Mengejar Cinta Siti

Mengejar Cinta Siti
67. Sulitnya Ikhlas


__ADS_3


"Kita ngapain kesini,ham. Aku tadi minta pulang bukan ke gedung ini." Siti melihat gedung tak jauh dari monas.


Disaat perasaan gundah gulana karena bertemu dengan jonathan. Bukan karena ada perasaan cinta pada lelaki itu. Tapi karena perasaan bersalah karena sudah menyakiti hati jonathan. Apalagi lelaki itu terus mendiaminya.


"Ini bukan gedung, ti. ini masjid istiqlal." jelas ilham.


"Iya terus kita ngapain kesini?" Siti masih belum paham.


Ilham memegang kedua tangan siti, saling bertatapan.


"Ti, aku tahu perasaan hatimu sedang gundah sejak bertemu jonathan tadi. Tapi aku tidak tahu perasaan gundahmu itu apa karena jonathan tidak mau bicara padamu atau kalian punya rasa yang sama. Aku tahu,ti kak jo sangat mencintaimu. Bahkan jauh sebelum aku mendekatimu dia sudah mencintaimu."


Siti masih bingung dengan yang dikatakan ilham.


"Maksudnya apa,ham? kamu minta aku menerima kak jo gitu, gila kamu, ham! Kamu pikir perasaanku apa ham!"


"Bukan...bukan itu,ti maksudku. Sebentar lagi Zhuhur, aku mau kamu sholat agar perasaan gundahmu sedikit berkurang,sayang. Mantapkan pikiran dan hatimu, ti. Sebelum kita melangkah lebih jauh."


"Jadi kamu meragukan aku, ham? Yang harusnya diragukan itu kamu! Bukan, aku! Saat aku menunggu kedatanganmu untuk melamarku, kamu malah menerima perjodohan dengan kak jihan. Saat kamu menolak keinginan ibu untuk membawa orangtuamu dengan alasan belum siap, kamu malah datang ke restoran untuk dikenalkan dengan gadis lain. Oke kalau tiara itu memang aku, tapi kalau yang bernama Tiara itu perempuan lain, kamu juga menerimanya kan! Sama seperti kamu menerima kak jihan!"


Siti menangis seolah ucapan ilham menyudutkan perasaannya. Beberapa kali ilham mencoba memegang tangannya, tapi ditepis oleh gadis itu. Sakit rasanya saat mendengar ilham meragukan cintanya. Sebagaimana selama ini dia menolak lelaki setulus jonathan, hanya karena cintanya pada ilham.


"Ti, maafkan aku. Maafkan aku yang menyakiti perasaanmu. Bukan maksud aku untuk mengungkit hubunganmu dengan jonathan. Tapi aku takut, ti. Aku takut yang dulu pernah terjadi antara aku dan gita akan terulang lagi." ilham memohon pada siti yang masih menangis.


ilham teringat saat dirinya hendak menikah dengan Gita yang itu masih amnesia. Bagaimana saat dirinya double date dengan Keisya yang masih dekat dengan Ronal. Bagaimana dia melihat gita mulai goyah sejak kemunculan Ronal. Ilham takut itu kembali terjadi pada hubungannya dengan Siti.


Mereka memasuki mesjid. Siti agak canggung karena memakai dress yang sedikit terbuka. Rasanya tidak etis memasuki mesjid dengan pakaian seperti.


Ilham tahu siti risih dengan pakaianya. Lelaki itu menutup paha siti dengan kain sarung yang ada dimobil. Ilham selalu menyiapkan sarung untuk berjaga-Jaga jika ingin sholat saat dalam perjalanan.


Setelah sholat Siti dan ilham berinisiatif untuk pulang. Kaki mereka terhenti saat melihat jonathan juga hendak sholat disana. Mata mereka beradu, sampai pada akhirnya jonathan memanggil mereka.


"Ham, ti, tadi bukannya kalian ingin bicara sesuatu padaku, kan? Apakah kalian mau menungguku selesai sholat zhuhur?"


Siti dan ilham saling berpandangan. Hingga menyetujui permintaan jonathan. Seolah doa mereka selama sholat tadi langsung dijabah Allah.


Mereka berharap setelah ini tidak ada lagi yang mengganjal.


"Apa akan kamu bicarakan pada kak jo, ti?" ucap ilham dalam hati.


Ilham takut kalau siti mulai terbuka perasaannya pada Jo. Tapi ketakutannya itu ditepisnya. Berharap itu hanya pikiran buruknya saja. Ilham menatap siti masih menunduk menatap tanah. Dengan sigap ilham menyibak rambut yang sudah mulai panjang.


Cup!


Siti kaget dengan tindakan ilham mengecup keningnya. Pasalnya mereka sedang berada di parkiran mesjid.

__ADS_1


"Ham"


"Iya, sayang" Ilham masih membelai rambut siti


"Kamu ngapain tadi?" Siti masih kaget tindakan ilham.


"Emang kenapa?"


"Nggak sopan, tau! Mesum kok dimesjid!" omel siti.


"Siapa yang mesum?Otak kamu yang negatife thinking. Aku memberi semangat buat wanita yang akan menyelesaikan masalahnya. Aku memberi semangat buat wanita yang sekarang berjuang untuk masa depan kita."


Siti tersenyum mendengar ucapan ilham "Terimakasih"


"Kamu ingat nggak,ti. Dulu waktu aku pacaran sama Gita, aku sempat dilema karena Gita punya hubungan sama kak ronal." Kenang ilham


Siti menyunggingkan senyum. Dia malas kalau ilham membahas Gita lagi "Terus?"


