
POV Jonathan
Pukul 05:00 aku sudah sampai di sebuah desa. Dimana desa itu tempat tinggal gadisku. Langkah kakiku berjalan menuju sebuah pondok untuk sedikit istirahat. Sebenarnya aku bisa langsung nyamperin ke rumah Siti, tetapi ternyata badanku tidak bisa diajak kompromi. Dengan terpaksa aku merebahkan diri di pondok poskamling desa Sukasari. Demi memberi kejutan pada calon istriku.
Kudengar lantunan ayat suci Alquran menggema di toak masjid. Ah, merdunya aku yakin kalau dia laki-laki pasti orangnya penyayang. Karena dari suaranya terbentuk karena yang lembut.
Ku pegang handphone sambil menatap sebuah cincin yang pernah kusematkan di jarinya. Berharap si pasangan cincin akan bertemu soulmatenya.
Sebuah langkah kaki dan tawa beberapa pria mengagetkan aku yang sedang istirahat. Kulihat siapakah dia? Oh, ternyata si Rudi bersama teman-temannya. Aku kembali bersantai tanpa peduli dengan mereka.
Kamu ingat Siti, saat setahun yang lalu aku datang ke desa ini, dengan nekat mencoba mengungkapkan perasaanku padamu.
Saat itu kamu lagi galau karena akan di jodohkan dengan Rudi. Tapi aku juga tidak menyangka di sambut dengan baik oleh keluargamu.
Pertama masuk ke keluargamu seperti merasakan kehangatan. Sebuah keluarga bahagia yang tidak kudapatkan dari keluargaku sendiri. Sejak itulah aku mulai memantapkan hatiku untukmu. Siti andai engkau tahu sampai sekarang perasaan itu belum berubah.
Kamu ingat Siti saat kamu mengeluhkan padaku soal status Rudi yang duda sudah dua kali menikah. Kamu ingat kan, Siti saat kamu merasa cemas karena akan dijadikan istri pernikahan ketiganya Rudi. Lalu aku datang membantu menyelesaikan masalah itu dan berharap kamu membalas perasaanku. Ya, walaupun aku tahu, sambutan kamu tetap ketus padaku.
Tapi saat kamu mulai dekat dengan Ilham menjelang pernikahan Gita dan Alam. Saat Ilham beberapa kali menyelamatkanmu dari beberapa kecelakaan kecil. Saat itu juga aku mulai mundur dari hidupmu. Walaupun aku tahu, kamu tidak pernah peduli aku ada atau tidak. Tapi ternyata aku salah, semakin aku mundur semakin aku tidak bisa melupakanmu.
Sampai aku mencoba kembali mendekatimu, walaupun saat itu kamu sudah jadian dengan Ilham. Kamu pernah menangis di pelukanku karena Ilham masih membawa Gita dalam hubungan kalian. Kamu bahkan memberiku harapan seolah akan melepas Ilham, dan membuka hatimu untukku.
Tapi itu yang membuat aku nekat ke Sukasari menemui ibu untuk melamarmu. Walaupun cara ini menyakiti banyak pihak termasuk Vika.
Aku harus melewati dimana kedua orangtuaku tidak merestui kita. Sampai pada akhirnya Mama mau menerimamu, Siti.
Siti aku mencintaimu, lebih dari apapun. Lebih dari nyawaku sendiri, walaupun aku tahu yang banyak berkorban untukmu bukan aku. Tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik buatmu. Menjadi pelindungmu saat kita menikah nanti.
