Mengejar Cinta Siti

Mengejar Cinta Siti
129. Pedang Pora (Jihan dan akbar)


__ADS_3

Pernikahan adalah momen membahagiakan, dua insan menyatu dalam ikatan suci. Sebuah perjalanan hidup yang baru. Dalam prosesinya, banyak hal yang perlu dipersiapkan agar pernikahan berjalan dengan lancar dan hikmat.


Dipersunting anggota TNI/Polri tidak pernah terbayang oleh Jihan. Selain mengusung acara adat jakarta dan Jawa, momen sakral ini akan menjadi harapan agar bahagia selamanya. Resepsi pernikahannya pun memakai acara tradisi pedang pora.


Saat ini Jihan telah resmi menjadi nyonya perwira TNI AD, Akbar Syahputra. Jihan yang baru tahu kalau suaminya seorang perwira, karena yang dia tahu Akbar adalah seorang Bodyguard yang bekerja pada seorang pengusaha penerbangan, Adolf Ford.


Jihan menatap takjub saat beberapa pasukan yang berdiri menyambut kedatangannya.


upacara tradisi pedang pora adalah suatu perayaan pernikahan yang dilaksanakan dalam rangka melepas masa lajang anggota TNI dengan diiringi rangkaian pedang berbentuk gapura dari hunusan pedang rekan-rekan atau adik angkatan.


Upacara ini merupakan simbol solidaritas dan rasa persaudaraan para prajurit, serta menerima pasangan prajurit dalam keluarga besar. Serta, upacara ini hanya bisa dilaksanakan sekali dari seluruh proses pernikahan pasangan mempelai


Jihan dan Akbar berjalan menuju gedung resepsi menggunakan gaun hijau zamrud dan disandingkan dengan pakaian dinas suaminya. Mereka berjalan melangkah pelan memasuki aula dimana semua mata tertuju pada mereka. Hari merekalah yang menjadi raja dan ratu untuk hari ini.


"Mas, aku deg-degan." Keluh Jihan.


"Udah seminggu kita nikah kamu masih deg-degan. hmmm ... kalau nanti malah kamu masih deg-degan nggak ya?" Goda Akbar.


"Mas, jangan goda aku terus, dong. Kamu mau acara kita kacau gara-gara aku yang nervous."


"Udah simpan nervous untuk ...." Akbar tak melanjutkan ucapannya ketika melihat istrinya melotot.


"Kamu cantik kalo melotot" Jihan hanya manyun ketika Akbar terus menggodanya.


Jihan anggun dengan memakai gaun impiannya, Akbar pun tak kalah gagah dengan seragam kebanggaannya. Keduanya berjalan dengan senyum bahagia diwajahnya. Layaknya pengantin baru pada umumnya mereka berjalan memasuki lorong pedang yang menaungi kedua pengantin.


"Assalamualaikum. selamat siang dan salam sejahtera. Hadirin yang kami hormati, selamat datang kami ucapkan di gedung hotel indonesia, jakarta. Tiadakata yang kami pantas ucapkan selain puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, Karena atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, Alhamdulillah kedua anak kami telah melangsungkan akad nikah satu minggu yang lalu. Sekarang kita dapat melihat pancaran kebahagian pada kedua mempelai. Alhamdullilah berkat izin Tuhan Yang Maha Esa, kita dapat menghadiri resepsi pernikahan Letnan satu ckm Akbar Syahputra Sp.Jp, dengan Jihan Almira Prasetyo SH.


Barusan kita disambut dengan upacara pedang pora khas TNI AD." ungkap MC sebagai pidato pembuka.


Tradisi Pedang Pora dalam upacara pernikahan militer bertujuan untuk melepas masa lajang bagi perwira militer. Selain itu, upacara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan mempelai wanita kepada dunia militer, serta menunjukkan bahwa awal memasuki rumah tangga bersama prajurit yang mungkin akan melalui banyak cobaan, namun keduanya akan selalu bersama dalam menghadapi mahligai pernikahan.

__ADS_1


Upacara Pedang Pora hanya berlaku satu kali bagi pasangan prajurit yang menikah. Artinya, ketika prajurit pria tersebut di kemudian hari menikah lagi, maka tidak berlaku baginya upacara Pedang Pora. Upacara ini dimaknai sebagai perlambang solidaritas, persaudaraan antara prajurit, dan penerimaan bagi pasangan yang telah menjadi bagian dalam keluarga besar mereka. Selain itu, upacara ini juga menjadi permohonan perlindungan Tuhan bagi momen pernikahan yang sakral, serta kehidupan prajurit setelah pernikahan."tambah MC.


