Mengejar Cinta Siti

Mengejar Cinta Siti
45. Cerita Ilham


__ADS_3


"Hai, kakak dokter. Kak Dodo ada kan?" Ilham kaget saat Ina menyapanya.


"Ada, na. Lagi ngurusin pasien gawat darurat. Kamu tunggu saja. Saya duluan, ya. Ada pasien juga." Pamit Ilham.


"Ya, udah deh kak. Aku tunggu saja." Ina duduk di ruang tunggu tempat para suster berkumpul.


Ilham menatap Ina dari jauh. Gadis itu memiliki rupa yang sangat mirip dengan Gita. Kalau mereka tidak tahu akan mengira gadis itu adalah Gita. Lama Ilham menatap gadis itu, berasa cinta lama bersemi kembali. jantungnya berdetak kencang.


"Dia bukan Gita, dia Ina calon tunangannya Dodo. Dia beda dengan Gita, Ina masih 18 tahun sedangkan Gita sudah 27 tahun. Ya, Allah kenapa kalau urusan yang menyangkut Gita aku selalu lemah."


Ilham sadar dia masih berada di bawah bayang-bayang Gita. Ilham pernah pacaran dengan Gita saat masih kelas satu SMP. Hubungan mereka hanya satu tahun, saat kelas dua SMP Gita memutuskan dirinya karena di jodohkan dengan Roki.


Siapa yang tak kenal Roki saat itu, idola sekolah yang berprestasi, anak konglomerat, dan aktif di basket.Walaupun Gita dulu bukan termasuk murid berprestasi. Bahkan dirinya sering membantu tugas Gita, yang saat itu masih dicintainya. Ilham saat itu merasa dengan membantu Gita mengerjakan tugas sudah membuat dirinya bisa dekat.


Pada akhirnya saat tamat SMP, Ilham mendengar Gita pindah ke Jambi. Hal itu membuat dirinya lumayan sedih. Banyak gadis yang mendekatinya saat SMA, tapi entah kenapa dia masih berharap bisa bertemu dengan Gita lagi.


Ilham bukan sosok playboy yang mau menerima para gadis yang mendekatinya. Saat itu yang dipikirkannya adalah fokus belajar. Karena cita-cita Ilham adalah menjadi seorang dokter.


Tamat SMA Ilham kuliah di universitas Indonesia jurusan kedokteran. Tak ada hambatan saat masuk ke universitas yang bergengsi di Jakarta itu. Ilham masuk melalui Jalur prestasi karena dia selalu dapat juara kelas.


Saat Ilham mulai menapaki bidangnya yaitu mengambil spesialis penyakit dalam. Ilham bertemu dengan Raisa. Usia Raisa lima tahun diatasnya. Ilham pun ternyata bersaing dengan dokter vino untuk mendapatkan Raisa. Bak gayung bersambut, Raisa menerima dirinya pada akhirnya mereka jadian.


Mama Mila dan raisa sangat dekat. bahkan Raisa sering menginap di rumah Ilham. Mereka pun pernah kedapatan seranjang karena Raisa menyelinap ke kamar Ilham. Saat itu Ilham sudah tidur dan lupa mengunci pintu. Alhasil Ilham yang kaget saat bangun melihat ada wanita disampingnya.


Hingga akhirnya Ilham kembali di pertemukan lagi dengan Gita. Gita yang saat itu mengalami buta dan lumpuh akibat sebuah kejadian. Gita yang sempat mengalami depresi akibat ditinggal nikah oleh kekasihnya. Gita yang memorinya hilang


Hal itu menjadi peluang bagi Ilham untuk mengejar cintanya.


Berkat usahanya, Ilham dan Gita berangkat ke Singapura untuk berobat.


Hingga mereka kembali saling jatuh cinta. Tak ada masalah dalam hubungan mereka. Semuanya hancur saat Ronal masuk kembali ke kehidupan Gita. Harapan tinggal harapan perlahan-lahan hilang.


Ilham berdiri setelah mengenang masa indahnya bersama Gita. Baginya Gita adalah cinta pertamanya. Begitu banyak kenangan yang sampai saat ini belum bisa dilupakannya.


Ada gitar milik temannya yang bertengger di dekat meja kerjanya.


