
Indah semua cerita, yang tlah terlewati dalam satu cinta
Kita yang pernah bermimpi jalani semua, hanya ada kita
Namun ternyata pada akhirnya, tak mungkin bisa kupaksa
RestuNya tak berpihak pada kita
Mungkinkah aku meminta, kisah kita selamanya
Tak terlintas dalam benakku bila hariku tanpamu
Sgala cara tlah kucoba, pertahankan cinta kita slalu kutitipkan dalam doaku
Tapi ku tak mampu melawan restu
Mengapa Kita..terlanjur mencinta..
(Melawan restu, Mahalini)
...🍇🍇🍇🍇...
Terimakasih buat kamu
Maafkan Aku yang berhenti memperjuangkan kamu.
Aku lelah berjuang sendiri.
Ini bukan mauku, tapi seperti takdir tidak akan berpihak pada kita.
Takdirku memilih melepas kalian.
Melepas cintaku pada ilham
Melepas seseorang sebaik kak jo.
ilham, aku mencintaimu, tapi sepertinya hubungan kita banyak penghalang.
Kak jo, kamu sudah seperti kakakku sendiri, walaupun ibuku merestu kita, tapi ternyata ibumu tak merestui kita.
Bagiku, restu orangtua adalah hal yang utama.
Maafkan aku, aku mundur, aku lelah.
Siti mengakhiri suratnya yang di tujukan untuk Jonathan. Ada rasa sesak yang menderanya. Dilema antara hubungannya dengan ilham, juga karena tentangan keras dari mama Linda berujung ricuh di desa Sukasari.
"Perempuan matre...!"
"Dasar kamu pengkhianat!"
Siti menutup telinganya. Suara-suara sumbang terus bergulir dipikirannya.
"Aku bukan pengkhianat!"
"Aku bukan perempuan matre!"
"Aaaaaaaarggh!"
Suara teriakan Siti terdengar sampai keluar rumah. Jo seharian berjaga didepan pintu kamar calon istrinya. Terdengar suara membanting barang, jo menangis mendengar amukan Siti. Dia tidak menyangka mamanya berbuat sejauh ini.
Siti menatap barang-barang yang sudah
dihancurkannya. Matanya menatap silet yang ada meja riasnya.
Ibu maafkan Siti
Cruuuusssh
__ADS_1
Darah segar keluar dari pergelangan tangan siti. Tubuhnya ambruk ke lantai.
Praaankkk!
Terdengar melempar dari arah luar rumah. Warga hampir memenuhi pekarangan rumah siti, menendang pintu rumah siti.
Gita dan Alam yang juga sudah beberapa hari disana, ikut kaget.
Gita menjerit ketakutan karena dia pernah mengalami kejadian saat warga mengusir dirinya.
"Gita kenapa, Lam?" Jo kaget melihat reaksi Gita seperti ketakutan.
"Alam bawa Gita pulang ke rumah bibi!"Teriak edwar. Karena juga saksi tragedi yang menimpa Gita dulu.
Alam langsung membawa istrinya yang sudah pingsan karena kejadian tadi membuka traumanya.
Jo mendobrak kamar Siti yang terkunci dari dalam. Upaya itu karena rumah siti yang diserang warga. Dan parahnya ada buldoser yang ingin meratakan rumah itu.
"Siti, tolong buka pintunya!" teriak jo yang masih dalam keadaan panik.
Braaaaaakkk!
Pintu kamar siti terbuka bersamaan dengan ambruknya tubuh wanita itu ke lantai.
"Sitiii" Jo langsung meraih tubuh calon istrinya.
Kakinya berlari sambil berurai air mata. Berharap tidak terlambat menyelamatkan Siti.
"Ya, Allah nak." Pekik ibu melihat putri semata wayangnya.
Tubuh Ibu langsung lemas saat melihat darah menetes dari pergelangan tangan siti. Edwar memapah ibu yang pingsan melihat keadaan Siti.
Edwar pun tak bisa menahan air matanya. Sebuah tragedi yang dulu pernah terjadi kembali berulang.
Tatapannya seperti kosong saat menatap rumah tempat kelahirannya hancur tak bersisa.
Klik
"Apapun yang mama lakukan, aku tetap menikahi siti. Dengan atau tanpa restu mama! Aku dan Siti saling mencintai!" Jo tetap ngotot akan menikahi Siti.
Plaaaak
"Siti tidak mencintaimu, jo! Jangan kamu kira mama tidak tahu seluk beluk kehidupan siti! Mama tahu semuanya, termasuk hubungan siti dan ilham. Kamu tahu kenapa mama melakukan ini pada Siti! Karena dia wanitanya ilham, lelaki yang sudah menelantarkan putri mama.Lelaki yang membuat putri mama meninggal.
