
Semua orang bersorak gembira setelah acara akad berjalan dengan lancar. Bahkan Naina pun kini bisa bernafas lega karena tanpa sadar sebelum nya ia menahan nafas. Seluruh tubuhnya terasa panas dingin, jantung nya berdebar. Oh, seperti inikah rasanya jadi pengantin?
Setelah acara akad dan doa, saat nya melakukan perayaan kecil kecilan. Ternyata Jacob juga sudah memesan beberapa menu makanan untuk para tamu pernikahan nya itu.
"Ciee... Yg sebentar lagi unboxing" goda Sarah sambil menyenggol lengan Naina, sementara Naina bukan nya tersipu malu tapi ia malah tampak meringis. Ia pun segera menarik Sarah menjauh dari para manusia manusia itu.
"Ada apa?" tanya Sarah heran.
"Engga siap, udah gitu Jacob kayak lapar banget lagi" rengek Naina. Ia benar benar ketakutan jika Jacob sampai melakukan apa yg di ucapkan pria itu.
"Siap engga siap harus siap, apa lagi sekarang sudah sah lho. Jadi wajib tuh melayani suami" ucap Sarah sok bijak.
"Aduh, besok malam aja kali ya. Gimana kalau aku kasih Jacob obat tidur aja?"
"Ehem ehem..." kedua wanita itu langsung menoleh dan mereka mendapati Jacob yg menatap nyalang pada Naina setelah mendengar apa yang di ucapkan wanita nya itu.
"Eh, Jackie..." seru Sarah sambil cengengesan.
"Di cariin bapak bayi mu tuh, katanya mau pulang dan kamu harus istirahat" ucap nya namun tatapan nya masih lurus pada Naina.
"Oh, bapak bayi ku cariin ya.. Okey..." jawab Sarah dan ia hendak pergi namun Naina menarik tangan nya, Naina menatap memelas pada Sarah namun Sarah malah tersenyum geli "Selamat menempuh hidup baru ya, Naina. Malam pertama nya semoga lancar. Bye bye.." ucap Sarah dan ia segera pergi dari sana.
Jacob berjalan dengan gagah mendekati Naina yg tampak gugup "Kemana nyali mu yg sebelum nya, sweetheart? Kayak kerupuk kenak angin aja kamu neh" ucap nya.
"Emm, Jackie Sayang... Malam ini kita nginap di sini dulu ya..." ucap nya setengah membujuk.
"Engga..." tegas Jacob "Kalau di sini engga bebas, kita ke apartemen aja. Dimana cuma ada kita berdua, kita bisa melakukan nya dimana saja, kapan saja, dan kamu bisa berteriak dan mendesah sekuat mungkin tanpa takut ada yg mendengar..." lirih Jacob dan suara nya mulai serak.
Naina langsung menatap jengkel pada Jacob, ia cemberut, memajukan bibir nya dan itu malah membuat Jacob merasa sangat gemas dan ia langsung melahap bibir Naina dengan rakus. Membuat Naina sangat terkejut dan ia bahkan mulai kesulitan bernafas.
"Sabar woy, sabar..." terdengar teriakan Vino yg menghentikan ciuman mereka "Ini tamu cuma beberapa biji, setidak nya hargai kek, temenin kek, ajak ngobrol ke..." ujar nya sambil berdecak heran. Jacob hanya terkekeh, sementara Naina langsung menunduk malu, wajah nya me merah dan pasti bibirnya sudah bengkak.
__ADS_1
Jacob berjalan menghampiri Vino, dan tiba tiba ia mengelus kepala Vino sambil tersenyum "Ya udah, ayo makan... " ucap nya, perlakuan itu membuat Vino sedikit merasa heran.
Sarah berpamitan pada kedua orang tua Naina karena ia harus pulang duluan, hamil besar membuat nya merasa mudah lelah dan mengantuk.
Sementara sisa nya menikmati hidangan yg sudah di siapkan, kecuali Naina. Gadis itu tampak tak berselera, walaupun semua orang makan dengan sangat lahan.
Dan kini mereka pun berpamitan pulang, hal itu membuat Naina semakin gugup. Karena itu tanda nya sebentar lagi....
"Tan.. Eh, Ma..." seru Jacob yg membuat orang tua Naina terkekeh.
"Kalian beneran mau pulang ke apartemen malam ini?" tanya ibu mertua Jacob itu.
"Iya, biar kami engga ganggu Mama Papa malam ini" jawab Jacob yg membuat Naina mendengus.
"Ya ya... Kami sangat mengerti, kami juga begitu saat menjadi pengantin baru" ujar ayah mertua nya.
"Ya udah, Mama ambilin pakaian Naina dulu ya"
"Okey kalau gitu, hati hati di jalan ya..." ucap sang ibu.
....... ...
Jam menunjukkan 23.15. Sarah sudah terlelap dalam pelukan suaminya itu, hingga dering ponsel nya membangunkan Sarah dari tidur nya, Devano yg juga terlelap pun ikut terbangun "Siapa, Sayang?" tanya Devano dengan suara serak nya.
"Naian..." jawab Sarah saat ia berhasil menggapai ponsel nya, dan ia melihat nama Nina Bobo tertera di layar ponsel itu. Devano menguap sambil melirik jam dinding
"Kenapa gadis itu telepon jam segini? Bukan nya ini malam pernikahan nya..." ujar Devano.
"Entahlah, mungkin penting" jawab Sarah sambil menjawab panggilan sahabat nya itu.
"Halo, Naina. Ada apa?" tanya Sarah sambil menguap, ia juga me load speaker panggilan nya.
__ADS_1
"Sarah..." terdengar suara Naina yg berbisik "Video call yuk..."
"Video call? Kamu mau Sarah nonton malam pertama kalian?" tanya Devano.
"Astaga, bukan begitu Tuan lake..." Naina masih berbisik "Sarah, jangan di speaker dong. Aku mau curhat neh..."
"Okey..." jawab Sarah dan ia me non aktifkan speaker nya. Devano hanya bisa mendengus yg membuat Sarah terkikik geli "Mau curhat apa?"
"Aku pengen tunda dulu gituan nya, sumpah aku engga siap. Aku gugup, badan ku sampai panas dingin begini" Sarah tertawa geli mendengar celotehan sahabat nya itu.
"Udah, nikmati aja. Lagian kan selama ini kamu selalu menggoda Jacob.."
"Tapi kan aku cuma bercanda, habis nya Jacob kuno banget orang nya"
"Itu bukan kuno, itu namanya dia menghargai dan menghormati mu"
"Ya juga sih, maka nya aku cinta mati sama dia.."
"Jadi apa lagi? Ya udah, see you next week ya..."
"Kok next week?"
"Kata nya Jacob mau bikin kamu engga bisa jalan selama seminggu"
"Sarah....."
Devano langsung me ngambil ponsel Sarah dan kini ia yg berbicara dengan Naina "Istri ku harus tidur, Naina. Dan kamu juga harus melaksanakan kewajiban mu, okey?" dan setelah mengucapkan itu Devano langsung mematikan ponsel Sarah. Sarah hanya bisa tertawa geli, ia pun kembali merebahkan dirinya di ranjang dan Devano segera merengkuh nya."Memang lah zaman edan sekarang neh" gumam Devano yg membuat Devano kembali tersenyum geli.
"Bukan zamannya yg edan, tapi memang Naina nya aja yg gesrek..."
▫️▫️▫️
__ADS_1
Tbc...