
Sepanjang perjalanan antara dari jambi ke jakarta, siti hanya terdiam. Ibu Aisyah meminta Siti ikut bersama tante imah untuk ikut ke Brunai Darussalam. Membuka lembaran baru, setelah semua yang terjadi akhir-akhir ini. Siti pun menyanggupi permintaan ibunya, karena dia memang ingin melupakan semuanya. Termasuk perjalanan cintanya pada ilham dan juga jonathan.
Selama perjalanan pikirannya kemana-mana.Bahkan saat tante Fatimah mengajak dirinya mengobrolpun, siti masih asyik dengan lamunannya. Saat ini Fatimah belum bisa memceritakan pada siti tentang siapa dirinya sebenarnya. Walaupun dia ingin sekali mendengar gadis itu memanggilnya dengan sebutan 'ibu'. Tapi fatimah sudah berjanji pada ibu aisyah, untuk tidak menceritakan yang sebenarnya.
Flasback on
Beberapa hari sebelum siti berangkat ke jakarta. Tante imah membereskan semua permasalahan yang menimpa kakaknya. Termasuk membuat rumah baru siti yang lebih bagus dari rumah sebelumnya.
Tante membayar beberapa orang yang jadi pekerja bangunan di sukasari dengan gaji 3x lipat dari gaji buruh bangunan biasanya. Perkara uang bukanlah hal yang susah bagi seorang fatimah ford.
Fatimah mempercayakan proses pembangunan rumah pada edwar. Karena sebenarnya rumah itu milik edwar, bukan milik siti. Seperti yang diketahui rumah yang ditempati siti adalah rumah peninggalan kakeknya Edwar. Siti dan ibu Aisyah masuk ke keluarga Edwar saat memasuki usia sekolah dasar.
"Saya mau kalian minta maaf pada keluarga kakak saya!" titah Fatimah setelah mendapati beberapa orang yang terlibat penyerangan pada rumah edwar.
Mama Linda dan vika juga disebut oleh orang-orang menjadi dalang utamanya. Jo menatap vika dengan kekecewaan. Wanita yang dianggapnya sebagai sahabat ternyata terlibat dengan kasus ini.
"Maafkan aku, nathan. Aku diancam sama mama kamu. Aku takut usaha WO ku terancam bangkrut kalau tidak mengikuti permintaan tante linda." Ucap vika sambil menangis dan bersujud dikaki Jonathan.
"Kamu harusnya minta maaf pada siti. Karena korbannya adalah siti.
Aku kecewa sama kamu, vika. Jangan usaha kamu jadikan alasan, karena nggak ada hubungannya."
"Jihan yang menolak dijodohkan sama kamu juga diancam seperti itu!Kamu lupa bagaimana tante linda memecat ilham karena dendamnya.
Mama kamu itu licik, than." jawab vika tidak mau kalah.
"Jangan bawa keluargaku, vika. Aku yakin kamu yang mempengaruhi mama. Aku tidak mau mengenal kamu lagi." Jo pergi dari hadapan vika.
Jo, kenapa kamu jadi buta hati. Padahal kamu tahu seperti apa tante linda. Hanya karena cintamu pada siti, kamu melupakan akibat dari kekeras kepalamu itu. Seandainya dulu kamu tidak nekat. Siti pasti baik-baik saja sekarang.
Sadar jo, tante linda bisa melakukan apapun demi menghancurkan orang yang dia benci.
Vika hanya bisa menatap pilu punggung jonathan dari kejauhan. Ada rasa bersalah pada lelaki itu dan juga pada siti.
Maafkan aku, siti. Karena kecemburuanku malah membahayakan nyawamu.
__ADS_1
Sementara itu dua wanita paruh baya tersebut duduk di koridor puskesmas. Saat ini siti belum diperbolehkan pulang karena belum fit.
Dokter menyarankan siti untuk istirahat dulu. Karena rumah mereka belum bisa di tempati, maka siti diajak menginap di salah satu hotel dengan fasilitas bagus di kota sarolangun.
Tante Fatimah memesan empat kamar untuk peristirahatan keluarga siti. Termasuk untuk dirinya serta para asistennya. Semua fasilitas hotel sudah tanggung oleh tante fatimah. Siti bersyukur punya tante sebaik fatimah.
Malam itu saat semua sudah tertidur, ibu dan tante Fatimah duduk di depan lobby hotel. Tentu tante Fatimah ingin meminta izin membawa siti ke brunei.
