
Siti kaget dengan kedatangan Ilham yang tiba-tiba menghajar papanya Jihan. Ilham dengan penuh emosi menghajar papanya Jihan. Hingga Jihan dan mamanya keluar kamar saat mendengar gaduh diluar.
Siti berusaha menghentikan perkelahian antara Ilham dan papanya Jihan. Tapi Ilham sudah terlanjur emosi dan susah dikendalikan.
"Ham! Cukup!" Pekik Siti.
Siti berusaha menarik tubuh ilham yang masih menghujam perut Papa Jihan. Tubuh Siti yang kecil pun tidak kuat memegang pinggang Ilham yang kekar. Jihan yang melihat pun berusaha membantu Siti untuk memisahkan Ilham dan papanya.
Plaaaaak
Sebuah tamparan mendarat di wajah ilham. Itupun Siti lakukan agar Ilham sadar. Sejenak Jihan pun terdiam melihat pemandangan itu. Seorang Siti dengan berani menampar wajah Ilham.
"Bisa tidak kamu belajar untuk mengandalkan emosi. Kamu mau masuk penjara lagi seperti dulu, hah!?" bentak Siti pada ilham.
Jihan kaget
Sepertinya Siti sudah mengenal Ilham terlebih dahulu. Ada apa diantara mereka? kenapa Ilham segitunya membela Siti? Ya Allah, Aku tidak menyalahkan Ilham soal kejadian ini karena memang tabiat papa yang emang genit.
Tapi entah kenapa sejak Siti masuk ke rumah ini, aku selalu merasa cemburu. Semoga ini hanya kebetulan semata.
Tapi kejadian malam ini membuat aku makin penasaran. Ada apa diantara mereka? Bahkan Siti tahu Ilham pernah masuk penjara. Kenapa aku yang seperti orang bodoh disini.
"Sebenarnya ada apa, ham? kenapa kamu menghajar papaku?" Tanya Jihan saat mendudukkan Ilham yang energinya terkuras setelah menghajar papa Alex habis-habisan.
"Ini." Siti menyerahkan segelas air putih pada Jihan untuk minum Ilham.
Ilham masih terdiam. Sekilas menatap Siti yang masih memasang wajah ketus padanya.
"Ma, Siti tadi mencoba menggoda papa." adu papa Alex saat Tante Kiki membersihkan luka di wajah suaminya.
"Siti apa papa yang menggoda?" Tante Kiki tidak sepenuhnya percaya dengan cerita suaminya. Dia tahu tabiat suaminya yang suka genit dengan daun muda. Tante Kiki menghela nafas, entah apa yang dipikirkannya.
Beberapa pakaian Siti terlempar di luar pintu. Siti kaget saat Tante Kiki muncul melemparkan barang-barang itu ke hadapannya. Wajah Tante Kiki memang tidak pernah ramah padanya sejak datang ke rumah ini.
"Kamu pergi dari sini! berani-beraninya kamu menggoda suami saya. Dasar tidak tahu diri! Masih untung Jihan menampung kamu. Ini balasannya!Saya tidak mau lihat muka kamu disini lagi! PERGI!" Usir Tante Kiki.
Siti memunguti barang-barangnya yang dilempar Tante Kiki. Mencoba untuk tidak menangis di depan orang-orang, Siti pergi dari rumah Jihan. Jihan melihat hal itu langsung mengejar Siti.
"Ti, jangan pergi! Biar aku yang jelaskan sama mama nanti." bujuk Jihan.
__ADS_1
"Maaf, kak. Aku harus pergi. Aku tidak bisa disini. Terimakasih atas kebaikan kak Jihan selama ini. Semoga kak Jihan dan Ilham bahagia. Siti pamit, kak. Maaf sudah merepotkan kakak selama ini.
Siti tidak pernah menggoda om Alex. Tapi on Alex lah yang tadi menggoda Siti. Terimakasih juga buat Ilham yang nyelamatin aku dari Om Alex. Kalau tidak ada kamu entah apa jadinya. Aku titip kak Jihan, ya. Jaga dia baik-baik."
Siti pergi berjalan keluar sambil membawa koper miliknya.
Ada perasaan sakit, saat melihat Tante Kiki berdiri di depan pintu sambil berkacak pinggang. Sekarang yang dia pikirkan adalah kemana dia harus pulang.
Bagus! Kalau dia pergi, aku bisa melanjutkan rencanaku.
