Mengejar Cinta Siti

Mengejar Cinta Siti
59. Tolong restui kami


__ADS_3

Siti tahu kalau setiap orangtua pasti ingin kebahagiaan anaknya. Sama dengan ibuku, aku bukan ingin melawan keinginan ibu. Bukan juga tak patuh pada ibu.


Selama aku sudah berusaha menerima keinginan ibu, menerima kak jo walaupun bertentangan dengan perasaanku. Tapi ini masalah restu,bu. Ibu memberikan restu tapi keluarga kak jo tidak merestui kami.


Apa salah jika aku meminta restu dengan lelaki pilihanku?


Walaupun dia masih jauh dari paham agama. Paling tidak dia mau berusaha belajar agama.


Dia menerima segala kekurangan dan kelebihanku, mampu menjadi imam yang bijak untuk keluarga kecilku kelak, mampu membimbingku menjadi wanita yang lebih baik, mampu mengingatkanku di kala diri ini salah, mampu menjadi sandaran di kala tubuh ini lelah. Bagiku itu sudah lebih dari cukup. Dan aku melihat itu semua ada pada dirinya, lelaki pilihanku.


Bukan sebentar aku mengenalnya, sudah beberapa tahun ini aku melihat dia sosok yang baik. Sosok yang penyayang pada keluarga, dan itu yang membuatku mantap untuk melangkah ke jenjang lebih serius bersamanya.


Ibu tolong restui kami


Beri kesempatan dia membuktikan pada ibu untuk menunjukan keseriusannya.


Bu, hanya dengan ridhomu aku bisa melangkah menuju kebahagiaan bersamanya.


Hanya dengan doamu yang tulus, aku dan dia bisa mengejar restu ini.


Maaf jika aku banyak meminta.


Flashback


Siang ini kediaman tante Fatimah dikejutkan dengan kedatangan ibu. Betapa bahagianya siti saat tahu ibunya datang mengunjunginya.


Namun fokus siti beralih pada seorang lelaki yang membawa barang ibu. Siti mendekati lelaki itu dengan sambutan hangat.


"Kak jo."


"Hai, siti. Kamu apa kabar?"


"Alhamdulillah kak. Kak jo apa kabar? Tuh rambut tambah panjang aja."


"Alhamdulillah aku sehat, ti. Tumben nggak ngacak rambut aku.Biasanya kamu tiap ketemu ngacak kuncirku." goda jonathan


"Nggak nyampe juga. Kan aku pendek"


"Iya, pendek, manja, bawel. Tapi ngagenin."


"Isshhh." Wajah siti memerah seketika.


"Bu, bolehkah saya ajak siti jalan?"


"Boleh, nak jo. Tapi cepat pulang, ya."


Jo mengajak siti naik ke motor gedenya. Awalnya siti takut memegang pinggang lelaki itu. Jo sengaja mengerem motor agar siti memegang pinggangnya. Senyumnya mengembang saat merasakan pegangan kencang.


Kan romantis kayak gini


Motor melaju kearah sebuah rumah sakit Kasih Bunda. Siti heran kenapa dirinya di bawa ke rumah sakit itu.

__ADS_1


"Kenapa kesini? Siapa yang sakit?"


Jo hanya diam saja. Tangannya menarik siti masuk ke ruang rawat. Tampak seorang wanita paruh baya sedang terbaring lemah. Tubuhnya dipenuhi alat infus, menampakkan ketidakberdayaan wanita itu.


"Perusahaan papa mengalami masalah besar. Salah satu klien papa melaporkan atas kasus korupsi perusahaan, gaji karyawan hilang. Papa ditangkap KPK atas kasus korupsi gaji perusahaan.


Rumah kami disita, aku dan sheila tinggal dirumah tante Rita. Om Alex papanya jihan juga ikut dalam rencana itu. Sekarang perusahaan diambil alih perusahaaan om alex.


Mama langsung drop saat semua aset perusahaan disita bank. Rumah sakit ini sudah pindah tangan. Sekarang mama stroke. Beberapa hari yang lalu dia minta menemui kamu. Sepertinya dia merasa bersalah padamu.


Siti tolong maafkan mama. Maafkan kesalahan mama yang pernah dia lakukan padamu dan keluargamu." Jo bersujud di kaki siti.


"Kak aku mau ke toilet dulu." pamit siti


Dadanya terasa sesak, bulir air matanya pun jatuh. Sebenarnya dia sudah memaafkan mama linda. Hanya perasaan sakit atas yang dilakukan mama linda masih membekas dihatinya.


Tatapannya beralih ke sepasang laki-laki dan perempuan masuk ke ruang obgyn. Siti mengenal mereka, bahkan sangat dekat dengan keduanya. Jujur siti tidak kuat saat melihat mereka masuk ke dalam tempat praktik dokter Toni.


Hingga saat sampai di rumah siti mendapati telepon dari ilham. Dia memilih pura-pura tidur, karena masih kesal ingat yang dia lihat dirumah sakit.


Flashback off


...#####...


Tangan siti gemetar saat melihat jo membungkuk. Laki-laki itu bahkan tanpa pamit memasangkan cincin ke jari siti. Entah kenapa siti tetap tidak menyadari tangannya sudah tersemat cincin dari jonathan. Pikirannya kosong, yang dipikirkannya adalah pergi dari tempat itu. Sepanjang waktu siti hanya terdiam dan melamun. Rasanya sesak menerpanya.


