
Sebuah kaki berlari kencang ke dalam koridor puskesmas. Langkah itu diiringi nafas yang tersenggal-senggal, nada kecemasan yang tinggi.
Bagaimana tidak dia cemas? dua hari yang lalu, dia mendapat kabari wanita itu mengakhiri hidupnya. Bagaimana tidak cemas? Wanita itu kembali membutuhkan donor karena pihak puskesmas tidak menyediakan stoknya.
Tiba di sebuah ruangan umum. Suasana kamar itu sepi, hanya ada dinda dan vika yang menemani si pasien. Vika mengenali sosok yang baru saja datang. Sosok itu langsung mendekati tubuh siti yang masih belum sadarkan diri.
"Apa yang terjadi kak vika? Kenapa dia seperti ini?" isaknya.
"Kamu yang sabar, ya. ini ujian hubungan kalian." vika menepuk pundak pria itu.
"Kak jo mana?" matanya mengedarkan pandangan. Mencari sosok yang harusnya berada disamping Siti.
"Jo lagi menyelesaikan urusannya sebentar. Kamu tahu dari mana tentang keadaan Siti?"
"Dua hari yang lalu kak jo mengabariku. Sebenarnya apa yang terjadi?"
"Panjang ceritanya, ham. Yang pasti jo merasa siti membutuhkan kamu."
Ilham duduk disamping Siti. Memegang tangan wanita yang sangat dicintainya. Sebuah kerinduan yang mendalam langsung diungkapkannya. Air matanya menetes, tangannya menggenggam erat.
Berkali-kali dia mencium tangan wanita itu. Berharap sebuah keajaiban datang.
"Siti, aku disini. Aku mohon kamu bangun! Bukankah kamu ingin mendengar kisah Qais dan Layla seperti janjiku dulu. Bukankah kamu mau mahar pernikahan kita aku membacakan Al-Baqarah." Ilham terus mengajak siti berkomunikasi.
"Mau apa kamu kesini!" sebuah suara memecahkan keheningan ruang inap siti.
"Gara-gara kamu, siti jadi seperti ini! Puas kamu!" bentak edwar yang masih belum bisa menerima kehadiran ilham.
"Bang! Tenangkan dirimu! Ini puskesmas bukan hutan! Lagian yang mengundang ilham itu jonathan." dinda mencoba menenangkan suaminya.
"Iya, karena ilham dan jonathan yang sudah membuat semua ini. Dua lelaki itu yang sudah membuat siti seperti ini. Dan aku sebagai kakak tidak merestui mereka berdua mendekati adikku."
Dinda tak bisa berkata apa-apa. Saat ini suaminya dalam keadaan emosi. Percuma dikasih nasihat.
"Keluar!"Usir edwar pada ilham.
Plaaaak
Sebuah tamparan mendarat di wajah edwar. Lelaki usia 30 tahun itu menoleh ke arah siapa yang sudah menamparnya.
"Ibu!" Edwar kaget ibu aisyah menampar dirinya.
"Bisakah kamu membuang egomu disaat seperti ini, war!"
__ADS_1
"Ibu!"
" War, ibu juga belum bisa menerima ilham. Tapi demi kesembuhan siti, biarkan ilham disini dulu."
"Tapi, bu..."
Ibu Aisyah melemas seketika "Kalau ingin mengedepankan ego. Sudah aku lakukan sejak awal, termasuk mengusir jonathan dari hidup siti. Tapi ibu bisa apa war? kita sudah tak punya tempat tinggal lagi. Rumah kita hancur diamuk warga! Jo menawarkan kita tinggal di sarolangun."
"Dan ibu lagi-lagi menerima uluran tangan jo!" edwar masih tidak habis pikir dengan ibunya.
"Terpaksa, war. Kita lagi genting, nak. Nanti kita pikirkan lagi." ibu memilih duduk di sebelah ranjang siti.
"Bu, maaf kalau saya lancang." ilham akhirnya buka suara.
Ilham bersujud dibawah kaki ibu. Semua bingung apa yang ingin dilakukan ilham sampai harus bersujud di kaki ibu.
"Saya, ilham ramadhan ingin..."
"Apa ham? kamu mau apa!" Edwar masih belum bisa menurunkan emosinya.
"Izinkan saya... Menikahi siti!"
"Bu, saya mencintai siti. Saya yakin siti juga begitu. Tolong restui kami, bu. Saya akan membahagiakan siti. Mama saya sangat sayang pada siti. Izinkan saya menghalalkan siti."
