
"Egh..."
Sarah langsung terperanjat saat merasakan sentuhan di pipi nya, ia langsung duduk dan seketika sinar mentari pagi membelai wajah nya. Didepan nya, Devano duduk di tepi ranjang dan tersenyum pada nya, Devano sangat tampan dengan rambut nya yg masih setengah basah dan ia hanya mengenakan kaos tanpa lengan sedangkan handuk melilit di pinggang nya, menutupi sebagian tubuh bawah nya.
Sarah segera berusaha mengembalikan kesadarannya sepenuh nya, ia melihat sekliling nya dan ia baru menyadari itu bukan kamar nya. Tentu saja, ia ada dirumah dan di kamar suaminya.
"Selamat pagi, My little girl" sapa Devano sembari menarik selimut Sarah "Ini sudah siang, mandi dan turun untuk sarapan"
Sarah hanya bisa planga plongo. Apa yg terjadi? Ia melihat tubuhnya sendiri, ia masih mengenakan piyama nya dan tampak nya masih sangat rapi, yg arti nya semalam tidak terjadi apa apa.
Semalam, setelah Devano pergi dari kamar Sarah, Sarah segera mandi, dan ia menunggu Devano hingga jam sebelas malam, tapi pria itu tak muncul dan pada akhirnya Sarah tertidur. Sarah menoleh pada sisi ranjang yg lain dan itu berantakan, yg artinya Devano tidur disana malam tadi.
"Kenapa? Apa yg kamu fikirkan, Little girl? Apa kamu sedih karena malam pertama kita aku..."
"Aku sangat bersyukur" Sarah segera memotong ucapan Devano "Tapi... Ehem, dari mana kamu semalam?"
Devano terkekeh, ia menatap Sarah dengan tatapan yg tak bisa Sarah artikan.
"Ada apa? Apa kamu mulai merasa menjadi istri yg ingin tahu kemana suami nya pergi?"
"Bullshit!" seru Sarah, kemudian ia melompat turun dari ranjang "Bilang aja, kamu pergi dari kamar karena takut tergoda sama aku, kemudian kamu akan jatuh cinta sama aku, ya kan?" tanya Sarah dengan senyum miring nya. Sekali lagi Devano hanya tekekeh.
Dan tanpa di sangka, Devano malah langsung menyentuh dada Sarah yg sontak membuat Sarah langsung mundur dan memeluk dirinya sendiri.
"Jangan kurang ajar ya!" pekik nya.
"Kita suami istri, if you remember, Sarah" jawab Devano sambil tersenyum miring. Sarah menatap Devano penuh antisipasi "Dan semalam aku punya urusan yg sangat penting dan dengan sangat terpaksa malam pertama kita di tunda, tapi tenang saja, aku akan segera memenuhi kewajiban ku sebagai suami. Memberimu nafkah batin"
Antara marah dan takut Sarah mendengar ucapan Devano itu, namun ia tak bisa berkata apa apa, ia hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah.
"Mandi gih, hari ini engga usah ke sekolah. Aku sudah urus surat izin mu" titah nya kemudian Devano berjalan ke arah lemari, mengambil boxer dan memakainya disana tanpa peduli Sarah yg merasa malu sendiri. Sarah segera berlari ke kamar mandi dan menutup pintu nya dengan keras. Membuat Devano tertawa kecil.
"It's will be fun"
.
.
.
Devano menyuruh Sarah untuk bolos sekolah sementara pria itu malah pergi bekerja. Tak hanya itu, Sarah di larang keluar rumah, membuat Sarah bosan setengah mati. Sebenarnya ia tak sepatuh itu pada Devano, setelah Devano pergi bekerja, ia pun hendak pergi ke sekolah nya. Tapi tiba tiba dua anak buah Devano malah menangkap nya, menggendong nya seperti karung beras dan mengembalikan nya kedalam rumah. Sarah hanya bisa menganga dengan perlakuan itu.
Apa yg terjadi sebenarnya?
Sarah hanya bisa menggerutu dan mengumpat. Ia pun mengambil laptop nya dan melakukan video call bersama Naina yg ternyata juga bolos sekolah dan saat ini ada di apartment kekasih nya, Jacob.
