Mengejar Cinta Siti

Mengejar Cinta Siti
53. Mau dibawa kemana?


__ADS_3

Tiupan angin yang menerbangkan rambut panjangnya, membuat tiara layaknya bintang iklan produk rambut. Di biarkannya rambut itu tergerai lepas. Seakan sang pemilik mahkota tak ingin lepas dari zona nyaman.


"Non.." Panggil si bibi.


Tiara menoleh, memberikan senyuman terbaiknya. Lalu mendekat ke arah si bibi. Balutan kaos pendek dan hot pants yang dikenakannya membentuk tubuh indahnya.


"Nyonya minta non Tiara menemuinya didalam."


"Bentar, bi lagi pewe..."


Bibi menggaruk kepalanya "Pewe itu apa non?"


Tiara tertawa mendengar kebingungan si bibi.


"Pewe itu posisi uwenak. Udaranya enak, bi."


"Ah, non kirain pewe itu yang gituan." jawab si bibi


"Ah, bibi otaknya ngeres." ucap Tiara mencubit hidung si bibi.


Tiba-tiba ingatan berputar saat berbicara dengan jonathan, lelaki itu suka mencubit hidungnya. Seketika dirinya merindukan sosok itu, sosok yang sudah dianggapnya sebagai seorang kakak.


"Ti..." ucap tante Fatimah saat Tiara masuk ke kamar wanita itu.


"Iya, tante." Tiara duduk disamping tante Fatimah.


"Nanti kalau ada dokter Alfredo kesini kamu ajak dia kekamar buat periksa tante."


"Oke... tante. Ada lagi?"


Ting tong ...


Suara bel pintu apartemen berbunyi. Bibi langsung berlari ke pintu tanpa melihat di monitor siapa yang datang.


"Cari siapa, mas?" sapa bibi melihat seorang pria memakai jas putih menatap ramah kearah si bibi.


"Benar ini tempatnya ibu Fatimah. Saya dokter Alfredo " Tanya pria itu.


"Oh iya, silahkan masuk, mas." bibi mempersilahkan dodo masuk ke dalam kamar tante Fatimah.


Tante Fatimah menyambut Dodo dengan ramah. Mata dodo fokus ke Tiara atau siti yang duduk disamping tante Fatimah.


Siti kenapa dia ada disini?


Tiara atau Siti beranjak dari kamar tante Fatimah. Tapi tante Fatimah menahan tangan gadis itu.


"Kamu jangan kemana-mana tiara. Masa tante ditinggal berduaan saja sama nak dodo."


Ti**ara? Nama siti jadi Tiara?Ah*, mungkin nama panjang siti adalah Siti Tiara*.


Dodo kaget dengan identitas baru siti. Seakan ingin memperjelas rasa penasarannya. Tapi ditepisnya, karena merasa bukan urusan dirinya.


Dodo memeriksa tante Fatimah. Walaupun dia penasaran kenapa siti punya nama lain.

__ADS_1


"Tante harus banyak istirahat, ya. Obatnya diminum. Oke saya pamit dulu." ucap dokter Dodo setelah selesai memeriksa kondisi tante Fatimah.


"Nak, dodo sibuk?"


"Tidak, kenapa Tante?"


"Ajak Tiara jalan-jalan keliling jakarta. Sejak dia kesini belum ada pergi liburan kemana-mana. Tante kasihan?"


"Aku dirumah saja, nemenin tante." Tiara mencoba menolak ajakan tante Fatimah.


Ya, kali aku jalan sama dokter Alfredo. Ini tante Fatimah ada-ada saja deh.


"Oke, tante. Ti, kamu siap-siap. Aku tunggu diluar." ucap dokter dodo yang langsung duduk di ruang tamu.


"Eh, aku belum mengiyakan lo. Main ngajak aja." bantah Tiara.


"Ti, nggak baik menolak permintaan orangtua." kilah Dokter dodo.


Tiara menghembuskan nafas panjang. Di tatapnya tante Fatimah yang masih tersenyum menatap dirinya. Mau tidak mau, dia menuruti kemauan adik ibunya itu. Dengan malas dia mengambil tas nya, lalu keluar dari kamar.


"Yuk. Tante aku pergi dulu" Tiara langsung keluar dari pintu apartemen diikuti dodo yang juga berpamitan sama tante Fatimah.


Dodo menahan Tiara sebelum masuk ke mobil. Lalu mengajak gadis itu duduk di lobby apartemen. Banyak yang ingin dia korek dari gadis itu. Termasuk tentang Siti yang hilang tanpa kabar.


