
Juan menemui ibunya yg saat ini telah tinggal bersama kembali dengan ayahnya. Apa lagi sejak kepergian Vino ke Amerika, kedua nya sama sama kesepian. Keduanya pun mencoba melupakan masa lalu dan menatap kembali masa depan.
"Ma...." teriak Juan yg membuat sang ibu segera menghampiri nya.
"Ada apa, Juan?" tanya mama nya.
"Apa benar Jacob anak mama sama selingkuhan Mama itu?" tuduh nya marah.
"Jacob siapa?" tanya mama nya.
"Jacob suami nya Naina, sahabat Sarah" sela Helen dan Intan menggeleng. Ayah Juan pun menghampiri mereka yg sedang ribut.
"Mama engga kenal sama mereka" jawab Intan.
"Tapi Mama memang punya anak kan sama selingkuhan mama itu? Itu kan yg membuat kalian bercerai dulu?"
Kedua orang tua Juan saling pandang, terlihat raut kesedihan di wajah Intan.
"Kita bicara baik baik ya, Nak" seru sang mama sembari menarik Juan untuk duduk di sofa.
"Mama tahu Mama salah, Mama memang.... Memang memiliki anak dari Subroto, mantan pacar mama..." lirih Intan sembari melirik suaminya "Tapi Mama engga pernah mengkhianati kalian, semua itu kecelakaan" ucapnya.
"Lalu dimana anak mama itu?" tanya Juan ketus.
"Di panti asuhan, Mama meninggalkan nya di sana karena Mama engga mau kehilangan kalian"
"Tapi Mama tetap kehilangan kami, bukan?" sela Juan dengan cepat. Intan menunduk, ia menangis dan ia mengangguk pelan.
__ADS_1
"Engga pernah mencoba mencari anak itu lagi?" Intan menggeleng "Kenapa?" tanya Juan meninggikan suara nya.
"Karena dia hanya akan mengingatkan ku pada kesalahan ku, Juan. Dia akan mengingatkan ku bahwa karena dialah aku kehilangan kalian"
"Egois sekali" desis Juan "Kesalahan tetaplah kesalahan, dan Mama tahu? Suami Naina, sahabat Sarah yg nama nya Jacob itu adalah anak Mama. Dan dia tahu fakta itu, semua orang tau"
"Apa?" desis Intan tak percaya "Bicaralah dengan nya, aku akan kirimkan alamat apartemen nya" ucap Juan dan ia pun bergegas pergi bersama Helen.
Setelah itu, Intan melirik takut mantan suami yg kini kembali menjadi suami nya.
"Tidak apa apa, mungkin sudah saat nya berdamai dengan masa lalu" ucap nya "Nanti kita akan menemui Jacob bersama"
.........
Sementara di mobil, Jauh masih tampak tegang. Mengetahui fakta Jacob adalah saudara nya sangatlah mengejutkan. Ia menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan.
"Benarkah?" tanya Juan menatap sendu Helen "Aku sebenarnya merasa malu pada Jacob, dia tumbuh dengan sangat baik, menjadi orang yg dewasa dan cerdas setelah apa yg ia alami. Dan dia tidak pernah mengganggu keluarga kita atau pun meminta hak nya"
"Aku mengenal Jacob cukup lama, dia memang pria yg baik dan bertanggung jawab. Dia seperti itu karena belajar dari pahit nya kehidupan"
"Kasihan sekali" gumam Juan. Dulu ia mati matian merayu Naina, mencoba merusak hubungan Naina dan Jacob. Tapi Jacob tak sedikitpun mengusik hidupnya bahkan setelah mengetahui fakta yg sangat mengejutkan itu.
.........
Sementara itu, Devano dan Sarah bersiap siap untuk keberangkatan mereka ke Villa. Mereka tidak tahu berapa lama mereka akan tinggal di sana, dan Sarah memutuskan tidak membawa Mama nya. Karena bagaimana pun juga Mama nya juga penyakit jantung, tidak boleh terlalu kelelahan.
Alhasil, Sarah membawa Nandini dan Bi Eni.
__ADS_1
"Nyonya, semua barang sudah di masukan ke dalam mobil" ucap Nandini pada Sarah.
"Biar aku yg menggendong Baby Neo, Sayang" pinta Devano dan Sarah memberikannya putra nya itu.
"Ma, Pa, Kak Fe, Kak Will... Kami pindah rumah dulu ya sebentar" ucap Sarah sembari tersenyum lebar.
Kini ia terlihat jauh dari sehat dan bugar, karena itulah mereka memutuskan pergi ke Villa sekarang.
"Hati hati ya, Nak. Mama akan sering berkunjung" ucap Venita sedih.
"Iya, Ma. Kami pasti akan baik baik saja" jawab Sarah. Memeluk keluarga nya satu persatu.
Ia juga berpamitan pada yg lain "Baby yg di dalam, kamu itu perempuan apa laki-laki sih, hm? Kenapa belum keliatan juga jenis kelamin nya" gumam Sarah di depan perut Freya, membuat Freya tertawa. Karena memang sampai saat ini Dokter belum bisa memastikan jenis kelamin anak nya, kata nya ada yg menghalangi nya.
"Engga apa apa, biar jadi kejutan" sambung William.
"Kalian jaga diri baik baik, dan kamu, Dev. Jangan khawatir tentang perusahaan, aku dan Will juga Jacob akan mengurus nya"
"Iya, Pa. Terima kasih banyak" ucap Devano.
Setelah itu, mereka pun memulai perjalanan.
Ke tempat yg sejuk, suasana yg sejuk, apa lagi mereka baru saja keluar dari masalah yg terasa mencekik setiap saat. Sekarang saat nya mereka memulai hidup baru, dengan suasana baru.
Aldo, Nandini, Sarah dan Devano berada dalam satu mobil. Sementara Dominic di mobil lain dan mereka tak hanya membawa Bi Eni, tapi juga membawa Margaret dan suster yg akan menjaga Margaret.
Sebenarnya Devano ingin Margaret tetap berada di rumah sakit jiwa, namun Sarah membujuk Devano untuk membawa Margaret. Menjadikan nya bagian dari keluarga mereka, hidup bersama mereka. Sarah berharap dengan itu bisa membuat Margaret pulih lebih cepat, merasakan kehangatan keluarga dan yg pasti menghapus semua benci yg ada di hati nya.
__ADS_1