
Keesokan hari nya, setelah mengantar Naina sepulangnya dari sekolah. Sarah tanpa sengaja melihat mobil Dominic saat berada di lampu merah, ia pun mempertajam penglihatan nya dan Sarah sangat terkejut saat melihat Margaret ada di mobil itu.
Sarah teringat Devano sudah berjanji akan mencari Margaret dan mempertemukan nya dengan kedua orang tuanya. Sarah berharap Devano menepati janji nya.
Sarah pun menelpon Devano untuk menanyakan hal itu.
"Ada apa, Sayang?" tanya Devano dari seberang telpon.
"Dev, kapan kita kerumah Papa?" Sarah balik bertanya.
"Mungkin akhir minggu nanti" jawab Devano.
"Lalu kapan kamu akan mempertemukan Papa dan Tante Margaret?" tanya Sarah lagi sambil pandangan nya terus melihat mobil Dominic yg sudah mulai berjalan begitu juga dengan mobil nya karena lampu kini sudah hijau.
"Nanti, setelah aku menemukan Margaret aku akang langsung membawa nya pada keluarga mu" Sarah mengerutkan dahi nya dalam mendengar jawaban Devano. Apa maksudnya setelah menemukan nya?
"Kamu belum menemukan Tante Margaret? Maksud ku, apa Om Dom belum menemukan nya?" tanya Sarah dan ia melihat Mobil Dominic yg belok kiri. Sarah mengisyaratkan Aldo untuk belok kiri juga.
"Mau kemana, Nyonya? Kan jalan pulang itu lurus ke depan" tanya Aldo. Sarah segera menutup ponsel nya dengan telapak tangan nya dan berbisik pada Aldo.
"Aku mau cari buku, ada perpus di sana" jawab nya. Aldo pun langsung belok kiri.
"Belum, Sayang" jawab Devano yg membuat Sarah merasa curiga. Tak mungkin Devano tak tahu bahwa Dominic sudah menemukan Margaret dan bahkan bersama nya sekarang.
"Okey, see you" ucap Sarah dan ia langsung memutuskan telpon nya. Sarah berharap Aldo tak menyadari bahwa saat ini mereka sedang mengikuti Dominic.
Sarah melihat mobil Dominic berhenti di sebuah hotel.
"Stop, Om..." seru Sarah dan Aldo sontak langsung menginjak rem.
"Di mana perpus nya?" tanya Aldo.
Sarah melihat sekeliling untuk mencari alasan, dan ia melihat ada sebuah restaurant di dekat hotel itu.
"Aku mau beli makanan dulu, Om tunggu sebentar ya" pinta Sarah.
"Baik, Nyonya" jawab Aldo.
Sarah pun segera turun dan berlari ke restaurant itu, ia menoleh memastikan Aldo tak mengikuti nya.
__ADS_1
Sarah berpura pura masuk ke restaurant itu namun kemudian dengan cepat ia berlari masuk ke hotel itu.
Sarah mencoba mencari cari Dominic namun ia tak menemukan nya.
Karena tak mungkin mencari ke seluruh hotel itu, ia pun berniat pulang namun kemudian ia melihat Dominic dan Margaret yg masuk ke lift.
Sarah memperhatikan kelantai berapa tujuan mereka, lantai 5. Setelah itu dengan cepat ia menggunakan lift yg lain dan menyusul ke lantai 5.
Setelah keluar dari lift di lantai 5, sekarang Sarah harus menemukan dimana Dominic dan Margaret. Dari sekian banyak kamar, Sarah tak tahu harus mencari mereka ke kamar yg mana.
Dan tiba tiba Sarah teringat Jacob mengajari nya cara melacak seseorang lewat nomor ponsel nya. Sarah pun segera melacak nomor Dominic dan ia mengikuti nya.
Sarah berhenti di kamar 205. Dan ia melihat pintu nya yg tak tertutup rapat. Setelah menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan tak ada yg melihat nya, Sarah pun mengintip ke dalam dan samar samar terdengar suara Dominic dan Margaret yg tampak nya berdebat.
Sarah memberanikan diri membuka pintu itu dengan sangat perlahan untuk bisa mendengar apa yg mereka bicarakan, Sarah tahu tak seharusnya ia melakukan hal seperti ini. Tapi masalahnya Margaret itu bermasalah dengan keluarga nya dan kenapa Devano menyembunyikan Margaret? Kenapa Devano berbohong?
"Harus berapa kali aku bilang, William bukan pelaku nya" terdengar suara tegas Dominic.
"Lalu siapa pelakunya? Aku baru akan percaya kalau pelaku sebenarnya ada di hadapan ku" jawab Margaret.
Sarah mengerti apa yg mereka bicarakan.