Sebagai tanda keluarga baru di lingkungan Tentara, Jihan diberikan pakaian PERSIT (Persatuan Istri Tentara). Baju itu melambangkan bahwa dirinya telah siap mendampingi suami sebagai istri seorang prajurit. Walaupun sebenarnya penyerahan itu hanya sekedar simbol. Karena Akbar pernah bilang dia tidak akan pindah ke asrama.


Pakaian tersebut diserahkan pada komandan Akbar beserta istrinya. Jihan pun tidak menyangka jika pernikahannya semeriah ini. Prosesinya berlangsung sangat khidmat. Sekitar 2000 undangan menghadiri pernikahan mereka.


Acara resepsi berlangsung dengan meriah. Vika sebagai WO menatap Jihan dengan penuh haru. Sesekali menyeka air matanya karena ikut bahagia melihat kedua pengantin tersebut.


Akhirnya kamu menemukan pelabuhan terakhirmu, han. Kamu pantas bahagia setelah semua yang terjadi padamu akhir-akhir ini. Semoga aku bisa mendapatkan kebahagiaan itu.


"Sayang." Ivan muncul disamping calon istrinya.


"Iya." Vika mencoba tersenyum pada calon suaminya yang juga teman kerjanya.


"Kamu kenapa nangis?"


"Nggak papa, mas. Aku terharu melihat Jihan akhirnya menemukan pendamping hidupnya. Padahal cowok itu bukan pasangan sebenarnya melainkan pasangan pengganti. Allah menggantinya dengan yang lebih dari cowok yang kabur itu." Cerita Vika pada Ivan.


Vika tersenyum. Walaupun dia dekat dengan Ivan tidak sampai dua bulan, lelaki itu langsung datang melamarnya. Tapi Vika dan Ivan sudah bertahun-tahun satu kantor, jadi tidak canggung lagi saat pendekatan.


Dari jauh sebuah mata memandang nanar kearah mereka. Ada rasa panas membara saat melihat kemesraan itu. Tangannya mengepal sendok yang dipegangnya hingga sendok tersebut bengkok.


Sementara disudut lain acara sepasang suami istri sedang berada ditempat prasmanan, sang suami terus mewanti agar istrinya mengontrol makannya.


"Ti, jangan banyak gini. Malu dilihat orang, ntar perutnya meletus lo."


Tiara menjelit kearah suaminya "Oooo...kamu takut lihat aku gendut. Terus kalau aku gendut kamu mau cari istri baru, gitu!"


"Eh, iya ... eh, tidak kok sayang. Aku cuma takut kamu kenapa-kenapa?"


"Udah bilang aja kamu nggak suka lihat aku gendut." Ucapnya meninggalkan suaminya dan juga makanan yang diambilnya tadi.

__ADS_1


"Nak, papa kamu nggak sayang sama mama lagi ..


hiks hiks hiks."


"Siti .." Ilham berlari mengejar istrinya yang ngambek.


Ya iAllah dari kemarin serba salah terus.


Ilham menghela nafas panjang saat melihat Tiara malah ngobrol dengan seseorang yang sangat dicemburuinya.


"Ehm..." Deheman Ilham memecahkan Tiara dan Jonathan yang masih asyik berbincang.


"Enak, ya. Reuni bareng mantan." Bisik Ilham.


Tiara mengulum senyum melihat kecemburuan suaminya. Tangannya menggandeng lengan Jonathan membuat kedua lelaki itu kaget. Matanya mengedip kearah Ilham. Tiara meminta Jonathan mehgantarkannya ke dekat Ibu Aisyah.


Mata Ilham melotot melihat tangan istrinya gelayutan mesra dengan Jonathan. Nafasnya naik turun mengejar keduanya.


"Hahahahaha ... ham. Siti kenapa tuh menggandeng mesra sama Jonathan. Ternyata kita impas, ya, ham. Dulu juga gitu kan, kamu nyari kesempatan saat Gita ngidam dekat-dekat sama kamu. Sekarang berbalik ke kamu ham .... hahahaha"


Ilham menjelit ke arah Alam yang masih mengganggunya. Pikirannya sudah terlanjur kesal melihat pemandangan didepannya.


"Ham, gandeng tanganku yang mesra, ya. Terus kita salaman sama penganten sambil gandengan." Ucap Jonathan yang muncul diantara Alam dan Ilham.


"Iiih, kak. Emangnya aku cowok apaan? Ogah."


"Ini permintaan istrimu, dia mau lihat aku sama kamu gandengan tangan mutar gedung resepsi sambil salaman sama penganten." jelas Jonathan.


Ilham menjelit kearah istrinya yang menatap memohon sambil mengelus perutnya.


Ya Allah permintaan apalagi ini.

__ADS_1


"Harap bersabar,ham. Ini ujian calon papa."


__ADS_2