Mengejar Cinta Siti

Mengejar Cinta Siti
65. Kenyataan Pahit


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 19:00, waktunya pulang kerumah. Ina melirik kanan kiri tidak ada lagi makhluk hidup disekitar mushola kampus. Sial, tadi dia tertidur disana, tugas kuliah menumpuk, tapi malas pulang kerumah.


Ina yakin, mamanya pasti pergi lagi dengan teman lelakinya yang selalu berganti. Seandainya papanya masih ada, ina tidak akan merasa setakut ini setiap pulang ke rumah.


Malam semakin larut, tak ada kendaraan yang lewat. Ina mencoba menghubungi rangga kakak tirinya yang baru pulang dari jepang. Tapi diurungkannya karena takut merepotkan.


"Butuh tumpangan?" Suara seseorang menyapanya.


"Andi?" Pemilik suara tersebut hanya tersenyum simpul.


"Kok bisa disini?" ina sudah duduk disamping andi.


"Bisalah. Kamu lupa kampus kita searah. Kok kamu baru pulang?"


"Tadi ada mata kuliah diganti jam sore. Makanya baru pulang." cerita ina merebahkan kepalanya disenderan kursi jok.


"Oh.." Andi kembali fokus sama kemudinya.


Andi dan Ina berteman sejak SD. Ina pernah menyatakan perasaannya pada Andi. Tapi ternyata Andi mencintai sheila. Saat itu, ina mencoba menjauhi andi, karena setiap bertemu andi selalu menceritakan soal sheila, yang juga satu sma dengannya. Andi adalah Kakak kelas idaman di SMA Nusa Bangsa. Banyak yang menggilai lelaki itu. Memang wajahnya tidak setampan dodo, kekasihnya sekarang.


Ina menghidupkan musik karena merasa suntuk.


Terdengar sebuah lagu yang sangat disukainya.


Entah kenapa lagu itu mewakili suasana hatinya, apalagi disamping cinta pertamanya.


Everyone can see


There's a change in me


They all say


I'm not the same kid I used to be


Don't go out and play


I just dream all day


They don't know what's wrong with me


And I'm too shy to say


It's my first love


What I'm dreaming of


When I go to bed


When I lay my head upon my pillow


Don't know what to do


My first love


Thinks that I'm too young


He doesn't even know


Wish that I could show him what I'm feeling


Cause I'm feeling my first love


Mirror on the wall


Does he care at all?


Will he ever notice me


Could he ever fall?

__ADS_1


Tell me, teddy bear


Why love is so unfair


Will I ever find a way


And answer to my pray


For my first love


What I dreaming of


When I go to bed


When I lay my head upon my pillow


Don't know what to do


My first love


Thinks that I'm too young


He doesn't even know


Wish that I could show him what I'm feeling


Cause I'm feeling my first love


(First love, nikka costa)


"Na" ucapkan memecahkan keheningan malam


"Iya" Ina masih memejamkan matanya. Menikmati alunan musik yang diulangnya sekali lagi.


"Hubunganmu sama pak dokter gimana?"


"Baik."


"Kenapa menanyakan hal itu? Aku dan dia sudah dua tahun lo. Dia masih setia sama aku,kok."


"Kamu itu sudah seperti adikku sendiri, na. Jadi wajar dong sebagai seorang kakak aku menanyakan hal itu?"


Oh, adik. Jadi dia masing menganggapku adik. Nggak papa, na.


Toh aku sudah punya kak dodo yang masih mencintaiku.


"Kamu masih suka kumat nggak?" tanya andi


Andi tahu kalau Ina punya riwayat jantung sejak lahir. Dia selalu menjaga perasaan gadis itu, termasuk memberi pengertian saat dirinya menolak perasaan Ina. Karena perasaannya masih sheila walaupun sekarang mereka tak pacaran lagi.


Ina mencoba pura-pura tidur. Karena dia takut jatuh cinta lagi pada Andi.


"Na" Terdengar sapaan lembut itu menggetar jantungnya.


"Hmmm.." Ina hanya sedikit bersuara.


"Ini sudah sampai didepan rumahmu. Sepertinya tante Kania sudah pulang."


Ina menjelit ke arah rumahnya. Dengan malas dia beranjak turun dari mobil andi.


