
Tiara duduk dengan menggunakan kemben khusus untuk acara siraman. Jantungnya berdetak kencang. Beberapa dua hari ini dia bermimpi melihat ilham memakai jas pengantin, Tiara ingat kata ilham kalau lelaki itu akan menikah dengan wanita pilihan keluarganya.
Entah kenapa sampai hari ini, aku masih memikirkannya. Salah! Iya salah!Besok aku akan menerima takdirku sebagai istri Zack, bukan Ilham.
Dua hari ini, wajah Ilham selalu berlari dalam mimpiku, apa artinya ini. Apakah ini sejenis pamit Atau pertanda lain? Ya Allah kenapa malah jadi begini.
"Ti, kamu sudah siap?" Mama Fatimah dan Papa Adolf menuntun sang anak di acara siraman dan nanti malam diadakan midodareni.
"Siap, ma, pa." Tiara masih menunduk pasrah.
"Ma?"
"Iya, nak. Ada apa?"
"Bukankah ini adat jawa, ya. Bukankah kita ini orang sumatra."
"Tiara, kami memang besar dipalembang, ibumu bertemu jodoh di jambi, dan mama bisa bertemu dengan papamu saat jadi TKW di brunei. Kakek dan nenekmu adalah jawa tulen. Bahkan ibu dan mama menikah juga memakai proses ini." cerita mama Fatimah.
"Oh, jadi siti masih orang jawa ya, ma?"
"Kalau secara keturunan, iya. Sudah, ya, obrolannya nanti kita lanjutkan lagi."
Upacara Siraman merupakan prosesi dari rangkaian pada pernikahan adat jawa. Siraman selalu dilakukan sebelum mengawali proses periasan pengantin. Dalam upacara ini, terdapat banyak makna serta simbolis yang berisikan makna kehidupan bagi pasangan pengantin. Siraman secara harfiah memiliki arti "mengguyur". Upacara adat siraman dilakukan sebelum melakukan ijab kabul. Siraman memiliki makna pembersihan secara fisik maupun mental bagi kedua pengantin yang akan menikah. Hal ini bertujuan untuk membersihkan segala hal negatif yang dianggap mengganggu proses pernikahan dan ijab kabul. Prosesi siraman biasanya dilakukan pada pukul 10.00 - 15.00, sehari sebelum dilakukannya ijab kabul.
Kemudian acara pun dimulai dengan doa. Orang tua pengantin melakukan proses penyiraman menggunakan air yang telah disiapkan. Orang pertama yang melakukan penyiraman dalah sang ayah, kemudian dilanjutkan dengan sang ibu. Terakhir pinisepuh yang akan melanjutkan penyiraman kepada pasangan pengantin sekaligus memberikan berkah kepada pasangan pengantin.
Pada akhir Upacara Siraman, juru rias ataupun sesepuh yang diminta akan mengeramasi pasangan pengantin dengan landha merang, santen kanil, serta banyu asem. Kemudian tubuh pengantin akan diluluri dengan konyoh dan dibilas kembali hingga bersih.
Setelah itu, pasangan pengantin pun akan berdoa.
Juru rias diminta untuk mengucurkan air dari dalam kendi yang digunakan pengantin untuk berkumur sebanyak 3 kali. Kemudian kepala pengantin akan dikucurkan air kendi sebanyak 3 kali, serta pembersihan wajah, leher, telinga, tangan, dan kaki sebanyak 3 kali hingga air kendi habis. Kemudian juru rias akan memecahkan kendi tersebut di depan kedua orang tua mempelai dan mengucapkan, "wis pecah pamore".
Selanjutnya pengantin dibawa kembali ke kamar pengantin dengan digandeng oleh kedua orang tuanya.
Acara siraman pun selesai. Ibu, mama Fatimah dan Papa Adolf pun terharu, karena besok putri mereka akan menjadi seorang istri. Mereka bergantian mengecup kening Tiara. Menandakan keikhlasan untuk sang putri karena akan menempuh hidup barunya.
"Wah, sudah selesai acaranya." Sebuah suara mengagetkan mereka.
"Kak jihan" Seru Tiara.
Jihan menghampiri Tiara memeluk gadis yang sudah dianggap adiknya sendiri. Mereka saling melepas rindu.
"Kak Jihan sudah sehat?"
__ADS_1
"Sudah" jawab jihan membelai rambut Tiara.
"Kesini sendiri?"
"Sama ...."
"Sama aku" Jonathan muncul mendekati Jihan dan Tiara.
Tiara menatap keduanya bergantian. Dia mencium aroma aroma kasmaran.
Mereka pasti punya hubungan khusus. Tumben kak Jo mau bawa cewek ke luar kota. Semoga mereka beneran jadian deh. Ah, apa aku coba dekatkan mereka saja.
klik
di kediaman Bryan Spencer, sukabumi
Acara yang sama dan hari yang sama pun sedang diadakan di kediaman Brian, ayah kandung Ilham. Semua keluarga besar Spencer dan Keluarga besar Pramono pun sudah datang.
