
Pov Jihan
Sejak dokter mengatakan tentang kandunganku harus dikuret. Aku merasakan sedikit perubahan dalam diriku. Salah satunya mengikhlaskan ilham untuk siti. Susah memang, tapi itu harus kulakukan. Mengingat bagaimana perjuanganku mendapat cinta ilham, pada akhirnya aku memang sudah kalah.
Sejak kehamilan banyak hal yang harus kuterima walaupun pahit. Dari kasus papa yang ketahuan ngambil perusahaan keluarga hermawan, Dodo yang tidak pernah mau menerima calon anaknya, hingga kabar tentang lamaran ilham dan siti. Ya, mereka pantas bahagia. Minggu depan aku akan menemui dokter Toni untuk menyetujui proses pengangkatan janinku.
Papa mengenalkanku pada anak temannya yang bernama Rangga. Aku Jihan Almira akan melupakan ilham Ramadhan, Akan melupakan kesalahan satu malam bersama Alfredo. Mungkin sosok Rangga bisa menerimaku apa adanya. Jika Rangga menerimaku, aku harus menjaga perasaanku.
Mama selalu mewanti-wantiku agar melupakan Ilham. Selalu mengingatkanku menjaga kesehatan. Beberapa hari ini aku diminta cuti menjelang pengajuan operasi. Berita tentang kehamilanku tersebar luas. Apakah ini karmaku? Entahlah hanya tuhan yang tahu.
Pagi ini aku mencoba menenangkan diri setelah semua yang terjadi.
Entah kenapa aku ingat Kak Jonathan. Mungkin dia juga down dengan berita lamaran Siti dan Ilham. Ah, dia laki-laki, pasti lebih kuat dari aku. Hmmm, apa aku coba hubungi dia saja. Siapa tahu dia lagi nggak sibuk.
"Boleh duduk disini?"
Aku mencari arah suara. Seorang lelaki yang malas kutemui.
"Silahkan." Aku mencoba acuh.
"Sendiri?" Dia bertanya lagi padaku.
"Iya. Kamu sendiri?"
"Aku sama Ina. Dia sedang asyik sama teman-temannya."
Kulihat tangannya memegang perutku.
"Anak papa apa kabar?"
"Do..."
"Iya"
"Apa kamu mencintai ina?" tanyaku.
Ah kenapa aku menanyakan hal ini pada si brengsek ini. Lagian bukan urusanku juga, mau dia sama siapa, terserah dia.
"Kalau iya kenapa? Kalau tidak juga kenapa?" jawabnya.
Oke jihan kuasai emosimu. Jangan terpengaruh dengan perasaanmu pada lelaki ini. Jangan mau dianggap lembek pada seorang lelaki.
Aku berdiri meninggalkan si brengsek ini. Kenapa aku bilang dia brengsek? Karena tidak mau bertanggung jawab, tapi masih mendekatiku. Aku sudah hapal kelakuan lelaki seperti dia.
"Jihan!" Aku merasa dia menahan tanganku.
"Tolong lepaskan! Bagaimana kalau ina lihat!"
__ADS_1
"Tumben kamu jadi perasa sekarang? Coba kamu kayak gini daridulu." Aku mendengar nada sinis dari suaranya.
"Maksud kamu apa!"
"Jihan... Jihan... kamu tahu kenapa aku mendekatimu?"
Aku menggeleng. Sumpah aku tidak paham maksud lelaki ini.
"Itu sebagai pelajaran untuk perempuan murahan seperti kamu! Laki-laki manapun tidak akan percaya kalau anak yang dirahimmu itu anak mereka! Termasuk aku!"
Plaaaaaak
"Brengsek kamu do! Kamu mempermainkan aku! Awas kamu,do!" Pekikku.
Rasanya sakit sekali saat dia bilang begitu. Tunggu! Sepertinya aku punya senjata buat kamu Dodo.
"Kalau aku murahan, lalu kamu apa! Teman menusuk dari belakang? Kamu tahu aku dekat dengan ilham, tapi kamu tetap mendekatiku, atau kamu mau ilham tahu yang sebenarnya?"
Kulihat Dodo tak seperti kaget. Dia tetap santai dengan ancamanku. Ah, sepertinya dia tidak bisa dianggap remeh. Bisa jadi laki-laki ini rada pshyco.
