Mengejar Cinta Siti

Mengejar Cinta Siti
19. Sembilan belas


__ADS_3

Ilham mengajak jihan bicara berdua di kantin rumah sakit. Dua anak manusia ini berjalan melewati beberapa mata yang menatap mereka. Ilham memang saat ini sudah menerima perjodohannya dengan Jihan. Itu juga semata-mata, demi melupakan Siti dan permintaan mamanya.


Jihan senang saat Ilham mengajak duduk berdua. Seperti mendapat kesempatan untuk pendekatan mereka. Dengan senyum yang merekah di bibirnya, jihan mengikuti kemana Ilham membawanya.


"Mau pesan apa, kak?" tanya Ilham saat sudah duduk di kantin rumah sakit.


"Menunya apa aja, ham?" Jihan mencoba mencari tahu apa saja makanan di kantin itu.


"Banyak kok, ada soto, ada nasi goreng, ada Indomie."


"Aku ikut sama pesananmu saja." ucap Jihan sambil menatap Ilham dengan lekat. Membuat Jantungnya semakin tidak karuan.


"Bang, pesan Soto pake nasinya dua, ya. Terus nasinya di taburi bawang goreng. Sama sekalian kerupuk empingnya." pesan Ilham. Lelaki itu kembali berkutat dengan gawainya.


"Kok sama ya?" Jihan tiba-tiba menyahut.


"Apa yang sama? Kak Jihan suka soto juga?"


"Iya." sahut jihan tanpa melepaskan tatapan ke arah Ilham.


"Ham?"


"Iya, kak." Jawabnya masih fokus ke hp


"Kenapa kamu menerima pertunangan semalam?"


Lama Ilham terdiam. Tak mungkin dia bilang ke Jihan kalau sebagai pelarian semata. Ilham mengalihkan fokus ke soto yang sudah terhidang di meja.


"Makan dulu, kak." Ilham mempersilahkan jihan menikmati soto. Sebelum makan Ilham berdoa terlebih dahulu.


Jihan menatap pria didepannya sambil tersenyum. Ilham yang sedari tadi di lihat tunangannya langsung membalas tatapan Jihan "Nggak kenyang kalo mandang terus. Ayo dimakan keburu dingin sotonya."


Jihan kembali fokus ke makanannya. Sebenarnya ada banyak yang dia ingin ketahui tentang pria itu. Tapi sepertinya di urungkannya.


ham, walaupun aku mengenalmu sejak kecil. Tapi entah kenapa kamu masih menjadi misteri bagiku. Seperti apa karaktermu yang sekarang,


Apa makanan kesukaanmu? Semua itu masih menjadi pertanyaan bagiku. Andai kamu tahu aku menyukaimu sejak kecil. Kamu beda dengan keisya.


klik

__ADS_1


Pukul 04:00 di ruangan rawat VIP.


Siti membuka matanya, melihat di sekelilingnya. Kepalanya terasa berat, lidahnya terasa pahit. Siti memaksa diri bangun, merasa tangannya ada yang menahan. Matanya melihat seorang lelaki yang tertidur menekuk kepalanya dan menggenggam tangannya.


Bibir Siti tersenyum "Terimakasih sudah menjagaku." ucapnya dalam hati.


Sesaat Siti tersadar kalau pria itu tak boleh di dekatnya. Sesaat dirinya tersadar kalau lelaki itu hanya boleh untuk Jihan. Siti menangis dalam diam.


Tidak! Dia tidak boleh disini. Dia tidak boleh bersikap seperti ini. Aku tidak mau kak Jihan salah paham. Aku tidak mau merusak kebahagiaan kak Jihan. ingat Siti! kamu punya Jonathan, kamu ini calon istri Jonathan. Aku tidak ingin menyakiti perasaan kak Jo. Aku juga tidak ingin mengecewakan hati ibu.


Siti menarik tangannya yang di tahan oleh tangan Ilham. Tapi ternyata genggaman itu kuat hingga Siti menarik kasar tangannya. Infus di tangannya terlepas sehingga melukai kulit jarinya. Siti ingin menjerit karena kesakitan, dia takut Ilham bangun.


Terlambat, karena yang di takutkan terjadi. Ilham bangun melihat tangan Siti berdarah. Dengan sigap dia mengobati tangan Siti.


"Kenapa bisa berdarah, ti? Kalau kamu mau apa-apa kan bisa bangunkan aku. Jangan keras kepala, saat kondisi seperti ini keras kepalamu tidak berguna." ucap Ilham sambil membersihkan luka di tangan Siti.


