
Ilham
Flashback on
Setelah ibu memberikan restu pada ilham dan siti
Pukul 22:00 di apartemen Pearl green.
Setelah mendapat lampu hijau ilham langsung pulang ke rumah. Harapannya supaya kedua orangtuanya mau datang melamarkan siti untuk diri nya. Ilham berjalan menuju mobilnya dengan perasaan bahagia.
Kakinya terhenti saat melihat satpam kompleks yang sedang sholat. Ilham tersadar kalau dia melupakan kewajiban itu. Sebagai bentuk rasa syukur yang telah dia dapatkan.
Ilham urung naik mobil, lalu berjalan mendekati pak satpam, menunggunya sampai selesai sholat.
"Ada yang bisa saya bantu, pak?" sapa pak satpam yang melihat ilham setengah mengantuk.
"Eh, maaf, pak. Saya mau nanya mesjid dekat sini dimana, ya." tanya ilham.
"Oh, sholat disini aja, pak. Pake sajadah saya saja. Tadi saya ada kerjaan jadi baru sempat sholat isya."
cerita pak satpam sambil menyeruput kopinya.
"Nggak papa, pak." ilham merasa tidak enak dengan kebaikan pak satpam.
"Nggak papa, kok, pak. Yang namanya ibadah jangan sampai diabaikan. Kita tidak tahu kapan umur kita."
"Terimakasih, pak."
ilham membentang sajadahnya, seruan Allahu akbar terdengar dari mulut lelaki itu. Dengan khidmat ilham melantunkan bacaan sholat, hingga akhirnya ditutup dengan rakaat terakhir.
Pak satpam menatap ilham yang sedang sholat.
Dia salut dizaman sekarang sudah jarang melihat
anak muda yang kuat agamanya.
"Terimakasih, pak. Saya pamit dulu." ilham mencoba meninggalkan post satpam. Entah kenapa kepala sedikit pusing.
Pak satpam memapah tubuh ilham untuk direbahkan.
"Mas kalau kurang sehat lebih baik istirahat saja. Kost saya dibelakang gedung mas. Nanti saya antar. Ini minum dulu." Pak satpam menyodorkan air putih pada ilham.
Seharian ini banyak hal yang dia urus. Dari pekerjaan dirumah sakit, menemani jihan kontrol kedokter, hingga kedatangan keluarga jihan yang terus mendesaknya menikahi putri mereka.
Hingga masalah lamaran siti yang terkesan mendadak. Semua membludak dikepalanya. Dia sadar kalau sebagai manusia biasa, dia punya keterbatasan mengemban beban.
Setidaknya setelah sholat, ilham merasa lega. Itulah mengapa orang bilang sholat adalah tiang agama. ibaratkan sebuah rumah atau kubah, apabila tiang penopang kubah atau rumah tersebut roboh, maka akan roboh seluruh bangunan besarnya juga. Maka apabila kita tidak mendirikan shalat secara benar, kita telah merubuhkan agama kita.
Ilham duduk didekat pak satpam. Menikmati indahnya malam. Tapi ada sosok lelaki yang mendekatinya, ilham tahu lelaki itu. Dia mencoba tetap ramah walaupun dia tahu kalau lelaki itu kembali menikungnya.
"Selamat, ya, ham."
"Terimakasih, kak jo." jawab ilham.
"Ham, apakah kamu sudah jujur pada siti soal kekuranganmu?"
ilham terdiam. Baginya masih berat menceritakan soal kemandulannya. Dirinya sendiri saja belum percaya soal itu. Berusaha untuk tidak terpancing dengan omongan jonathan, ilham hanya membalas lelaki itu dengan senyuman.
__ADS_1
"Pak, saya pamit dulu, ya. Sudah agak mendingan." pamit ilham pada pak satpam.
Pak satpam melihat wajah ilham masih pucat, mencoba menahan laki-laki itu.
"Jangan, pak. Bapak pucat sekali. Mari saya antar ke kost saya. Saya akan merasa bersalah kalau terjadi sesuatu sama bapak."
ilham terharu ada orang perhatian padanya. Padahal mereka baru kenal.
"Semoga kebaikan bapak dibalas dengan kebaikan yang berlimpah. Padahal kita baru ketemu, tapi bapak seakan memberi perhatian seperti saudara."
ucap ilham.
"Kita ini saudara pak. Sama sama cucu nabi adam. nama saya perdana, panggil saja dana." Ucap pak satpam memperkenalkan diri.
"Saya ilham, mas dana." ilham balik memperkenalkan diri.
Ilham dan dana masuk ke kost yang berada di belakang gedung. Rata-rata yang tinggal disana adalah staf pekerja apartemen yang terdiri dari OB dan satpam.
Kamarnya tak banyak, hanya terdapat 4 kamar saja. Penghuninya rata-rata adalah laki-laki. ilham harus merelakan tubuhnya yang atletis bersempitan dengan dana yang kurus kering.
Subuh
Ilham terbangun mendapati dia sudah berada disebuah lahan dibelakang gedung apartemen. Kaget saat tahu bahwa dia bukan tidur dikamar.
ilham berlari ke post tempat kerja Dana.
Ada bapak-bapak tua yang baru sampai, lalu memakirkan motor didepan post satpam.
