan memberi isyarat pada Karin untuk membenarkan ucapan nya. Awalnya Karin hanya diam namun karena ayahnya yg terus menatap tajam pada nya membuat Karin menyerah.
"Iya, saya tidak sengaja, Om. Saya benar benar minta maaf" ujar Karin dengan suara pelan.
"Aku tidak bisa memaafkan nya begitu saja, dia bukan lagi anak anak. Dia tahu yg mana yg salah dan benar, tapi dia selalu melakukan kesalahan. Aku juga dengar kalau Karin sering membully Sarah dulu. Aku tidak bisa menerima semua ini" ujar Jason tajam.
"Jason, ku mohon. Ini hanya masalah anak anak, hal biasa jika remaja bertengkar" seru Agus.
"Tapi bullying itu bisa membekas bahkan bisa merusak mental seseorang, Agus. Jangan sepele kan hal itu karena mereka masih remaja, apa lagi Karin sudah main fisik, dia menampar Sarah" balas Jason yg membuat Agus tak lagi mampu berkata kata.
"Berita ini sudah tersebar ke seluruh sekolah" sambung kepala sekolah itu "Sebaiknya kamu meminta maaf pada Sarah dan perbaiki hubungan di antara kalian"
Karin tampak tak senang dengan perintah itu namun ia tak punya pilihan lain "Baik, Pak. Saya akan meminta maaf pada Sarah dan saya janji tidak akan membuat masalah lagi dengan nya" ucap Karin meyakinkan.
..........
Sementara Naina kini sedang duduk berdua dengan Vino. Naina menanyakan kenapa ia tak tahu kalau Vino punya kakak. Dan waktu di pesta ulang tahun yg di adakan di rumah Vino pun hanya ada Vino dan para pelayan nya.
"Kak Juan itu engga tinggal sama kita, dia benci Papa sama Mama yg bercerai karena Mama ketahuan selingkuh"
__ADS_1
"Ops, sorry..." ucap Naina.
"Engga apa apa, aku juga engga pernah cerita kayak gini sama siapa pun. Justru kamu orang pertama yg tahu masalah pribadi keluarga kami" ujar Vino dengan wajah yg tampak murung membuat Naina bersimpati untuk pertama kalinya dengan Vino "Papa itu ngasih segala nya buat kami, kecuali waktu dan kasih sayang. Aku sama Kak Juan benar benar engga pernah ngerasain yg nama nya kasih sayang orang tua sejak kecil. Ya karena itulah kami jadi begini, bastard"
"Ya sih, engga kakak, engga adik. Sama aja, bastard" jawab Naina frontal yg membuat Vino geleng geleng kepala, berfikir jadi cewek kenapa tidak ada manis manis nya sih?
"Sebenarnya kalau aku pribadi sih, kadang pengen seru seruan aja. Sementara Kak Juan, entahlah. Dan sebenarnya dia itu sering memperingatkan aku supaya engga ngikuti jejak dia"
"Betul..." jawab Naina sambil menepuk pundak Vino dengan keras membuat Vino sedikit terkejut "Jangan ikuti hal yg buruk, karma masih berlaku lho, Vin"
"Iya sih, aku percaya..." lirih Vino sambil terdiam dengan fikiran yg melayang "Padahal aku suka beneran sama Sarah, aku engga nyangka dia tunangannya nya Devano"
"Lebih dari itu, jadi buang jauh jauh perasaan mu itu" tegas Naina yg sebenarnya membuat Vino sedikit tak mengerti. Namun saat akan bertanya, Naina sudah melesat pergi ke kelas yg pada akhirnya segera di susul Vino. Mereka berjalan berdampingan ke kelas sudah seperti teman saja.
..........
Devano menyisir rambut Sarah dengan sangat pelan, sementara Sarah sedang asyik menikmati cokelat yg di bawakan oleh Juan. Dan Sarah baru memakan nya setelah memastikan tak ada obat apapun disana, ya takut nya Juan mau membawakan cokelat untuk wanita berambut pirang nya. Setelah selesai menyisir, Devano mengepang rambut Sarah dengan rapi yg membuat Sarah terkejut.
"Bisa lah, aku sering bantuin Caitlin ngepang rambut nya sejak kecil" jawab Devano kemudian mengikat ujung rambut Sarah dengan karet.
"Hm beruntung nya aku sama Caitlin yg punya Devano dalam hidup kami" ujar Sarah sambil terkekeh.
"Kata Dokter Helen sore ini kamu sudah bisa pulang" ujar Devano kemudian ia duduk di kursi yg ada di samping bangsal Sarah.
"Iya, tadi Kak Helen udah kasih tahu aku" jawab nya, kemudian Sarah menatap Devano dengan serius "Kamu engga ngapa ngapain Karin, kan?" tanya nya dan Devano pun menggeleng tegas "Syukurlah, dendam itu engga ada guna nya" lanjut nya. Devano hanya tersenyum masam, ia membelai kepala Sarah dan menatap nya sendu.
"Aku bayar administrasi dulu, Sayang" ujar nya dan Sarah mengangguk saja.
__ADS_1
Sarah mengambil ponsel nya dan memeriksa nya, hanya ada pesan dari Naina, Jacob dan Vino yg mengucapkan get well soon. Vino, Sarah baru tahu kalau Juan dan Vino itu bersaudara. Sementara masalah Naina, Sarah belum tahu apa yg terjadi antara Naina dan Juan.
Tak lama kemudian Devano sudah kembali dan kali ini dengan Juan yg membawa sebuket bunga besar.
"Ini bukan untuk mu, Princess. Kan tadi jatah mu sudah cokelat" ujar Juan yg membuat Sarah terkikik geli.
"Terus buat siapa?" tanya Sarah.
"Buat Dokter mu yg cantik" jawab Juan yg seketika wajah Sarah berubah jadi serius.
"Jangan mainin Kak Helen deh. Lagian bukan nya kamu suka cewek pirang? Itu Kak Helen rambut nya hitam" ujar Sarah kesal.
"Princess, aku memang suka yg pirang. Karena mereka seperti jerami, mudah terbakar, panas, tapi mudah padam juga" ujar Juan yg membuat Sarah mendelik "Sementara Helen, hemm... She's something. Dia itu yg nama nya diam diam menghanyutkan"
"Udah deh, dia itu teman nya William. Mau di bunuh kamu sama William, eh?" tanya Devano.
"Ya juga sih, pukulan nya sakit lho" gumam Juan sambil mengingat kembali pukulan William "And how about little sweety, Naina?"
"NO" seru Sarah langsung yg bahkan membuat Juan dan Devano terperanjat "Sedikit saja kamu dekati Naina, habis kau di tangan ku" ujar Sarah yg membuat Juan langsung tertawa dan hal itu membuat Sarah semakin marah "Aku serius, Juan. Naina juga sudah punya pacar" seru nya.
"Dev, tolong kasih tahu teman mu itu..." pinta Sarah pada Devano yg membuat Devano ikut tertawa.
"Engga akan, lagian Naina masih kecil. Juan kayaknya engga suka kucing kecil yg masih polos" ujar Devano, karena selama ini Juan memang suka wanita yg dewasa, seumuran dengan nya.
"Yupz, betul, Princess. Engga usah khawatir. Ya meskipun teman mu itu membuat ku gemas, tapi dia masih anak anak" jawab Juan yg membuat Sarah langsung bernafas lega.
Namun seperti nya Juan tak serius, terlihat dari tatapan dan senyum nya yg berbeda.
__ADS_1
▫️▫️▫️
Tbc...