Menikahi Pria Misterius

Menikahi Pria Misterius
Kehadiran Jackson


__ADS_3

"Ya ampun, bagaimana bisa semua foto ini ada di Pak Haru?" batin Shira begitu panik dan bimbang.


"Cepat! Jelaskan semuanya, Shira!" teriak Pak Haru.


Shira tercengang, kedua matanya saling bertautan dengan manik mata  milik dosennya itu. Hatinya semakin berdebar tidak karuan, dengan perasaan bimbang dan takut yang kian menyelimuti pikirannya.


"Ya Tuhan, bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Tidak mungkin aku mengatakan yang sejujurnya tentang semua foto itu? Tapi, jika tidak, pasti akan ada gosip baru tentangku di kampus ini, dan bisa-bisa ... diriku kedepannya dikeluarkan dari sini." Shira semakin gundah gulana. "Aku harus bagaimana Tuhan?"


“Pak, maaf sebelumnya, kenapa Bapak malah mengungkit aktivitas saya di luar kampus, ya Pak?” Shira merasa ada yang aneh. Padahal seharusnya yang dibahas bukan masalah itu, melainkan masalahnya dengan Luna di acara pesta tadi malam.


“Karena semuanya saling berkaitan Shira! Kasusmu dengan Luna juga itu di luar jam kampus, tapi karena kalian sama-sama mahasiswi di kampus ini, jadi saya perlu membahas semuanya, termasuk perbuatanmu di luar sana bersama suami orang.”


“Apa? Suami orang?!” Shira merasa dirinya tengah difitnah, karena pada dasarnya, Akash bukanlah suami orang, tapi suaminya sendiri.


“Bisa-bisanya ada murid murahan di kampus ini!” seru Nonya Ella melirik sinis kepada Shira.


Mendengar ucapan tidak menyenangkan dari mulut ibunya Luna, Shira langsung naik pitam. Dirinya yang sebenarnya harus ditunjukkan saat ini juga.


"Aku tidak bisa membiarkan mereka memfitnahku seperti ini, aku harus mengambil tindakan!" gumamnya dalam hati begitu geram.


“Mohon maaf ya, Nyonya Ella yang terhormat! ... Kalau ngomong itu jangan asal ngomong aja. Memangnya Anda siapa? ... Bisa menilai seseorang seenaknya saja. Apa Anda tidak punya cermin di rumah? Seharusnya sebelum berkata seperti itu kepada saya, katakan dulu kepada anak Anda yang tidak beda jauh dengan apa yang Anda katakan barusan!” Shira dengan lugas mengatakan semuanya kepada Ella.


“Shira, kau benar-benar kurang ajar!” Pekik Pak Haru.


Brak....!!! Pak Haru langsung menggebrak meja dengan keras, membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut langsung terkejut bukan main.


Kini guru konseling yang sedari tadi mengamati, akhirnya membuka kembali suaranya. “Kau tidak hanya akan di DO Shira! Tapi kau bisa dikeluarkan dari kampus ini, jika tingkah lakumu buruk seperti ini!” teriak Bu Elis, dosen pensehatnya.

__ADS_1


“Bukan Shira yang harus keluar dari kampus ini, tapi wanita itu!” Suara asing dari seseorang langsung membuat mereka semua menoleh ke arah sumber suara.


Semua mata kini memandang ke arah lelaki berpakain formal dan rapi itu. Mata mereka terbelalak bukan main, bahkan degup jantung Pak Haru serta Bu Elis hampir saja copot dari tempatnya, gara-gara melihat kehadiran orang yang paling disegani di kampus ini.


"Tu-tuan." Pak Haru tergagap.


“Tuan Jackson,” lirih Shira, menautkan kedua alisnya merasa heran.


“Tuan Muda Atkinson,” ucap Elis terkejut seterkejutnya, bahkan membuat jantungnya langsung berdebar tak karuan.


“Tu-Tuan, kenapa Anda tidak memberi—” Bu Elis hendak menyapanya dengan ramah, akan tetapi Jackson langsung melayangkan tatapan tajamnya, seraya mengangkat satu jari telunjuknya, menandakan agar wanita setengah baya itu tidak banyak bicara.


Ella memandangnya kesal, wanita itu langsung berdiri dari duduknya. “Siapa kau? Berani-beraninya datang dan mengatakan hal tak pantas kepada anakku,” ucap Ella--Ibunya Luna, berdiri menatapnya sinis kepada Jackson, dengan bibirnya yang sudah maju 2cm.


“Apa kau benar-benar tidak mengenalku?” Jackson membenarkan jasnya, lalu duduk di atas sofa yang kosong dengan gayanya yang bisa dikatakan seperti orang angkuh.


“Tuan, ada gerangan apa, yanga membuat Anda—”


Lagi-lagi, Jackson memberikan tanda stop dengan lima jarinya ke arah Bu Elis. Membuat wanita itu kembali bungkam, tak melanjutkan perkataannya.


Sementara itu, Pak Haru kini tengah dilanda dengan debaran jantung yang seakan membunuhnya. Ia tahu siapa orang yang berhadapan dengan mereka saat ini.


Jackson Atkinson, salah satu penyalur dana terbesar di kampus ini. Bahkan jika ada acara kampus atau apa pun itu, Jackson kerap kali menjadi pendonor dana terbesar di antara pendonor dana yang lainnya.


“Hey kau, gadis licik ... cepat kau minta maaf kepada Shira!” titah Jackson menatap Luna dengan sinis.


Luna memebeliakan kedua matanya, merasa tidak percaya atas apa yang barus aja didengarnya. Ia menatapnya heran sekaligus kesal, karena lelaki yang tidak dikenalnya, main menyuruhnya begitu saja.

__ADS_1


Begitu pun dengan Ella, yang semakin bingung melihat semuanya. “Bu Elis, Pak Haru ... siapa lelaki ini? Kenapa dia bisa-bisanya berkata seperti itu kepada anak saya. Sungguh tidak sopan!” Nyonya Ella masih berdiri dengan tatapan angkuhnya, mencibir sambil mendelik sinis kepada Jackson.


Bu Elis mendekat dengan sopan, lalu berkata pelan. “Nyonya Elis, sebaiknya Anda menuruti perkataan Tuan Jackson, kalau tidak, anak Anda yang bisa menjadi taruhannya,” ucap Elis berbisik.


Kedua alis Ella menaut begitu rekat. “Bu Elis, apa Anda ingin mempermalukan saya di sini?!” tanyanya tidak santai, lalu melirik tidak suka ke arah Jakson.


“Kau minta maaf kepada, Shira sekarang juga. Atau kau akan dikeluarkan dari kampus ini, dan aku akan menyuruh kampus di seluruh negri ini untuk memblacklist namamu!” ucap Jackson begitu menakutkan.


“Apa?!” Luna menatapnya penuh amarah.


.


.


.


Bersambung...


Wih ada batu dibalik udang nih, tiba-tiba Jackson datang tanpa ada angin dan hujan, haha.


Kira-kira ada apa nih Jakcson datang-datang belian Shira?


Mau lanjut???? Ramaikan like, komen dan vote hadiahnya juga dong hehe. Makasih pembaca setiaku.


 


 

__ADS_1


__ADS_2