Mengejar Cinta Siti

Mengejar Cinta Siti
138. Rencana Adolf


__ADS_3

"Ham."


Adolf mendekati menantunya yang masih menemani Tiara. Beberapa hari setelah kejadian yang menimpa Tiara, Ilham melihat sang istri masih ketakutan. Sehingga ditangani oleh dokter Fadhil.


"Iya, Pa."


"Bagaimana kondisi Siti?"


"Masih trauma, Pa. Untuk saat ini aku hanya fokus pada Siti. Belum bisa mencari pekerjaan baru."


"Buat apa kamu cari pekerjaan baru, Ham?"


"Ya, masa aku nganggur, Pa. Anak istriku butuh nafkah."


"Nggak usah cari! kamu tetap jadi dokter disini sekaligus ..."


"Saya kan sudah mengundurkan diri, pa."


Adolf tersenyum "Resign kamu ditolak, Ham. Kamu tetap menjadi dokter dirumah sakit ini. Papa akan kirim beberapa dokter terbaik yang ikut beasiswa dari perusahaan. Setelah masalah ini selesai, papa akan mengumumkan direktur yang baru, termasuk memecat wibowo dan Sasono."


Ilham kaget saat papa mertuanya merencanakan memecat Wibowo. Sepengetahuannya, Wibowo sudah cukup baik menjadi pemilik Rumah Sakit Kasih Bunda. Tapi kalau dokter Sasono, Ilham tidak bisa memberi komentar karena memang Om nya banyak berubah dua tahun ini.


"Terimakasih, Pa. Papa sudah banyak membantuku, mungkin kalau investor itu bukan papa, aku tidak tahu nasib kedepannya. Karena peraturan disini siapapun yang bermasalah disini akan susah diterima rumah sakit lain."


Adolf tersenyum menyeringai "Peraturan edan. Itu sama saja mematikan rezeki orang. Lagian kamu yang dulu punya skandal kok masih bisa bekerja dirumah sakit ini."


"Karena saat itu pemegang saham rumah sakit adalah orangtuaku dan mantan mertuaku, pa. Setelah beberapa penyelidikan aku terbukti dijebak oleh pacarku sendiri, tapi salah sasaran, hingga saat aku mau bertanggung jawab, wanita itu memilih lelaki lain. Dan putri papa yang menjadi saksi semua perjalanan hubunganku dengan mantanku dan juga mantan istriku. Dia yang terus menguatkan aku, mencereweti aku, dan itu membuat aku jatuh cinta sama dia, pa." Kenang Ilham mengingat perjalanan cintanya dan karirnya.


Adolf menyimak cerita menantunya. Teringat saat Pramono datang padanya untuk membantu suntikan dana, karena perusahaannya hampir bangkrut akibat skandal Ilham. Saat itu Adolf memilih tidak mau membantu karena dia tidak suka dengan perusahaan yang bermasalah. Kalau ada perusahaan yang sudah bekerja sama dengannya punya skandal berat, dia tak segan-segan mencabut saham atau investasi dalam perusahaan tersebut.


Adolf tidak pernah membantu perusahaan besar, melainkan perusahaan kecil. Walau kadang saat mereka sudah diatas lupa pada jasanya, adolf tidak memusingkan hal itu, asalkan perusahaan itu tidak menyenggol dirinya. Sama seperti perusahaan Barata yang berkecimpung didunia kesehatan.


Healthy farma adalah perusahaan obat-obat generik yang masuk 5 besar diindonesia. Tidak hanya itu, Healthy Farma milik Barata juga mempunyai apotik yang tersebar diseluruh indonesia. Saat Barata meminta kerjasama dengan dirinya, Perusahaan itu masih perusahaan kecil. Adolf siap membantunya, termasuk bekerjasama untuk pengiriman barang melalui maskapai yang dipimpinnya.


Investasi yang ditanamkan pada Adolf bukan sedikit. Ada sekitar 10 milyar yang dia inves kan ke perusahaan Barata. Adolf tidak merasa rugi, toh keluarganya memang kaya 7 turunan di Brunei. Makanya dia tidak segan mencabut saham dan investasi perusahaan Barata karena Risma mencelakai putrinya.

__ADS_1


Adolf berjalan memasuki ruang kerja Wibowo.Sudah lama dia menyelidiki kinerja rumah sakit Swasta itu, apalagi dia dapat informasi putrinya pernah di bully saat masih bekerja sebagai OB disana, dia juga dapat informasi putri pernah di rawat di ruang bangsal paling rendah hanya karena putrinya pernah jadi OB dan dikira orang miskin. Itu yang membuat dirinya sangat marah. Kenapa masih ada kesenjangan sosial? Harusnya sebagai pelayan masyarakat pihak rumah sakit memberikan kenyamanan pada si pasien.


