Mengejar Cinta Siti

Mengejar Cinta Siti
56. Ziarah


__ADS_3

Segala puji bagi Allah Subhanallahu wa taโ€™ala, kepada-Nya kita memuji, memohon pertolongan dan ampunan. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa dan keburukan amal perbuatan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata yang tidak memiliki sekutu, dan Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.


Kematian adalah takdir seluruh makhluk, manusia ataupun jin, hewan ataupun makhluk-makhluk lain, baik lelaki atau perempuan, tua ataupun muda, baik orang sehat ataupun sakit. Seperti dalam firman Allah Taโ€™ala berikut ini (yang artinya), โ€œTiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.โ€ (QS. Ali Imran : 185).


ilham dan Siti berjalan memasuki area pemakaman elite san diego hills. Tangan mereka bergandengan mengitari area pemakaman. Siti awalnya mengira tempat itu adalah taman, tapi ternyata adalah kuburan. Kepala sedikit menggeleng melihat tempat tersebut, baginya mau semewah apapun tetap sama dimata Allah.


"Mau jenguk siapa, ham?" tanya siti pada lelaki yang ada disampingnya.


"Ini." Ilham menunjuk sebuah batu nisan.


Siti dan ilham duduk berjongkok, mereka berdoa di depan makan tersebut. Mendoakan agar yang sudah pergi dilapangkan kuburannya. Mereka membersihkan rumput ilalang yang menempel disekitar makam.


"Assamualaikum, sa. Kamu apa kabar? Maaf aku baru bisa menjengukmu sekarang." Ucap ilham dengan suara berat.


"Sa, maafkan aku yang selama ini tidak pernah menganggapmu sebagai istri. Maafkan aku yang dulu sering menyakiti hatimu. Tapi aku salut sama kamu, kamu masih setia kepadaku. Walaupun kamu tahu pikiran dan hatiku tidak kepadamu.Aku tahu yang selama ini kamu lakukan karena sayang padaku, walaupun yang kamu lakukan itu salah.


Maafkan aku Raisa. Maafkan aku! Aku bukan suami yang bertanggung jawab. Bahkan sejak kita cerai aku tidak pernah mau melihat keadaanmu yang saat itu sedang hamil." ucap ilham yang sudah menangis memeluk nisan Raisa.


Siti menatap pilu saat ilham terus berbicara didepan makam raisa. Siti tahu perjalanan cinta ilham yang berliku-liku. Masih jelas diingatannya bagaimana raisa melabrak ilham yang akan menikah saat gita sedang koma. Masih jelas diingatannya saat ilham mendorong raisa dengan kasar, lalu dibela oleh jonathan. Saat itu, pikiran siti sedikit membenci ilham, karena tidak mau tanggung jawab. Saat itu tidak ada terbersit dihatinya menyukai ilham. Tapi sekarang malah berbalik, saat ini dia diposisi gita, dan kak jihan diposisi raisa.


Apakah hubungan ini salah? Apakah aku jahat? Jika seandainya ilham benar-benar menikahiku, bagaimana dengan anak yang dikandung kak jihan.


aku mencintai ilham, tapi ada hal lain yang harus dipertanggung jawabkan yaitu, anak.


Ya Allah, mengapa rasanya berat. Mengapa harus seperti ini hubungan kami. Apakah aku dan dia tidak berjodoh. Entahlah!


Aku harap ada secercah harapan untuk kami berdua. Kalau memang dia bukan untukku maka jauhkanlah kami.


Siti tersentak saat ilham memegang tangannya. Seolah ada yang mau lelaki itu sampaikan.

__ADS_1


"Sa, perkenalkan ini calon istriku, kamu pasti sudah kenal sama dia. Iya, sa ini siti, musuh bebuyutanmu. Yang nantinya akan menjadi pendampingku." Siti mencubit pinggang ilham.


"Awww sakit sayang." keluh ilham saat pinggangnya dicubit siti.


"Kalau dimakam bicara harus sopan. Aku nggak pernah musuhan sama Raisa. Dia yang musuhin aku karena masih ada hubungan dengan gita."


