
"Coba lebih mesra sedikit." ungkap jonathan mengarahkan sang model untuk prewedding.
Sang model wanita canggung dengan pelukan si lelaki. Kalau photografernya orang lain dia tak masalah. Tapi jonathan, lelaki yang hampir menikahinya. Ada rasa tak enak dibenaknya. Meskipun dia tahu yang dilakukan laki-laki itu profesional semata.
"Ti, jangan bengong!" Omel lelaki itu.
"Ham, coba anggap sedang tak ada orang lain. ibaratnya dunia kalian hanya untuk berdua." Arah jo.
"Iya, kak!" jawab ilham.
"Fokus, Ti. Fokus!" Bisik ilham pada calon istrinya.
Mana bisa aku fokus kalau ternyata potografernya kak jo. Yang ada pikiranku merasa bersalah. Pasti kak jo sakit banget melihat kami berdua.
Ada helaan nafas dibalik bidikan kamera. Sepasang calon pengantin yang sedang bahagia. Tapi tidak bagi sang potografer, ada sakit menderanya. Wanita yang pernah diperjuangkannya sekarang bersama laki-laki lain.
Flashback
"Kamu yakin, jo?" ucap vika selaku pemilik WO tempat dia bekerja sekarang.
Sejak Orangtuanya bangkrut, jo harus mencari pekerjaan untuk membiayai kuliah sheila. Walaupun sheila pernah berniat berhenti kuliah.Tapi sebagai kakak itu adalah tanggung jawabnya. Apalagi sang mama sudah lumpuh dan tidak bisa beraktivitas lagi.
"Kenapa? kamu meragukan kemampuanku?" jawab jo yang merasa diremehkan.
"Bukan gitu, jo. Ini klien kita Siti lo, perempuan yang kamu cintai. Aku takut kamu nggak kuat jo."
Sama saat aku melihat kalian dulu,jo. Rasanya sakit banget.
"Aku nggak ada rasa lagi, vik sama siti.Daridulu aku sudah bertepuk sebelah tangan. Jadi sekarang sudah terlatih." Ucap jo
Kamu bohong, jo. Dari matamu terlihat kesakitan yang sangat dalam. Aku tahu dari awal kamu mendekatiku hingga sampai saat ini hatimu hanya buat siti.
"Jo, kalau kamu nggak sanggup kasih tahu aku." Vika menepuk pundak jonathan.
Jo mengambil kamera menuju ruang pemotretan. Dia melihat dari jauh kemesraan Siti dan ilham. Jo hanya mematung, darahnya berdesir panas. Tapi dia memilih tetap profesional. Urusan pribadinya dikesampingkan, baginya ini adalah profesional kerja.
"Kak jo!" Panggil siti saat tahu siapa potografernya.
Jo hanya tersenyum kecil.
"Adikku bakal jadi penganten." celoteh jo sambil mencubit pipi Siti.
"Kak jo kerja dengan kak vika, ya? ciyeee ada yang clbk nih." Goda Siti.
__ADS_1
Jo mengacak rambut siti yang terus mengganggunya. Matanya beralih ke arah ilham yang masih bersiap-siap.
"Kamu siap-siap,ti." Jo menyuruh siti pergi dari hadapan.
Semakin melihatmu semakin sakit rasa ini. Tapi kamu sangat bahagia,ti. Aku senang mendengarnya. Bukankah cinta itu tak harus saling memiliki. Aku sudah memilikimu,ti, memiliki hatimu yang sampai sekarang tak bisa kugapai.
Flashback end
"Istirahat dulu!" titah jo menghentikan proses pemotretan. Dia sangat lelah. Lelah hatinya sehingga tidak fokus pada pekerjaannya.
Acara pemotretan selesai, walaupun jo melihat hasilnya kurang maksimal. Sedari tadi siti kurang bisa diarahkan. Jo memeriksa semua hasil pemotretan tidak ada yang bagus, siti terlihat tidak fokus.
Mungkin dia sedang banyak pikiran
"Sayang aku ke toilet dulu." Pamit ilham.
"Ham?"
"Iya, kenapa?"
"Aku mau bicara berdua dengan kak jo, boleh?" Siti minta izin pada calon suaminya.
