Menikahi Pria Misterius

Menikahi Pria Misterius
Aku Mencintainya


__ADS_3

Terkadang yang terlihat kuat, sebenarnya hatinya tengah rapuh. Yang terlihat baik-baik saja, sebenarnya sedang menahan sakit yang luar biasa. Dan yang terlihat begitu bahagia, sebetulnya ia sedang terluka. Manusia itu memang berwajah dua, pura-pura biasa saja, walau sebenarnya menyimpan banyak luka~Delia.


***


“Hentikan!” Akash menatap Jackson penuh amarah.


Rahangnya mengeras, pun kedua tangannya yang mengepal keras, ditambah sorot matanya yang tajam seolah ingin menusuk Jackson.


“Kenapa? Kau takut kalau ucapanku ini akan di dengar Shira hah?! Kau takut rahasia gelapmu ini terbongkar! Apa perlu aku katakan pula sisi gelapmu yang lainnya hah?!” Jackson semakin melantur kemana-mana.


Sedangkan Shira yang berada di luar, hatinya bagai disayat oleh puluhan pisau, yang membuatnya meraskan sakit yang mendalam meski tidak berdarah. Dadanya terasa sesak, pun dengan kedua maniknya yang sudah berlinangan air mata.


Entah kenapa, tapi saat mengetahui semua ini, ia merasa begitu sakit hati, seolah ada harapan yang dihancurkan setelah mendengar kebenaran semuanya. Padahal sejak awal ia pun tahu, pernikahannya ini semata-mata hanya pernikahan simbiosis untuk menguntungan keduanya.


“Jackson!” Kini teriakan Akash benar-benar begitu kencang dan keras memekik di kedua telinga Jackson. Membuat Jackson sedikit terkejut, karena sebelumnya ia tidak pernah melihat sodaranya itu sampai semarah ini.


Shira yang mendengar teriakan suaminya itu, ia memilih untuk kabur dari sana. Ia tidak ingin kalau telinganya itu harus mendengar perkataan menyakitkan dari suaminya. Ia tidak siap atas pengakuan Akash soal pernikahannya itu.


“Hentikan omong kosongmu itu!” seru Akash menatap geram. “Apa perlu aku mengakui semuanya agar kau bisa diam hah!” teriak Akash semakin kencang, membuat Jackson terpaku di tempatnya.


“Aku kemari hanya ingin memperingatimu agar kau tidak macam-macam kepada Kalala! Bukan ingin menyamakan niat pernikahan di antara kita!” tegasnya.


“Kalau kau benar-benar ingin menikahi Kalala, menikahlah karena kau mencintainya, jangan hanya sebatas memanfaatkannya untuk mengincar harta ayah!”


“Tapi, kau juga mengincar harta ayah!”


“Cukup, Jackson!" Akash kembali berseru meluapkan amarahnya yang semakin memupuk di dadanya. "Meski aku pernah berbohong pada ayah, tapi niatku menikahi Shira, tidak hanya karena mengincar harta ayah! Dan asal kau tahu ya, aku menikahi Shira karena dia yang sudah merenggut semuanya dariku, termasuk dengan hatiku! Kau tidak bisa menyamakan niatku dengan niatmu!”

__ADS_1


Jackson mengulum lidah sambil tersenyum sinis membuang muka. “Apa? ... Merebut hatimu?” tanya Jackson tidak percaya.


“Aku mencintainya!” ungkap Akash semakin mempertegas.


“Ha ha ha ... cinta ya? Aku tidak yakin, wanita seperti Shira bisa membuatmu jatuh cinta! Kau berbicara seperti ini hanya untuk menutupi semua kebohonganmu ‘kan?” tebak Jackson tidak ingin percaya begitu saja.


“Terserah kau mempercayaiku atau tidak, yang jelas, aku menikahi Shira bukan semata-mata untuk mendapatkan kekuasaan ayah! Dan yang perlu kau ingat, aku dan dirimu jauhlah berbeda! ... Tidak pernah sama!” tegas Akash dengan amarah yang semakin membuncah di dadanya.


Jackson dan Akash saling beradu pandang, menatap tajam selama beberapa detik, lalu setelah itu Akash pun memilih untuk keluar meninggalkan adik tirinya yang tidak bisa dinasehati itu.


“Dasar! Dari dulu dia memang selalu menyebalkan! Selalu membuat aku emosi!” gumam Akash melangkah pergi menuju kamarnya.


"Hah! Dasar licik! Aku tidak percaya kalau dia benar-benar mencintai istrinya itu. Dia berucap seperti itu, pasti karena dia tidak ingin aku mendapatkan hak yang sama dari ayah," pikir Jackson sambil mendelik sebal melihat kepergian Akash dari ruangan tersebut.


***


Shira duduk di tepi ranjang, sambil menitikan air mata yang sudah tidak bisa ia bendung lagi. Kedua maniknya,  memandangi telunjuknya yang masih mengeluarkan darah, meski darahnya sudah mulai menyusut.


“Kau tidak boleh menangis, Shira! Tidak boleh,” lirihnya pada diri sendiri, mendongakkan kepalanya ke atas, berusaha menguatkan diri agar ia tidak terus-terusan teringat perkataan Jackson yang membuatnya sakit hati.


“Sadarlah Shira, sadarlah, memangnya siapa aku ini? Tidak seharusnya aku berharap lebih kepada Akash!” Ia jadi teringat bagaimana rendahnya dirinya saat meminta pertolongan dari Akash waktu dulu.


Ia juga jadi sadar diri, ia bukanlah wanita kaya yang juga tidak terlalu cantik. Seharusnya sejak dulu ia bisa menolak agar tidak menikah dengan Akash. Karena tanpa disadari, Shira pun mulai merasakan nyaman dengan semua hal yang dilakukan Akash padanya. Dirinya terlalu terlena akan perilaku Akash yang selalu membuatnya terkagum-kagum.


Akash benar-benar terasa sebagai pelindung baginya dan Shira baru menyadari, kalau kehadiran suaminya itu sangatlah istimewa di hatinya.  Hatinya sudah terbuka sepenuhnya untuk lelaki yang berstatus sebagai suaminya sekarang ini.


“Oh, hati ... kenapa kamu harus menyimpan perasaan padanya sih?” batin Shira semakin merasa kacau.

__ADS_1


Ceklek ....


Terdengar pintu kamar yang dibuka, Shira buru-buru menghapus seluruh air mata di pipinya, menggunakan kedua tangannya. Bahkan darah dari telunjuknya pun ikut tersapu di wajah cantiknya itu.


“Shira,” panggil Akash dari belakang yang tiba-tiba kini sudah duduk di samping Shira.


Shira terdiam tidak menjawab.


“Shira,” panggil Akash lagi, karena merasa diabaikan oleh istrinya tersebut.


Shira memalingkan wajahnya dari Akash, membuat Akash mengerungkan dahinya merasa bingung melihat sikap istrinya yang tidak biasa itu.


“Shira, kau kenapa? Kenapa malah berpaling seperti itu dariku?” tanya Akash langsung memutar kedua bahu Shira agar berhadapan dengannya.


Dan betapa terkejutnya Akash saat.


 


 


Bersambung....


Jangan lupa bantu like, komen dan votenya ya gaes... makasih love love buat kalian semua. Semoga sehat selalu ya pembaca tersayangku....


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2