"Sa, kami pamit dulu, ya. Assalamualaikum." ilham mengajak siti keluar dari makam raisa.


"Kita kesana, ya." ilham menunjuk ke sebuah area pemakaman lain.


"Tempat siapa lagi, ham." Siti bingung saat ilham membawa pemakaman yang tak jauh dari makam raisa.


Mata siti tertuju pada nama diatas nisan yang sudah dimarmer. Mulutnya terkunci, netranya tak bisa dibohongi kalau dirinya syok.


"Gi...gita!" Siti menangis memeluk nisan Gita.


"Gita meninggal setelah melahirkan anaknya dalam keadaan prematur. Sebulan sebelumnya gita sempat koma sekitar tiga minggu. Disusul kak ronal yang juga sempat dirawat selama satu minggu." Cerita ilham.


ilham terdiam saat mendengar pengakuan dari mulut siti. Secara tidak langsung siti juga terlibat dalam kejadian dirumah sakit. Ada rasa sesak mendera dihati pria itu, seperti ditikam berkali-kali.


Tak ada tatapan cinta dimatanya, yang ada tatapan kekecewaan pada gadis yang ada didepannya.


"Ham!" Siti menyadari ekspresi wajah ilham setelah mendengar pengakuannya.


"Maaf!" Ucap siti menunduk.


Ilham pergi meninggalkan siti tanpa bicara sepatah kata. Hatinya sakit karena gadis yang dicintainya juga terlibat dalam gagalnya menikahi gita. Siti mengikuti langkah ilham dari belakang. Dia tahu dimana kesalahannya. Sitipun pasrah jika memang ilham tak ingin melanjutkan hubungan.


"Ham, tolong antarkan aku kerumah mama yulia." Siti mencoba memecahkan keheningan. Walaupun tak ada sahutan dari ilham.

__ADS_1


"Kenapa, ti?Kenapa kamu tega sama aku dan Gita."


Suara ilham terdengar berat.


"Maaf, ham. Karena aku mencintaimu, sudah lama sejak kamu mengajakku bekerja jadi OB di rumah sakit. Sejak kamu memberi perhatian, mengajakku sarapan bersama, mengantarkan aku pergi dan pulang kerja. Kamu sering menelponku. Itu saja sudah memberikan harapan buatku, ham." Siti masih menangis saat menceritakan kenangan itu.


"Contoh saja kak jihan, kamu baik sama dia, kamu perlakukan dia seperti spesial, siapa yang tidak baper, ham. Kamu bahkan tidak tegas pada perasaanmu pada kak jihan." Tambah siti.


ilham menunduk. Mengiyakan apa yang dibilang siti, menyadari bahwa semua yang terjadi memang salahnya. Kesalahannya yang terbesar yaitu tidak peka.


Mata mereka saling bertatapan. Tangan saling menggenggam erat.


"Mulai sekarang, kita akan memulainya dari awal lagi. Kita tempuh bersama-sama segala rintangan yang ada. Aku janji Siti, tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku janji akan selalu melindungimu semampuku. Aku janji..." Siti menutup jarinya dibibir ilham.


"Nggak usah banyak janji, ham. Takutnya nanti jadi bumerang kalau kamu tidak bisa menepatinya. Jalani saja yang didepan mata. Pokoknya aku janji akan selalu disampingmu."


ilham tertawa "Katanya nggak boleh banyak janji. Barusan kamu janji juga. Bener, ya. nggak akan pergi dari aku lagi."


"Insyaallah."


Senyum mengembang dari wajah keduanya.


Setiap masalah pasti akan ada jalan keluarnya. Asalkan diselesaikan dengan kepala dingin.


Bersabarlah ketika dihadapkan dengan sebuah masalah, selalu bersabar dalam menghadapinya. Karena setiap masalah akan selalu ada jalan keluarnya. Oleh sebab itu tetaplah berusaha mencari jalan keluarnya sambil bersabar.


Tidak perlu menggerutu dan merasa bahwa kita tidak dapat melaluinya. Akan tetapi ketika kita mampu tenang dan bersabar, maka kita akan bisa melewati berbagai hal dalam hidup kita.


๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2