
..."Kamu itu rembulan buat aku. Karena aku sedang dalam kegelapan dan kamulah yang datang menyinari. Dan aku akan menjadi mataharimu dimana hati kamu yang dingin akan kuhangatkan dengan cinta yang kumiliki"...
...*****...
Rasa sayangku...rasa cintaku
Tak terhingga...yang kuberikan
Indah hari-hariku...indah waktuku kini ..
Sejak kau bersamaku...oh
berartinya dirimu
Tak ada karang yang tak pecah
Bila kita saling bicara
Tak akan ada kuncup yang merekah
Bila kita mampu menjaga
Berwarnanya hidup ini
Berartinya dirimu, diriku
Cintailah diriku untuk selamanya
Milikilah diriku untuk selamanya
Hapuslah semua rasa curiga
Hapuslah semua rasa tak percaya antara kita.
(Berartinya dirimu, song by Anang dan Krisdayanti)
Ilham menatap sang istri yang masih tertidur lelap. Saat ini mereka masih berada di pembaringan. Setelah melakukan ritual malam pertama mereka. Walaupun Ilham tetap tidak bisa mengeluarkan cairan miliknya untuk ditanamkan dalam tubuh Tiara.
Sejak kejadian tadi Ilham yakin kalau dirinya benar-benar mandul. Sesekali dirinya merutuki karena sudah membuat sang istri menangis kesakitan.
Tadi, Ilham memaksa tetap menancapkan miliknya agar memancing cairan benihnya keluar. Tapi tetap saja nihil, cairan itu tetap tidak keluar, otomatis dirinya tak bisa membuahi sang istri.
"Terimakasih sayang, atas pembuktikan cinta yang selama ini kita jaga. Maafkan aku yang belum bisa memuaskanmu tadi." ucap Ilham sambil menatap Tiara yang masing terlelap.
Tatapannya beralih kearah seprai yang sudah terkena darah milik Tiara. Ilham senang kalau sang istri sudah menjaga mahkota untuk dirinya.
Ilham mengganti bantal dengan tangannya. Meletakkan kepala Tiara diatas bahu tangannya. Mengecup pucuk rambut sang istri. Kini wajah mereka hanya berjarak 1 senti, Ilham kembali melayangkan ciuman ke bibir sang istri, meskipun wanita itu masih tertidur. Tiara terbangun saat suaminya kembali memagut bibirnya dan memilih kembali memejamkan mata menikmati pagutan suaminya.
"I love you, Siti Marlina." Bisiknya ke telinga Tiara.
Love you to. ucapnya dalam hati.
Tiara kembali membuka matanya, mencoba bangun tapi ternyata perih yang dirasakannya. Lampu kamar hanya menggunakan lampu meja. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali, mencoba meraih handphone mengecek waktu. Ternyata sudah 3 dini hari. Tiara tak beranjak dari dekapan Ilham.
__ADS_1
"Ti"
"iya,mas."
"Mau kah kita mencobanya lagi?"
"Sakit, mas. Jangan dulu, ya."
"Tenang aja, ti. Nggak sampai yang dibawah kok. kita main atas aja."
Tiara akhirnya mengiyakan keinginan suaminya. Ilham kembali melabuhkan tangannya ke tubuh Tiara. Setiap inchi tubuh istrinya akan menjadi candu baginya, dulu dia hampir menggagahi Tiara, beruntung istrinya menyadarkannya sebelum terjadi. Sekarang tak ada lagi halangan untuk menikmatinya karena sudah halal.
"Aku janji, ti. Akan mencintaimu segenap jiwa ragaku. Aku janji akan menjadi pelindungmu."
"Mas"
"Iya, sayang." ilham masih asyik menikmati tubuh istrinya.
"Aaahhh, eeeem, uuuuh... mas dengerin aku mau ngomong" Tiara kembali mendesah saat merasakan bagian bawahnya dicium suaminya. Tiara kembali terdiam, seperti berada diatas angin dengan perlakuan suaminya.
"Sambilan, sayang..Ngomong aja" Sekarang tubuh Ilham sudah diatas dirinya. Membuat degupan jantungnya kembali berdegup kencang, bahkan membuatnya lupa dengan yang akan dibahas pada suaminya.
"Jangan pernah tinggalkan aku, mas." Ilham tersenyum mendengar ucapan istrinya.
Pada akhirnya Ilham kembali menancapkan miliknya ke milik Tiara. Ajaibnya, cairan itu ternyata bisa keluar, ilham lega akhirnya bisa menanamkan ketubuh istrinya. Tiara menggigit bahu suaminya untuk menahan rasa sakitnya. Ilham memagut bibir Tiara dengan lembut membuat wanita itu sedikit tenang.
Mereka pun akhirnya tertidur kembali karena kelelahan.
Semalam saat Tiara sudah tidur. Ilham membuka gawainya mencari tahu tentang masalahnya. Dari mbah google akhirnya Ilham menyadari kalau dirinya sempat banyak pikiran. Mungkin karena itu yang menghambat miliknya keluar.
