Mengejar Cinta Siti

Mengejar Cinta Siti
12. Dua belas


__ADS_3

"Ham kamu kapan pulang, nak. Sudah ketemu dengan Siti belum?" Suara mama Mila menelponnya mengetahui perkembangan rencana anaknya.


"Sudah, ma. Ini Ilham mau dalam perjalanan pulang, kok. kenapa ma? Kok mama seperti panik?" Ilham mendengar nada suara mama sedang tidak baik-baik saja.


"Papa, nak! papa jantungnya kumat! kamu cepat pulang, nak?"


Papa sakit! Lalu kalau papa sakit bagaimana aku bisa menepati janjiku pada keluarga Siti!


Ah, kenapa jadi seperti ini sih! Ya Allah, cobaan apalagi yang kau berikan. Kenapa setiap aku serius pada wanita selalu ada penghalangnya?


Ilham hanya bisa mengelus dada. Habislah sudah harapannya untuk meminang Siti. Matanya menatap jalanan desa. Di tatapnya sebuah tasbih yang pernah diberikan Siti untuknya. Dia sadari kalau ilmu agamanya masih kurang. Tapi Siti hadir membawa berkah untuknya, Siti yang selalu mengingatkannya untuk sholat lima waktu, Siti yang pernah mengajarkannya ayat-ayat pendek, Siti yang semalam menyadarkannya untuk tidak mengandalkan nafsu.


Seandainya wanita itu bukan Siti, mungkin Ilham akan menjadi lelaki yang hidup mengandalkan duniawi. Yang masih suka pergi ke cafe, yang masih suka bolong shalatnya. Bahkan semasa hidup Raisa dulu, belum pernah dia melihat istrinya sholat.


"berarti kamu suami yang gagal, ham. Karena istri adalah cerminan dari suami. Seandainya kita menikah nanti aku ingin kamu menjadi di setiap sholatku."


Ucapan Siti saat itu terngiang di ingatannya. Ada rasa bersalah karena dulu tidak membimbing Raisa. Hingga akhir hayatnya Raisa meninggal sebelum bertaubat.


"Maafkan aku, sa."


Maafkan aku Siti


Aku belum bisa menjadi calon imam yang pantas untukmu.


Aku masih jauh dari kata alim yang sering kau idam-idamkan.


Aku masih ingin belajar memperbaiki diri


Maafkan aku Siti


Seandainya kamu malam itu tidak menyadarkanku


mungkin aku sudah membuat dosa besar kepadamu


Jika memang Jonathan bisa membuatmu bahagia


aku ikhlas


Tapi izinkan aku membuktikan padamu kalau aku akan menepati janjiku pada keluargamu


Izinkan aku membuktikan pada ibu kalau aku serius denganmu


Semoga kamu mau menungguku Siti


Ilham selesai mengetik kata-kata untuk di kirimkan kepada Siti. Dia berharap siti membaca perasaan hatinya. Ilham kembali memasukkan hp ke dalam kantong. Lalu memejamkan matanya. Seketika dia teringat buku tuntunan sholat yang pernah di berikan Siti padanya.


"Aduh, buku itu ternyata tinggal di rumah." keluh Ilham saat mendapati bukunya tidak ada didalam tasnya.


Ilham memasang headset hp nya, sebuah lagu menggambarkan perasaan hatinya. Memang lagu ini adalah lagu kenangannya bersama Gita, tapi lagu ini juga menjadi favorit dirinya dan Siti


