
Devano menemui beberapa orang yg memiliki saham di perusahaan Agus dan ia membeli Saham mereka dengan harga tiga kali lipat. Devano tak peduli apakah saham itu akan berguna atau tidak, apakah ia akan untung atau rugi. Devano sungguh tak peduli, yg ia inginkan sekarang adalah menghancurkan Agus sehancur hancur nya. Selain itu, Devano juga menarik semua investor perusahaan Agus dan hal itu membuat Agus benar benar merasa geram. Jika Agus tak bisa menyelesaikan masalah ini secepat nya, maka dia akan bangkrut dan mungkin tak kan ada lagi yg membantu nya untuk bangkit.
Dan secara mengejutkan, Devano mendatangi Jacob ke apartemen nya. Membuat Jacob sangat terkejut apalagi Devano datang sendirian.
"Ada apa?" tanya Jacob dingin tanpa mempersilahkan Devano masuk. Namun Devano langsung melongos masuk membuat Jacob menggeram kesal.
"Aku tahu apa yg sudah kamu lakukan..." ucap Devano. Ia menoleh dan mendapati cob yg bersandar pada daun pintu.
"Aku juga sudah tahu apa yg kamu lakukan" jawab Jacob kemudian ia berjalan mendekati Devano "Jangan pernah lagi menyakiti Sarah, jangan pernah lagi membohongi nya, jangan pernah lagi membuat nya menangis. Atau aku akan mematahkan tulang tulang mu jika sampai sahabat ku terluka" desis Jacob yg membuat Devano terkekeh.
"Sahabat mu itu istri ku, boy" jab Devano sembari mengelus pucuk kepala Jacob seolah Jacob itu anak anak. Tentu hal itu mengundang amarah Jacob, ia langsung menyingkirkan tangan Devano dan menatap tajam CEO Lake's Corp ini. Apa lagi tatapan mengejek Devano membuat Jacob ingin meninju wajahnya.
"Boy?" tanya Jacob "I am not a boy, I am a man" tegas Jacob dengan gantle. Devano kembali terkekeh.
"Okey, man..." ujar Devano "Aku kesini ingin meminta bantuan mu sebenarnya"
"Sudah ku lakukan..." jawab Jacob membuat Devano mengerutkan kening nya heran, karena ia bahkan belum mengatakan apa yg ingin ia katakan.
"Apa nya?" tanya Devano.
"Mencari pengirim email itu kan?" Jacob balik bertanya dan Devano mengangguk "Sebenarnya Sarah tadi ke sini, dia meminta hal yg sama" ujar Jacob yg membuat Devano menghela nafas berat.
Seharusnya Devano tak terkejut mendengar berita itu, bukan kah seperti itu lah Sarah?
"Lalu?" tanya Devano. Kemudian Jacob masuk ke sebuah ruangan yang di penuhi dengan beberapa komputer dan Devano mengikuti nya dari belakang.
"Email itu memang berbeda, email palsu. Tapi mudah menemukan siapa dan dari mana di kirim. Karena email itu di kirim dari perangkat yg sama" ujar Jacob kemudian ia menunjuk sebuah titik merah di layar monitor nya "Di sini, di kirim dari sini..." ucap nya.
__ADS_1
"Aku fikir akan sulit menemukan nya" ucap Devano.
"Itu sangat gampang apa lagi yg meneror Sarah itu adalah penjahat amatir" ucap Jacob sambil tertawa kecil "Dia engga tahu bahwa semua hal akan meninggalkan jejak yg akan jadi petunjuk"
"Orang yg melakukan ini hanya seorang pelayan, bagaimana dia bisa mengerti tentang sebuah sistem" ujar Devano sambil berseringai licik "Apa Sarah sudah tahu ini?" tanya Devano kemudian.
"Belum, tadi dia cuma datang bersama Naina dan kemudian dia pulang karena mengeluh engga enak badan" ucap Jacob.
Karena memang tadi Sarah datang bersama Naina, Sarah bercerita tentang segala nya pada sahabat sahabat nya itu dan juga sekalian meminta Jacob membantu melacak lokasi sang pengirim pesan. Tapi kemudian Sarah mengeluh tak enak badan dan langsung bergegas pulang.
"Dia sakit?" tanya Devano khawatir.
"Mungkin stress karena banyak ujian" jawab Jacob.
"Apa kamu bisa mengirimkan lokasi ini?" tanya Devano dan Jacob mengangguk "Kirimkan pada ku, sekarang aku harus melihat keadaan Sarah" ujar Devano dan kemudian ia pergi dari apartemen Jacob.
..........
Juan yg tak menemukan Devano ke kantor nya langsung meluncur kerumah nya karena ada hal penting yang harus Juan bicarakan secara langsung dengan Devano. Namun disana, ia malah mendapat Jackpot saat melihat gadis manis yg akhir akhir ini memenuhi fikiran nya dan memancing imajinasi liar nya. Naina James, tentu saja. Mereka berhadapan saat Naina hendak keluar dari rumah Devano sementara Juan hendak masuk.
"Hai sweetie..." panggil Juan pada Naina.
"Hai, bad boy" sapa Naina sambil tersenyum lebar dan tanpa sungkan memberikan julukan bad boy itu yg membuat Juan langsung terkekeh.
"Apa yg kamu lakukan di sini?" tanya Juan.
"Menemani sahabat ku yg sedang sakit, sekarang aku harus pulang. Permisi..." ucap Naina dan berjalan melewati Juan. Aldo akan mengantar nya seperti biasa, dan saat hendak masuk kedalam mobil. Juan tiba tiba mencegah nya.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, Devano juga datang. Setelah memarkirkan mobil nya. Devano langsung keluar apa lagi melihat Juan dan Naina.
"Ada apa?" tanya Devano.
"Aku hanya ingin mengantar Naina pulang" ujar Juan tenang.
"Kamu bilang ada hal penting yg harus di bicarakan dengan ku" seru Devano. Juan cengengesan saja.
"Kita akan berbicara setelah aku mengantar Naina..."
"Aku engga mau di antar pria lain, takut nya tunangan ku cemburu" ujar Naina.
"Aldo, antarkan Naina. Dan kamu Juan, sebaiknya kamu pulang dan kita bicara besok. Karena Sarah lagi sakit, aku harus menjaga nya" tutur Devano dan kemudian ia langsung bergegas masuk.
"Dev..." panggil Juan sembari mengikuti Devano dari belakang. Sementara Naina langsung masuk kedalam mobil, dan saat Aldo hendak menjalankan mobil nya. Lagi lagi Jun menghentikan nya, membuat Naina mendesah kesal.
"Ada apa lagi, Tuan Barnard?" tanya Naina.
"Ayo kita makan malam..." pinta Juan langsung yg membuat Naina mengernyit bingung.
"Tidak, terima kasih. Malam ini aku ada acara keluarga bersama dengan tunangan ku juga" Jawab Naina formal yg membuat Juan tersenyum misterius.
"Baiklah, Nona James. Semoga acara nya menyenangkan" ujar Juan penuh misteri namun Naina mengabaikan hal itu. Aldo pun segera menjalankan mobil nya.
Sementara Juan, berbagai cara berkelebat dalam otak nya untuk menaklukan Naina. Dan seperti yg Naina katakan, Juan adalah bad boy. Dan sebagai bad boy tentu ia tak perduli jika wanita incaran nya sudah memiliki kekasih, tunangan atau bahkan suami sekalipun.
▫️▫️▫️
__ADS_1
Tbc...