Married By Challenge

Married By Challenge
Part 84


__ADS_3

Jason dan Venita tak tahu harus bereaksi seperti apa mendengar cerita Devano tentang adik nya. Haruskah mereka senang karena akhir nya mereka tahu siapa gadis William itu, atau haruskah mereka sedih karena gadis itu sudah meninggal. Atau haruskah juga mereka marah pada Devano yg selama ini menyembunyikan kebenaran itu dari mereka.


Yg membuat Jason dan Venita kecewa adalah Devano yg berbohong dan pura pura tak tahu padahal mereka sudah menunjukan foto Caitlin waktu itu.


"Jujur saja, kami merasa di bohongi dan di bodohi, Dev. Kenapa kamu engga Jujur aja saat kami menunjukkan foto gadis itu yg ternyata adalah Caitlin, kenapa harus pura pura engga tahu?" tanya Jason.


Sarah sendiri sangat terkejut karena ternyata kedua orang tua nya juga mendapatkan teror yg kata Devano itu dari Margaret. Dan Sarah semakin terkejut karena ternyata kedua orang tua nya sempat meminta bantuan pada Devano dan Devano malah malah bersandiwara dan pura pura tak tahu apa apa. Sekarang Sarah merasa kecewa dengan Devano.


"Maafin aku, Om, Tante. Aku benar benar engga tahu harus mengatakan nya bagaimana saat itu" ucap Devano menunujukan rasa penyesalan nya.


"Sudahlah, Pa. Semua nya juga sudah terjadi, Devano juga engga tahu William yg di maksud Caitlin adalah putra kita. Dan kita juga engga tahu kalau Caitlin adik Devano adalah gadis yg coba William selamatkan" ujar Venita mencoba tenang.


"Jadi, ibunya Caitlin yg mencoba meneror kami?" tanya Jason lagi.


"Iya, dia engga bisa menerima kematian Caitlin"


"Lalu kenapa harus membalas nya pada kami, Dev? Itu sebuah insiden yg juga menimpa putra kami..." ujar Venita yg tak terima jika kamu kehidupan anak anak nya di usik "Dan William juga hampir merenggang nyawa demi menyelamatkan gadis yg baru ia temui beberapa kali" lanjut nya.


"Margaret mengira William yg melakukan itu pada Caitlin, Tante" jawab William dengan suara lirih. Karena diri nya lah yg mengira William pelaku nya sementara Margaret hanya tahu apa yg Devano beri tahu saat itu. Tentu akar masalah nya adalah Devano sendiri.


"Lalu dimana dia sekarang? Kami harus bicara pada nya dan menjelaskan pokok permasalahan nya, aku engga mau masa lalu William menghantui masa depannya" tegas Jason.

__ADS_1


"Aku juga sedang mencari nya, Om" jawab Devano.


Jason hanya bisa menghela nafas berat, entah apa lagi yg akan mereka lalui sekarang.


"Aku mohon maafin aku karena sudah menyembunyikan fakta ini" ucap Devano dengan raut penyesalan di wajahnya.


Sementara Sarah sejak tadi hanya menjadi pendengar, rasa kecewa pada kebohongan yg di buat Devano hinggap di hati nya.


"Temukan ibu Caitlin itu, Dev. Dan kami harus bicara baik baik, supaya dia tahu William engga salah" pinta Venita.


"Pasti, Tante" jawab Devano. Kemudian ia menatap Sarah yg terdiam sejak tadi, melihat raut wajah istrinya itu Devano menjadi takut jika istri nya mungkin akan marah.


Tanpa basa basi, Devano langsung bertekuk lutut di hadapan Sarah membuat Sarah dan kedua orang tuanya terkejut.


"Engga" jawab Sarah dingin dan menarik tangan nya. Membuat hati Devano terasa perih "Kamu pulang aja, malam ini aku mau di sini" ucap Sarah kemudian ia segera berlari naik ke kamar nya.


Devano pun segera mengejar nya. Sementara Jason dan Venita kembali ke kamar mereka dan membiarkan Devano dan Sarah menyelesaikan masalah nya.


Di kamar Sarah, Sarah terlihat sangat menahan amarah. Dan saat terdengar pintu yg terbuka, Sarah langsung memalingkan wajahnya saat ia bertatapan dengan Devano.


"Sarah..." lirih Devano. Sarah langsung menatap Devano dengan tatapan tajam nya.

__ADS_1


"Aku sudah bertanya sebelum nya, Devano. Apakah ada yg kamu sembunyikan lagi, apakah ada rahasia lagi, apakah ada kebohongan lagi. Kamu bilang engga ada, tapi ternyata apa? Orang tua ku juga mendapatkan pesan itu, Dev. Dan mereka datang meminta bantuan sama kamu, sementara kamu malah pura pura engga tahu" tutur Sarah dengan emosi yg hampir meledak namun ia coba menahan nya.


"Kamu terbiasa berbohong, huh? Kapan kamu akan terbuka dan jujur sama aku, Devano? Sejak dulu kamu selalu membohongi keluarga ku" tanya Sarah masih dengan amarah yg sama.


"Sayang, aku engga bermaksud bohong..."


"Tapi nyatanya kamu berbohong!" teriak Sarah yg sudah lepas Kendali, melihat emosi satay itu membuat Devano merasa bersalah "Aku bisa terima kamu bohong sama aku, tapi aku engga bisa terima kamu juga berbohong seperti itu sama keluarga ku. Kamu mempermainkan mereka, Devano" tutur Sarah dan tanpa terasa ia meneteskan air matanya.


Hati Devano sangat perih melihat air mata Sarah yg jatuh karena nya. Ia melangkah maju hendak memeluk Sarah namun Sarah segera mundur.


"Pulang, Dev. Aku mau di sini..." lirih nya.


"Sarah, Please..." Devano menatap memohon pada istri nya itu, namun Sarah mengacuhkan nya.


"Sayang, aku tahu aku salah. Dan aku minta maaf" ucap Devano lagi. Sarah hanya diam, tak bergeming.


Melihat tak ada respon lagi dari Sarah, Devano mencoba mengerti.


Ia pun keluar dari kamar Sarah dan Sarah segera mengunci pintu nya. Sarah merasa kecewa karena sejak awal Devano selalu berbohong, tentang hubungan nya, walaupun sekarang hubungan itu menjadi sebuah fakta yg indah. Tapi Sarah ingat, saat itu Mama nya bahkan terkena serangan jantung. Dan sekarang masalah Caitlin, Sarah bisa mengerti jika Devano tak bisa memberi tahu fakta tentang Caitlin pada keluarga nya. Tapi Sarah tak mengerti kenapa Devano harus berbohong pada orang tua nya saat mereka mengeluhkan tentang pesan yang mereka yg terima. Padahal Sarah fikir itu menjadi saat yg tepat bagi Devano untuk jujur, tapi Devano terus berbohong dan berbohong.


Sementara di bawah, Devano tak pulang. Dan ia takkan pulang tanpa istri nya, Devano berniat tidur di sofa yg ada di ruang tengah. Ia akan menunggu Sarah sampai Sarah mau memaafkan nya.

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc...


__ADS_2