Tangannya mulai menjentik senar gitar. Menyanyikan sebuah lagu yang jadi ungkapan hatinya. Tentang Gita dan juga tentang Siti.


Kadang aku berfikir


Dapatkah kita terus coba

__ADS_1


Mendayung perahu kita


Menyatukan ingin kita


Sedang selalu saja


Khilaf yang kecil mengusik


Bagai angin berhembus kencang


Goyahkan kaki kita


Genggam tanganku jangan bimbang


Tak usahlah lagi dikenang


Naif diri yang pernah datang


Jadikan pelajaran sayang


Dengar bisikanku oh dinda


Coba lapangkan dada kita


T'rima aku apa adanya


Mengapa selalu saja


Khilaf yang kecil mengusik


Bagai ombak yang besar


Goyahkan kaki kita


(Dengar bisikku, the rain)


Ina yang mendengar alunan gitar milik Ilham, ikut masuk ke dalam ruang kerja Ilham. Gadis yang sudah kuliah semester satu ini langsung mengagetkan Ilham. Ikut menyambung lagu yang dinyanyikan lelaki itu.


"Maaf ya kak. Aku nyelinap kesini. Habis bosan, kak Dodo kayaknya ngehindar aku terus." curhat Ina.


Ilham tersenyum "kenapa kamu nggak pulang saja?"


Ina menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Terbayang di pikirannya kalau di rumah pasti sendirian lagi. Mamanya sibuk ke luar negeri bersama om Dion, pacar mamanya.

__ADS_1


Sejak papanya meninggal dunia, Ina jadi kesepian. Papanya bukan orang kantoran, malah lebih banyak di rumah daripada di luar. Sedangkan Mamanya Ina adalah seorang model yang jarang di rumah.


Saat Ina berobat dengan dokter Alfredo alias Dodo, Ina menjadi semangat. Ina berasa punya kakak laki-laki. Sikap Dodo yang sangat penyayang membuat dirinya tidak kesepian lagi.


Ina adalah pasien Dodo. Dimana Ina mengidap penyakit jantung bawaan. Dodo sering datang mengunjungi dirinya, sekedar mampir atau mengecek kondisi Ina.


"Kak? boleh nanya gak?"


"mau nanya apa?"


"Kak Dodo selama di Jambi nggak ada nyantol sama gadis di sana kan."


Ilham tampak berpikir keras "Nggak ada."


Ina menghela nafas kasar "Tapi kenapa dia berubah ya sejak pulang dari Jambi"


Ilham mengacak rambut Ina. Sama seperti mengacak rambut Gita.


"Kamu itu masih kecil, Ina. Nggak usah mikir yang berat-berat. Fokus ke kuliah kamu saja. Ya udah saya mau kontrol pasien dulu. Nanti saya panggilkan Dodo buat antar kamu pulang."


Ina mencoba menyibukkan diri , dengan gawainya. Lama-lama dia bosan, lalu membuka laci kerja. Mata Ina tertuju sebuah Photo. Sambil menatap photo itu, Ina mencubit pipinya.


Apakah aku mimpi? Kenapa kak Ilham menyimpan photoku.


Ah, ketahuan kak Ilham sudah lama mengagumiku. Tapi dia sok cuek.


"Ina!" gadis itu kaget saat Ilham sudah ada , di depannya.


Ina menelan salivanya. Lalu mencoba mempertanyakan kenapa ada photonya di laci kerja Ilham.


"kamu lancang buka laci kerja saya!" ucap Ilham dengan nada tinggi.


"Ini kenapa ada photo saya disini." Ina mempertanyakan photo yang dia yakini dirinya.


"Ina, kembalikan! Itu bukan photomu!" Ina berlari membawa photo itu. Ilham mengejar Ina yang berlari mengitari ruangan kerja Ilham.


"Ina!" sebuah suara memanggil di depan pintu.


Mereka menoleh kearah suara. Ada Dodo yang hendak mengantar gadis itu pulang. Ina meletakkan photo itu, tapi naas photonya terjatuh dan pecah.


Ilham menatap photo tersebut. Photo yang seharusnya tidak boleh dia simpan. Photo yang pernah membuat Siti marah padanya.


photo siapa yang masih disimpan Ilham?

__ADS_1


...#####...


bersambung


__ADS_2