
Mama mila sedang asyik membaca berita online. Dia menggeleng kepala saat membaca berita yang sedang hangat.
Seorang pria berinisal HR bunuh diri dengan melompat dari lantai 26 sebuah apartemen di kawasan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Rabu (2/6/2021).
Tak lama mama membaca lagi tentang sinetron yang sedang di perbincangkan
Sinetron Suara Hati Istri yang ditayangkan salah satu televisi swasta nasional menjadi sorotan publik.
Perbincangan soal sinetron ini ramai di media sosial dalam dua hari terakhir karena pemeran "Zahra" yang merupakan istri ketiga dari karakter "Pak Tirta" masih berusia 15 tahun.
Mama cuma bisa menggeleng-geleng saat membaca berita tersebut. Baginya bunuh diri itu bukan solusi untuk menyelesaikan masalah. Tapi mama tidak menyalahkan, juga karena tidak semua orang mampu menghadapi himpitan masalah yang ada.
"Lagi apa, ma?" Sapa papa duduk di ruang tamu sambil menatap laptop.
"Ini beritanya ada ada aja. Ada yang bunuh diri, terus ini anak dibawah umur beradegan ranjang."
Ucap mama menghela nafas panjang.
"Anak zaman sekarang banyak kurang bekal agama. hamil diluar nikah, pacaran, bunuh diri sampai sudah tahu soal ranjang."
Ilham yang baru sampai dari rumah sakit, ikut nimbrung kedua orangtuanya.
"Pa, ma, ilham mau ngomong." ucapnya memulai pembicaraan.
"Ada apa, ham? Kamu mau ngomong soal pernikahanmu sama jihan. Denger, ya papa tidak akan mengadakan resepsi untuk kalian. Bikin malu saja!"
"Bu... bukan sama jihan, pa. Tapi sama siti." jawab ilham hati-hati.
Mama yang tadi cuek mulai kepo dengan bahasan ilham.
"Kalau mau nikah sama siti, bagaimana dengan jihan? Jangan bermain api, ham. Kasihan siti."
"Ma.. Aku cintanya sama siti bukan sama jihan. Mama kan tahu itu."
"Kalau kamu cinta sama siti! Kenapa kamu menerima jihan? Kenapa kamu memberi harapan jihan? Kenapa kamu menghamili jihan?" Tanya papa pram.
"Pa, aku nggak pernah menyentuh jihan. Apalagi sampai hamil. Nggak mungkin itu, pa." kilah ilham.
Papa tersenyum kecut. Dia tidak percaya dengan penjelasan ilham. Ini bukan yang pertama ilham bermasalah. Dari waktu ilham dan Gita, terus meninggalkan raisa yang sedang hamil, dan sekarang jihan datang mengaku hamil dengan putranya.
Papa menatap putranya dengan tatapan pilu. Ada sesak yang dirasakannya. Papa merasa gagal menjadi orang tua. Kesalahan ilham bukan sekali tapi berkali-kali.
"Ma, pa, ilham mau melamar siti. Ilham tidak mau kehilangan kesempatan ini. Keluarga siti mengundang kita makan malam di hotel trans. ilham cuma minta restu dari kalian."
"Ham" Mama mengusap rambut putranya.
"Mama merestui kalian, tapi kamu harus tetap bertanggung jawab pada jihan. Beri pengertian pada siti. Kalau kalian jodoh pasti nggak akan kemana."
braaakkkkk
ilham menutup pintu kamarnya dengan kencang. Mama mila dan Papa pram sampai kaget.
"Itu...tu... anakmu ... mau nikah tapi pikirannya masih labil. Gimana mau jadi imam atau kepala keluarga." omel papa
__ADS_1
"Maklum, pa. Efek kelamaan jomblo." jawab mama sambil membuka toples cemilan.
"Ma ini ya, kalau makan nggak pernah mau bagi sama papa."
Mama tertawa. Suaminya ini sudah jarang mengajaknya ngobrol berdua. Suasana seperti ini sudah lama dia rindukan.
"Pa, istirahat yuk. Mama ngantuk nih." Ajak mama mila.
"ehmmm .." Papa menggendong mama masuk ke kamar, tapi saat depan pintu.
Aaaaauuhhhh
Papa memegang pinggangnya.
"Kenapa, pa?" Mama kaget melihat papa terjatuh saat menggendong mama.