Suara riuh tepuk tangan dari jauh perlahan semakin dekat. Ada tante fatimah, ibu dan sheila berdiri tak jauh dari mereka.


Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa aku tidak bisa memberontak? Tidak, bukan ini yang ku inginkan.


Ilham tolong cepat datang. Bawa aku pergi dari sini.


Siti atau tiara terus bermonolog. Tangisnya pecah, karena ini bukan yang diharapkannya. Jo melihat siti menangis dengan sigap memeluk gadis itu. Lelaki itu mengira siti menangis karena bahagia.


"Aku disini,ti. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi." bisik jo.


"Kak jo tolong lepaskan cincin ini. Aku tidak bisa menerimanya... Aku..."


Sebuah ingatan yang sudah lama dilupakannya. Memori tentang bagaimana kejinya mama linda menghancurkan dirinya dan keluarganya. Seketika siti melepaskan cincin yang disematkan jo. Tangannya melempar cincin itu sejauh mungkin, karena dia sudah muak dengan keluarga jo.


"Mungkin bagi kak jo gampang melupakan kejadian itu. Tapi aku tidak kak! Rasanya kejadian itu sudah menjadi jawaban kalau aku tidak akan pernah diterima mereka.


Jadi aku mohon! Lepaskan aku kak! Ikhlaskan aku bahagia bersama lelaki yang aku cintai, kak. Kak jo orang baik, Aku yakin nanti kak jo akan mendapatkan wanita yang bisa menerimamu. Jadi aku mohon lupakan aku!" Siti terus memohon pada jonathan.


Siti berlari menghadap ibu aisyah.


"Ibu! apakah mata hati ibu sudah buta! ibu tahu kalau mama linda membenciku, membuat rumah kita hancur, satu kampung membenci kita karena ulah wanita itu? Tapi ibu dengan percaya diri datang bersama jo, mendekatkan kami kembali. Kenapa, bu? Apa karena jo lebih kaya dari ilham? ibu menjamin kalau aku bahagia bersama jo! Mau ibu apa!" pekik siti


plaaaaaaak!


"Sejak kapan anak ibu yang penurut ini jadi anak yang tidak sopan. Sejak kapan anak ibu bicara kasar pada orang tuanya? ya, sejak kamu kenal sama ilham kamu banyak berubah,ti. Perubahan yang buruk. ibu kecewa sama kamu. Nak jo itu orang baik. Dia tulus sama kamu. Kalau memang dia cinta sama kamu, kenapa sampai sekarang belum menikahimu."

__ADS_1


"Maafkan aku, bu." Siti menunduk karena sudah marah-marah pada ibu. Dia merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya barusan. Tapi itu terjadi kekagetannya dengan apa yang terjadi. Siti mencium tangan ibu untuk meminta maaf.


"Aku pasti akam menikahi siti, ibu. Asalkan ibu merestui kami." ilham muncul bersujud dikaki ibu aisyah.


"Nak, ilham tolong berdiri." Ibu tidak enak melihat ilham bersujud saat di keramaian.


"Tidak, bu. Aku tidak akan berdiri sebelum ibu merestui kami." ilham tetap tidak mau berdiri.


Lelaki ini sepertinya serius pada siti. Tapi entah kenapa aku belum bisa menerimanya.


Siti yang melihat ilham bersujud ikut bersujud dihadapan ibu. Keduanya tersenyum saling bertatapan.


"Ibu, tolong restui kami." Siti ikut bersujud dikaki ibu.


"Ti, kenapa kamu ikut bersujud?" ibu menaikkan tubuh siti.


Tapi tetap saja siti tidak mau berdiri. Baginya ini adalah bentuk perjuangan mereka. Menurut siti tidak etis kalau ilham saja yang berjuang. Sedangkan dirinya hanya jadi penonton.


Ibu menghela nafas panjang. Menatap keduanya yang dianggap sangat keras kepala. Ibu jongkok mengangkat tubuh ilham "Saya akan kasih kamu kesempatan nak ilham. Bawa keluargamu menemui kami besok. Bagaimana?"


Siti dan ilham menoleh kearah ibu. Tak percaya apakah yang didengarnya itu benar apa tidak. Mereka mencoba meyakinkan lagi.


"Ibu merestui kami." Tanya ilham sekali lagi


Wanita itu hanya mengangguk. Walaupun sebenarnya berat untuk menerima lelaki itu.


"Iya, saya merestui kalian, dan ingat! Besok saya tunggu kamu dan orangtuamu kesini untuk melamar putri saya."


"Be..besok?" Ucap ilham setengah kaget.


"Iya.. kamu keberatan?"


"Eng...enggak,bu. Terimakasih, bu."


"Dan ingat! Kalau kamu besok tidak datang. Kami akan meneruskan rencana pernikahan siti dan jo. Ngerti! ancam ibu.


Ya, Allah bagaimana aku menjelaskan pada mama dan papa. Sedangkan tadi dirumah kami sempat berdebat soal lamaranku pada siti.


Aku harus bagaimana!


Tolong aku, ya Allah


klik


Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.


Jangan lupa likenya


Jangan lupa komennya juga rate


Kalau berkenan bantu vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2