Married By Challenge

Married By Challenge
Part 157


__ADS_3

Sarah mondar mandir di ruangan Devano sambil memegang perut nya yg akhir akhir ini lebih sering terasa sakit.


Ia memikirkan banyak hal terutama tentang Karin, benar kah Karin akan mencelakai nya? Apakah dia bisa se nekat itu? Fikir nya, rasanya Sarah masih tak percaya jika Karin akan berbuat sampai sejauh itu.


"Sayang..." seru Devano mengejutkan Sarah "Ada apa? Kamu baik baik aja?" tanya Devano karena ia melihat Sarah yg tampak banyak fikiran.


"Kamu sibuk?" Sarah malah balik bertanya. Devano berjalan masuk, ia merengkuh Sarah dan membawa nya duduk di sofa.


"Aku engga sibuk kalau kamu butuh aku, Little girl" ujar Devano.


"Apa bisa aku memeriksa cctv rumah?" tanya Sarah kemudian. Devano terdiam sejenak dan kemudian ia mengangguk, ia mengambil laptop nya dan menyerahkan nya pada Sarah.


Beda halnya dengan Devano yg terus memantau di sekitar atau di luar rumah, Sarah justru memantau di dalam rumah dan orang orang yg tinggal bersama nya tak terkecuali Bi Eni.


"Sayang, kamu cari apa?" tanya Devano mengintip ke layar laptop itu.

__ADS_1


Sarah terus memutar kembali rekaman cctv selama beberapa hari terakhir "Kamu mungkin mencurigai Nandini sebagai orang baru, justru aku mencurigai Lolly" jawab Sarah yg membuat Devano terkejut.


"Apa maksud mu mencurigai Lolly?" tanya Devano. Sarah pun menatap Devano dan berkata


"Kita sudah sangat lama mengenal Lolly, kita tahu kebiasaan dan karakter nya. Selama ini Lolly selalu patuh pada apapun perintah kita, Dev. Dan Lolly tahu, orang baru tidak boleh masuk kamar kita dan ruang kerja mu. Lalu bagaimana bisa Lolly menyuruh Nandini meletakkan baju ke kamar kita? Dan kenapa Lolly membiarkan Nandini masuk keruang kerja mu hanya untuk mencari gelang yg bahkan di hilangkan oleh Lolly sendiri? Lolly kan tahu, Nandini belum boleh masuk ke tempat pribadi kita" tutur Sarah dengan sangat serius. Devano pun mencoba mencerna apa yg Sarah katakan "Dev, terkadang kita terlalu sibuk mengawasi orang luar, sampai kita lupa bahwa orang dalam juga patut kita awasi. Terkadang kita curiga pada orang luar, padahal orang terdekat kita juga tidak bisa di percaya. Aku belajar dari masa lalu" lanjut Sarah dengan suara lirih di akhir kalimat nya.


Devano memberikan pelajaran yg sangat berharga bagi Sarah, bahwa ia harus membuka mata lebar lebar bukan hanya pada yg di seberang penglihatan nya, tapi juga pada sekeliling nya, bahkan orang terdekat nya lah yg memiliki lebih banyak kemungkinan untuk menyakiti nya karena orang orang terdekat nya lah yg mudah menjangkau nya. Seperti Devano, yg sudah William anggap saudara dan sudah di anggap putra sendiri oleh Venita dan Jason, tapi nyata nya?


Pengkhianatan Devano juga mengajarkan Sarah untuk berfikir lebih matang, mencerna semua kejadian dengan baik, dan tidak asal menyimpulkan sesuatu hanya dengan satu atau dua kejadian.


"Semua yg terjadi ada hikmah nya, Dev" ucap Sarah, ia membelai rahang tegas suami nya yg di tumbuhi bulu bulu halus "Aku sudah memaafkan mu dan justru hal itu membuat ku menjadi lebih dewasa dan lebih hati hati"


"Aku janji akan selalu melindungi mu dan engga akan pernah menyakiti mu lagi, kamu segala nya bagi ku" ucap Devano dengan begitu tulus.


"Kamu pun segala nya bagi ku... Emh" tiba tiba Sarah kembali meringis sambil memegang perut nya.

__ADS_1


"Ada apa? Perut mu sakit lagi?" tanya Devano panik.


"Engga, cuma sakit sedikit" ucap Sarah. Kemudian ia kembali fokus ke layar laptop nya dan mencari jejak jejak yg mungkin bisa jadi petunjuk.


"Tidak ada yg mencurigakan" ujar Sarah "semua nya terlihat normal"


"Semua tempat aku pasang cctv kecuali di kamar kamar" ujar Devano.


"Jujur saja, Dev. Rasanya aku masih engga percaya kalau Karin dan Airin bisa berbuat sejauh itu, rasanya tidak mungkin. Mereka memang nakal tapi bukan penjahat" tutur Sarah.


"Semoga dugaan mu benar, Sayang" ucap Devano "Semoga mereka memang tidak jahat, tapi walaupun begitu kita tetap harus waspada. Karena bahaya bisa datang dari mana saja" ujar Devano dan Sarah hanya mengangguk.


▫️▫️▫️


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2