Dia - Sammy Simorangkir


🎶Dia hanya dia diduniaku🎶


🎶Dia hanya dia dimataku🎶


🎶Dunia terasa telah menghilang🎶


🎶Tanpa ada dia dihidupku🎶


🎶Sungguh sebuah tanya yang terindah🎶


🎶Bagaimana dia merengkuh sadarku🎶


🎶Tak perlu ku bermimpi yang indah


🎶Karna ada dia dihidupku🎶

__ADS_1


🎶kuingin dia yang sempurna untuk diriku yang biasa🎶


🎶Kuingin hatinya 🎶


🎶kuingin cintanya 🎶


🎶kuingin semua yang ada pada dirinya🎶


🎶Kuhanya Manusia biasa 🎶


🎶Tuhan bantu ku tuk berubah🎶


🎶Tuk miliki dia tuk bahagiakan nya🎶


🎶Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia🎶


Siti duduk di kamar mendengarnya lagu yang sama. Sembari membaca pesan yang dikirimkan Ilham. Tubuhnya hanya ingin tertidur saja. Seketika adzan ashar berkumandang, Siti beranjak dari tempat tidurnya untuk berwudhu. Baru dia sadari kalau ibunya mengunci dari luar. Siti pasrah, akhirnya hanya bisa bertayamum.


Siti memanjatkan doa agar Ilham diberi kemudahan, Diberi perlindungan dan keselamatan selama perjalanan.


Tak lama setelah sholat Siti tertidur tanpa melepaskan mukenanya.


Ibu membuka pintu kamar Siti. Menatap putrinya dengan rasa haru. Ada rasa bersalah karena terlalu keras pada Siti.


Maafkan ibu nak, ibu tahu ini akan sulit untukmu.


Suatu saat kamu akan mengerti yang ibu lakukan terbaik untukmu.


ibu cuma ingin kamu dapat lelaki yang baik


yang bisa menjaga kehormatanmu


Mungkin sekarang kamu masih marah sama ibu


Lambat laun kamu akan melupakan lelaki itu


Semoga kamu mengerti


ibu mengelus kepala Siti dengan lembut. Lalu mengecup kening putrinya. Tubuhnya yang mulai tua berjalan pelan keluar dari kamar Siti.


Siti sedikit membuka mata. Dia tahu kalau ibu sangat sayang padanya. Di bukanya mukena menutupi tubuhnya, lalu beranjak keluar. Siti lega ibu sudah tidak mengunci kamarnya lagi.


Jo pulang ke rumah melihat Siti sedang menyiapkan makan malam.


Jo kaget mendapati barang Ilham sudah tak ada lagi. Lelaki itu yakin Ilham pergi saat mendengar Siti dilamar pria lain. Jo merasa tidak enak pada Ilham, tapi Jo juga lega karena tidak ada saingan lagi.


"Ti?" tanya Jo melihat calon istrinya hendak masuk kamar.


"Iya, ada apa?" Tanya balik Siti


"Hmmmm... Maaf, Ilham kemana?" tanya Jo lagi dengan hati-hati.


"Sudah pulang. Om kapan pulang juga?" Siti sudah terlanjur kesal pada Jonathan. Karena baginya Jo adalah penyebab semua kekacauan ini.


"ngusir nih ceritanya, nanti rindu Lo." goda Jo.


Tapi ternyata Siti menyambutnya dengan menutup pintu kencang.


Tenang Jo, ini masih permulaan. Lambat laun dia akan menerimamu. Biasalah tak kenal maka tak sayang.


Bentar lagi juga dia akan melupakan Ilham.


Sementara itu di rumah bibi.


"Apaaa! Ilham di usir! kok bisa!" Gita terkejut mendengar cerita Ilham dari suaminya.


Gita merasa ada kesalahpahaman yang terjadi antara ibu dan Ilham. Dia merasa wajib meluruskan masalah ini.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" Alam mengikuti istrinya yang dengan perut besarnya keluar rumah.


"Aku mau bilang sama ibu soal Ilham. Aku mau bantu mereka, yang." Gita mulai menangis kencang.


"Jangan sayang, itu bukan urusan kita." ucap Alam dengan lembut.


"Kamu lupa, yang bagaimana jasa Siti dalam hubungan kita. Kamu lupa bagaimana Siti rela di usir mama Yulia hanya untuk membela kamu. Kamu lupa, bagaimana usaha Siti meyakinkan mama Yulia untuk membersihkan nama kamu yang sudah jelek di keluargaku. Lupa kamu! Sekarang saat Siti sedang membutuhkan bantuan kita, kenapa kamu diam saja! Ilham itu adikmu, kan! Aku baru lihat ada seorang kakak yang hanya diam saja saat adiknya diperlakukan seperti itu." Gita tetap ngotot mau ke tempat Siti.