"Bosan..." rengek Sarah. Terlihat Jacob dan Naina hanya menertawakan nya. Ah, sudah pasti Naina memberi tahu Jacob apa yg terjadi.
__ADS_1
"Mau kita culik engga?" Jacob menawarkan.
"Memang bisa?" tanya Sarah dan Jacob mengangguk.
"Sebelum suami mu pulang, nanti aku akan mengembalikan mu kesana"
"Okey" jawab Sarah tanpa berfikir panjang "Tapi gimana caranya? Rumah ini di jaga ketat, ada cctv juga dimana mana"
"Ck, itu mah kecil, siap siap gih. Oh ya, bilang juga sama orang disana kalau kamu engga mau di ganggu dan mau tidur. Biar mereka engga meriksa kamar mu"
"Okey okey...Sipz sipz" seru Sarah kemudian mengakhiri video call itu.
Kemudian Sarah keluar, dan ia mendapati Eni yg sedang membersihkan rumah.
"Perlu sesuatu, Nyonya?" tanya Eni masih dengan wajah datar nya.
"Ya, aku mau makan" jawab Sarah juga memasang wajah datar. Eni tampak terkejut, ia melirik jam dinding yg menunjukan pukul sebelas.
"Aku mau makan siang, setelah ini aku mau tidur, jangan ganggu aku sampai aku bangun" tegas Sarah. Kemudian Eni mengangguk faham, ia segera menyuruh pelayan yg lain untuk menyiapkan makanan pada Sarah. Sarah pun memakannya dengan lahap, kemudian ia kembali naik ke kamar nya, mengunci nya dari dalam dan segera berganti pakaian.
Ponsel nya bergetar, dan Naina mengatakan ia sudah dekat, menyuruh Sarah segera bersiap siap. Sarah mengatakan ia sudah siap.
Tak lama kemudian, Jacob menelpon nya, Sarah langsung menjawab nya.
"Wow, rumah suami mu sangat mewah, cctv ada dimana mana bahkan di belakang rumah" seru Jacob
"Okey, keluar dari jendela okey, penjaga hanya ada didepan. Aku cuma bisa mematiakan cctv nya selama dua menit"
"Itu cukup..."
"Okey, sekarang!" perintah Jacob.
Kamar Sarah yg berada di lantai dua, membuat Sarah sedikit bergidik ngeri saat melihat ke bawah. Namun ia segera mengambil seprei yg sudah ia siapkan sebelum nya untuk turun. Demi apapun, ini pertama kalinya Sarah melakukan aksi kabur seperti ini. Dengan berjalan mengendap ngendap, Sarah segera pergi dari sana, ia bahkan juga harus memanjat pagar yg cukup tinggi.
Di samping rumah nya, Jacob dan Naina sudah menunggu. Sarah segera masuk kedalam mobil dan ia langsung tertawa senang.
"Thank you, Jacky. You're the best" ucap Sarah senang.
"Welcombe, bebs" ucap Jacob kemudian Jacob segera pergi dari sana.
Jacob sendiri adalah seorang mahasiswa yg sangat hobi mengotak atik komputer, usia nya baru 20 tahun. Dan ia sudah menjadi seorang hacker sejak kelas satu SMA. Tentu itu adalah rahasia yg hanya di ketahui Naina dan Sarah. Jacob menggunakan kemampuan nya itu untuk membiayai hidup nya karena ia sebatang kara, dan kelebihannya itu membuat nya mampu membeli sebuah apartment sesderhana namun cukup nyaman.
Jacob, Naina dan Sarah pergi ke sebuah mall untuk sekedar bersenang senang, makan dan juga nonton. Alasan Naina bolos tentu karena Sarah yg juga bolos, dan sebenarnya Jacob tak menyukai hal itu, bagi Jacob, sekolah itu sangat penting dan Sarah juga Naina seharusnya bersyukur dan belajar dengan rajin karena memiliki orang tau yg membiayai pendidikan mereka. Tak seperti Jacob yg bagus banting tulang sendiri untuk bisa sekolah.
"Ini terakhir kali nya, aku janji" ucap Naina meyakinkan. Jacob mengacak acak rambut Naina dengan gemas.
"Good girl" saru Jacob.
