
"Are you sure?"
"Why not?" goda Sarah. Devano berseringai bak iblis yg berhasil menaburkan nafsu pada manusia. Penuh kemenangan. Devano mulai mencium seluruh inci wajah Sarah, membuat Sarah terkikik geli. Dan ia tiba tiba menjerit saat Devano malah merobek kemeja yg Sarah pakai. Jantung Sarah menjadi berdebar karena ia melihat sorot mata Devano yg berubah. Seolah menyala akan gairah, seolah ia singa yg kelaparan dan sangat siap menyantap buruan nya.
"Kamu engga minum obat, kan?" tanya Sarah dengan nafas yg mulai terengah saat tangan Devano malai menjelajahi setiap inci tubuh polos nya. Sarah tak pernah melihat Devano yg bermain kasar seperti sekarang.
"Engga, Sayang... Aku cuma kangen" jawab Devano sambil melirik Sarah yg mulai menggelinjang tak karuan saat tangan Devano bergerak menuju lembah persembunyian aset nya. Yg lembab dan hangat.
Sarah hanya bisa memejamkan mata dan mengerang lirih setiap kali Devano memuja diri nya dengan sentuhan tangan, bibir maupun lidah nya.
"I love you" ucap Devano dengan suara lirih, sangat lirih. Sarah merasakan ada yg berbeda dalam diri Devano. Ia pun menatap Devano lekat lekat, sebelum akhir nya Sarah mendorong Devano hingga Devano terlentang dan Sarah menaiki tubuh nya. Membuat Devano menggeram tertahan saat merasakan inti nya yg berdenyut ketika bokong Sarah menyenggol nya.
Sarah terus menggoda Devano dengan bergerak sensual disana, tatapan nya mengunci tatapan Devano.
"Akhir akhir ini kamu lebih sering mengucapkan I love you" ucap Sarah dengan nafas yg tersengal "Saat pria lebih sering mengucapkan kata cinta, itu artinya dia melakukan kesalahan, apa aku benar? Kamu selingkuh, hm?" tanya Sarah di tengah desahan nya. Namun ekspresi nya malah menggoda dan bahkan tersenyum miring. Dia tahu Devano tak mungkin selingkuh, namun dia juga tahu Devano sedang menyembunyikan sesuatu masalah yg pasti bukan pekerjaan. Yg tak bisa Sarah tebak apa sebenarnya masalah itu.
Fikiran Devano sudah tak fokus dan kacau. Masalah Margaret membuat nya pusing. Dan sekarang Sarah menggoda dengan tubuh nya sambil melontarkan tuduhan tak masuk akal dengan ekspresi yg sangat seksi.
"Agh..." Devano yg tak tahan karena Sarah terus menggerakkan bokong nya di atas milik nya yg tegang pun mengerang.
"Sarah, stop it..." pinta Devano dengan suara serak nya. Ia memegang pinggul Sarah dan mencoba menghentikan pergerakan pelan namun menggoda istri nya itu. Tapi Sarah malah menangkap tangan Devano dan membawa nya ke bibir nya, Sarah kulum jari Devano yg membuat Devano semakin menggila.
"Stop it, Baby..." pinta Devano "Ini sakit, Sayang... Butuh pelepasan" lirih nya dengan nafas yg memburu. Celana nya sudah terasa sangat sesak di bawah sana dan ia benar benar ingin membebaskan nya.
"No..." goda Sarah sambil mendesah "Tell me, Devano. What's going on?"
__ADS_1
"Nothing, Little girl... I just..." Devano dengan cepat bangkit dan memutar keadaan, ia berguling dan membuat Sarah kini berada di bawah nya "I think I have to stop call you little girl, cause you are not little girl anymore" ucap Devano sambil melepaskan celana nya dan ia menghela nafas lega. Sementara Sarah hanya terkikik melihat tingkah Devano.
"Dari dulu sudah ku bilang, I am not little girl... Emh" Sarah mendesah berat saat Devano mulai menggoda nya di bawah sana.
"You're right" jawab Devano. Sarah bahkan lebih menggoda dari pada gadis berusia 25 tahun ke atas. Entah bagaimana bisa gadis 17 tahun ini sangat nakal dan menggoda, dan Devano tak pernah bisa lepas dari godaan pemilik mata biru ini.
"Aku masuk...." ucap Devano bersiap memasuki Sarah namun dering ponsel nya mengagetkan keduanya. Sarah langsung menatap tajam Devano.
"Siapa yg telpon tengah malam begini?" tanya Sarah ketus. Devano mencoba menggapai ponsel yg ada di atas nakas sementara ia tak beranjak dari atas tubuh Sarah.
"Juan..." jawab Devano yg membuat Sarah mengernyit. Devano me reject panggilan itu, namun Juan segera mengirim pesan dan menanyakan apakah Devano punya pengaman, dan sekarang Juan ada di depan kamar mereka. Devano langsung tertawa membaca pesan itu dan ia menunjukkan nya pada Sarah.
"Dasar buaya..." geram Sarah.
"Biar aku balas dulu" ucap Devano. Ia pun memberi tahu bahwa ia tak punya. Namun kemudian ia teringat dengan pil kontrasepsi milik Sarah "Tunggu sebentar, Sayang..." ucap nya. Devano segera memakai celana nya kembali dan ia mencari cari pil Sarah di tas nya.
"Aku engga punya, tapi kamu punya" jawab Devano dan ia sudah menemukan pil itu.
"Tapi itu punya ku, Dev. Dan emang nya pil itu bekerja kalau cuma sekali minum?"
"Ya mana aku tahu, Sayang. Coba aja dulu..."
"Ih, dasar ya..." gerutu Sarah saat melihat Devano berjalan keluar.
Dan benar saja, Juan ada di sana.
__ADS_1
"Nih..." Devano menyerahkan pil itu pada Juan.
"Aku minta pengaman, bukan obat" gerutu Juan.
"Kamu tahu aku engga mungkin punya gituan" jawab Devano "Itu pil Sarah untuk mencegah kehamilan"
"Apa bekerja kalau sekali minum?"
"Mana aku tahu, coba aja dulu. Tapi untuk jaga jaga, jangan keluarin di dalam"
Juan berdecak kesal, apa lagi Devano langsung kembali masuk dan menutup pintu nya dengan kasar.
"Ugh, semoga ini berhasil" gumam Juan.
Sementara Devano langsung melepaskan kembali celana nya dan melompat naik ke atas ranjang.
"Lanjut ya, Baby..." goda nya namun Sarah malah mendelik kesal.
"Udah engga mood" jawab nya dan ia merebahkan tubuhnya ke ranjang, ia memunggungi Devano.
Namun Devano tak kehabisan akal, ia kembali menggoda Sarah yg sudah pasti Sarah takkan mampu menolak nya.
Sarah kembali tergoda, dan ia sudah sangat siap menyerahkan dirinya untuk Devano lagi dan lagi. Begitu juga dengan Devano yg sudah tak sabar ingin memuaskan sang istri.
Ini malam pernikahan siapa sebenarnya?
__ADS_1
▫️▫️▫️
Tbc...