Menikahi Pria Misterius

Menikahi Pria Misterius
Jadilah Penyempurna Hidupku


__ADS_3

“Oke, dengarkan aku ya, kalau kamu mendengar petikan jariku, kamu sudah boleh membuka penutup matanya,” ucap Akash.


Shira mengangguk, dengan perasaan yang tiba-tiba terasa berdebar tidak karuan. “Duh, kok jadi deg-deg-an gini sih,” gumam Shira dalam hati.


Sedikit lama, tapi entah kenapa, suasananya jadi terasa sangat sepi, seperti tidak ada siapa-siapa.


“Akash,” panggil Shira, dengan perasaan yang tiba-tiba menjadi panik.


Klik.


Shira mendengar suara petikan itu, dan ia pun buru-buru melepaskan penutup matanya. Namun, sesuatu terjadi.


“Akash?!” Panggil Shira kebingungan, saat ia membuka  mata, tidak ada siapa-siapa di sana, selain sesuatu yang mengejutkannya tiba-tiba.


Lampu-lampu itu tiba-tiba menyala, menyinari area rooftop yang baru beberapa detik itu gelap gulita. Dan sebuah alunan musik dari biola pun terdengar, membuat Shira langsung menoleh ke belakang, dan ternyata suaminya sudah berada di belakangnya, memakai microphone kecil berwarna hitam yang terpasang di sebelah pipi kanannya sambil memegang satu buket bunga mawar merah yang dicampur dengan tulip berwarna putih.


“Shira, listen me,” ucap Akash begitu serius, namun dengan nada suara yang penuh kelembutan.


Shira menatapnya haru, sambil tersenyum tidak menyangka.


Dan alunan musik dari para violinis itu terdengar mengayunkan sebuah nada dari lagu Sempurna milik Andra and The Backbone.


Dan saat itu pula, Akash tampak menarik nafas lalu mengembuskannya pelan, bersiap untuk melanjutkan perkataannya.


“Teruntuk istriku, Nashira. Aku ingin kamu mengabulkan permintaan keduaku, aku akan mengatakan keinginanku ini lewat lirik dari sebuah lagu, jadi ... tolong dengarkan baik-baik, istriku,” ucap Akash dengan suaranya yang terdengar cukup merdu menggetarkan hati.


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku******...


Kau adalah jantungku******...

__ADS_1


Kau adalah hidupku...


Lengkapi diriku


Oh sayangku, kau begitu...


Sempurna....


(Sempurna - Andra and The Backbone)


Shira begitu terperangah mendengar suara merdu dari suaminya itu. Rasanya ia tidak percaya dengan apa yang baru saja dilakukan Akash padanya. Ternyata selain tampan dan kaya raya, Akash juga memiliki suara yang sangat-sangat indah dan merdu jika didengarkan.


Entah kenapa, tapi Shira begitu merasakan kalau Akash sangat menjiwai sekali dalam melantunkan nyanyian tersebut. Seolah ada ketulusan yang benar-benar tersimpan dibalik lirik itu.


Dan tanpa sadar, Shira menitikkan air matanya begitu saja. Shira menunduk sambil tersenyum haru, dengan air mata yang tiba-tiba berjatuhan silih berganti dari kedua matanya.


Shira buru-buru menghapus air matanya itu menggunakan punggung tangannya. Hatinya benar-benar tersentuh dengan lirik lagu yang dijadikan sebagai permintaan Akash kepadanya.


“Shira,” ucap Akash yang kini sudah berjongkok di depan Shira, melepaskan microphone yang menempel di pipinya itu dan menaruhnya di atas meja.


“Shira, kenapa kamu menangis?” tanya Akash dengan tatapan teduh yang begitu dalam.


Shira tersenyum lebar memandang wajah suaminya itu dengan penuh perasaan. Entah kenapa, hatinya jadi terasa kalut, entah rasa apa yang tengah ia rasakan saat ini, tapi jika dilihat dari sorot matanya, ada bahagia yang terpancar dari wajahnya.


“Akash,” ucapnya pelan, tersenyum.