Masih di Villa Pribadi Milik keluarga Pramono
Pukul 08:00
Ilham dan Tiara akhirnya terbangun setelah semalam mereka kembali melepas hasrat. Keduanya mengerjapkan matanya, pantulan sinar matahari yang menyilaukan mata mereka.
Tiara terlebih dahulu terbangun, menatap sinar matahari yang menyilaukan pandangannya. Dengan sisa tenaga tubuhnya bangkit, walaupun ternyata dirinya susah berjalan. Tiara memaksa untuk tetap bangun, menahan rasa sakit yang masih terasa. Tiara mengganti dirinya dengan guling agar suaminya bisa beristirahat.
Bruuuukk!
Tiara terjatuh saat mencoba berjalan. Teringat kata mama Fatimah yang katanya sehabis berhubungan bisa berjalan sekitar 3-4 hari. Saat ini, bahkan kakinya tak mampu melangkah. Matanya menatap bercak merah yang mengotori tempat tidur mereka.
Ingatannya melayang bagaimana Ilham tanpa ampun menggagahi dirinya. Walaupun dia menjerit karena kesakitannya, menangis karena tak tahan, tapi tak menghentikan lelaki itu melakukannya. Dan dini hari tadi suaminya kembali melakukannya walaupun sudah pelan.
"Mas" Tiara mencoba membangunkan suaminya yang masih terlelap.
Ilham membuka matanya sedikit demi sedikit. Tangan membelai pucuk rambut istrinya.
"Pagi sayang." Terdengar suara berat.
"Mas, aku kok nggak bisa bangun. Rasanya sakit sekali." Keluh Tiara.
"Maafkan aku sayang" Ilham memeluk Tiara karena merasa bersalah soal tadi malam.
__ADS_1
Ilham bangun mengangkat Tiara membawa ke kamar mandi. Lelaki itu memandikan istrinya dengan telaten seperti sedang memandikan anaknya. Selesai mandi keduanya bersiap-siap menikmati sarapan. Lagi-lagi Ilham menggendong Tiara ala gendong jamu, meletakkan sang istri di meja makan dan menyuapinya.
"Aku bisa makan sendiri, mas."
"Biarkan aku memanjakanmu, sayang. Pokoknya kamu duduk manis saja. oh, ya aku mau sholat dhuha dulu, ya. Kamu habiskan dulu makanannya."
"Mas, kamu sholat dhuha nggak ngajak aku, sih."
"Emang boleh sholat dhuha bareng? Bukannya itu dikerjakan untuk sendiri." Ilham bertanya pada istrinya.
Tiara membetulkan duduknya, lalu menjelaskan pada suaminya.
"Sholat dhuha itu sifatnya sunnah. Shalat Dhuha adalah Shalat Sunnah 2 rakaat yang dilaksanakan pada waktu dhuha, yaitu mulai naiknya matahari hingga sebelum tergelincir (Sholat Dzuhur).
Shalat Dhuha menjadi salah satu shalat sunnah populer di kalangan umat Muslim, karena dipercaya dapat memperlancar rezeki."
Seperti layaknya seorang yang sedang mendengar mendengar ibunya bercerita. Ilham kembali duduk sambil melipat tangannya diatas meja.
"Terus, apakah yang aku lakukan sekarang waktunya salah? Soalnya aku setiap di rumah sakit selalu sholat dhuha."
"Suamiku banyak kemajuan sekarang. Padahal dulu ngajarin kamu ngaji aja susah banget. Alhamdulillah kamu, mas. Tuhan membuka hidayah padamu."
Ilham mengecup kening Tiara "Kamu yang membuat aku sampai seperti ini, kamu yang dulu mengajarkan aku banyak hal dari yang sederhana sampai hal yang penting sekalipun. Terimakasih, sayang."
"Mas, bukan aku yang membuat kamu seperti sekarang ini. Kamu, mas! Kamu sendiri yang bisa mengubah hidupmu untuk lebih baik. Aku harap kamu tetap seperti ya, mas, ada atau tidaknya aku nanti."
"Jadi?sholat dhuhanya jadi nggak,mas."
Ilham menggendong Tiara mengajak kembali ke kamar untuk melakukan sholat dhuha bersama.
Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka.
Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.
artinya:
"Ya Allah, bahwasanya waktu dluha itu waktu dluhaMu, kecantikan ialah kecantikanMu, keindahan itu keindahanMu, kekuatan itu kekuatanMu, kekuasaan itu kekuasaanMu, dan perlindungan itu, perlindunganMu".
"Ya Allah, jika rizkiku masih diatas langit, turunkanlah .dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dluha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan
kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh".
Ilham dan Tiara menyelesaikan sholat dhuha bersama. Tiara mencium tangan suaminya. Lalu mereka bersiap-siap menikmati liburan di sekitar Ubud.
...#####...
Tetap terus pantengin cerita ini.
Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpakalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.
Jangan lupa likenya
Jangan lupa komennya juga rate
__ADS_1
Kalau berkenan bantu vote dan hadiah
Bersambung