"Ada yang ingin aku sampaikan sama kamu, ti."


"Apa itu, kak dodo? Kalau kakak dodo cuma mau ngomong tentang ilham mending aku balik ke apartemen."


"Kenapa, ti? Kamu sepertinya begitu marah pada ilham?"


"Karena buatku berurusan dengan ilham hanya akan membuat aku semakin sakit. Disaat aku berharap dia berjuang, dia malah memilih mundur dan menerima kak jihan."


"Apa karena kehamilan jihan? Aduh, siti jihan dipercaya, dia sendiri yang bilang kalau banyak lelaki yang sudah memakai tubuhnya."


Tiara berbalik " Kok kak dodo tahu, apa kak dodo..."


Dodo tersentak dengan ucapannya sendiri, seolah memberi sinyal kalau jihan mengandung anaknya.


Tapi langsung di tepis lelaki itu. Dodo yakin itu bukan anaknya, tapi bisa jadi memang anak ilham. Siapa tahu ilham kena jebakan jihan, bahkan dodo sampai berpikir kalau jihan hanya pura-pura hamil.


"ikut aku..." Dodo menarik Tiara untuk masuk ke mobilnya.


Tiara hanya mengikuti tanpa membantah. Selama di mobil dia hanya menatap jalanan kota. Dodo menghidupkan lagu agar gadis itu tidak merasa suntuk.


Dia - Sammy Simorangkir


🎶Dia hanya dia diduniaku🎶


🎶Dia hanya dia dimataku🎶


🎶Dunia terasa telah menghilang🎶


🎶Tanpa ada dia dihidupku🎶

__ADS_1


🎶Sungguh sebuah tanya yang terindah🎶


🎶Bagaimana dia merengkuh sadarku🎶


🎶Tak perlu ku bermimpi yang indah


🎶Karna ada dia dihidupku🎶


🎶kuingin dia yang sempurna untuk diriku yang biasa🎶


🎶Kuingin hatinya 🎶


🎶kuingin cintanya 🎶


🎶kuingin semua yang ada pada dirinya🎶


🎶Kuhanya Manusia biasa 🎶


🎶Tuhan bantu ku tuk berubah🎶


🎶Tuk miliki dia tuk bahagiakan nya🎶


🎶Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia🎶


Tiara mendengar lagu itu dengan penuh penghayatan. Lagu favoritnya bersama ilham. Dodo menatap tersenyum pada gadis itu. Seolah tahu apa yang Tiara rasakan.


"Ti, Ilham itu sangat mencintaimu. Bahkan dia rela mengorbankan nyawanya demi kamu. Mau bukti? dia sudah dua kali menyumbangkan darahnya buat kamu. Dia menyelamatkan kamu dari papanya jihan dan rudi. Dia rela datang ke jambi untuk bertemu denganmu. Dia rela menemui kamu, saat kamu masuk rumah sakit di jambi. Apa itu kurang, Ti? Oke memang dulu ilham punya masa lalu bersama Gita dan Raisa. Tapi tidak sekuat perasaannya sama kamu, ti."


Mobil mereka tiba di sebuah cafe yang tak jauh dari kantor spencer. Mereka masuk kedalam dan ada seorang wanita yang sudah menunggu mereka.


"Sayang..." Panggil dodo saat melihat seorang gadis muda menoleh kearah mereka.


"Gita!" Tiara langsung memeluk gadis itu. Seperti ada sebuah kerinduan yang mendalam.


"Maaf, saya bukan Gita." Tolak gadis itu melerai pelukan dari Tiara.


Dodo tertawa melihat tingkah Tiara "Ini Karina, calon istriku. Karina ini masih 18 tahun, ti. Ya, kali disamain dengan Gita."


"Mirip sekali." Tiara masih tidak percaya kalau yang ada di hadapannya bukan Gita.


"Terus ngapain aku diajak juga? Mau jadi nyamuk disini." Jawabnya kesal.


"Siapa bilang kamu jadi nyamuk? Kamu nggak sendiri kok." ucap Dodo matanya menatap pintu depan cafe.


Tampak seorang pria berdiri tersenyum menatap mereka. Dengan cepat Tiara mengambil tasnya untuk keluar dari sana. Tapi dia kalah cepat, lelaki itu menggendongnya seperti kuli panggul. Tiara menjerit minta turun tapi tidak didengarkan. Matanya berkedip seakan berterimakasih pada Dodo.


"Kamu mau bawa aku kemana?"


"Ke tempat yang paling romantis."


Hayoo mau dibawa kemana?


Siapa lelaki yang menggendongnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2