Akash membalas senyuman itu, ia paham kalau istrinya itu menangis pasti karena terharu dan bahagia. Ia pun berdiri sambil meraih tangan Shira, menggenggamnya erat dan Shira pun ikut berdiri sejajar dengan Akash.


“Terlepas dari mana asal lirik itu, tapi setiap kata yang baru saja aku nyanyikan untukmu, aku mengatakannya dengan tulus, Nashira,” ucapnya lembut dengan tatapan serius.


Shira mengangguk paham. “Ya, I know,” balasnya melebarkan senyum manisnya.


Akash memandangnya sambil menempelkan sebelah tangan Shira di dadanya, lebih tepatnya di sekitar area hatinya. “Kau tahu letak hati di mana?" tanya Akash masih meletakan tangan Shira di dadanya. "Dari sinilah, aku mengatakannya, aku tulus kepadamu Shira. Dan aku sangat berharap, kamu mau untuk menjadi penyempurna hidupku, kau bersedia 'kan?” tanya Akash dengan raut wajah yang tampak berbinar bahagia.


Entah apa yang harus Shira katakan, di sisi lain ia meragukan Akash, karena jujur saja, semenjak dikhianati oleh Haris, Shira jadi meragukan hatinya. Terlebih, sepertinya hatinya ini belum seutuhnya terbuka. Shira masih memendam banyak keraguan atas banyaknya kecewa yang ia rasakan selama ini.

__ADS_1


Akan tetapi, melihat Akash berkata setulus itu, hatinya seolah goyah, celah dihatinya seolah terbuka lebar untuk menerima Akash dalam kehidupannya.


“Tidak, jangan terlalu baper Shira. Ingat, dia melakukan semua ini hanya atas dasar perjanjian, dan permintaannya ini didasari oleh perjanjian itu. Dia menginginkan aku mengabulkan permintaannya atas dasar perjanjian waktu itu, bukan meminta aku mengabulkannya karena ketulusan hatiku,” gumamnya dalam hati, waspada agar hatinya tidak terluka untuk yang ke dua kali.


“Shira,” panggil Akash memandangnya dalam.


Shira kembali melebarkan senyumannya. “Iya, a-aku mau,” jawabnya dengan jantung yang tiba-tiba berdebar hebat. Merasakan antara bahagia dan merasa bersalah. Karena sebenarnya masih ada hal yang mengganjal di hatinya, yang membuatnya tidak bisa berkata secara terus terang mengenai perasaan yang sesungguhnya.


Dan cup ....


Secara mendadak, Akash menautkan bibir hangatnya itu dengan bibir tipis Shira. Shira memejamkan matanya, merasakan kehangatan yang menjalar, yang diberikan oleh suaminya.


Tapi entah kenapa, ada rasa yang menyesakkan dadanya, rasa yang tidak tahu penyebabnya apa, dan tiba-tiba, Shira kembali menitikkan ari matanya, membuat Akash ikut merasakan basah di pipinya.


“Shira, are you okay?” tanyannya, melepaskan ciumannya dan menangkup kedua pipi Shira dengan tangannya.


Shira tersenyum mengangguk. “Ya, aku baik-baik saja, Akash,” jawabnya.


Mendengar jawaban itu, Akash pun segera menghapus air mata yang ada di pipi istrinya itu menggunakan kedua ibu jarinya, mengusapnyaa dengan begitu lembut, lalu setelahnya ia memeluk tubuh Shira dengan erat, seolah tengah merasakan sesuatu hal yang membuat hatinya saat ini tengah berbunga-bunga.


“Kamu milikku, Shira. Aku ingin terus memilikimu sekarang, besok dan selamanya,” gumam Akash dalam hati.


.


.


.


Bersambung...


Aduh, gimana nih Shira? Masih meragukan akibat taruma masa lalu.


Menurut kalian Akash beneran setulus itu atau karena memang ada maksud dan lain hal dari rencana dan tujuannya?


Ramaikan kolom komentarnya dong hehe

__ADS_1


__ADS_2