Deg
Sarah langsung mematung di tempat nya, seluruh tubuhnya tiba tiba lemas dan kaki nya tak bisa menopang tubuh nya. Ia limbung dan hampir terjatuh namun ia segera berpegang ke dinding.
"Aku memohon pada nya untuk membiarkan mu hidup..." terdengar suara Dominic yg semakin jauh di pendengaran Sarah karena seolah setengah kesadaran Sarah lenyap dan ia benar benar terjatuh sekarang. Dimana itu menarik perhatian Margaret dan Dominic.
Betapa terkejut nya Dominic melihat Nyonya muda nya yg masih memakai seragam sekolah nya tergeletak lemas di lantai.
"Nyonya Sarah..." seru Dominic khawatir, ia segera menghampiri Sarah dan hendak menggendong nya namun Sarah mendorong Dominic menjauh.
Apa yg Sarah dengar membuat Sarah seolah terkena serangan jantung. Membunuh? Suami nya memerintahkan Dominic membunuh Margaret? Sarah tak percaya pada pendengaran nya sendiri. Sementara Margaret menatap tajam Sarah, penuh amarah, kebencian dan dendam.
"Apa yang..." bisik Sarah, jantung nya berdegup sangat cepat, tubuhnya gemetar "Apa maksud Om tadi?" tanya Sarah.
"Nyonya Sarah, sebaik nya kita pulang" ucap Dominic lembut dan sekali lagi ia hendak menggendong Sarah namun Sarah kembali mendorong nya menjauh.
"Apa yg kamu dengar itu benar..." desis Margaret tajam "Anakku ingin membunuh ku karena kamu"
__ADS_1
Sarah menggeleng tak percaya "Tapi kenapa?" bisik Sarah dan kini air matanya mengalir begitu saja.
"Karena dia bodoh, kamu dan keluarga busuk mu itu sudah membodohi Devano" teriak Margaret marah. Sarah menggelengkan kepalanya, tanda menolak semua tuduhan Margaret.
"Apa kamu tahu kenapa Devano datang ke kehidupan keluarga mu, huh?"
"Margaret, cukup!!!" bentak Dominic.
"Birkan saja, Om!!!" Sarah balas membentak "Biarkan dia bicara, aku tahu dia mengira Kak Will yg memperkosa Caitlin" ujar Sarah merendahkan suara nya.
"Bukan mengira, tapi memang William lah pelaku nya" teriak Margaret yg mulai menangis "Dia menghancurkan hidup putri ku, dia membunuh nya" teriak nya di sela isakan tangis nya, Sarah kembali menggelengkan kepala nya.
"Itu engga benar, Tante. Malam itu..."
"Itu sangat benar..." sela Margaret yg tak ingin mendengar pembelaan Sarah "Dan Devano sudah bersumpah untuk membalaskan penderitaan Caitlin pada keluarga mu itu, Devano bersumpah untuk menghancurkan kalian" tegas Margaret yg membuat Sarah semakin lemas.
PLAAKKK...
Satu tamparan keras dari Dominic mendarat di pipi Margaret, membuat Margaret terdiam namun kemudian ia berteriak histeris sambil menangis.
"Anakku di perkosa dan di bunuh oleh kakak mu, Sarah" teriak Margaret yg membuat air mata Sarah semakin deras mengalir. Perasaan nya bercampur aduk sekarang, tubuh nya lemas seperti tak bertulang.
Devano..
Devano bersumpah untuk menghancurkan keluarga nya? Apa maksud nya itu?
Dominic langsung membopong tubuh kecil Sarah dan membawa nya keluar, tak peduli Sarah yg terus memberontak, setelah itu ia mencoba mengunci Margaret namun Margaret lebih cepet keluar dari kamar itu dan ia berlari menjauh.
"Lepasin, Om..." teriak Sarah sambil sesegukan namun Dominic seolah tak mendengar nya.
Dan soal Margaret, Dominic bisa menangkap nya nanti. Sekarang ia harus membawa Sarah pulang dan mengabarkan hal ini pada Devano.
Sarah terus memberontak sambil menangis, hati nya sakit mendengar semua tuduhan Margaret dan semakin sakit saat Margaret mengatakan Devano bersumpah untuk menghancurkan keluarga nya.
Saat di parkiran, Dominic memasukan Sarah ke dalam mobil nya. Namun saat Dominic juga hendak masuk, Sarah segera melompat keluar dan berlari secepat mungkin sambil menangis. Dominic pun segera mengejar nya, namun Sarah segera menghentikan sebuah taksi dan pergi menjauh. Dominic segera masuk kedalam mobil dan mengejar taksi Sarah sambil mengabarkan Devano apa yg terjadi.
▫️▫️▫️
Tbc....
__ADS_1