ILHAM AKAN MERASAKAN BAGAIMANA WANITANYA MENDERITA! SEPERTI YANG DULU DIA BUAT PADA RAISA!"
"Mama, sadar! Ilham meninggalkan raisa bukan demi siti, tapi demi Gita!" Pekik Jo
"Satu hal yang harusnya mama tahu! Apapun yang mama lakukan tidak ada pengaruhnya ke ilham. Karena siti itu milikku! Bukan milik ilham!"
Jo tetap bersikukuh pada niatnya menikahi siti. Jo ingin membawa siti jauh jangkauan orangtuanya. Lepas dari ancaman mamanya yang dendam pada ilham melalui.
Zreeeet zreeeeet
"Halo assamulaikum." Jo mengangkat telepon dari seseorang dirumah sakit.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah."
"Iya... saya akan kesana sekarang."
Jo langsung berangkat kerumah sakit setelah mendengar kabar tersebut.
klik
Fatimah ford adalah istri seorang pengusaha terkenal. Suaminya adalah pemilik dari Air Asia yang sudah international. Fatimah berdiri di depan rumah ibu Aisyah. Kakak kandungnya yang sudah terpisah hampir 30 tahun.
Wanita usia 48 tahun tersebut meninggalkan indonesia setamat SMA. Karena bekerja sebagai TKW.
__ADS_1
"Saya mau bertemu kades atau lurah disini!" ucap fatimah saat menyapa salah satu warga yang dilihatnya.
Awalnya mereka enggan meladeni fatimah, saat fatimah mengaku keluarga siti.
"Kalian mau ini?" fatimah mengibas kertas berwarna merah didepan gerombolan ibu rumpi.
"Biar saya antar." sahut salah satu warga.
Kaki warga tersebut hendak masuk mobil, tapi di cegah oleh fatimah.
"Mau apa?"
"Katanya mau ketempat pak kades. tempatnya jauh."
"Jalan kaki saja. Nggak papa jauh." ucap fatimah mengeluarkan ibu tersebut.
"Tante biar saya yang antar.Sebelumnya saya antar ke puskesmas untuk bertemu ibu aisyah." jo muncul saat aisyah menendang ibu tersebut di hadapan jonathan.
"Kak aisyah!" teriak Fatimah saat melihat aisyah sedang menyuapi siti.
Awalnya ibu aisyah merasa asing dengan wanita di depannya. Lama dia mencoba mengingat siapakah wanita kaya yang ada didepannya. Pada akhirnya dia menyadari kalau itu adalah adiknya. Yang tidak pernah pulang sejak anaknya meninggal setelah dilahirkan.
Kedua kakak beradik tersebut saling berpelukan. Membuat siti dan jo terharu.
"Fatimah ini anakku siti." ibu memperkenalkan siti pada adiknya.
Fatimah menatap siti lekat. Manik matanya menyiratkan kerinduan. Fatimah memeluk siti dengan erat, seperti seorang ibu yang merindukan anaknya.
Tiara...
Kamu sudah dewasa, nak.
Wajahmu sangat manis
Ah, seandainya kak aisyah tahu yang sebenarnya. Apa dia setuju kalau aku membawa tiara pulang ke brunai.
Ya Allah, kenapa aku jadi seperti ini.
*Nak, ini ibumu.. i
bu kandungmu*
Fatimah menangis saat memeluk siti. Entah apa yang jadi pikirannya. Siti merasakan wajah tantenya basah, lalu menghapus air mata wanita itu.
Aisyah memperkenalkan Jo sebagai calon suami siti.
"Aku ingin bicara banyak sama, kamu, imah." Ibu aisyah mengajak fatimah melepas rindu.
Sementara di ruang inap, siti yang sudah sadar. Jo dan siti saling melepas rindu.
"Kak jo... Apa kak jo bisa mengaji?"
"Bisa tapi nggak terlalu pintar. Kenapa?"
"Nggak tahu apa aku mimpi atau bukan. Tapi semalam aku mendengar suara lelaki mengaji sangat merdu. Aku pikir kak jo sudah bisa mengaji."
Jo mengingat kalau yang mengaji memang bukan dirinya.
Mungkinkah dia? Ah, untung dia sudah pulang ke jakarta.
"Kak jo aku punya satu permintaan"
"Iya apa itu, sayang." jo membelai rambut siti
"Aku... aku..." Siti menatap wajah jo. Ada rasa tidak tega mengatakan yang sebenarnya.
Siti melepaskan nafasnya dengan kasar.
__ADS_1
"Aku ingin membatalkan rencana pernikahan kita."
Jo menatap wajah Siti dengan keterkejutan.