Mengejar Cinta Siti

Mengejar Cinta Siti
52. Kamu itu Nggak peka


__ADS_3

Tuhan Engkau tahu aku mencintainya


Dan tak ada yang bisa mengganti dirinya


Tuhan hanya dia yang selalu ada


Dalam anganku dalam benakku


Tuhan Engkau tahu aku mencintainya


Dan tak ada yang bisa mengganti dirinya


Tuhan hanya dia yang selalu ada


Dalam anganku dalam benakku


Tuhan Engkau tahu


Aku mencintainya


Tuhan hanya dia yang selalu ada


Dalam anganku dalam benakku


(selalu ada, Blackout)


...#####...


"Dokter ilham ada yang menunggu anda diruang kerja." Ada suster yang memanggilnya saat hendak masuk bersama dodo.


Kaki ilham terhenti "Bilang saya sedang ada pasien."


"Tapi, dok. ini yang datang ibu anda."


Mama! Kenapa datang malam-malam begini. Ada papa kumat lagi.


Ilham bergegas menemui mamanya di ruang kerja.


Ternyata mama tidak sendiri, ada jihan dan tante kiki yang sudah menunggu disana. Tampak gurat kekecewaan di wajah keduanya.


Ilham menyalami mamanya, tapi saat menyalami tante kiki, ilham mendapat tamparan.


Plaaaaakk


"Dasar nggak tahu diri!" Amuk tante kiki.


"Maksud tante?"

__ADS_1


"Nggak usah pura-pura, ham. Kamu bawa anakku pergi ke jambi. Kamu pasti melakukan sesuatu pada jihan. JAWAB!"


"Maaf, tante. Kak jihan memang ikut ke jambi. Tapi


dia yang maksa ikut. Bukan aku yang mengajaknya."


"Sekarang jihan hamil, ham. Kamu harus tanggung jawab. Mama kecewa sama kamu, ham. Mama pikir kamu sudah berubah, tapi kamu mengulangi kesalahan yang sama."


Ilham kaget. Dia merasa tidak melakukan apapun pada jihan. Bagaimana bisa dia menghamili seorang perempuan, dia aja mandul, tidak bisa memberikan keturunan.


"Tidak, ma! Aku yakin itu bukan anakku. Bagaimana bisa? Aku saja divonis mandul!"


plaaakkk


"Jangan kamu cari alasan, ham! Secepatnya kamu harus menikahi jihan! Mama sudah tidak percaya lagi dengan alasanmu! Tega kamu buat luka untuk kami untuk kesekian kalinya. Kamu tahu gara-gara kelakuanmu, papa drop lagi."


"Ya Allah apa salah dan dosaku. Anakku kelakuannya seperti ini. Dulu gita, terus raisa sekarang jihan. Percuma kamu sholat dan mengaji kalau kamu masih bejat!" Ucap mama mila dalam hati.


"Ma, percaya sama ilham. Aku tidak pernah melakukan apapun pada jihan. Sumpah demi Allah, ma!" ilham terus memohon pada mama mila.


"Jangan bawa-bawa Allah dengan kelakuanmu, ham!" gertak mama mila.


Tubuhnya melemas terduduk dengan apa yang terjadi hari ini.


"Secepatnya kalian harus dinikahkan. Sebelum perut jihan semakin membesar. Dan jika anak ini lahir mama tidak mau kamu menceraikan jihan."


Tiara berbalik arah, tampak dodo yang berdiri didepannya. Gadis itu pergi melewati dodo. Tangan Dodo menahannya.


"Ti, kamu mau kemana lagi?" ucap Dodo menahan tangan Tiara didepan pintu ilham.


Dengan cepat Tiara melepaskan tangannya dari cengkeraman Dodo. Lalu berlari ke arah rooftof tempat biasa untuk dirinya dan ilham saling bertemu. Tiara melepaskan beban penat.


Sesak terasa, rasanya mau menangis tapi gengsi.


Siti kamu bodoh! Kamu bodoh!


Buat apa kamu menangisi bajingan seperti dia.


Siti, kamu bodoh! kamu bodoh!


Kenapa kamu masih berharap padanya? Padahal sudah jelas jonathan lebih tulus dari ilham!


