
Flashback On
Disebuah cafe yang mengadakan reuni angkatan.
Ilham datang bersama Raisa dengan gaun yang sebenarnya untuk Gita. Mata mereka bertatapan. Membuat ilham salah fokus melihat tangan mereka menggandeng.
Ada apa?" tanya Gita cuek.
"Kenapa kamu masih dekat dengan Ronal?" gertaknya.
"Apa urusanmu?" jawab Gita cuek.
"Dia pria mesum. kamu tidak lihat videonya dengan kak Keisya."
"Lalu apa bedanya dengan kamu?"
"Maksudnya!"
"Kamu pernah se ranjang kan dengan dokter Raisa!"
"Kamu tahu soal itu darimana?"
"Tapi itu benar kan? dasar laki-laki!"
Gita pergi dari hadapan Ilham. Tapi sekali lagi Ilham menahan tubuh Gita, lalu memojokkan ke dinding.
"Kamu mau apa?" Gita mulai takut dengan Ilham.
"Aku mau ..." Ilham langsung menempelkan bibirnya ke bibir Gita. Gita mendorong tubuh ilham. Ilham berubah menjadi lebih beringas mencium Gita. Raisa yang melihat sikap Ilham langsung melerai.
buuuughhh! sebuah bogem menghantam tubuh Ilham.Ronal menghajar Ilham, lalu menarik Gita dari tangan Ilham.
"Kamu jahat, ham! Kamu jahat!" sebuah suara tangis yang saat itu sayup-sayup didengarnya.
"Gita maafkan aku! Aku tidak bermaksud melakukan ini!" Ilham bersujud di kaki Gita saat gadis itu mendapatkan donor mata dari keisya.
"Pergi!" teriak Gita mendorong tubuh Ilham saat itu.
"Gita aku akan menikahimu, aku akan mempertanggungjawabkan semuanya. Seandainya aku tahu dari awal kalau yang aku lakukan itu sama kamu. Kita pasti sudah lama menikah." Ilham memeluk Gita yang masih trauma bertemu Ilham.
Plaaaaak
"Aku pasrah kalau memang itu pantas untukku Gita. Asalkan kamu memaafkan aku, kita mulai kembali dari awal hubungan kita. Tidak ada lagi Ronal atau alam karena dia sudah meninggal.
__ADS_1
Gita aku masih mencintaimu, tolong terima aku kembali." Ilham memeluk Gita mencoba menenangkan Gita yang masih histeris.
Flashback Off
Ilham terbangun dari mimpinya. Semua kejadian yang dulu menimpa antara dirinya dan Gita kembali berputar. Sambil memegang kepalanya yang masih sakit akibat di pukul Rudi. Matanya berkeliling menatap dimana dirinya berada.
Sekilas Ilham terdiam memaknai mimpinya barusan. Dadanya terasa sesak seketika tangisnya pecah, Apa yang terjadi pada Siti adalah karma untuk dirinya.
"Maafkan aku Siti. Karena kesalahanku di masa lalu kamu yang kena imbasnya. Tapi kenapa harus Siti. Kenapa bukan aku saja yang terkenal karma.
Ya Allah maafkan kelakuanku dimasa lalu. Maafkan aku Gita, maafkan aku kak Ronal, Maafkan aku, mama. Aku yang berdosa disini, jangan kau timpakan semua kesalahanku dulu pada Siti, ya Allah."
"Ham!" Dodo berdiri di dekat ranjang tempat Ilham berbaring. Pria itu mendekati temannya yang menangis seperti merutuki dirinya.
"Kamu kenapa menangis? Mikirin Siti? Kamu tenang saja, Siti aman kok. Toh ada kak Jonathan sekarang." jelas Dodo lalu mendaratkan bokongnya di kursi besi puskesmas.
"do, sebaiknya kita pulang ke Jakarta saja." ucap Ilham tiba-tiba.
Dodo kaget karena Ilham tiba-tiba minta pulang. Entah apa yang merasuki sahabatnya setelah seharian tak sadarkan diri.
"Kamu kenapa, ham? Bukankah tujuan kamu masuk rombongan kami untuk menyelesaikan masalahmu dengan Siti. Sekarang kamu minta pulang? Ada apa seorang Ilham kok tiba-tiba melow? apa karena ada Jonathan?"
"Sekarang aku sadar, do. Siti itu untuk Jonathan bukan untukku. Karena Jonathan tidak punya masa lalu yang kelam seperti aku. Aku tidak mau akan ada karma lain yang berimbas ke siti."
jadi karma kamu yang mana?"