Ya, Allah sebenarnya aku ingin menikahkan siti dengan lelaki yang dicintainya. Tapi jangan dalam suasana seperti ini. Aku ingin siti sendiri yang menentukan.
klik
"Iya, jihan. Aku liat dengan mata kepalaku sendiri, ilham sampai bersujud di kaki ibu aisyah." lapor vika
"jihan!" mama linda datang menengahi obrolan vika dan jihan.
Mama Linda duduk sambil melipat salah satu kakinya. Wajahnya terlihat seperti meremehkan jihan.
"Kamu mau membatalkan perjodohan dengan Jonathan. jihan...jihan...saya sih tidak masalah dengan penolakan kamu. Tapi jangan salahkan saya kalau nanti investasi perusahaan papa kamu saya cabut. Bukan itu saja, saya akan buat semua kolega yang bekerja sama dengan Parmalex mundur satu per satu. Dan akhirnya
Duaaaar!"
jihan menelan salivanya. Dia tidak ingin membuat orangtuanya bangkrut. Tapi dia juga tidak mau bertunangan dengan jonathan, karena sejak awal hatinya untuk ilham.
Kenapa jadi begini, sih. Tante linda sepertinya tidak bisa diremehkan. Dia terlalu kuat. Tante Linda sepertinya bisa melakukan apapun untuk memuluskan rencananya. Apa yang harus aku lakukan? Apa aku nego sama kak jo saja? Kan dia juga tidak mau melepaskan Siti.
Vika menatap jihan yang kaget melihat karakter asli mama linda. Dia sebenarnya juga takut dengan omongan mama linda. Vika juga takut nanti berimbas usahanya. Karena Jo pernah menanamkan investasi di WO nya, saat mereka masih pacaran.
__ADS_1
Ternyata tante linda menyeramkan. Dia bisa melakukan apapun untuk mewujudkan keinginannya. Termasuk menghancurkan seseorang yang menjadi penghalangnya.
Aku ingat saat raisa meninggal, tante linda membuat ilham hampir dipecat dari rumah sakit kasih bunda.
Beruntung saat itu,Dokter sasono yang menyelamatkan ilham. Bahkan para staf dan dokter disana berdemo agar ilham tidak di pecat.
klik
Siang ini rumah ibu aisyah kedatangan seorang perempuan berpenampilan mewah. Tiga mobil berjejer di depan halaman rumah ibu aisyah. Mama linda yang masih berada tak jauh dari rumah ibu aisyah, ikut kaget. Karena merasa tidak mengirimkan rombongan ke desa sukasari. Bahkan mobil yang berjejer tersebut lebih mewah dari mobil miliknya.
Seorang wanita berparas indo turun dari mobil. Menatap rumah yang sudah hancur akibat amukan warga. Mama Linda yang merasa mengenali wanita itu, langsung memanggil jonathan.
"Jooooo!" teriak Mama linda
"Itu bukannya Fatimah Ford."
"Siapa dia?" Jo masih asing dengan nama itu.
"Dia itu adalah istri dari pemilik maskapai antar asia. Suaminya masih ada hubungan keluarga dengan raja brunei darussalam. Kamu tahu sendirilah, keluarga kerajaan Brunei kayanya sepuluh turunan. Coba kamu temui mereka."
Fatimah Ford berdiri di depan rumah Siti.
Benarkah ini rumah kakakku? Mengapa hancur begini? Apa yang sebenarnya terjadi? Kak Aisyah kamu dimana?
"Ehmm.. ada yang bisa saya bantu?"
"Kamu siapa?"
"Saya Jonathan Abraham Hermawan, calon menantu pemilik rumah ini."
"Saya Fatimah. Saya kesini ingin bertemu kakak kandung saya, Aisyah."
Whaaat! Jadi itu adalah adiknya ibunya Siti. Waaaw, berarti Siti berasal dari kalangan atas. Aku pasti merestui mereka.
"Perkenalkan nama saya Linda Hermawan. Saya adalah calon besannya ibu Aisyah."
Fatimah hanya menatap Linda sekilas. Bahkan tidak merespon uluran tangan Linda. Wanita itu berjalan memasuki rumah siti dan mengacuhkan kehadiran Jonathan dan Linda.
Apakah Siti dan ilham akan menikah
Atau tetap menikah dengan jonathan
Apakah ibu aisyah merestui ilham dan siti?
__ADS_1
...#######...
Bersambung