Tiara merasakan ada yang datang. Tapi entah kenapa dia malas bersembunyi. Tiara yakin kalau yang datang itu ilham. Karena hanya dirinya dan ilham yang biasa masuk ke rooftop ini. Langkah itu semakin dekat. Tiara enggan menengok kebelakang.


Sebuah tangan melingkar dipinggangnya.Menahan tubuhnya yang mungil.


"Tolong jangan berbalik. Biarkan kita seperti, siti." bisik ilham

__ADS_1


"Aku ingin kita seperti ini saja, ti. Aku tahu ini kamu. Karena cuma kita berdua yang selalu ke tempat ini."


Dengan malas Siti berbalik menatap ilham.


Plaaaaaakkkk


Siti akhirnya meluapkan apa yang selama ini dirasakannya.


"Saat keadaan seperti ini, kamu masih mencoba menggodaku! Kamu itu punya hati nggak sih, ham.


Punya nggak! Oh iya aku lupa kalau kamu punya hati, kamu nggak akan dekati istri orang, kalau kamu punya hati kamu nggak akan meninggalkan istri kamu demi mantan pacarnya, Kalau kamu punya hati kamu tidak akan melakukan hal yang kelewat batas! Dan kalau kamu punya hati kamu tidak akan meninggalkan seseorang yang sangat membutuhkanmu!


Dan sekarang terjawab sudah! Kamu itu cuma laki-laki yang mengandalkan nafsu. Bukan otak, Bukan logika."


"Ti"


"Aku merasa berdosa pada kak jo! Aku terlalu berharap padamu, ham. SAMPAI AKU BUTA ADA LELAKI YANG TULUS! DAN LELAKI BUKAN KAMU! BUKAN KAMU!" Amuk siti.


Siti terus memukul dada ilham. Meluapkan semua emosi yang menyesakkan perasaannya. Lelaki yang dicintainya tapi tidak pernah ada untuknya. Lelaki yang memilih mundur hanya karena tidak dapat restu dari ibunya.


"Ti..."


ilham menarik tubuh siti. Meluapkan semua yang ada dipikirannya. Rasa rindu yang dirasakannya tak terbendung lagi.


"Kenapa, ham? Kenapa kamu melakukan ini pada kak jihan? Kenapa aku harus mencintai kamu, padahal aku tahu dihatimu hanya ada gita? kenapa kamu tidak pernah mencoba meyakinkan ibu? Kenapa harus aku yang berjuang sendiri, sementara kamu lebih memilih menerima kak jihan."


"Ti.. Kamu kan yang terus minta aku pergi. Disaat sedang berusaha menjaga kamu. Kamu yang terus meminta aku menerima jihan."


"Jadi? Ini salah aku? Aku pikir kamu tidak akan mundur walaupun banyak yang menghadang. Tapi ternyata aku salah, ham. Kamu nggak peka! Kamu memilih mundur itu artinya kamu nggak mau memperjuangkan aku. Kamu nggak mau mengejar cinta aku, ham. Kamu memilih pasrah, itu artinya kamu pengecut! Pengecut!"


ilham memegang wajah siti dengan kedua tangannya. Mata mereka bertatapan lama, tersirat rasa cinta yang mereka rasakan. Ilham mendekatkan kepala kearah wajah siti. Sebuah ciuman kecil mendarat dibibir siti. Tangan ilham memeluk siti dengan erat. Ilham mencoba mencari celah dibibir siti. Tapi sayangnya siti belum berani membuka lebih dalam.


"Aku kangen sama kamu, ti. Kalau kamu pikir aku tidak mau berjuang kamu salah! Saat kamu hampir dilecehkan om alex siapa yang bersamamu, AKU!


saat kamu masuk rumah sakit, siapa yang bersamamu? Aku juga! Jangan bilang aku tidak berjuang, bahkan aku rela bersujud dikaki ibu dan bang edwar.


Aku mohon jangan pergi lagi, jangan tinggalkan aku lagi. Tidakkah kau tahu aku tersiksa saat kamu hilang tanpa kabar."


Siti atau tiara mendorong tubuh ilham dengan keras. Dia teringat tante Fatimah yang ditinggalkannya sendirian.


Ilham mengejar siti tapi sialnya dia kehilangan jejak.


Menurut reader apa iya ilham itu nggak peka?


Apakah ilham akan menikahi jihan?


...#######...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2