"Kak Jo mana?" cuma itu yang keluar dari mulut Siti.


"Mana aku tahu dimana suamimu. Bukan urusanku juga. Aku disini karena diminta kak Jihan untuk menjagamu. Kak Jihan sangat khawatir padamu, ti." jawab Ilham datar.


"Selamat, ya." ucap Siti tanpa menatap ke arah Ilham.


"Pertunanganmu dengan kak Jihan. tolong jaga dia, jangan sakiti dia, kak Jihan itu orang baik. Kalau kamu menyakitinya lagi, kamu harus berurusan denganku." Siti sedikit mengancam, dia takut Ilham akan membuat Jihan sebagai pelarian seperti dirinya dulu.


"Kamu tenang saja. Aku akan membahagiakannya. Kamu jangan ge-er. Aku bukan tipe pengganggu istri orang." Ilham masih bersikap jutek pada Siti.


"Oh, ya... terus Gita ..."


"Gita itu beda sama kamu, ti."


"Iya, aku beda dengan Gita. Karena Gita tidak akan pernah menggeser di hatimu. Sampai kapanpun tidak ada yang bisa menggantikan Gita di hatimu, termasuk aku dan kak Jihan. Satu yang aku minta, jangan sakiti kak Jihan dengan obsesimu terhadap Gita." Siti membalas ucapan Ilham dengan ketus.


"Aku memang pernah mencintai Gita. Tapi sekarang ada seorang wanita yang sangat kucintai. Melebihi cintaku pada Gita." balas Ilham.


"Siapa?"


aku yakin Ilham akan bilang kalau sekarang wanita itu adalah kak Jihan.


"Bukan urusan kamu, ti." Ilham keluar dari kamar Siti.

__ADS_1


Ti, aku disini untuk memastikan keadaanmu. Apakah kamu baik-baik saja? Karena kata dokter kamu bukan hanya typus saja. Tapi mengalami tekanan. apa yang terjadi padamu, ti? Apa yang sudah diperbuat kak Jo sampai kamu seperti ini?


Ti, andai waktu bisa kuputar lagi. Aku ingin membahagiakanmu. Aku masih mencintaimu, tapi sekarang berbeda. Kamu milik kak Jo.


Siti menatap ruangan tempat dirinya berbaring. Air matanya menetes, seketika teringat ibunya.


Rasa rindu menyesak didada. Siti ingin menelpon Jo tapi di urungkannya.


ibu Siti rindu sama ibu.


maafkan Siti, bu. Seandainya Siti kemarin mendengarkan kata ibu untuk tidak bepergian. Mungkin aku tidak akan seperti ini.


Bu Siti mau pulang. Siti tidak ingin disini lagi. Kak Jo sejak semalam tak ada kabar.


Maafkan Siti, Bu.


Sepertinya kak Jo sudah tidak peduli sama Siti.


Maafkan Siti bu, sepertinya Siti bakal batal menikah dengan kak Jo.


Siti tidak bisa membendung air matanya. Pecah sudah tangisnya karena kerinduannya pada keluarganya. Dari luar Ilham melihat Siti, dia ingin sekali menenangkan wanita yang masih dicintainya. Tapi dirinya menahan, karena Siti sudah menjadi istri Jo.


Tak lama azan Subuh berkumandang, Siti ingin sholat tapi tidak ada mukena. Ilham datang membawa mukena untuk Siti.


Sajadah di bentang lalu Ilham komat untuk memulai sholat. Siti menatap heran.


"Kenapa?" tanya Ilham melihat tatapan Siti.


"Kenapa sholat disini? Bisa nggak sih, nggak usah ganggu aku?" omel Siti tidak suka saat Ilham masuk ke kamarnya.


"Ingat! aku sudah diamanatkan sama Jihan buat jaga kamu. Jadi jangan bawel!"


Ilham memulai sholatnya di samping ranjang Siti. Sementara Siti sholat ditempat tidur. Mereka sholat bersama dengan Ilham sebagai imam sholat. Menghadap sang khalik sebagai kewajiban umat Islam.


"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh." ucap Ilham diikuti oleh Siti.


Selasai sholat Ilham hendak minta Siti menyalami tangannya. Tapi Siti mengelak dengan membuka mukenanya, lalu kembali berbaring.


...####...

__ADS_1


bersambung


__ADS_2