
Dear kak Jihan yang baik hati
Kak Jihan adalah orang yang paling baik.
Orang yang perhatian sama keluarga Siti selama ini.
Terimakasih ya, kak atas tumpangannya selama beberapa hari ini.
Maafkan Siti yang sudah merepotkan kakak.
Gimana acara tadi malam, semoga sukses ya.
Sepertinya kak Jo batal mengadakan acara makan malamnya.
Daripada Siti jadi nyamuk mending aku pulang.
Siti pamit ya, kak. Jaga diri kakak baik-baik.
Salam untuk keluarga kakak, dan terimakasih sama Tante Carol untuk kebaikannya.
Kalau kakak jadi menikah kabari aku, ya.
Aku, ibu dan bang Ed pasti datang kok.
Pokoknya terima kasih ya kak.
Tertanda
Siti Marlina
Jihan membaca surat dari Siti yang di titipkan melalui pak sopir. Perasaan Jihan tidak karuan. Karena Siti adalah amanat ibunya Siti. Surat itu menandakan kalau ada permasalahan antara Siti dan Jo.
ya Allah Siti.
Kamu dimana, dek. Kalau ada masalah tolong cerita ke kakak. Jangan dipendam saja. Apa jangan-jangan Jo sudah menyakiti perasaan Siti.
Dari awal aku takut Siti masuk ke keluarga Jo. karena aku tahu keluarga itu seperti apa. Ya, Tuhan, apa yang harus ku jelaskan pada ibu kalau dia menanyakan keberadaan Siti.
Aku harus tanya sama pak sopir apa yang sebenarnya terjadi? Ini pasti ada hubungannya dengan Jonathan!
Jihan langsung mencari pak sopir untuk tahu yang sebenarnya.
"Pak, tolong jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" Jihan langsung menyodorkan pertanyaan pada sopirnya.
"eh, ini mbak .. anu ... "
Aduh gimana ini? Siti kemarin minta jangan lapor apa-apa ke mbak jihan.
__ADS_1
Tapi kalau aku diam saja mbak Jihan nggak akan berhenti.
Ah, aku cerita saja yang sebenarnya. Toh, mbak Siti nggak ada disini. Daripada aku dipecat, kan yang ngegaji aku non Jihan, bukan Siti.
"Ditanya kok malah bengong!" Gertak Jihan.
"Jawab! Ada apa dengan Siti!" Jihan makin ganas.
Pak sopir mulai bercerita.
"Tadi malam, Siti cuma tinggal sendirian di mobil. Karena saya numpang pergi ke WC. Terus saat saya kembali Siti turun dari mobil. Katanya nyusul mbak, terus nggak lama dia balik lagi. Mukanya pucat mbak, berulang kali dia mencoba menelpon pacarnya tapi nggak diangkat. Akhirnya dia minta diantarkan pulang. Terus dia pesan supaya saya jangan pergi dulu. Tak lama dia balik ke mobil bawa barang-barangnya. Saya nanya mau kemana? dia bilang ke rumah saudaranya di Cinere. Akhirnya saya antar dia kesana. Saya ingat dia nyebut nama temannya kalau nggak salah namanya Gita."
"Gita? Apakah temannya itu sedang hamil?" tanya Jihan.
"Saya kurang tahu, mbak. Saya cuma nganter sampai pagar depan. Terus langsung pulang." jawab pak sopir.
"Sekarang antarkan saya ke tempat semalam." titah jihan. Dia yakin Siti masih disana.
"Baik mbak." Pak sopir langsung menyiapkan mobil untuk mengantar jihan ke tempat Gita.
Jihan mencoba menghubungi Siti tapi tidak diangkat. Perasaan Jihan semakin kacau saat ibu menelpon dirinya menanyakan Siti yang tidak bisa dihubungi.
"Nak, jihan apa kabar?" telpon ibunya Siti.
"Alhamdulillah baik, Bu. Ibu apa kabar?" tanya Jihan walaupun dia saat ini sedang kacau pikirannya.
"Alhamdulillah, saya baik, nak jihan. Maaf kalau merepotkan nak jihan, Ibu mau ngobrol sama Siti bisa?"
