Married By Challenge

Married By Challenge
Part 19


__ADS_3

Devano pulang sangat terlambat karena ia memiliki banyak sekali pekerjaan, ia baru sampai rumah sekitar jam setengah 11, Eni yg menyambut Devano pun segera memberi tahu Devano bahwa pagi tadi Sarah tidak sarapan sebelum ke sekolah, dan malam ini pun Sarah tidak makan malam, bahkan Sarah tidak keluar sama sekali dari kamar sepulangnya dari sekolah.


Dan seketika Devano langsung teringat dengan berita yg dia sebabkan.


"Sial" gumam nya, Devano yakin Sarah pasti tahu berita itu dan kenapa ia tak sampai berfikir kesana.


Devano segera bergegas ke kamar nya, dan saat membuka pintu, kamar nya gelap, Devano pun menyalakan lampu dan ia melihat Sarah yg sedang tidur dengan posisi menyamping, tubuhnya di tutupi selimut hingga leher nya. Devano mendekati Sarah, dan tampak nya gadis itu menangis, karena pipi nya masih basah, bahkan juga bantal nya.


Seketika Devano merasa bersalah.


Devano menghapus sisa air mata di pipi Sarah dan tiba tiba saja Sarah membuka mata, tatapan nya bertemu dengan tatapan Devano sesaat, kemudian Sarah berbalik badan, menghindari tatapan Devano tanpa bersuara.


"Ada apa?" tanya Devano lembut. Sarah tak bergeming "Kamu dengar berita perusahaan papa mu?" tanya nya kemudian dengan setengah berbisik.


Sarah langsung berbalik dan menatap Devano, kemudian ia mengangguk pelan dan duduk.


"Aku engga bisa telpon papa, mama, dan kak Will, aku tadi pergi kerumah, tapi di rumah engga ada siapa siapa, aku engga tahu mereka kemana" ucap Sarah dan pada akhir nya tangis nya kembali pecah.


Setelah pulang sekolah, Sarah dan Naina pergi kerumah Sarah, namun rumah itu sudah di gembok dan sangat sepi, dan Sarah tidak tahu kemana keluarga nya pergi meninggalkan Sarah sendirian, tanpa memberi kabar atau berbicara dengan Sarah.


"Mereka meninggalkan ku, hiks hiks.. Mereka meninggalkan ku" lirih nya di tengah isak tangis nya.


Hati Devano langsung terasa perih melihat Sarah terpukul dan menangis seperti ini, hati Devano seperti tercabik cabik, hati nurani nya berteriak mengatakan apa yg Devano lakukan salah besar, dan kesalahan itu berdampak pada istri kecil nya. Namun sisi ego nya yg telah di kuasai nafsu akan balas dendam juga berbisik bahwa itu sangat benar. Dan soal Sarah, Devano akan menjaga Sarah, memenuhi semua kebutuhan Sarah dan lagi pula Devano suami nya, sebarusnya Devano sudah lebih dari cukup untuk Sarah sebagai pengganti keluarga nya. Bisikan yg sangat kejam, bukan?


"Sshhhttt, aku di sini, Sarah. Aku akan menjaga mu, aku akan menggantikan posisi mereka karena aku suami mu" ucap nya sambil merengkuh Sarah, namun Sarah mendorong Devana dan mengernyit tak mengerti apa arti ucapan Devano.


"Apa maksud mu?" tanya Sarah yg masih sesegukan.


"Maksud ku, jangan khawatir..." Devano berkata dengan sangat lembut, dan dengan sayang dia merapikan rambut Sarah dan menyingkirkan anak rambut yg berantakan di wajah Sarah membuat Sarah terdiam dengan perlakuan penuh kasih itu"Kan masih ada aku, aku janji akan memenuhi semua kebutuhan mu bahkan lebih baik dari sebelum nya, kamu engga akan kehilangan hidup mewah yg dulu"


Dan seketika Sarah langsung mendorong Devano menjauh dari nya, ia menatap tajam pada Devano.


"Apa kamu fikir aku menangisi kebangkrutan papa?" teriak Sarah penuh emosi, tak menyangka pola fikir Devano sangat sempit dan hanya berputar di sekitar meteri "Apa kamu fikir aku menangis karena papa engga akan bisa kasih aku kehidupan mewah? Oh Tuhan, Dev" Sarah menghapus air matanya dan berusaha menghentikan isak tangis nya. Devano sendiri tertegun dengan pertanyaan Sarah.


"Aku sangat rela jika pun kami kehilangan semua kekayaan kami, tapi aku engga rela kalau papa di fitnah. Aku rela hidup sederhana asal tetap bersama keluarga ku, tapi aku bahkan engga tahu kemana mereka sekarang, dan seribu suami pun engga akan bisa menggantikan keluarga, Devano" tegas nya dan ia kembali menangis.

__ADS_1


Devano terdiam, seolah mencerna kata kata Sarah yg sangat mencintai keluarga nya, sebuah keluarga yg tak pernah Devano miliki dan Devano tak bisa mengerti cinta antar keluarga.


