Menikahi Pria Misterius

Menikahi Pria Misterius
Mencari Keberadaan Akash


__ADS_3

Malam itu, sebuah ketukan pintu yang teramat keras terdengar mengejutkan Edwin yang tengah sibuk video call dengan Kalala.


“Siapa?” gumam Edwin menoleh ke belakang.


Dok, dok, dok!


Suara ketukan pintu itu semakin terdengar keras, diiringi dengan suara seorang lelaki yang teramat kencang memanggil namanya.


“Kalala, tunggu sebentar ya, sepertinya ada yang mengentuk pintu unitku,” ucap Edwin.


Kalala yang ada di layar ponsel, ia terlihat mengangguk dengan wajah bingung dan penasaran.


Edwin pun bergegas meninggalkan meja makan, dan beralih untuk membuka pintu unit apartemennya.


Dan saat pintu terbuka, begitu terkejutnya Edwin saat melihat sesosok lelaki bertubuh jangkung berdiri di depannya, memasang wajah garang seperti penuh amarah. Bahkan, rasa-rasanya jantung Edwin hampir copot dari tempatnya.


“Tu-Tuan,” ucap Edwin begitu gugup.


“Katakan, di mana Akash berada?!” seru Baker begitu emosi, dan seperti terburu-buru.


“Me-memangnya ada apa, Tuan?” tanya Edwin.


Baker langsung memelototi Edwin, karena pria muda itu malah berani bertanya balik padanya.


“Aku bertanya padamu, Edwin! Kenapa kau lancang sekali, malah bertanya balik!” serunya.


Edwin langsung menunduk takut dan gemetar. “Ma-maaf, Tuan. T-tapi, s-saya tidak bisa mengatakan keberadaannya,” ucap Edwin. “Ka-karena ini menyangkut keselamatan, Tuan Akash dan Nona Shira,” lanjutnya.


“Tapi ini juga menyangkut keselamatan Jackson! Beri tahu aku di mana dia!” sentaknya.


Edwin langsung mendongak. “Ma-maksud, Tuan? Keselamatan tuan Jackson bagaimana, Tuan?”


“Jackson diculik oleh bos mafia itu. Incaraannya adalah Akash, tapi Jackson yang malah menjadi korban!” jawabnya menjelaskan.

__ADS_1


Baker menarik nafas, lalu melonggokan kepalanya melihat ke dalam sekitar ruangan.


“Cepat katakan! Di mana aku bisa menghubungi dia! Aku perlu berbicara dengan anak sulungku sekarang juga!” serunya.


“B-baik, Tuan. T-tapi, silakan Tuan masuk dulu, sa-saya akan menghubungi Tuan Akash sekarang juga.”


Baker yang masih diluput emosi itu ia akhirnya memilih masuk dan duduk di atas sofa kecil yang tersedia di sana, bersama keempat pengawalnya. Dua ikut masuk ke dalam dan dua orang lagi menunggu di luar unit apartemen.


Edwin pun buru-buru kembali ke meja makan, di mana, ponselnya yang masih terhubung kepada Kalala, masih tersimpan di sana.


“Edwin, ada apa? Kenapa ribut sekali?” tanya Kalala di dalam ponsel, dengan raut wajah yang tampak begitu khawatir.


“Kalala, aku perlu berbicara dengan Tuan Akash, tolong berikan ponselmu padanya, ada Tuan Baker  di sini, keadaan sedang darurat,” ucap Edwin cukup pelan, agar ucapannya tidak terdengar oleh Baker yang ada di ruang tengah sana.


Kalala mengangguk, lalu layar ponsel pun berganti menjadi gambar ruangan di mana Kalala tengah berjalan menemui Akash yang berada di taman belakang rumahnya.


Setelah beberapa menit kemudian, wajah Akash muncul di layar ponsel.


“Ada apa, Ed?” tanya Akash dengan tenang.