"Makasih, ya." Ina yang tadinya muram berbalik senyum manja pada lelaki itu.


"Sama-sama. Udah masuk sana! Udah malam. Nggak baik untuk kesehatanmu."


Tak lama Andi sudah hilang dari pandangannya.


Ada sedikit terdengar hembusan nafas berat.


Ina tersenyum kecil. Lalu berbalik masuk kerumah.

__ADS_1


"Non ... ina su..dah pu ...lang." Suara bibi seperti gugup melihat kepulangan anak majikannya.


"Sudah, bi." ina meletakkan tasnya di sofa lalu beranjak ke dapur melewati kamar mamanya.


Ina mendengar suara desahan dari dalam kamar mamanya.


Pasti mama bawa pacar baru lagi.


Desahan itu semakin jelas, membuat ina penasaran siapa lelaki yang sedang menjamah mamanya. Ina mencoba membuka pintu tapi ternyata dikunci.


Pada akhirnya ina mengecek dari cctv, ada rasa penasaran yang besar. Ina mencoba menguatkan diri melihat cctv.


"Bismillah..." Ina mencoba menzoom siapa lelaki itu.


Matanya membulat karena kaget bukan kepalang. Ina mencoba untuk kuat tapi tidak bisa. Ina hanya bisa menangis diam. Siapa sangka ternyata pacarnya sendiri adalah selingkuhan mamanya.


"Non...!" suara bibi masuk kekamar ina.


"Bi, aku .... mau .... kekamar mama." Ina mulai terbata-bata. Nada suaranya berat.


Sakit! Iya, sangat sakit! Tapi itulah kenyataannya. Dodo yang selama ini dia cintai ternyata adalah pria bejat. Ina ternyata tertipu dibalik sikap malaikat lelaki itu.


Braaaaaakkkk!


Ina meminta pak leman sang sopir mendobrak pintu kamar mamanya. Didepan mata kepalanya sendiri sebuah pemandangan mengerikan.


"MAMAAA!"Pekik ina.


Mama kania dan Dodo sedang bergumul didalam selimut. Ina menarik mamanya, mengamuk sejadi-jadinya. Mama Kania malah mendorong Ina sampai terjungkal.


"Ngapain ngusik mama! Masuk kamar!" usir mamanya yang menutup tubuhnya dengan selimut.


Sementara Dodo masuk kamar mandi dengan cueknya.


Mama beralih menatap Dodo "Kan sudah kubilang, do. Cepat nikahin ina, biar dia nggak nyusahin aku lagi. Capek bolak balik rumah buat ngurusin anak penyakitan seperti dia."


"Seharusnya kamu nyusul papa kandungmu, tuh. Heran deh, penyakitan tapi nggak mati-mati!"Cerocos mama kania.


Duaar! bagai tersambar petir ina mendengar ucapan mamanya sendiri. Tubuh ina lemas. Bagaimana bisa seorang ibu bicara seperti itu pada putrinya sendiri.


Ina berlari keluar rumah dengan perasaan kacau. Bibi mengejar ina yang berlari semakin jauh. Hilang dalam kegelapan.


"Mang... cepat cari non ina..." teriak si bibi.


Pak sopir yang masih memegang kunci mobil langsung berlari kedalam mobil.


"Kalau kalian mencari ina! Saya pecat!" Pekik mama kania yang masih bergelayut manja bersama dodo.


Bibi dan pak sopir tidak peduli dengan ancaman kania. Mereka lebih peduli dengan keadaan ina.


Malam ini hujan turun lebat, ina berjalan ditengah gerimis rintik hujan. Terbayang pemandangan yang mengerikan, ucapan mamanya yang tidak ingin dia dengar, sebuah kenyataan pahit menujam ke ulu hatinya.


Kedengarannya lebay, tapi baginya dunia serasa runtuh, gelap dan tak terarah. Kalau dia melihat dodo selingkuh dengan wanita lain nggak masalah, tapi ini mamanya sendiri.


Ina merasa tubuhnya terhenti...dan.... ambruk..


bersambung


...#####...


Hai selamat sore


Untuk hari ini kita cerita selingahan ya


Sambil menunggu lamaran ilham siti


Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.


Jangan lupa likenya

__ADS_1


Jangan lupa komennya juga rate


Kalau berkenan bantu vote dan hadiahnya


__ADS_2