Siti aku tahu kamu masih mencintai Ilham. Bahkan sampai detik ini aku juga tahu kalau kamu menerimaku karena ibu. Karena yang aku tahu kamu sangat hormat pada ibu. Tapi aku akan tetap berada disampingmu, berjuang mendapatkan cintamu. Aku yakin setelah menikah aku akan buat kamu sosok yang paling bahagia. Aku akan buat kamu melupakan Ilham. Aku percaya kalau sudah menikah kamu tidak akan memikirkannya lagi. Aku akan menjadi kakimu, menjadi penopang jalanmu, menghapus air mata di wajahmu, mengukirkan senyuman di bibirmu. Maaf kalau saat ini aku belum berbuat banyak untukmu.
klik
POV author
Jo terbangun saat mendengar ayam berkokok. Lalu berdiri membawa ranselnya menuju ke rumah Siti. Dengan hati yang berbunga-bunga, seperti layaknya pangeran akan bertemu sang Puteri. Jo berjalan sambil tersenyum sendiri.
Bruuuukkk!!
Tiba-tiba seseorang menabrak bahunya. Sekilas mereka bertatapan tapi tak saling menyapa. Kaki pria itu terhenti merasa kenal dengan orang yang ditabraknya.
"Kak Jonathan!" panggil pria itu.
Kaki Jo tertahan saat pria itu memanggilnya. Jo menoleh kearah suara tersebut.
"Kamu panggil saya?"
"Iya, ini kak Jonathan kan. Kakaknya Raisa. Aku Dodo teman satu kerja Raisa." Dodo mengulurkan tangannya.
"Oh iya. Aku lupa kalau kemarin kami mengirimkan beberapa dokter untuk survey kesini. Kamu dari mana?"
"Ini, kak tadi ada seorang gadis di cegat beberapa pria. Aku dan Ilham mencoba menolongnya. Sekarang Ilham sedang menghadapi mereka."
Jo terkejut kalo Ilham termasuk dalam rombongan dokter yang dikirim pihak rumah sakit.
Jadi Ilham juga ikut. berarti dia dan Siti sudah ketemu. Ini yang aku takutkan, kehadiran Ilham akan mempengaruhi psikis Siti. Aku tidak mau Siti down lagi gara-gara Ilham.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan gadis itu?"
"Aku sudah mengantarnya pulang kak. Sekarang aku akan melaporkan pada perangkat desa dan pihak berwajib."
Jo menaikan alisnya "Separah itu sampai melibatkan pihak berwajib?"
Dodo tersenyum melihat Jonathan agak terkejut "Iya, kak. Karena gadis itu hampir di lecehkan. Untung Ilham sigap sehingga percobaan itu gagal."
dan gadis itu adalah calon istrimu kak Jonathan
"Oke kita kesana sekarang." Jo mengajak Dodo pergi bersama-sama melaporkan kasus itu ke pihak berwajib.
Jo dan Dodo pergi melaporkan kejadian itu ke RT setempat. Dodo, Jo dan beberapa warga menyusul Ilham yang sudah menunggu disana.
Tapi mereka malah mendapati Ilham yang sudah pingsan. Beberapa warga membopong Ilham untuk di bawa ke puskesmas. Sedangkan Jo bersama yang lainnya membawa Rudi cs ke kantor polisi terdekat.
klik
Pulang dari kantor polisi pikiran Jo kacau. Banyak hal yang membuatnya sedikit tercelos.
Ada rasa penyesalan yang mendalam. Banyak kejadian yang menimpa Siti tapi dirinya tak pernah ada didekat gadis itu.
Siti maafkan aku, aku tidak pernah ada didekatmu saat kamu membutuhkan. Aku tidak ada saat kamu masuk ke rumah sakit. Aku tidak pernah ada saat kamu kecelakaan, aku tidak pernah ada saat kejadian semalam. Aku memang bukan laki-laki yang peka. Tapi setiap ada kejadian selalu Ilham yang terlebih dahulu.
Flashback
Jo dan Dodo tiba di kantor polisi menggiring Rudi dan kedua temannya untuk di masukkan ke penjara. Jo hanya bisa menggelengkan kepalanya saat ayahnya Rudi memohon agar anaknya dibebaskan. Bahkan mencoba menyogok polisi agar anaknya bebas.
"Bapak minta maaf sama gadis itu?" kata Dodo yang kesal lihat kelakuan pak kades.