"Ti, sepertinya memang harus begitu. Aku dan kamu harus memberi pengertian pada kak jonathan dan juga kak jihan.Supaya tidak ada masalah lagi dikemudian hari. Supaya mereka bisa ikhlas untuk melepas kita. Apalagi mereka pernah menjadi bagian dari perjuangan cinta kita." jelas ilham.
"Soal apa,ti?"
"Soal Raisa dulu, ham. Supaya tidak ada yang salahpaham lagi."
"Kamu yakin,ti? Aku saja sempat kecewa sama kamu soal itu. Apalagi kak jo, ti. Apa kamu siap dengan reaksi kak jo."
Siti memegang wajah ilham "Apakah sampai sekarang kamu masih marah sama aku,ham?"
Ilham memegang tangan siti "Sebenarnya masih ada rasa kecewaku padamu,ti. Aku merasa ditikung sama perempuan yang dulu aku anggap sahabat dan perempuan itu sekarang adalah calon istriku.
Tapi aku tidak mau larut dalam kekecewaan.Yang lalu biarlah berlalu. Aku bisa memaafkanmu,ti. Tapi kak jo adalah kakak raisa,ti."
Siti menghembuskan nafas kasarnya. Dilema baginya untuk menjelaskan yang sebenarnya. Walaupun itu kejadian yang sudah lama, Siti tidak ingin melihat ilham dimusuhi keluarga Raisa.
Seandainya dulu dia tidak menelpon Raisa. Untuk memberitahukan perihal rencana pernikahan Gita dan Ilham di rumah sakit. Dimana Gita dinyatakan koma akibat kankernya. Siti yang sempat berpikir jika Raisa datang, gita dinikahi oleh Boy yang sebenarnya adalah Alam.
Kaki siti terhenti melihat jo yang terlihat melamun. Ada rasa berat mendekati lelaki itu. Siti tak menampik kalau dia pernah punya rasa pada Jonathan. Tapi perasaannya berubah sakit setelah apa yang dilakukan mama linda pada dirinya dan keluarganya.
"Kak" Sapanya tapi lelaki itu hanya diam dengan tatapan kosong.
__ADS_1
Siti menepuk paha Jo dengan keras. Jo kaget saat merasa ada yang menepuknya. Lelaki menoleh kearah gadis disampingnya. Sambil tersenyum tanpa menawarkan gadis itu duduk disampingnya.
"Aku boleh duduk?" Siti masih mencoba menyapa lelaki itu.
"Silahkan. Toh, ini untuk umum siapapun bisa duduk disini." Jo berdiri hendak meninggalkan Siti.
"Kak?" Siti menahan tangan Jonathan.
"Kak Jo masih mau jadi kakakku, kan. Menjadi kak jo yang dulu aku kenal. Menjadi kak jo yang menganggap aku seperti adiknya sendiri. Menjadi kak.."
"Ti, kita perlu pemotretan ulang. Tidak ada yang bagus hasilnya. Kamu nggak keberatan kan, kalau melakukan sesi poto ulang." Jo masuk kedalam meninggalkan Siti yang masih ingin bicara.
"Bagaimana sayang? Apa kak jo mau mendengarkanmu?" ilham sudah berada disamping siti yang masih terpaku dengan sikap Jonathan.
Siti menggeleng "Sudahlah, ti. Mungkin hari ini belum waktunya. Kita akan cari waktu yang tepat untuk bicara dengan kak jo dan kak jihan. Tadi aku dengar kita disuruh pemotretan ulang. Kamu mau kan?" Bujuk ilham yang melihat siti mulai down.
"Ham, aku mau pulang." rengek siti tiba-tiba.
"Tapi,ti." ilham bingung dengan sikap siti.
"Aku nggak mood lagi. Aku mau pulang!" Siti langsung masuk ke mobil ilham.
Apa karena kak Jonathan sikap Siti seperti ini! Apa siti juga ada rasa dengan kak Jo!
ilham terus bergelut dengan pikirannya. Entah kenapa sejak tahu sang Potografer adalah Jonathan, ilham melihat sikap Siti berubah. Mulai dari tidak fokus saat photo dan sekarang gadis itu mendadak ngambek.
Bersambung
...####...
Hai selamat sore
Untuk hari ini kita cerita selingahan ya
Sambil menunggu lamaran ilham siti
Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.
Jangan lupa likenya
Jangan lupa komennya juga rate
Kalau berkenan bantu vote dan hadiahnya
__ADS_1