Menikahi Pria Misterius

Menikahi Pria Misterius
Jebakan Jackson


__ADS_3

“Kenapa hah? Kalian terkejut melihatku?” tanya Luna yang tengah melipatkan kedua tangannya di dada. Menatap mereka dengan pandangan merendahkan.


“Beraninya, kau!” Kalala menggeram, mengepal kedua tangannya dengan erat.


Shira dibantu untuk bangun oleh Kalala. Ia memandang ke arah Luna dengan tatapan penuh amarah.


“Apa kah kau selalu tempramental seperti ini, Luna? Kenapa dengan dirimu ini, datang dan tiba-tiba menjambak rambutku?!” Shira merasa begitu kesal. Akan tetapi, sebisa mungkin ia harus menjaga imagenya. Acaranya akan segera tampil, tidak mungkin ia menghabiskan tenaga untuk membalas perlakuan Luna padanya.


“Kau masih bertanya aku kenapa? Ya jelas aku masih marah padamu, karena kau aku jadi di skors!” teriaknya mendelik sebal.


“Kalau kau di skors, kenapa malah datang ke sini?” tanya Kalala sewot.


“Ya aku ‘kan di skors dari SKS saja, kalau ikut festival tidak ada yang melarang!” imbuhnya. Membuat Kalala yang mendengar langsung mencibir dan meledek perkataannya.


Shira menggelengkan kepalanya pelan, tidak mengerti dengan jalan pemikiran Luna. Ia pun menarik lengan Kalala agar pergi menjauh dari nenek lampir itu.


“Ayo, Kala,” ajaknya meninggalkan Luna begitu saja.


“Hey kalian! Mau ke mana kalian hah?! Urusan kita belum selesai ya.” Luna berteriak kesal penuh amarah.


Kalala berbalik sejenak menengok kepada Luna. “Tidak perlu kau ketahui, yang pasti kita ingin menjauh dari nenek lampir sepertimu!” balas Kalala lalu kembali melanjutkan langkahnya.


“Hey, culun! Beraninya kau mengataiku nenek lampir, kau yang seharusnya disebut nenek lampir!” Luna berucap penuh emosi, darahnya seolah naik pitam.


“Ya memang, kau itu nenek lampir! Penampilan saja kayak Cinderella kawe, tapi kelakuan kayak nenek lampir! Dasar, cih!” Kalala kali ini semakin berani untuk blak-blakan di depan wanita tak beretika itu.

__ADS_1


Luna merengut kesal. “Dasar! Awas ya kalian!” Ia berkacak pinggang sambil mendelik sebal menerima ejekan dari dua orang yang paling tidak di sukainya.


Setelah pergi menjauh dari Luna, akhirnya mereka berdua bisa diam dengan tenang, sambil menunggu acara pentas model dilaksanakan.


"Memang benar ya, tuh si Luna suka nguras emosi jiwa," gerutu Kalala, mencibir kesal.


Setelah beberapa pentas seni dilaksanakan, serta sambutan-sambutan sudah selesai, kini pentas model pun berlangsung. Satu persatu para peserta modeling unjuk diri menampilkan yang terbaik untuk juri dan penonton di karpet merah yang tergelar di aula ini.


Sebelum nama Shira dipanggil. Ternyata ada Luna yang terlebih dahulu mendapat nomor urut pentasnya.


Luna berjalan di atas panggung berkarpet merah, melenggak-lenggokkan tubuhnya, berjalan seanggun mungkin sebagaimana dirinya memerankan sosok seorang Cinderella yang anggun, cantik dan sopan, pun terus menerus menebar pesona, melebarkan senyumannya yang menawan.


"Cih! Sok kecantikan banget sih dia," cibir Kalala saat melihat Luna yang tengah tampil di atas panggung sana.


Lanjut dengan beberapa peserta berikutnya. Setelah menunggu sekian lama, barulah nama Nashira dipanggil oleh MC.


"Okey, kamu pasti bisa, Shira," gumamnya sebelum melangkah maju.


Ia berjalan penuh keberanian, langkahnya yang anggun pun menarik perhatian karena keelokannya dalam melenggokkan tubuhnya, bergaya sebagaimana seorang koboy wanita yang cantik, pemberani dan sedikit menggoda.


Sorak dan tepuk tangan pun ikut meramaikan penampilannya. Karena tidak sedikit para lelaki yang takjub dan terpesona pada penampilan Shira.


Selain itu, di sisi lain ada seseorang yang diam-diam mem-videokan Shira. Lalu, satu orang lain berdiri di dekat panggung.


Setelah menampilkan berbagai macam gaya, Shira kembali berjalan ke belakang panggung karena model putra sudah mulai di panggil.

__ADS_1


Saat ia berjalan, ia berlawanan arah dengan seorang lelaki yang bergaya casual ingin menjadi modeling juga.


Akan tetapi, entah bagaimana, lelaki itu bisa-bisanya mendepak bahu Shira hingga membuat Shira kehilangan keseimbangan dan terjengkang kebelakang hampir saja terjatuh. Namun, dengan cepat pula lelaki itu menahan tubuh Shira, memegang pinggangnya dan menarik sebelah tangan Shira, memegangnya dengan penuh perasaan.


Kini, posisi mereka seperti orang yang tengah berdansa, dengan posisi Shira yang berada di bawahnya, saling memandang satu sama lain, dengan tatapan yang bertautan begitu dalam.


Cekrek ... cekrek ... cekrek. Ramai orang-orang memfoto mereka, karena mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang cocok.


Shira mengerjap setelah beberapa saat saling memandang dengan lelaki itu, ia menjauhkan tubuhnya begitu dirinya tersadar akan kilatan flash foto dari orang-orang di sekitarnya.


“Maaf,” ucap Shira berdiri membenarkan posisinya, lalu menunduk malu.


“No, problem,” ucap lelaki bernama Boy itu. Lalu Shira pun kembali melanjutkan langkahnya menuju belakang panggung.


Seolah mendapat potret yang bagus, Jackson yang melihat penampilan Shira dengan lelaki itu, ia sedikit tersenyum menyunggingkan bibirnya.


Lalu ia sibuk memainkan handphonenya. Mengoatak-atik kontak di ponselnya, mencari nomor seseorang yang menajdi maksud dan tujuannya.


“Kau pasti akan terkejut melihat ini, Akash,” gumam Jackson menyeringai puas, sesaat setelah dirinya berhasil mengirmkan beberapa foto Shira dengan lelaki tadi kepada saudara sambungnya itu.


"Ahahaha, akhirnya jebakan pertama, berjalan lancar," ucapnya pelan, dengan sorot mata tajam yang dan aura-aura tidak mengenakan.


"Sekeras apapun kau ingin mengambil hakmu, maka sekeras itu pula ambisiku untuk merebut itu semua darimu, Akash," ujarnya pelan namun penuh penekanan.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa dukungan vote dan hadiah poinnya ya. ramaikan juga kolom komentarnya, karena satu komentar dari kalian sangatlah berharga untuka author. Terima kasih.


Love love sekebon pisang buat kalian semuanya.


__ADS_2