
Salahkah jika dira jatuh cinta pada tunangan sahabatnya? Sekalipun dia harus memendam perasaan itu bertahun-tahun. Sekalipun orang-orang terdekatnya tahu dengan perasaan yang dialaminya.
Nyatanya sekarang lelaki itu malah datang kepadanya untuk melamarnya. Meskipun ada sosok lain yang akan menikahinya dan mendapat restu dari keluarganya.
Mau tahu kelanjutannya
Yuk mampir ke kisah Dira yang dilanda kegalauan ketika dua pria menyatakan keseriusannya.
Sedikit cuplikan :
"Jadi gimana?" Ucap Juna saat mereka makan siang di kantin kantor.
Dira bingung harus menjawab dari mana. Pasalnya dia tidak terlalu dekat dengan Juna. Dia tahu kalau Juna suka sama Delia. Dia juga tahu, kalau Delia suka sama Juna, sayangnya Delia tidak diperbolehkan pacaran supaya fokus S2 nya.
Dan dirinya?
Hanya terpaku dengan permintaan Juna yang mengajaknya menikah. Tak ada angin dan tak ada hujan.
Dira merutuki dirinya sendiri yang sudah terlanjur curhat pada Juna.
"Jadi mama kamu mau nyariin kamu jodoh?"
"Iya, kak Juna. Nyebelin banget, kan? Dikira anaknya nggak laku apa!"
Juna terkikih mendengar keluhan Dira "Itu namanya sayang anak, Dira." Juna mengacak rambut sahabat adiknya.
"Sayang sih sayang, tapi jangan ngopor anaknya dong. Kayak gimana gitu"
"Tapi kok Tante Dewi nggak nawarin ke aku, ya?" sahut Juna.
"Manalah dia mau punya mantu kayak situ!" Kikik Dira.
"Emang saya nggak ganteng, ya? Gini-gini yang antri banyak Lo."
"Hhaaahahaa... kalau banyak yang antri kenapa sampai sekarang belum nikah. Hmmm... tapi demi nyenengin mama Kak Juna mau kan...?"
"Mau aku mau jadi suami kamu..."
__ADS_1
PLETAAAK!
"Jangan ge-er, deh. Maksud aku kak Juna mau kan cariin aku pasangan."
Juna mengedipkan matanya kearah Dira "Hmmm ... Aku mau cariin buat Ayu."
Dira menjitak kepala Juna "Ayu kan sudah punya Tio. Gimana sih!"
"Ya kan kamu cuma buat aku!"
Tangan Dira masih terasa gatal ingin menimpuk Juna dengan tas jellynya. "Kak Juna, please."
"Please Medhira....will you Marry me."
Dira terdiam
Oke dia pasti becanda kan, seperti biasanya kak Juna kan suka jahil. Hmmm, Dikira aku kepancing kali ya. Aku ikuti permainannya dulu.
Dira mengalihkan perhatiannya kearah box laci mobil. Disana dia menemukan sebuah photo.
"Terus dia bagaimana?" Dira mengayunkan photo tersebut.
Bukan rahasia umum kalau Delia dan Arjuna pernah saling suka. Hanya saja, Delia punya prinsip tidak mau pacaran sebelum tamat kuliah. Makanya saat Arjuna nembak Delia, gadis itu menolak dengan alasan fokus dengan pendidikan.
"Hey, kita lagi bahas soal kamu dan aku." sahut Arjuna mencoba merebut photo Delia dari tangan Dira.
Adegan rebut-rebutan di mobil membuat tubuh Arjuna terpaku diatas dada sintal Dira. Tatapan Arjuna yang membuat Dira salah tingkah. Dengan cepat gadis itu mendorong tubuh lelaki itu.
"Jadi kamu mau kan?" Lagi-lagi pertanyaan itu keluar dari bibir lelaki itu.
"Medhira Utami?"
"Kak... maaf..."
"Kenapa?"
Dira masih dalam kegugupannya.
__ADS_1
"Aku tidak mencintai kakak? aku juga tidak mau dibilang menikung Delia."
Arjuna tersenyum menatap Dira.
"Lama-lama kamu akan bisa mencintaiku, Dira."
"Soal Delia?"
"Dia hanya masalalu, Dira." Jawab Juna.
"Tapi kak Juna masih menyimpan photonya. Itu berarti..."
"Oke, nanti aku buang photo Delia."
Nggak gitu juga konsepnya, bambang!
"Kamu mau bukti? biar aku daftar jadi kandidat sayembara jodohmu."
Weeeellll, aku harus bagaimana menolaknya?
...*****...
Mobil Arjuna berhenti didepan kediaman Dira. Aroma canggung menerpa keduanya. Dira keluar dari mobil tanpa memperdulikan Arjuna yang ikut turun. Sambutan security penjaga rumahnya saat Dira masuk kerumahnya.
Dira merasa Arjuna mengikutinya. Tatapan jutek yang dijelitkan kepada lelaki tampan tersebut.
"Kak Juna nggak lupa sama rumah sendiri kan?"
"Enggak, kok." Juna melempar pandangan ke lain arah.
"Terus?"
"Aku mau ketemu kak Feri. Katanya dia dah pulang."
"Ya udah masuk aja"
"Ayok, calon istriku." Juna menggandeng tangan Dira. Dengan cepat Dira melepaskan diri dan berlari ke dalam.
__ADS_1