Mengejar Cinta Siti

Mengejar Cinta Siti
14. empat belas


__ADS_3

Sudah empat hari sejak perjanjian Ilham dan keluarga Siti. Belum ada tanda tanda lelaki itu akan datang menemui keluarga Siti. Walaupun begitu Siti tetap berharap Ilham akan datang menemui ibu dan kakaknya. Paling tidak, menggagalkan rencana pernikahan dengan Jo.


Siti mulai menerima Jonathan. Karena dia mulai menyadari kalau Ilham tidak akan pernah datang. Siti akan berusaha menerima Jo dan melupakan perasaannya pada Ilham. Dia malas bertengkar terus dengan ibu. Bagi, Siti sekarang saat dia membalas jasa orangtuanya.


Sudah beberapa kali Ilham mencoba menghubungi dirinya, tapi Siti memilih mengabaikannya. Walaupun sebenarnya ini berat baginya.


Suasana dirumah Siti sangat ramai. Para tetua dan petinggi desa sudah berkumpul di sana. Jo pun mengundang sepupunya yang berdomisili di Singkut. Jo sudah mengabari orangtuanya, tapi seperti yang di ketahui orangtua Jo pasti tidak akan datang.


"Mama dan papa tidak akan pernah datang juga tidak akan merestui kalian. Derajat kita jauh lebih tinggi dari mereka." omel Mamanya Jonathan.


"Jo, tahu ma. Jo cuma mengabari kalau lamaran Jo di terima dan insyaallah Minggu depan Jo akan bawa Siti ke hadapan kalian." jelas Jo saat menelpon.


"Kak Jo, Sheila dukung kakak." suara Sheila terdengar semangat.


Jo awalnya mencoba membuka hatinya untuk Vika, karena di tolak Siti. Tapi ternyata segala usahanya melupakan Siti sia-sia. Semakin hari perasaannya semakin besar. Bahkan saat melamar Vika hati dan pikiran Jo selalu teringat pada Siti.


Saat beberapa orang sibuk berkumpul menata ruangan rumah Siti. Jo mengajak Siti duduk di teras. Suasana desa yang menginjak sore, muda-mudi berkumpul sambil bernyanyi. Siti dengan duduk disamping Jo. Lelaki itu menenteng gitar. Menatap wanita yang sebentar lagi akan dimiliki seutuhnya.


"Neng Siti... mau di nyanyiin apa?" sahut Jo yang siap dengan gitarnya.


"Apa ya?" Siti tampak berpikir keras.


"Kak Jo lagu India saja. biar romantis." celetuk Nanda salah satu yang ikut nimbrung sama Jo dan Siti.


"Kak Jo bisa lagu india?" tanya Siti


"Bisa?Sheila kan suka India, aku sering dengar Sheila hidupkan lagu India."


"Ya udah nyanyi aja."


Jo mulai memetik senar gitarnya. Alunan musik membuat Siti ikut terbawa suasana.


Kuch Kuch Hota Hai


Tum Paas Aaye, Yoon Muskuraaye - 2x


Tumne Na Jane Kya, Sapne Dikaaye


(Tanpa sadar kau beri aku mimpi)


Tum Paas Aaye, Yoon Muskuraaye


Tumne Na Jane Kya, Sapne Dikaaye


(Tanpa sadar kau beri aku mimpi)


Abh To Mera Dil, Jage Na Sota Hai


(Hari ini hatiku tidak terjaga ataupun tidur)


Kya Karon Hai, Kuch Kuch Hota Hai - 2x


(Apa yang harus kulakukan, sesuatu telah terjadi)


Tum Paas Aaye, Yoon Muskuraaye


Tumne Na Jane Kya, Sapne Dikaaye


(Tanpa sadar kau beri aku mimpi)


Abh To Mera Dil, Jage Na Sota Hai


(Hari ini hatiku tidak terjaga ataupun tertidur)


Kya Karon Hai, Kuch Kuch Hota Hai - 2x


(Apa yang harus kulakukan, sesuatu telah terjadi)


Na Jane Kaisa Ahsaas Hai


(Aku tidak tahu perasaan apa ini)

__ADS_1


Bujhti Nahin Hai, Kya Pyaas Hai


(Apa ini rasa haus yang tak tertahankan)


Kya Nasha Is Pyaar Ka, Mujhpe Sanam, Chaa Ne Laga


(Apa karena mabuk cinta telah menyebar dalam diriku)


Koi Na Jane, Kyoon Chain Khota Hai


(Tak ada yang tau, kenapa seseorang


kehilangan kedamaian saat jatuh cinta)


Kya Karoon Hai, Kuch Kuch Hota Hai - 2x


(Apa yang harus kulakukan, sesuatu telah terjadi)


Kya Rang Layee, Meri Dua


(Doaku telah terjawab)


Ye Ishq Jane Kaise Hua


(Tuhan tau, kapan dan bagaimana aku jatuh cinta)


Baichaineeyon Mein Chain Na Jane Kyoon, Aane Laga


(Aku heran, mengapa aku mendapatkan kedamaian dalam kegelisahan)


Tanhai Mai Dil, Yaadein Sanjota Hai


(Aku duduk sendiri, merajut kenangan)


Kya Karoon Hai, Kuch Kuch Hota Hai - 2x


(Apa yang harus kulakukan, sesuatu telah terjadi)


Tum Paas Aaye, Yoon Muskuraaye


Tumne Na Jane Kya, Sapne Dikaaye


(Tanpa sadar kau beri aku mimpi)


Tum Paas Aaye, Yoon Muskuraaye


Tumne Na Jane Kya, Sapne Dikaaye


(Tanpa sadar kau beri aku mimpi)


Abh To Mera Dil, Jage Na Sota Hai


(Hari ini hatiku tidak terjaga ataupun tidur)


Semua anak-anak karang taruna, ikut bernyanyi.