"Tuan." Sapa Wibowo.


"Bowo, saya mau tanya, apakah disini menyediakan bpjs atau askes."


Bowo menggeleng setahu dirinya, sejak zaman Hermawan, rumah sakit ini memang tidak menerima layanan bpjs atau askes.


"Tidak, tuan. Itu sudah peraturan yang terdahulu."


"Kenapa? Bukankah kamu yang memegangnya sekarang. Harusnya pemimpin baru punya kebijakan baru. Yang buruk dipemimpin lama diperbaiki oleh pemimpin yang baru.Bukan malah meneruskan. Kenapa kamu bisa terpilih kalau kinerjamu seperti ini? Satu lagi, sepertinya saya harus memikir ulang soal saham dan investasi disini. Saya sudah keluar banyak, tapi ternyata dalamnya bobrok." Adolf berjalan keluar dari ruang kerja Wibowo.


"Saya mohon jangan cabut sahamnya dan investasinya, tuan. Kami sedang darurat. Kalo kami tutup kasihan para pekerja disini, tolong bantu kami. Saya janji akan mempertimbangkan menantu anda." Mohon Wibowo.


Adolf menelpon salah satu kenalannya di kementrian kesehatan. Supaya memeriksa kinerja rumah sakit tersebut. Ada helaan nafas panjang, sesekali kepala menggeleng mengingat apa yang dia temui dirumah sakit beberapa hari ini.


Sementara di ruang rawat, sepasang suami istri sedang melepas rindu. Beberapa hari ini begitu banyak masalah yang menghimpit pikiran mereka termasuk munculnya Risma.


"Halo, twins papa. Bagaimana keadaan kalian hari ini? Papa kangen sekali sama kalian."


"Iya, Embul ku."


"Ah, mas jangan panggil itu ah."


"Kenapa, istriku?"


"Itu panggilan khusus di novelnya mbak shanty"


"Kan kamu memang rembulanku."


Ilham menggaruk kepalanya walaupun tidak gatal. Akhir-akhir ini istrinya sering begadang baca novel online. Yang katanya saga daniah lah, yang katanya embul dan juno lah, eh yang terakhir istrinya suka novel yang pemerannya Allesya dan Sean.


Terkadang Ilham menyembunyikan handphone istrinya supaya tidak kecanduan baca, serta fokus sama kehamilannya.


"Assalamualaikum"

__ADS_1


Sepasang suami istri datang menjenguk Tiara. Ilham maupun Tiara senang dengan kedatangan mereka. Mereka tidak sendiri, melainkan membawa seorang anak kecil laki-laki yang berusia 5 tahun.


Pasangan itu adalah Jihan dan Akbar. Pengantin baru yang sudah menikah 3 bulan ini datang berkunjung.


"Kak Jihan ini anak siapa?"


"Anak mantan istri akbar. Kebetulan mamanya sedang dinas diluar kota jadi dia tinggal sama kami."


"Kak jihan keren, ya. Mau menerima anak tiri." Ucap Tiara.


"Ti, menikah itu bukan sekedar mencintai pasangan. Kita harus menerima apa yang ada dalam kehidupannya baik masa sekarang dan masalalunya. Sama kayak kamu, ti. Kamu menerima ilham dengan segala masa lalunya."


"Kak Akbar benar-benar beruntung punya istri seperti kak Jihan. Istri yang mempunyai hati seluas samudera. Jarang lo ada perempuan yang menerima anak tirinya."


"Lebay kamu, ti. Kalau Akbar bisa menerimaku dengan kekuranganku, masa aku nggak. Intinya setiap manusia pasti masa lalu, tapi jangan sering lihat ke belakang."


...Masa lalu memang ada sebagai bagian dari hidup kita. Dia ada sebagai tumpukan kisah yang berjasa membentuk kita menjadi manusia. Tak ada yang patut disesali pun diungkit kembali. Sungguh, aku menghargai apa yang pernah kau lalui. Justru yang harus kita beri curahan perhatian adalah pada masa yang akan kita jelang. Supaya langkah berdua untuk tetap bersisian makin mantap pun impian yang kita petakan bisa segera tergenggam....


...By...


...Jihan...


...🍇🍇🍇...


...Tetap terus pantengin cerita ini....


Teimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.


Jangan lupa likenya


Jangan lupa komennya juga rate


Kalau berkenan bantu vote dan hadiah


Menjelang Ending ya guys...

__ADS_1


__ADS_2