"Emang apa yang kamu beberkan pada ilham? Sekuat apapun kamu ngadu, dia tidak akan percaya padamu, perawan tua! Ehhhh... kok perawan ya!" Tawa dodo semakin kuat.
"Iya. Dia mungkin tidak akan percaya. Tapi bagaimana dengan jonathan? Kalau dia tahu yang menghamili Raisa itu kamu, bukan ilham."
Tetapi lelaki itu masih santai dengan ancamanku.
"Lapor saja, aku tidak takut."
Dodo berlalu meninggalkanku. Meninggalkan aku yang bingung karena lelaki ini terbuat dari apa, sebegitu santainya saat ada ancaman seperti. Tubuh Dodo berbalik menatapku dengan senyuman mautnya.
Muak! Iya aku muak melihat senyumya. Ada rasa bersyukur jika janinku tidak bisa berkembang.Dia tidak akan bertemu dengan lelaki yang tak mengakuinya.
Mama tolong aku! Kenapa merasa sesakit ini!
Klik
POV Author
Jihan duduk mengepakkan kaki kedalam kolam renang di belakang rumahnya. Terbayang ucapan dodo siang tadi yang menyakitkan hatinya. Di akui sempat jahat pada siti, tapi itu sebagai bukti kalau dia kecewa. Kekecewaan yang mendalam pada perempuan yang sudah dianggapnya adik sendiri, kekecewaan pada perempuan yang menikungnya dari belakang, dia juga kecewa pada ilham, baginya ilham terlalu memberi harapan, seandainya ilham menolak perjodohan itu, mungkin dia tidak akan sesakit ini.
"Jihan..!"
Mama kiki melihat sang putri merendam tubuhnya dikolam renang. Ada panik takut sang putri kenapa-kenapa.
"Nak... naik nak. Jangan seperti itu. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Kasihan debaymu!" mama mencoba menyambut tangan jihan.
"Jihan nggak papa, ma. Aku cuma pengen berendam saja, ya kali aku mau bunuh diri." sangkal jihan yang naik keatas.
__ADS_1
Mama menggeleng melihat kelakuan putrinya. Akhir-akhir mama sering melihat jihan melamun. Mungkin karena masalah kehamilan dan tanggung jawab si bapak janinnya.
Tak lama jihan mengganti bajunya, lalu duduk disamping mama kiki yang sedang nonton tv. Sesekali mencomot cemilan yang tersedia di meja.
jihan pun merebah manja pada mamanya. Tangan mama membelai rambut sang putri, menyesali hidup jihan yang hamil tanpa ikatan pernikahan.
"Maafkan jihan, ya, ma."
"Hmmm... ini sudah terjadi, nak. Coba kamu menerima jonathan dulu, mama yakin dia mau menjagamu."
"Ma.."
"Iya, sayang!"
"Ceritain dong waktu mama hamil aku, dulu?"
Deg! Mama kaget mendengar permintaan jihan. Entah kenapa lidahnya terasa kelu. Dia tidak bisa menjelaskan perihal kehamilannya. Karena belum pernah mengalaminya.
Jihan adalah anak yang dia tabrak bersama suaminya. Saat itu usia jihan sekitar 6 tahun. Mama kiki dan Papa alex tak sengaja menabrak anak yang diduga tersesat di sekitar terminal.
Beruntung saat itu jihan selamat, mereka menemukan kalung milik jihan yang bertulis almira.
Saat sadar, jihan tak ingat apapun. Sehingga mama dan papa alex menambah namanya dari Almira menjadi Jihan Almira.
Mama menatap pilu kearah Jihan yang sudah tertidur diatas pangkuannya. Ada rasa bersalah pada gadis itu, karena selama ini tidak mendidiknya dengan baik.
Maafkan mama,nak. Selama ini mama yang kamu kenal bukan orangtua kandungmu. Mama.dan Papa juga tidak tahu siapa orangtuamu. Tapi apapun yang terjadi, kamu tetap anak mama dan papa.
Kamu tetap Jihan Almira putri kesayangan mama dan papa.
Terkadang ada konsekuensi dengan perbuatan kita di masa lalu
Lalu siapa orangtua jihan yang sebenarnya?
Nah kalian dukung dodo ina apa dodo jihan
bersambung
...####...
Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.
Jangan lupa likenya
Jangan lupa komennya juga rate
Kalau berkenan bantu vote dan hadiahnya
__ADS_1