"Encok, ma. Mama kok sekarang berat banget sih."
"Lagian papa sok kuat pake gendong mama segala. Udah tua" jawab mama sambil tertawa. Mama memapah papa masuk ke dalam kamar.
Ilham duduk membereskan berkas beasiswanya. Ada secercah harapan untuk membangkitkan semangatnya. Berharap si pemberi semangat muncul. Lama ilham melirik hp nya. Pada akhirnya dia menelpon sang pujaan hati.
📱Hai sayang lagi apa?
📱hoam... ilham! Ngapain jam segini telpon? Aku ngantuk banget, tadi ada kak jo main ke sini. Abis itu jalan bareng ke mall, shopping. Sekarang aku capek banget.
📱Jadi ceritanya baru pulang kencan sama calon suamimu itu.
📱Apaan sih muka kamu kayak sewot gitu? biasa aja kali.
Jadi kamu habis jalan-jalan sama kak jo, ti. Enak ya kalian ngedate berduaan sementara aku nunggu kabar kamu.
Huft .... apakah kak jo mendekati siti lagi. Padahal dia sendiri yang bilang kalau sudah berhenti mendekati siti.
Kenapa ya.. saat aku mulai bahagia denganmu. Cobaan itu datang lagi. Ah,mungkin mereka cuma berteman saja.
Tapi sumpah, ti. Saat kamu dengan santainya cerita soal kak jo, hatiku serasa mendidih. Karena yang ingin aku dengar cerita tentang kita. Bukan tentang laki-laki lain.
Zreeeet zreeet zreeeet
ilham memandang handphone nya yang terus berdering. Dia malas mengangkatnya, baru kali ini dirinya merasa cemburu. Cemburu pada seorang jonathan
Ah ilham kamu bisa gila kalau terus mengabaikannya.
"Halo" suara ilham terdengar ketus
"Maaf." terdengar suara yang lirih.
"Hmmm.."
"Sayang.." rengeknya manja pada lelaki itu.
"Hmmmm .."
__ADS_1
"Aku mau berangkat ke brunei minggu depan."
"Berapa lama?"
"Ham.. aku ....aku .... akan menetap disana."
"Jadi kamu akan meninggalkan aku lagi, siti."
"Maaf.." Terdengar isakan tangis dari seberang sana.
"Kenapa, ti? kenapa harus seperti ini. Aku akan menemui tante fatimah."
"Buat apa, ham?"
"Buat menikahimu. Dengar, sayang. Aku sudah berjanji akan memperjuang cinta kita. Jadi tolong, kasih aku kesempatan untuk membuktikannya, please.
Aku cinta sama kamu, siti. Aku tidak mau kehilangan kamu lagi. Aku akan meyakinkan keluargamu agar merestui kita."
"Yakin?"
"Yakin, Siti. kamu juga harus yakin dong. agar tuhan melancarkan niat baikku."
"Tapi bagaimana dengan kak jihan?"
"Kenapa sih kamu selalu memikirkan perasaan jihan? Dia aja nggak pernah menghargai kamu.
Aku kesana sekarang ada yang mau aku bicarakan."
"Hey! ini sudah larut. Besok saja!"
"Tidak, ti. Aku sekarang dalam perjalanan ke apartemen, kamu tunggu aku di depan kolam depan apartemen." ucap ilham yang sudah berada dimobil.
Sementara siti bangkit dari kasurnya. Mengendap keluar menuju lantai bawah. Untuk pertama kalinya dia harus pergi seperti ini, hanya untuk bertemu seorang lelaki.
Pada akhirnya setelah sampai di lantai bawah. Siti duduk menunggu kedatangan ilham. Sampai menunggu siti memainkan handphonenya.
"Siti!"
Gadis itu mengira ilham sudah sampai
"Kak jo? Ngapain malam kesini?"
"Aku tadi mau ke apartemenmu, tapi ternyata bertemu disini. Kenapa kamu diluar?
"Kak jo sendiri ada apa malam - malam mencariku?"
Jo langsung membungkuk membuka kotak merah di hadapa siti.
"Siti, mau kah kamu melanjutkan rencana pernikahan kita? Aku sudah coba melupakanmu, tapi ternyata aku tidak bisa.
Sekali lagi aku bertanya, siti will you marry me?"
Siti terdiam menatap cincin yang pernah dia kembalikan pada jo.
__ADS_1
...####...
bersambung