Kembali ke kediaman Alex
"Ham, tolong kejar Siti. Aku takut dia kenapa-kenapa, ini sudah malam, ham." bujuk Jihan yang masih khawatir tentang Siti.
"Dia kan punya suami. Kenapa dia nggak menghubungi suaminya? Kenapa mesti aku yang harus di repotkan dengan urusan dia?" Ilham masih kesal.
"Suami? Siti itu belum menikah, ham. Dia itu sama kak Jo cuma tunangan. Kalau dia sudah menikah tidak mungkin tinggal sama aku, ham."
Jihan melihat Ilham langsung mengambil kunci mobil. Entah kenapa saat Jihan bilang Siti belum menikah dirinya tergerak mencari Siti.
klik
Siti teringat saat Ilham menghajar Ronal habis-habisan karena melihat Gita ketakutan. Saat itu, Siti justru menyalahkan Gita karena menurutnya Gita yang berlebihan.
Dimana saat itu Ilham menghajar Ronal karena melindungi Gita. Sedangkan Ronal saat itu tidak melawan karena cintanya pada Gita. Hingga pada akhirnya Ilham masuk penjara karena di tuntut keluarga Spencer.
Sekarang kejadian itu terulang kembali. Siti merasa bersalah.
"Lebih baik aku langsung ke terminal. Tapi bagaimana aku bisa kesana. Disini sepi sekali, tidak ada kendaraan yang lewat.
Ibu, Siti takut sekali. Siti, mau pulang,Bu?" Siti mulai menangis karena merasa ketakutan.
Sebuah mobil berhenti disamping Siti. Siti tahu itu mobil siapa, mencoba tetap berjalan. Tiba-tiba ada yang menggendongnya lalu meletakkannya duduk di kursi depan.
Ya, lelaki itu adalah Ilham. Siti mencoba turun dari mobil, tapi dengan cepat Ilham melajukan mobilnya.
"Kamu mau turun? Coba aja kalau kamu berani."
Siti urung turun, dia tidak mau merugikan dirinya dengan lompat dari mobil.
__ADS_1
"Antarkan aku ke..."
"Kamu mau ke tempat Gita kan?" jawab Ilham masih dingin terhadapnya.
Dalam perjalanan mereka sama-sama terdiam. Tak ada yang mau memulai pembicaraan. Pada akhirnya Siti mencoba bicara pada Ilham.
"Mulai sekarang jangan pernah usik kehidupanku lagi. Anggap saja kita tidak saling kenal. Anggap saja aku dan kamu adalah orang asing. Biarkan aku dan kak Jo bahagia."
Ilham mengerem kencang mobilnya sampai Siti terkejut.
"Kamu dengar, ya, ti. Kalau bukan karena kak Jihan yang minta nyusul kamu, aku nggak akan mau nyusul kamu. jadi jangan ge-er atau merasa paling menderita. Toh memang kamu yang mengakhiri semua ini, toh kamu juga yang sudah memilih Jo."
Ilham membalikkan tubuh Siti berhadapan dengan dirinya "Tatap mataku, Siti. Bilang kalau kamu mencintai Jonathan. Bilang kalau kamu tidak mencintaiku lagi. Katakan saat menatap mataku."
Siti menatap Ilham " Iya, aku cinta sama kak Jo. Aku akan menikah dengannya, puas!"
tidak! aku tidak puas dengan jawabanmu. Aku tahu kalau kamu bohong. Tapi apapun keputusan kamu, aku terima. Mungkin kita memang tidak berjodoh.
Ah, kenapa aku jadi tidak karuan seperti ini. Ham, kamu sekarang punya Jihan.
Mereka tiba di rumah sakit. Siti celingukan karena heran di tempat pemberhentian mereka.
"Ini bukannya di tempat kerja Ilham. Kenapa aku dibawa kesini."
"Ham, kenapa kesini?" Siti masih belum paham.
"Ada yang mau ketemu sama kamu. Ayo keluar!" Ilham membuka pintu mobil disamping Siti.
Mereka turun dan masuk ke dalam rumah sakit. Ilham berjalan mendahului Siti. Siti mengikutinya dari belakang, berjalan pelan Siti menatap punggung Ilham. Ilham berbalik, lalu menarik tangan Siti.
Mereka sampai di sebuah ruangan, dimana ada seorang wanita yang sedang menemani suaminya.
"Tante Mila..." panggil Siti pelan.
bagaimana pertemuan mama Mila dengan Siti?
####
bersambung
__ADS_1