"Kak, maaf kalau pembahasan ini agak sensitif."
"Ada apa, imah?" ibu melihat tatapan adiknya seperti tegang.
"Aku ... aku ... ingin membawa tiara... eh maaf siti
maksudnya."
"Kemana?"
"Anakmu? Siti itu anakku, imah. Kamu jangan mengaku-ngaku. Anakmu sudah meninggal saat bayi."
"Maaf, kak. Sebenarnya yang meninggal anak kak aisyah, bukan anakku. Anak kakak yang sebenarnya laki-laki bukan perempuan. Aku terpaksa memberikan tiara padamu, karena suamiku mau anak laki-laki. Mas jamil, suamimu saksinya."
"Aku mengizinkan siti ikut denganmu. Asal jangan buat dia seolah anakmu. Dia tetap anakku! aku yang melahirkannya." ucap ibu meninggalkan tante fatimah.
Tante Fatimah menatap punggung kakaknya dengan perasaan pilu. Selama ini suaminya ingin sekali punya anak lelaki. Tapi sampai sekarang dia belum juga dikarunia seorang anak setelah melahirkan Tiara. Hingga pada akhirnya suami sekarang sedang sakit-sakitan ingin bertemu putri kandungnya yang dulu tak diakuinya.
Terdengar suara tangisan dari dalam lobby hotel. Dia tidak minta macam-macam, dia hanya ingin putrinya kembali, itu saja. Tidak lebih!.
ibu yang mendengar isakan tangis adiknya cuma bisa mematung. Tidak bisa berbuat apa-apa, tapi dia juga tidak mau kehilangan putrinya, cukup putri sulungnya yang hilang entah kemana. Dia tidak mau kehilangan anak bungsunya.
Ira, apa kabarmu, nak. Semoga kamu selamat dan sehat wal afiat. Semoga ada keluarga yang bisa membahagiakanmu. Ibu rindu padamu, nak.
Dimana kamu, nak? Ira Almira, anakku.
__ADS_1
ibu teringat putrinya yang hilang saat ke jakarta. Menyusul suaminya yang konon jadi supir disana. Saat ibu sedang pamit ke toilet ibu meninggalkan ira di depan pintu toilet, Meminta putrinya menunggu. Tapi saat keluar ibu tidak menemukan putrinya yang berusia 6 tahun. Sambil berurai air mata, ibu mencari putrinya. Apalagi saat itu dia sedang hamil muda.
klik
Ilham yang ternyata masih di hotel sarolangun, duduk merenung. Pikirannya berkisar tentang keadaan siti. Dia menyesal karena menuruti ancaman jonathan. Dimana jonathan akan membongkar rahasia, kalau ilham mandul.
Ilham mengambil tas ranselnya untuk kembali ke sukasari, mengatakan sejujurnya pada gadis yang dia cintai, dia akan berhenti jika memang siti tidak mau menerima keadaannya.
Iya aku akan tetap disamping siti. Aku akan terus terang pada siti tentang kondisiku. Semoga siti mau menerima keadaanku. Siti aku tidak akan meninggalkan kamu lagi. Tunggu aku! Kita berjuang meraih restu ibumu.
Ilham akhirnya berangkat ke sukasari. Sampai disana, ilham dikagetkan dengan rumah siti yang hancur. Pada akhirnya, dia kembali menemui siti ke puskesmas. Tapi ternyata siti sudah pulang dari puskesmas.
Tubuh ilham lemas. Kemana lagi dia mencari gadis itu.
Ilham berjalan tak tentu arah. Bersamaan dengan hujan yang membasahi tubuhnya.
Flashback off
"Tiara" Suara itu membuatnya tersentak dari lamunannya.
"Aku siti, tante bukan tiara."
"Mulai sekarang namamu Tiara. Bukan siti lagi. Kamu akan menghadapi kehidupan baru.
Selamat datang Nona tiara."
"Iiiya, tante." Mobilnya terhenti disebuah rumah makan.
Matanya tertuju pada sebuah bangku kayu. Dimana dia pernah duduk disana bersama jonathan saat mereka pulang bersama ke sukasari. Air matanya menetes. Kenangan itu kembali berputar. Dimana jonathan yang selalu ada buat dirinya.
Maafkan aku kak Jo!
Maafkan aku!
...######...
__ADS_1
Bersambung