"Kalau bapak ketemu dia bapak mau apa? Apa bapak mau nyogok mereka agar bungkam? iya kan!"
Pak kades terdiam. Karena memang itu yang akan dia lakukan saat tahu siapa gadis itu.
Matanya menatap putranya "Siapa gadis itu?"
Tanpa rasa bersalah Rudi dengan santai menjawab "Bapak kenal gadis itu?"
pak kades membulat karena dulu yang ditaksir cuma Siti.
"Jawab!" bentak pak kades.
"Siti, pak!" jawab Rudi yang menciut saat mendengar ayahnya marah.
Buuuughhh!
Satu bogem kembali mendarat ke wajah Rudi. Jonathan menghajar lelaki yang mencoba melecehkan Siti, calon istrinya.
Jo mengcekeram baju Rudi dan menghajarnya habis-habisan.
Tanpa ampun Jo menatap Rudi dengan tatapan membunuh. Seketika tubuhnya lemas, Dodo mencoba menyabarkan lelaki itu.
"Kakak tenang saja, Siti belum di apa-apain. Karena kami sudah mengamankannya terlebih dahulu. Jadi kakak nggak usah takut."
Flashback off
__ADS_1
Assalamualaikum
Sebuah suara memanggil di depan pintu. Jihan, Siti dan ibu langsung menuju ke pintu untuk melihat yang datang.
"Kak Jo!" pekik Siti yang senang melihat calon suaminya datang.
Jo langsung berhambur memeluk Siti. Rindunya yang semakin dalam membuat lelaki itu menangis di pelukan Siti.
"Kok nangis?" Siti melihat Jo sudah basah dengan air matanya.
"Kamu tadi diapain sama Rudi? Maafkan aku, Siti. yang tidak bisa menjagamu saat seperti ini."
Siti memegang wajah Jo "Kakak nggak usah bilang seperti itu. Aku nggak papa, untung ada yang nolongin. Udah nggak usah nangis gitu ah, udah tua kok cengeng."
Jo sedikit tertawa mendengar ucapan Siti. Di kecup kening Siti dengan lembut "Aku mencintaimu, Siti. Dari dulu sampai sekarang perasaanku belum berubah."
"Ehmmm..." suara ibu memberi kode agar keduanya harus melihat situasi.
Jo langsung menyalami calon ibu mertuanya. Tatapannya beralih ke Jihan. Gadis sudah di tunjuk orangtuanya untuk menjadi calon istrinya. Mereka sekedar bersapa biasa. Jihan tersenyum melihat sikap Jo pada Siti.
Sepertinya Siti juga suka sama Jo. Baguslah kalau begitu, jadi nggak akan menggangu aku dan Ilham. Tapi bagaimana jika kedua orangtua kami tetap melanjutkan perjodohan itu. Aku nggak mau nikah sama Jo. Aku mau nya sama Ilham.
Semoga Jo bisa membujuk kedua orangtuanya untuk membatalkan perjodohan ini. Lagian aku sama Ilham belum putus.
Tok tok tok
Pintu rumah Siti kembali ada yang mengetuk. Ibu langsung membuka pintu dan melihat beberapa polisi.
" Ada yang bisa saya bantu, pak,?"
"Apakah disini ada yang bernama Jihan Almira?"
Siti, Jo dan Jihan terkejut ada polisi mencari Jihan. Terlebih lagi Jihan yang kaget saat polisi mencari dirinya.
Ada apa polisi mencari Jihan?
Sebentar lagi pernikahan Siti dan Jo sudah semakin dekat.
bersambung
#####
*بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم*
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
*_"Selamat Iedul Fitri, 1 Syawal 1442 H/2021 M"_*
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنِْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ,
كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ. اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاكُمْ مِنَ العَاءِدِيْنَ وَالفَاءِزِيْنَ وَالمَقْبُوْلِيْنَ.
*_Mohon maaf lahir dan bathin atas segala kekhilafan dan kesalahan kami_*
Meelysha dan keluarga
__ADS_1