"Siti lagi di rumah, Bu. Aku sedang dikantor sekarang." jelas Jihan
"Ibu khawatir sama Siti. Daritadi tidak bisa di hubungi. Ibu mau suruh dia pulang saja. Pamali calon pengantin masih keluar kota." cerita ibu di telepon.
Jihan hanya bisa tersenyum kecut. Karena menurutnya, apa yang dikhawatirkan memang sudah terjadi.
Dari awal aku sudah merasa kalau keluarga Jo itu sudah di gapai. Bukan aku iri melihat Siti dapat lelaki kaya seperti Jo. Tapi aku sangat
mengenal sifat mereka.
Ya, Allah lindungi Siti dimanapun dia berada. Gadis itu masih sangat polos. Belum terlalu
banyak mengenal laki-laki.
Siti, kamu dimana ,dek. Kakak khawatir sama kamu.
klik
"Yang, panggil dokter!" Teriak Gita saat keluar dari kamar opa.
__ADS_1
Sejak semalam badan Siti panas sekali. Gita bingung harus melakukan apa.
Mama Yulia menyarankan agar Gita menghubungi Ilham. Karena Ilham sudah menjadi dokter pribadi Gita.
"Ya, tapi kan Ilham bukan dokter umum. Dia dokter spesialis, ma." ucap Gita.
Gita Sebenarnya bisa saja menghubungi Ilham. Tapi dia malas bertengkar lagi dengan suaminya. Gita paham alam selalu cemburuan kalau urusan Ilham. Tapi yang sekarang terjadi, sahabatnya sedang sakit.
"Assalamualaikum" Suara seorang wanita memecahkan keheningan di rumah kediaman Gunawan.
"Kak Jihan!" panggil Gita saat melihat wanita datang ke rumahnya "Syukurlah kakak datang!" seru Gita.
Gita mengantarkan jihan masuk ke dalam kamar dimana Siti sedang terbaring "Siti kenapa?" tanya jihan.
"Demam. dari tadi malam dia datang wajahnya pucat dan badannya panas. Kami belum sempat membawanya ke dokter." jelas Gita.
Tok tok tok
bi Endah membuka pintu rumah. Ada Ilham yang datang, karena di telepon mama Yulia.
Gita keluar kamar, kaget melihat Ilham datang
"Kamu sakit, Gita. apa ada yang kambuh lagi?" Ilham memegang tubuh Gita, memeriksa apa ada yang luka di tubuh Gita. Gita menggeleng "bukan aku yang sakit, ham. Tapi ..." Gita membuka pintu kamar, ada Siti yang terbaring lemah di tempat tidur. Wajah Siti masih terpejam.
Ilham menatap Siti yang masih belum sadar. Terlebih dia kaget melihat ada jihan yang duduk disamping Siti.
Jihan? kenapa dia disini? apa dia mengenal Siti? ya Allah, kenapa dunia ini sempit?
terus dimana kak Jo? bukankah sebagai suami harusnya dia ada disamping istrinya! Tapi sekarang malah dia yang tidak ada. Ya, Allah Siti, kenapa suamimu terkesan tidak peduli padamu?!.
Ilham memeriksa Siti dengan telaten. lalu sedikit menghela nafas. Pada akhirnya dia menyimpulkan kalau Siti terkena typus.
"Siti, kenapa ham?" tanya Jihan.
"Kak, Siti perlu di rawat di rumah sakit. Dia terkena typus." jelas Ilham matanya tidak lepas dari sosok Siti.
"Ya, udah di rumah sakit kamu aja, ham. Di kasih bunda." usul Jihan.
Semua yang di rumah langsung membawa Siti ke rumah sakit kasih bunda, tempat dimana Ilham bekerja.
Jihan melihat Ilham seperti sigap membawa Siti. Ada terbersit rasa cemburu. Tapi di tepisnya, Jihan tidak mau suudzon pada lelaki yang menerima perjodohan mereka.
Entah kenapa Jihan tidak bisa mengabaikan rasa cemburunya, saat melihat sebegitunya khawatir Ilham melihat kondisi Siti. Jihan akhirnya bisa menghubungi Jo. Wanita itu berharap Jo bisa menyusul ke rumah sakit untuk menemani siti.
Apakah Jo akan datang menemui Siti ke rumah sakit?
Tetap pantengin cerita ini, ya
__ADS_1
...######...
Bersambung