Menikahi Pria Misterius

Menikahi Pria Misterius
Titik Balik Kekacauan


__ADS_3

“Tidak! Aku akan tetap melaporkanmu ke polisi!” ancam Luna.


“Ya laporkan saja. Dia memang pantas untuk dilaporkan ke polisi?” suara seseorang langsung menyita semua perhatian semua orang. Termasuk Shira yang begitu terkejut melihat keberadaannya.


“Akash,” lirih Shira sedih.


Luna menoleh ke arah sumber suara. Ia langsung terpukau melihat wajah bersih dari seorang lelaki yang tengah mendekat ke arahnya. Semua wanita yang ada di sana ternganga, melihat kesempurnaan ciptaan Tuhan yang benar-benar tak pernah mereka lihat sebelumnya secara nyata.


“Dia memang pantas dilaporkan ke polisi, Shira,” lanjut Akash, membuat semua orang terkejut saat lelaki itu menyebut nama Shira.


Luna menatapnya heran. “Siapa kau berani ikut campur urusanku hah!”


Akash melepaskan kaca mata hitam di wajahnya, membuat para wanita semakin meleleh melihat ketampanannya yang begitu sempurna. Akan tetapi, tatapan kagum dari para wanita itu tidak membuat Akash tergoyah, lelaki dingin itu malah tidak memedulikan pandangan mereka padanya.


“Tidak penting aku siapa. Tetapi yang jelas, aku kemari untuk melindungi kekasihku,” ucap Akash lalu merangkul Shira. Membuat mereka yang melihat langsung menganga, merasakan iri.


Berbeda dengan Shira yang terkejut melihat perlakuan Akash padanya.


Bahkan, Luna yang sempat terpukau, ia langsung meringsutkan wajahnya saat tahu kalau lelaki itu adalah kekasih Shira.


“Halah ... paling modal tampang saja!” ucap Luna merendahkan. Di matanya, tidak ada lelaki kaya selain pacarnya Haris.


“Gaun yang kau pakai itu tidak mungkin dibandrol mahal bukan? Lagi pula ini terlihat seperti gaun pasaran,” ungkap Akash menilai rendah gaun yang digunakan Luna.


Luna langsung membeliakkan kedua matanya, merasa tidak percaya kalau ada lelaki yang bermulut lemes seperti lelaki yang ada di depannya saat ini.


“Jangan sembarangan bicara ya! Gaun ini harganya 2500 dollar, ini adalah gaun rancangan dari designer ternama. Nona Elif yang membuatkannya untukku. Bahkan dia bilang gaun ini limited edition, tidak ada yang memilikinya di kota ini selain aku!” jelas Luna pada Akash.


Kini tatapan Luna beralih kepada Shira. “Shira, seharusnya kau malu memiliki kekasih yang bermulut lemes seperti dia! Berani menghinaku seenaknya saja, bahkan aku sendiri pasti yakin, kalau kekasihmu ini tidak sanggup untuk membelikanmu gaun seperti ini!” ujarnya pada Shira.


Akash tersenyum meledek, lalu melayangkan tatapan tajamnya pada Luna. “Hey, Nona. Apa kau lupa, kalau di atas langit masih ada langit! Lagi pula, tidak mungkin temanku Elif menjual gaun murah seperti itu.”


“Apa?! ... Ahahaha, kau mengaku sebagai temannya Nona Elif?” Luna menatap rendaah Akash dari ujung kepala hingga ujung kaki. “Tapi sayang, aku tidak percaya. Lagi pula, keluargaku sangatlah mampu untuk memberi gaun rancangan Nona Elif.”


“Kalau benar gaunmu ini adalah rancangan dari temanku Elif. Aku akan membayarnya dua kali lipat dari harga yang kau beli, tapi ... jika ini bukan gaun rancangan dia, kau harus meminta maaf pada kekasihku!” imbuh Akash, lalu mengeluarkan ponselnya. Membuat wajah Luna seketika memucat.


"Sialan, siapa sih lelaki ini, berani-beraninya menantangku seperti ini," batin Luna ketakutan.


Akash lalu menoleh ke arah istrinya. “Kamu juga! Kenapa kamu malah menjadi pelayan di sini hah?” tanyanya pada Shira.