Termasuk Siti dan Gita. Alam melotot melihat istrinya senggol senggolan dengan Jo. Tapi Gita tidak perduli. Sejak kejadian malam itu, Gita enggan bertegur sapa dengan Alam. Dirinya lebih memilih tinggal di tempat Siti, tidur bersama Siti. Walaupun Alam mencoba bicara dari hati ke hati padanya. Gita sudah tidak peduli lagi.


Sebuah mobil Ayla bertengger di depan rumah Siti. Anak-anak karang taruna berlari mengerumuni mobil tersebut. Seorang wanita dengan tampilan elegan tapi wajahnya seperti keibuan. Siti mengenal pemilik mobil tersebut langsung menghampiri.


"Kak jihaaaaan!" teriak Siti memeluk wanita itu.


"Siti, ya Allah kamu tambah cantik saja." peluk Jihan pada Siti.


"Kakak kok ngga ngabarin aku sih kalau mau kesini? Kan kami bisa siap-siap." ucap Siti sambil bergelayut manja pada jihan.


"Bukan surprise dong namanya." Jihan menjentik hidung Siti.


"Ibu ada kak Jihan!" panggil Siti. Sambil mengajak jihan masuk ke dalam rumah.


Jihan adalah anak angkat ibunya Siti. Sempat mengadakan sebuah penelitian di desa Sukasari. Walaupun kuliah di Harvard, jihan tidak sombong, malah dia mau berbaur dengan warga sekitar. Jihan sering tidur bersama Siti, setiap lebaran Jihan menyempatkan bersilaturahmi dengan warga Sukasari.

__ADS_1


Zreeeeet zreeeeet zreeeeet


Jihan mengangkat telponnya


"Iya, ma!"


"Aku nggak mau di jodohkan! Kayak nggak laku aja!"


"Tapi kalau sama anak om Pram Jihan mau! Mama kan tahu aku suka sama dia sejak kecil."


"Bener, ma! Makasih mama!" wajah Jihan berbinar setelah menerima telpon dari mamanya.


Siti menghampiri Jihan "Ciyeeeee!" goda Siti yang mendengar obrolan Jihan. Wajah jihan merah merona. Siti semakin kencang menggoda jihan.


Hari semakin larut, Siti dan Jihan masih asyik berbagi kenangan. Seperti sahabat lama yang bertemu kembali.


"Dia siapa?" Tanya jihan melihat Jonathan.


"Itu calon suamiku." jawab Siti.


"Loh yang katanya mantannya temanmu itu, apa kalian sudah putus ya."


"Nggak jodoh kak." jawab Siti.


"Siapa namanya, ti?"


"Yang mana?" Siti bingung


"Yang dulu mau kamu pamerin ke aku, tapi dia malah nggak datang"


"Namanya...."


"Ti.. perutku mules." suara Gita dari dalam kamar.


Siti dan Jihan berbaur mendekati Gita. Jihan mengelus perut Gita, tak lama mulesnya hilang sendiri.


Akhirnya malam lamaran tiba. Keluarga besar di Sukasari berkumpul. Termasuk sanak famili Jo yang tinggal di Jambi. Jihan awalnya tidak tahu kalau malam ini adalah malam lamaran Siti. Karena awalnya dia cuma bertandang saja.


Jihan merekam video lamaran Siti ke aplikasi birunya.


"Saudari Siti Marlina. Apakah kamu menerima lamaran dari adik kami Jonathan Abraham?"


Siti melihat kearah ibu. Senyum ibu menatap putrinya, lalu menganggukkan kepalanya. Menandakan kalau ibu merestui mereka. Siti menunduk, lama dia memejamkan matanya. Tapi dalam pejaman matanya malah Ilham yang muncul. Sekali lagi dia melihat keluarga besarnya.


Gita melihat siti yang masih ragu, mencoba menguatkan diri. Terbayang saat dirinya dilamar Ilham, tapi yang muncul di bayangannya adalah Alam.


Gita menatap suaminya yang duduk didekat Jo. Lalu membuang muka, karena masih kesal dengan suaminya.


Jo berdiri didepan Siti. Lalu berjongkok sambil membuka sebuah kotak merah berbentuk hati.


didepan semua yang hadir.


Siti Marlina Will you marry me


mau kau menikah denganku


menjadi istri dari anak-anakku


walaupun kamu bukan sosok yang pertama di hatiku.


aku akan menjadikanmu yang nomor satu


Deg! Kata-kata itu


"Terima! terima! terima!" Teriak gadis-gadis yang ikut menonton.


"Iya" Siti menunduk lemas


"Aku terima." Jo langsung memeluk Siti saking senangnya. Tapi Siti cuma bisa terdiam. Lama meresapi pikirannya. Siti mau tidak mau harus ikhlas jika dirinya tidak berjodoh dengan Ilham.


...#####...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2