__ADS_1
Kedua sahabat nya ini tampak mesra, dan itu membuat Sarah cemberut.
"Kalian enak mesra mesraan, lah aku? Malah gara gara Naina aku harus nikah dengan pria paling kejam di dunia" ucap Sarah.
Saat ini, ketiga nya berada di sebuah cafe dan sedang menikmati es krim.
"Haha, nanti juga kalau udah saling jatuh cinta, pasti mesra kok" seru Naina.
"Lagi pula, aku engga nyangka kalian bisa melakukan ini. Dimana mana, truth or dare itu selalu berakhir buruk" tutur Jacob, ia memang sangat terkejut dan tidak menyangka saat Naina menceritakan apa yg terjadi.
"Aku pun engga nyangka..." ketiga remaja itu langsung mendongak mendengar suara berat itu dan mereka hanya bisa melotot terkejut dengan mulut yg terbuka lebar. Begitu juga dengan Sarah yg bahkan tak berkedip.
Devano, bagaiamana mungkin Devano bisa ada disana?
Devano langsung duduk di samping Sarah, tanpa basa basi, ia langsung mengambil es krim Sarah dan segera menikmati nya. Bahkan menggunakan sendok Sarah
"Kenapa pada diam? Ayo, lanjutkan obrolan kaliah" seru Devano yg membuat tiga remaja itu hanya bisa terkikuk "Kenapa kamu engga patuh sama perintah suami mu?"
"Sshhttt..." Sarah langsung membekap mulut Devano sambil celengokan kanan kiri. Ia tak mau ada yg tahu status mereka berdua saat ini selain keluarga mereka.
"Aku bosan dirumah" bisik Sarah sembari melepaskan tangannya dari mulut Devano.
"Lalu kenapa saat kamu keluar engga terekam cctv?" tanya Devano lagi, ketiga remaja itu saling menatap. Jacob memberi isyarat agar Sarah tak memberi tahu apapun.
"Aku lewat jendela, melompat pagar dan memang berusaha menghindari cctv"
"Mustahil, Little girl. Bahkan seekor tikus pun bisa terekam cctv yg ada di setiap sudut rumah" tegas Devano lagi.
"Jacob mematikan cctv nya" akhir nya Sarah mengakui nya dengan sangat terpaksa. Naina dan Jacob langsung memelototi Sarah.
Sementara Devano, dia langsung mengalihkan tatapan nya pada Jacob. Jacob pun balas menatapnya, sesama lelaki ia tak mau merasa di intimidasi.
"Wow, Sarah dan teman teman nya sangat luar biasa" seru Devano, sekali lagi, bukan nya marah, Devano malah menampilkan senyum miring nya.
"Jadi, aku rasa pertemuan hari ini sudah selesai. Como on, Little girl. We have to go home" seru Devano dan ia menyeret Sarah pulang.
Di sepanjang perjalanan, keduanya sama sama diam. Sarah dengan pertanyaan pertanyaan nya bagaiamana Devano menemukan nya, dan Devano dengan perasaan nya yg tak menyentu.
Sebenarnya Devano ada meeting yg sangat penting di cafe itu dan ia tak sengaja melihat Sarah. Devano segera memeriksa cctv dirumah nya dari ponsel nya, dan ia tak bisa menemukan rekaman saat Sarah keluar. Padahal seluruh sudut rumah nya di pasangi cctv.
Ia sengaja meminta Sarah tak masuk sekolah, karena kemarin mereka baru saja menikah walaupun tak ada yg tahu tapi keluarga Sarah tah, apa yg akan di fikirkan mereka jika baru saja menikah Sarah sudah kembali ke sekolah. Devano sendiri pun sebenarnya tak berniat bekerja tapi ia ada meeting yg tak bisa di tunda.
Dan soal kemana semalam dirinya, benar yg di katakan Sarah. Devano takut tergoda oleh Sarah, ia tak kemana mana. Devano menghabiskan waktu nya di ruang kerja yg ada di samping kamar Devano. Devano kembali ke kamar nya sekitar jam satu.
Ia mendapati Sarah yg sedang tertidur pulas dan ia pun tidur di sisi Sarah dengan posisi yg membelakangi nya.
▫️▫️▫️
__ADS_1
Tbc...