Shira baru ingat, kalau ia tidak mengabari Akash, karena ia sebenarnya masih kesal akan masalah yang belum usai dengan suaminya itu.


“I-iya maaf, aku lupa,” kilahnya pelan, menunduk malu.


Selagi berbicara dengan Shira, panggilan teleponnya kepada Elif terhubung, Akah langsung menekan tombol loud speaker yang tertera di layar ponselnya.

__ADS_1


“Hallo, Elif,” ucap Akash saat sambungan teleponnya terhubung.


“Ada apa, Akash?” suara Elif terdengar keras.


“Elif, apa kau pernah menjual gaun lebar rancanganmu yang berwarna violet dengan aksen kupu-kupu di pinggang dan butiran bunga di bagian dada, dengan harga 2500 dollar?”


Suara Elif dari dalam ponsel terdengar tekekeh mendengar penuturan konyol dari temannya yang bernama Akash itu.


“Ya ampun, Kash. Kau seperti tidak mengenalku saja, tidak mungkin lah aku menjual gaun rancanganku di bawah 10.000 dollar, dan gaun violet dengan aksen kupu-kupu di pinggang, aku bahkan tidak pernah membuatnya, kau ini ada-ada saja!”


Akash menyeringai ke arah Luna. “Kau dengar? Elif temanku tidak mungkin membuat gaun murahan seperti yang kau pakai saat ini," ucapnya puas.


Wajah Luna sudah memerah menahan malu. "Sialan! Bisa-bisanya dia mempermalukanku di sini," batin Luna kebingungan, harus mencari alasan apa lagi.


"Dasar pembohong! Berani-beraninya memeras kekasihku di saat seperti ini,” ucap Akash dengan kesal.


Semua orang langsung saling berbisik membicarakan kebohongan Nancy. Hal tersebut membuat Nancy langsung kehilangan muka, ia begitu malu dan sangat malu, ia hanya bisa menunduk kesal pada situasi saat ini.


“Cepat! Minta maaflah pada Shira,” titah Akash.


Luna tidak mau kalah, gengsi rasanya jika ia harus meminta maaf pada Shira di saat seperti ini.


“Tidak! Aku tidak akan meminta maaf! Lagi pula, orang yang kau telepon itu pasti dia sekongkol ‘kan denganmu untuk mengaku-ngaku sebagai Nona Elif?” Luna berucap dengan percaya diri.


Akash berdecak kesal, mengulum lidah, melayangkan seringai tajam pada Nancy. “Ck, untuk apa aku berbohong padamu hah?!” Tatapannya seolah ingin menyobek mulut Luna dengan pisau.


Suara Elif kembali terdengar. “Tentu saja, memang siapa yang tidak percaya dengan suaraku ini. Aku adalah Elif Marbelle, perancang bertubuh kecil yang masih berharap bisa gendut.”


Semua orang langsung membeliakan matanya, mereka percaya pada suara wanita yang keluar dari ponsel Akash. Karena Elif memang terkenal sebagai perancang bertubuh kecil yang berharap ingin gendut.


Luna masih tidak mau kalah, padahal wajahnya kini sudah memucat ketakutan. “Tidak, aku tidak percaya. Lagi pula kau siapa, bisa mempunyai nomor nona Elif? Kau bukan tamu di acara ini ‘kan? Mana undangan resmimu untuk bisa masuk ke sini hah?” Luna menyodorkan tangannya, meminta diperlihatkan undangan resmi yang Akash bawa.


Akash terdiam, ia tidak bisa menunjukkan kartu undangannya, karena jelas, ia masuk ke sini langsung menerobos begitu saja.


Luna seolah mempunyai keberanian lagi. “Lihatlah! Kau bahkan tidak bisa menunjukkan kartu undangannmu, berarti kau penyusup di sini!” seru Luna.


Mendengar penuturan Luna, semua orang di sana langsung terperangah, tidak percaya kalau lelaki itu adalah seorang penyusup.


Manager Rey membenarkan ucapan Luna. Lalu meminta Akash dan Shira untuk pergi.


“Hey, Rey! Beraninya ya, kau mengusir aku dan kekasihku dari hotel ini. Dimana Alle direkturmu hah? Bisa-bisanya dia membiarkan orang tidak beretika sepertimu bekerja di Alexandria dan mengangkatmu sebagai manager di sini!” Akash berucap penuh amarah, karena untuk pertama kalinya ia diperlakukan tidak hormat oleh pegawainya.