"Cukup! Dia memang adikku! tapi hanya status saja, bagiku dia masih orang lain. Bagiku ayah Brian hanya sekadar ayah biologis semata. Dia hidup bergelimang harta, punya orang-orang yang sayang padanya. Sementara aku! dari kecil aku melewati hidup dengan cacian orang! Ibuku rela menikah dengan tuan Spencer hanya untuk menaikkan derajat keluarga kami. Jangan samakan aku dengan dia! Beda! kami beda!" gertak Alam. Dia masih belum bisa menerima Ilham dan Brian adalah keluarganya.


bibi yang kurang sehat sedikit terganggu dengan pertengkaran anak dan menantunya. Dengan tertatih-tatih dia berjalan menuju keduanya.


"Lam, ada apa? kenapa bicaramu begitu pada istrimu? Istrimu lagi hamil. Wanita hamil itu sensitif." ucap bibi yang membela Gita.


Alam yang terlanjur kesal dengan Gita. Selama ini Gita terlalu sering membela Ilham. Setiap masalah Ilham dan Siti, Gita selalu ikut andil.


"Kenapa, Gita? kenapa kamu selalu membela Ilham? Apakah kamu masih cinta sama dia? Oh,ya aku lupa, kalian pernah hampir menikah, bahkan kalian juga pernah ....."


plaaaaak


plaaaaak


Gita menampar wajah suaminya. Perasaannya sakit saat Alam mencoba mengungkit masalah itu. Gita berlari menangis keluar rumah. Hatinya sakit, untuk kesekian kalinya suaminya kembali membuka luka di hatinya. bibi melihat Gita menangis saat di depan rumah. Bibi tidak ingin mencampuri urusan rumah tangga anaknya.


Hari sudah gelap, Gita berlari tak tahu arah. Sambil menahan perutnya yang buncit. Dadanya terasa sesak, kepalanya mulai pusing.


Bruuuukkk!!!!


klik


"GITAAAA!" Ilham terbangun.


Di tatapnya kanan kiri, langsung mengelus dada. Mimpinya seperti nyata. Pikirannya tak karuan.


Berkali-kali dia menghubungi Gita maupun Alam tapi tak ada sahutan. Ilham semakin gelisah, rasanya dia ingin kembali ke sana.


"Ya, Allah Gita. Kamu kenapa selalu bikin aku khawatir."


Ilham melihat jam ternyata sudah jam 22:00.


Ilham bertanya pada sopir apakah ada rute untuk kembali ke Jambi.


Gita semoga kamu baik-baik saja. Aku berharap kak Ronal bisa menjagamu.Tapi entahlah perasaanku tak karuan karena mimpi tadi


Apa aku kembali lagi ya?


Ya Allah tolong lindungi Gita dari segala marabahaya.


Bersambung


...#####...


Maaf ya Kalau masih ada scene Gita dan Alam dalam cerita ini. Karena kisah cinta Siti, Ilham dan Jonathan tidak akan lepas dari cerita novel sebelah. Walaupun kisah mereka (Gita dan alam) tidak sebanyak kisah mereka bertiga. Jadi kalau ada yang heran kenapa masih ada Gita dan Alam jawabannya karena mereka masih menjadi bagian perjalanan cinta Siti.


Tetap pantengin terus cerita ini.


Mungkin sementara aku fokus ke Siti dahulu daripada ke cerita Gita.


maaf kalau masih banyak typo. Saya masih terima saran dan kritiknya.


Jangan lupa like


jangan lupa komentar yang positif tapi masih mengikuti alur cerita.


Jangan lupa rate nya dan vote nya


Terimakasih

__ADS_1


happy reading


__ADS_2