Sarah kembali menangis, terisak hingga ia sesegukan, Devano kembali memeluk nya, awalnya Sarah menolak dan terus mendorong dada Devano bahkan memukul nya, namun Devano tak bergeming, ia tetap merengkuh Sarah dengan sangat erat hingga akhir nya Sarah menyerah. Ia menangis di dekapan Devano dan Sarah terus memnggumam kalau dia ingin keluarga nya.


Hati dan jiwa Devano meronta ingin memutuskan antara meneruskan aksi balas dendam nya demi sang adik, atau mengentikan nya demi sang istri.


"Tenanglah, Sarah. Semuanya akan baik baik saja" ucap Devano sambil mengelus rambut Sarah yg terurai.


Cukup lama Sarah menangis dalam pelukan Devano, hingga perlahan suara isak nya pun redam, tubuh nya tak lagi bergetar, dan hembusan nafasnya pun tenang.


Untuk pertama kalinya, Devano mengecup kening Sarah penuh perasaan. Ia mulai mengkhawatirkan keadaan Sarah, perasan nya dan mental nya.


Devano menidurkan Sarah di ranjang dengan pelan pelan, kemudian ia menyelimuti Sarah dan mematikan lampu kamar nya, menyisakan lampu tidur dengan cahaya remang remang yg menyala.


Tanpa berganti pakaian, Devano pergi ke sofa yg ada di dekat jendela, duduk di sana dengan pandangan lurus pada Sarah yg tertidur pulas.


Caitlin atau Sarah?


Devano terus memikirkan hal itu dengan begitu serius.


.


.


.


William membawa kedua orang tua nya untuk tinggal di apartment pribadi milik William yg sudah William beli 6 bulan yg lalu.


Venita begitu shock dan terkena serangan jantung saat mengetahui perusahaan nya bangkrut, dan yg lebih membuat nya terpukul adalah kabar miring tentang suami nya, padahal Venita tahu dengan pasti Jason tak mungkin melakukan hal memalukan itu.


Dan untuk membayar uang yg hilang milik investor nya dan juga untuk membayar hutang hutang perusahaan, Jason dengan sangat terpaksa menjual segala nya. Bahkan juga rumah yg memiliki banyak sekali kenangan dalam hidup mereka, Jason sudah tak punya apapun lagi. Namun Jason lebih ikhlas kehilangan harta nya dari pada ia harus di penjara, karena Jason ingin bebas dan mencari bukti apa yg sebenarnya terjadi, siapa dalang di balik kekacauan ini.


Sementara perusahaan William pun juga dalam masalah, orang orang meragukan William karena apa yg terjadi pada perusahaan ayahnya dan fitnah yg di tuduhkan pada Jason, bahkan William yakin ia takkan bisa mempertahankan perusahaan nya lagi.


Saat ini, William tengah merawat ibu nya yg berangsur membaik.

__ADS_1


"Bagaiamana keadaan Sarah?" tanya sang Mama dengan lemah. Ia memikirkan putri nya, bagaiamana keadaan putri nya di luar sana sendirian.


"Mama jangan khawatir, Devano pasti menjaga nya" ucap William. Mereka sengaja tak memberi tahu Sarah apapun, apa lagi saat ini Sarah sedang ujian.


Dari luar terdengar suara ketukan pintu.


"Itu pasti Freya, aku keluar bukain pintu dulu sebentar" ujar nya dan mama nya pun hanya mengangguk.


Yolanda Freya, adalah kekasih William dan Freya juga seorang pengacara yg sedang meniti karir nya saat ini.


"Hai, Sayang. Bagaiamana keadaan tante Venita?" tanya Freya sambil berjalan masuk menuju kamar Venita.


"Lebih baik" ujar William. Tampak raut wajah nya sangat sedih. Freya langsung membelai pipi William.


"Jangan sedih, kita pasti akan melewati semua ini" ucap nya.


"Terima kasih, Fe. You're the best" lirih William kemudian ia membawa Freya masuk ke dalam kamar mama nya.


Freya menyapa Venita dan ia juga membawakan buah segar untuk Venita. Setiap hari Freya selalu mengunjungi apartment William untuk menemani Venita, apa lagi ketika William dan Jason sedang sibuk di luar sana mencari pelaku kejahatan pada keluarga nya dan bukti bahwa Jason tak bersalah.


.


.


.


"Maaf, Jason. Tapi aku engga bisa bantu"


Jason menghela nafas berat, ia meminta bantuan pada rekan kerja sekaligus sahabatnya selama ini yg bernama Agus Heryawan. Jason yakin Agus percaya pada nya, namun rupanya tidak. Tidak ada yg percaya pada Jason dan tidak ada yg membantu Jason. Seolah Jason memanglah sang penjahat yg sudah terbukti di seluruh penjuru kota, negara dan mungkin bahkan dunia. Sebelum menemui Agus, Jason sudah menemui beberapa orang untuk meminta bantuan, namun mereka semua menolak. Padahal Jason pernah berjasa pada mereka, bahkan Agus juga berhutang budi pada Jason, dimana dulu perusahaan nya juga hampir gulung tukar, Jason datang sebagai penyelamat.


"Engga apa apa, terima kasih. Semoga kamu sukses selalu di posisi mu sekarang" ucap Jason sarkastik. Karena posisi yg didapatkan Agus sekarang adalah berkat Jason.


▫️▫️▫️


Tbc....

__ADS_1


__ADS_2