Rey langsung tersentak, ada sedikit ketakutan di hatinya saat lelaki itu berucap penuh keseriusan seperti itu. “Ba-bagaimana bisa kau tahu nama direktur di sini?” Rey bertanya begitu gugup.


“Apa kau tidak tahu siapa aku hah?” Akash mendekat ke arah Rey. Membuat Rey semakin ketakutan.

__ADS_1


Rey menjawab dengan menggelengkan kepalanya pelan dan ragu-ragu.


“Margaku, Atkinson!” ucapnya penuh penekanan.


Manager Rey langsung memelototkan kedua matanya, jantungnya hampir copot dari tempatnya, saking terkejutnya mendengar, kalau lelaki itu adalah keluarganya Tuan Baker Atkinson.


“Tu-tuan, maaf ... maafkan saya, Tuan, saya tidak tahu kalau sebenarnya Anda adalah pemilik hotel ini,” ucap Rey terbata-bata sambil membungkuk meminta ampun.


"Apa?! Pemilik hotel?" Luna dan Shira langsung membeliakkan kedua matanya mendengar penuturan Manager Rey yang bilang kalau Akash adalah pemilik hotel ini.


“Tuan, maafkan saya, Tuan. Dan untuk kejadian ini, A-anda tidak perlu menghiraukannya, saya pasti akan mengurus semuanya,” ucap Rey gelagapan, lalu melirik ke arah Luna dan kedua temannya Kea dan Sherly.


“Hey kalian! Cepat, pergilah dari sini!” Kini Rey langsung membentak Luna dan kedua temannya. Mengusir mereka dari pesta malam ini dengan tidak hormat.


“Manager Rey, apa yang ka—” Sebelum Luna menyelesaikan ucapannya, Manager Rey malah berteriak mengabaikannya.


“Keamanan! Keamanan!” teriak Rey memanggil petugas keamanan.


“Cepat, bawa mereka keluar dari gedung ini, dan jangan sampai mereka masuk kembali di acara pesta kali ini,” titahnya pada keempat petugas keamanan yang datang menghampirinya. Rey menunjuk ke arah Luna, Kea dan Sherly.


Luna memebrontak saat lelaki bertubuh besar itu menyeretnya ke luar. “Lepaskan! Enggak perlu menyeretku seperti ini. Aku akan keluar sendiri tanpa harus kalian pegang!” teriak Nancy penuh emosi.


"Dasar! Wanita tidak tahu malu!" umpat Akash, saat melihat kepergian tiga dedemit itu dari ballrom.


Keadaan masih dalam suasana tidak nyaman. Manager Rey memerintahkan tamu undangan yang lainnya agar menikmati acara dan tidak berfokus pada kekacauan yang baru saja terjadi.


Kini, Akash mengalihkan pandangannya pada Shira. “Kita pulan! Sepertinya kau harus aku beri pelajaran!” ucapnya pada Shira.


"Pelajaran?" Shira memandangannya bingung.


"Sudah, sekarang ikut aku ke mobil." Shira hanya bisa mengangguk, menuruti permintaan suaminya itu, lalu pergi dari kerumunan orang yang ada di sana.


Sedangkan Manager Rey, dia hendak ingin berbicara kembali dengan Akash, tetapi Akash memberikan kode lima jari, yang artinya ia akan pergi dan tidak ingin diganggu. Manager Rey hanya bisa menunduk penuh kesopanan, memberi hormat saat mereka pergi meninggalkan ballroom, dan tak terlihat lagi dari pandangannya.


“Ya ampun, bagaimana bisa aku mengusir pemilik gedung ini. Mati aku!" Rey menepuk jidatnya. "Aku tidak bisa membiarkan semua ini, aku tidak ingin dipecat dari pekerjaanku,” gumam Rey begitu panik lalu kembali mengatur acara pesta.


Sedangkan Akash dan Shira, kini mereka sudah keluar dari hotel tersebut.


"Masuk!" titah Akash begitu dingin.


 


 


Bersambung...

__ADS_1


Wah, kira-kira pelajaran apa nih yang bakalan dikasih Akash buat Shira??? Tebak dungsss hahaha


__ADS_2