“Akash!” ucap Baker begitu ia melihat wajah anaknya berada di ponsel yang baru saja diberikan oleh Edwin padanya.


“Ayah ada apa, Yah?”


“Kau di mana, Akash! Cepat kemari, bantu Ayah! Jackson ditangkap oleh si brengs*k Marvel!” serunay begitu emosi.


“Apa! Ditangakap oleh dia?”


“Iya! Dan sekarang sudah dua hari Jackson di tahan di sana, Ayah kewalahan, semua pasukan Ayah sudah ke sana, tapi pengawal si Marvel jauh berbahaya. Kau harus segera kemari untuk mengurus semua ini. Dan tolong, selamatkan adikmu itu, Akash!” tegas Baker dengan tangan yang sedikit gemetar.


Karena setelah malam itu, Baker sempat mengirim beberapa pasukan khususnya menuju kediaman Marvel di mana Jackson di tahan di ruang bawah tanah miliknya. Namun, usaha Baker berakahir sia-sia, salah satu pengawalnya ketahuan dan berujung pada pergulatan dan pertumpahan darah hingga memakan dua korban yang langsung dilarikan ke rumah sakit karena keadaannya yang kritis.


Dan karena itu, Baker tidak bisa sembarangan mengerahkan para pengawalnya ke sana, karena ia juga tahu, jika sampai salah satu pengawalnya membunuh anak buah Marvel, maka nyawa Jackson akan menjadi taruhannya dan ia tidak menginginkan itu.

__ADS_1


“Kau harus secepatnya kemari. Ayah tidak ingin ada hal buruk yang menimpa Jackson! Kau mengerti!” teriaknya begitu keras.


“T-tapi, Ayah, bagaiman jika—”


“Tidak ada tapi, tapi! Kau mau nyawa adikmu itu melayang karena ulah kepergianmu hah?!” tekan Baker begitu emosi.


Raut wajah Akash tampak begitu bingung. “Baiklah, Ayah, aku akan segera mengatur semuanya. Akan aku pastikan, sebelum jam dua belas malam ini, Jackson pasti akan selamat dan aku akan membawanya ke hadapan Ayah,” ucap Akash bersungguh-sungguh.


“Tidak perlu banyak berbicara, buktikan saja. Ayah percayakan semuanya padamu, Akash!”


“Baik, Ayah.”


Dan setelah itu, Baker pun mematikan sambungan video callnya. Ia langsung bangkit dari duduknya, lalu menoleh ke arah Edwin yang sejak tadi berdiri di sampingnya.


“Edwin, pastikan kau juga harus menjaga Akash dari marabahaya ini. Lindungi dia, dan bantu dia untuk menyelamatkan Jackson,” imbuhnya.


Edwin hanya bisa mengangguk. “Siap, Tuan.”


“Kalau begitu saya pamit. Terima kasih atas bantuannya,” ucapnya tegas lalu melangkah pergi meninggalkan unit apartemen milik Edwin.


Edwin bernafas lega, setelah beberapa menit ia menahan sesak di dada karena saking shocknya dengan kehadiran dan amarah Baker yang begitu meluap-luap di depannya.


Ia melemaskan tubuhnya di atas sofa, memejamkan matanya sambil membuang nafas dan mengaturnya pelan.


“Huft ... sepertinya misi baru akan segera dimulai, aku tidak bisa berdiam saja, aku harus segera bersiap-siap,” ucap Edwin langsung bergegas pergi ke kamarnya untuk mempersiapkan diri dalam misi yang cukup besar ini.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Maaf ya, updatenya cuma sedikit, ya Allah hari ini lagi banyak gangguan banget enggak bisa fokus nulis, semoga besok author ga ada masalah dan halangan lagi biar bisa update yang banyak. Pengen cepet-cepet nyelesaikan konfliknya.


makasih yang udah like, komen dan vote, author sayang pembaca semuanya. luv luv luv


__ADS_2