"Semuanya, do. Aku tidak mau Siti tertimpa masalah lagi gara-gara aku. Aku tidak mau,do. Mungkin dengan pergi dari hidupnya akan membuat dia bahagia.
Tapi sumpah, do. Bukan aku yang menghamili Raisa. Bukan aku, do. Bahkan Raisa tahu kekuranganku. Kenapa dia tiba-tiba muncul bilang dia hamil anakku?"
Dodo mengambil nafas panjang. Dia menatap Ilham dengan wajah kesal.
"Kenapa kamu, ham. Bukankah kamu sangat mencintai Siti. Kenapa sekarang berubah pikiran? Mana Ilham yang sejak awal berusaha ingin melindungi Siti? semangat ham! Siti itu butuh kamu, bukan Jo."
Ilham hanya menunduk lemas. Dia takut akan ada banyak hal yang menimpa Siti karena dirinya.
klik
"Salah saya apa, pak?" Jihan panik saat dirinya di giring polisi. Apalagi warga sekitar juga menonton dirinya. Jihan malu saat menjadi tontonan warga.
"Anda terlibat kasus pelecehan saudari Siti. menurut keterangan saudara Rudi, andalah yang membayar mereka atas kejadian menimpa saudari siti."
Jihan kaget, dia memang menyuruh Rudi mendekati Siti. Tapi bukan untuk melecehkan gadis itu. Matanya menatap Siti seolah meminta untuk membantu dirinya.
__ADS_1
Plaaaaak
"Tega kamu, Jihan! Siti salah apa sama kamu nak. Sampai kamu berbuat seperti ini!"
Ibu marah melihat yang dilakukan Jihan pada Siti. Jihan bersujud di kaki ibu Aisyah.
"Bu, maafkan Jihan. Jihan melakukan ini karena Jihan cemburu pada Siti. Kenapa harus Siti yang dicintai Ilham! Kenapa bukan aku,Bu? kenapa Ilham menerima perjodohan ini kalau dia tidak mencintaiku, Bu. Sakit rasanya bu!"
ibu mendekati Siti dengan penuh emosi "Kami lihat Siti! Apa yang dilakukan Ilham sudah menyakiti banyak orang! Kamu lihat, nak Jihan seperti ini karena siapa! Karena Ilham! sejak awal ibu sudah mewanti-wanti kamu! Lupakan Ilham, tidakkah kamu melihat Jonathan lebih baik dari Ilham. Ibu mohon, Siti! Jauhi Ilham! dia akan membuat kamu menderita!"
Siti hanya bisa menangis saat ibu bersujud di kakinya. hatinya hancur saat melihat ibunya lebih membela jihan bukan dirinya.
"Bu, maafin Siti. Siti janji akan menerima kak Jo. Sesuai kemauan ibu, Siti janji akan membahagiakan ibu. Siti bersumpah tidak akan pernah mengenal Ilham!" ibu dan Siti berpelukan.
Jo menatap ibu dan Siti yang masih berpelukan.
Kenapa saat Siti berjanji pada ibu rasanya sakit sekali? Seakan dia memaksakan diri untuk menerimaku. Siti, Aku mau kamu menerimaku dengan tulus. Bukan karena paksaan.
Aku harap lambat laun akan membuka hatimu untukku.
Siti menatap jihan yang masih berdiri dengan beberapa polisi. Lalu mendekati kearah wanita itu, seakan ada kemarahan yang ingin di tumpahkan. Tapi entah kenapa dia memilih diam.
"Pak saya lepaskan tuntutan atas kak Jihan, Rudi dan kedua temannya. saya sudah maafkan mereka.
Dan kak Jihan, setelah kejadian ini saya minta kakak angkat kaki dari desa ini. Sekalian kakak bawa pacar kakak itu. Siti sudah tidak mau berurusan lagi dengan kalian." Ibu datang melemparkan semua barang Jihan di depan pintu.
Siti seperti melihat flashback saat Tante Kiki dulu mengusirnya. Padahal yang salah adalah suaminya.
Aku melihat yang terjadi pada kak jihan seperti karma.
Apakah kalian masih percaya karma?
Apakah yang menimpa Siti adalah karma buat Ilham?
Apa Siti tetap menerima Jo demi ibu?
Yang bingung ada apa di masa lalu Ilham bersama Gita
yuk mampir ke novel sebelah Judulnya aku kamu dan dia.
...######...
bersambung
__ADS_1