Siraman pun dilakukan dengan hikmat, semua keluarga besar terharu karena Ilham akan melepas masa dudanya. Ayah Brian dan Mama mila juga serta Papa Pramono bergantian menyiram tubuh sang putra dengan air yang berisi kembang.
Besok aku akan menikahi seorang gadis yang bernama Lina. Seperti apa wajahnya, cantikkah dia, jelekkah dia, apapun itu aku akan menerimanya.
Menurut mereka sehabis maghrib akan ada pengajian keluarga. Aku melihat mereka begitu bahagia.
Malam pun tiba acara pengajian baik di kediaman villa Adolf dan Kediaman Brian Spencer pun telah usai. Para tamu pun satu persatu pulang.
"Kamu mau kemana, ham?" Tanya Alam yang melihat Ilham duduk diteras rumah.
"Cari angin, kak. Mau temenin aku?" tawar Ilham.
"Jangan aneh-aneh, ham. Istirahat! Besok kamu akan menikah." Alam menarik ilham masuk ke rumah.
"Aku nggak bisa tidur, kak." elak Ilham.
"Kamu grogi, ya? Emang dulu waktu kamu nikah sama Raisa, gimana?"
"Aku dan Raisa menikah hanya akad dan itupun tanpa pesta seperti sekarang ini. Aku dan Raisa belum pernah melakukan malam pertama, kak. Jadi waktu itu Raisa mengaku padaku, kalau perempuan yang aku sakiti itu dirinya. Hingga kami dinikahkan.
Dari awal menikah, aku tidak pernah menyentuh Raisa. Aku tidur di ruang tamu sedangkan Raisa dikamar. Dia pun tak pernah protes. Karena kupikir dia masih trauma karena kejadian itu"
Alam berdiri disamping sang adik. Dia baru tahu kalau Raisa mengaku sebagai korban Ilham. Berkali-kali mengucap istigfar, karena sebegitu liciknya Raisa.
"Kalau aku tahu, korbanku adalah Gita. Mungkin sudah menikahinya, kak. Tapi ternyata ada aja halangan aku dan Gita untuk bersatu." Ilham mendadak sendu mengingat perjalanan cintanya dengan Gita.
__ADS_1
Andai kamu tahu, ham. Saat aku menikahi Gita, ternyata Gita masih virgin. Itu saat aku tahu, ketika kami melakukan malam pertama di pantai dulu ( Baca part Dating di novel Aku, kamu dan dia )
Akhirnya mereka berjalan mengitari rumah. Tanpa mereka sadari kaki mereka melewati villa Adolf yang hanya berjarak 10 km. Ilham dan Alam masih sibuk saling cerita, tak jauh dari mereka Tiara dan Jihan pun juga sedang berjalan kearah berlawanan.
Ketika turun dari rumah, entah kenapa dia mencium wangi parfum sangat dihafalnya. Tiara berbalik melihat apakah ada orang selain mereka berdua. Matanya mengedarkan pandangan kesekelilingnya. Tak ada siapapun, jihan mengajaknya kembali masuk ke rumah.
"Kak!" Tiara masih penasaran dengan wangi parfum tersebut.
"Kakak mencium wangi lavender nggak!" sambung Tiara.
"Iya, tapi..."
Jihan yakin itu parfum milik sosok kasat mata yang sedang melintas di tempat mereka. Apalagi ini jumat malam.
"Tapi apa kak?"
"Itu pasti parfum kunkun, mungkin juga poci, atau si wowo! Kan sekarang sudah jam 10 malam, ti. Udah ah, kita balik ke dalam. Aku takut!" Jihan menarik Tiara untuk masuk kedalam.
"Ah, masa mereka parfumnya kekinian. Setahu aku parfum mereka melati atau kemenyan, kak. Yakin ini pasti parfum orang."
Jihan kembali menarik tangan Tiara untuk masuk kedalam.
"Ji" Jihan mendengar suara bariton.
Bulu kuduknya langsung merinding. Jangankan menjawab, menoleh pun dia tak berani.
"Ampun, mbah. Jangan ganggu saya!" Pekik Jihan ketakutan.
Tangan itu menariknya dengan kencang. Jihan langsung kaget dan memejamkan mata. Dirinya tak berani menatap sosok yang dikiranya tak kasat mata. Mata Jihan terbuka menyadari ada penyatuan bibir.
"I love you, jihan"
...####...
Tetap terus pantengin cerita ini.
Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpakalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.
Jangan lupa likenya
Jangan lupa komennya juga rate
Kalau berkenan bantu vote dan hadiah
Bersambung
__ADS_1