"Terus ada yang bilang gini sama aku ... ehmmm...


Gita itu nggak pernah selingkuh, justru kamu yang selingkuhan gita."


Siti membelalakan matanya, lalu menjelit kearah ilham "Jadi?"


"Jadi... Aku nggak nyangka aja malah jatuh cinta sama dia. Nggak nyangka cewek cerewet, yang judes banget tiap ketemu aku, sekarang malah mau jadi istriku."


"Aku juga nggak nyangka malah kecantol sama duda. Mana dulu orangnya nyebelin" Balas siti.


"Ehmmm" Suara jonathan mengagetkan kemesraan


mereka.


"Hmmm..Jadi nggak?Aku masih ada jadwal nih." Jo sok menatap jam tangannya. Padahal dia masih belum kuat melihat siti dan ilham.


"Sayang, aku tinggal dulu,ya. Kalian pasti mau bicara lebih pribadi." Bisik ilham yang merasa siti harus menyelesaikan berdua dengan jonathan.


Siti menahan tangan ilham, berharap lelaki itu tetap berada disampingnya. Siti takut tidak kuat iman kalau hanya berdua saja dengan jonathan. Tapi ilham meyakinkan siti, kalau dirinya percaya penuh pada gadis itu.


"Kak jo masih marah sama aku." Siti memulai pembicaraan inti.


"Aku nggak pernah marah sama kamu,ti. Nggak bisa marah sama kamu. Hanya aku masih perlu mental untuk menemuimu. Yah, umurku memang sudah tua, tapi aku juga manusia biasa. Yang bisa kapan saja merasa diatas lalu sekarang fase titik terendah."


"Siti, Aku hanya anak dari seorang wanita yang pernah menghancurkanmu. Kenapa kamu masih mau menemuiku? Apakah kamu tidak sakit hati ketika melihatku?"


Siti memegang tangan Jonathan, tersenyum memandang lelaki itu "Aku memang benci mama linda. Tapi aku tidak pernah membenci kak Jo dan Sheila. Kalian sudah seperti saudara bagiku."


Kak Jo kenapa masih terdiam. Apakah kehadiranku memberatkanmu?

__ADS_1


Aku melihat kak jo terlihat lebih kurus. Wajahnya brewokan sedikit tak menurunkan kemachoannya. Sheila pernah cerita kalau Jonathan sempat down.


Antara perasaannya dengan Siti dan masalah kasus korupsi orangtua mereka.


"Saat itu kak jo down banget, kak. Ditambah kak siti hilang tanpa kabar berbulan-bulan. Kak jo memilih mengasingkan diri ke jepang, itupun dia harus menguras tabungannya. Sementara aku harus tinggal dirumah tante rita, adik mama. Tapi saat bertemu lagi, kak siti menghancurkan hatinya." cerita sheila yang saat itu bertandang ke apartemen tante fatimah.


Jonathan masih terdiam. Siti bingung harus bicara apalagi pada lelaki itu. Hingga terbersit menceritakan soal kejadian dirumah sakit dulu.


"Dulu waktu ilham akan menikah dengan Gita dirumah sakit. Aku menghubungi Raisa untuk mengabari perihal pernikahan ilham, aku ...."


"Kamu tahu,ti. Sejak kejadian itu Raisa sering melamun, mengurung diri, mengabaikan kesehatan dirinya dan janinnya. Kamu tahu,ti, Raisa tidak ingin bercerai dari ilham, dia sudah berusaha membuat ilham mencintainya, tapi ilham yang dia pikirkan hanya Gita, Gita dan Gita. Itu yang membuat keluargaku membenci ilham. Sekarang kalian bisa hidup bahagia diatas penderitaan Raisa."


"Maaf" Siti masih menunduk.


"Kak aku pulang dulu, terimakasih sudah mau menemui aku. Aku harap hubungan baik kita tetap terjaga. Terimakasih kak jo, terimakasih atas cinta yang tulus kakak berikan untukku. Maafkan aku, yang tidak bisa membalasnya."


Siti pamit pada jonathan, sambil meminta maaf apa yang dulu dilakukannya. Tetap saja Siti sedang berbicara dengan patung didepannya. Diam dan tetap membisu


Jo menatap punggung siti yang sudah masuk kedalam mobil. Dia sedang belajar ikhlas walaupun sangat sulit dia lakukan.


Lantas mengapa ku masih menaruh hati?


Padahal ku tahu kau t'lah terikat janji


Keliru ataukah bukan? Tak tahu


*Lupakanmu, tapi aku tak m**au*.


Jo merasa sesak, yang pada akhirnya dia hanya bisa menangis dalam diam.


Terbayang dibenaknya saat kebersamaan mereka waktu siti masih jomblo. Terbayang dibenaknya saat dirinya mencium siti didepan kostan gadis itu, terbayang saat tubuh siti jatuh dari pohon, lalu menimpa tubuhnya.


...####...


Semua yang kita harapkan tentu takkan selamanya akan menjadi sebuah kenyatan, karena kitapun tidak pernah tahu mana yang akan benar-benar menjadikan kita baik, kecuali Allah azza wajalla.


Maka, ketika kenyataan tidak berbanding lurus dengan harapan, tetaplah kita bersyukur dalam ikhlas. Sebab ketika kita ikhlas dengan rasa kecewa yang datang, percayalah Allah akan ganti dengan kebaikan-Nya.


Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.


Jangan lupa likenya


Jangan lupa komennya juga rate


Kalau berkenan bantu vote dan hadiahnya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2