"Pak, lihat mas dana nggak." tanya ilham pada si bapak tua itu.
"Nggak ada yang namanya dana, mas. Saya sudah bertahun-tahun kerja disini. Tapi mas harus hati-hati. ini dulu adalah komplek perumahan warga yang digusur paksa. Sampai ada beberapa warga yang meninggal dan dibiarkan saja." Cerita si bapak.
mk .hantu gentayangan ngajak sholat. kan aneh."
klik
"Apa mama mau mengenalkan aku sama anak teman mama? please, mama nggak ingat saat dulu mengenalkan aku pada kak jihan. Sekarang? Tiara? Siapa lagi itu? Aku nggak mau! Ma, aku sudah capek." protes ilham.
Mama mila menggeleng kepala. Dia bukan tidak suka sama Siti. Mama mila masih berharap Siti bisa jadi menantunya, apalagi dia sudah terlanjur sayang pada gadis itu. Tapi hidup juga harus realistis, harus berjalan kedepan. Mama sudah tahu kalau ibunya siti tak menyetujui hubungan mereka.
Mama paham, setiap ibu pasti ingin kebahagiaan anaknya. Mama melihat ilham sudah berusaha memperjuangkan siti walaupun pada akhirnya gadis itu pergi memilih jonathan. Itu sudah menunjukan kalau ilham dan siti tidak berjodoh.
"Ham, coba kenalan dulu. Siapa tahu bisa jadi temanmu? Mama cuma pengen melihat kamu menikah,Nimang cucu, umur kamu sudah 28 nak.Please, sekali ini saja."
"Ma, terus bagaimana aku dengan kak jihan? Apa kata keluarganya kalau tahu aku bakal sama perempuan lain."
Mama mila terdiam. Baru teringat masalah jihan dan ilham. Wanita paruh baya itu menghempas nafas dengan kasar. Dia menggerutuki masalah yang tidak selesai-selesai. Baru bernafas lega setelah kesehatan suaminya membaik, sekarang ada masalah baru lagi.
"Ham, nanti kita pikirkan lagi. Paling tidak kita penuhi undangan mereka dulu. Kamu kenapa tidak pulang semalaman? Darimana?"
"Ilham ada urusan,ma. Ilham kekamar dulu, ma." pamitnya ke kamar sekaligus membersihkan diri. Lama dia membasahi tubuhnya dengan guyuran air shower.
"Sekarang kamu pilih aku apa kak jihan?"
"Tentu saja aku pilihkamu,ti."
"Tapi kamu masih berat sama kak jihan. itu artinya kamu pilih dia bukan aku. Kalau kamu tidak datang malam ini, itu artinya kamu setuju aku menikah dengan kak jo."
"Ti.."
__ADS_1
ilham menatap siti yang berlari pergi dari hadapannya.
Maafkan aku, ti. bukan maksud mengecewakanmu. tapi tolong mengerti keadaanku saat ini.
Flashback off
klik
Siti memasuki private room, berjalan menatap isi ruangan tersebut. Matanya dibuat takjud saat sebuah meja makan yang mewah, apalagi taburan bunga mawar merah diatasnya.
Selamat datang, nona Tiara Ford."
Sebuah suara memanggil namanya, Siti celingukan mencari pemilik suara. Siti membalikkan tubuhnya saat tahu siapa yang bernama Rama tersebut.
Siti kaget saat tahu siapa rama.
Begitupun Rama yang kaget saat tahu siapa Tiara
"ilham!"
"Siti!"
Mereka saling menyebut bersamaan. Saling mengungkapkan rasa keterkejutan mereka. Siti berjalan mundur saat ilham hendak mendekatinya.
"Jadi ini alasan kamu untuk tidak datang menemui keluargaku, ham. Kamu menerima pertemuan keluarga untuk wanita lain."
"Ti"
"Apa! alasan apa lagi yang kamu buat! aku capek, ham. Kamu makin hari, makin mengulur waktu, mau kamu apa?"
Dengan cepat ilham memeluk kekasihnya. Siti terdiam sejenak saat merasakan hangatnya pelukan ilham. lama dia meresapi moment ini.
"Ti, kamu nggak capek suudzon terus sama aku."
"Maaf, ham."
"Ini malam bahagia kita, ti. Jadi tolong buang pikiran negatifmu. Aku mau kita bahagia malam, karena..."
Siti melepaskan pelukan ilham "Karena apa, ham?"
"Karena malam ini aku akan menepati janji itu." ucap ilham menatap lekat wajah siti.
Wajah mereka dipenuhi aura kebahagiaan. Tangan ilham menelusup kearah leher siti. Menikmati lembutnya bibir wanita yang sangat dia cintai.
Langit dan bintang jadi saksi cinta mereka. Sang rembulan kembali menyinari hati sang pujangga dari kegelapan. Tapi akankah sang pujangga bisa menjadi matahari untuk menghangatkan cinta dihati sang gadis.
"Siti will you marry me..."
Siti menatap ilham yang sedang menunggu jawaban.
Bersambung
####
Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.
Jangan lupa likenya
Jangan lupa komennya juga rate
__ADS_1
Kalau berkenan bantu vote dan hadiahnya