
Moose Hotel And Suites, Alberta Canada.
Tepat pukul 08.00 pagi waktu Kanada, Boy yang terngah terlelap itu, terbangun saat dering telepon miliknya terdengar. Lelaki itu langsung mencari-cari keberadaan ponselnya. Dan ternyata ponselnya ada di bawah bantal miliknya.
Ia pun menghidupkan ponsel di tangannya itu, sambil mengucek sebelah tangannya yang masih terasa lengket karena baru bangun tidur. Ia menguap, lalu membuka sebuah pesan yang baru saja ia terima.
Sebuah pesan singkat dari bosnya yaitu Jackson.
(Menaca CN, Toronto. Ikuti mereka ke sana, dan hubungi aku kembali jika kau sudah menemukan mereka. Pastikan kau harus mengawasi mereka, jangan sampai lengah apalagi lolos dari pengawasanmu—Jackson).
(Baiklah, Tuan. Saya mengerti—Boy).
Setelah itu Boy pun buru-buru beranjak dari tempat tidurnya, berlari cepat masuk ke dalam kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi mengawasi Shira beserta suaminya.
Setelah selesai, kini tampilan Boy tampak sangat elegant, layaknya touris yang punya banyak uang.
Jacket tebal berbulu berwarna abu yang sepanjang lutut, syal hitam yang melilit di lehernya, serta topi kupluk yang ia gunakan bermerk Hermes itu sangat membuat tampilannya begitu gagah layaknya oppa Korea.
Berhubung di Kanada saat ini tengah musim salju, jadi jika keluar ia pun harus menggunakan sepatu khusus yang keren dan cukup tinggi.
Kini Boy sudah berdiri menyender di tembok, dekat ke lift. Lalu lalang beberapa orang yang menghuni kamar di lantai ini, tampak melewati Boy yang sudah beberapa menit berdiam di situ tidak ada kemajuan.
Ternyata, lelaki itu masih setia mengawasi pintu kamar yang ia kira itu adalah kamar yang tengah di tempati oleh Shira dan suaminya. Namun sudah 15 menit menunggu, tidak ada tanda-tanda apa pun di kamar itu.
Saat ia hendak melangkah untuk memastikan di kamar itu ada orangnya, ia menghentikan langkahnya mendadak begitu seorang housekeeping keluar dari kamar tersebut. Housekeeping lelaki itu tengah mendorong troley yang berisi keranjang serta alat kebersihan.
Buru-buru Boy pun mendekat kepada Housekeeping tersebut. Dan ia pun bertanya kepada lelaki itu menggunakan bahasa Inggris.
“Maaf, mau tanya, apa orang yang ada di dalam sudah keluar kamar?” tanya Boy.
Housekeeping itu sejenak melihat Boy dari atas hingga bawah meniliknya dengan hati-hati. “Maaf, Tuan. Saya tidak bisa memberi tahu, karena itu—”
Belum sempat housekeeping itu melanjutkan ucapannya, Boy menyelanya terlebih dahulu.
“Saya keluarga mereka, saya ada janji dengan mereka, tapi mereka sejak tadi belum terlihat keluar dari kamarnya,” ucap Boy berbohong, mengaku sebagai keluarga dari pemilik kamar itu.
Lelaki itu langsung menunduk sopan. “Mohon maaf, saya kira Anda bukan keluarganya. Dan untuk tamu yang ada di dalam, mereka sudah tidak ada. Mereka sudah keluar sejak 20 menit yang lalu,” ucap lelaki itu.
“Keluar?” gumam Boy dalam hati. “Apa mereka pergi sepagi ini?” batinnya.
“Oh, baiklah terima kasih,” ucap Boy, housekeeping itu pun mengangguk dan berlalu melanjutkan pekerjaannya.
Dan setelah itu, Boy pun buru-buru masuk ke dalam lift, menuju lantai bawah. Lalu berlari cepat memasuki area buffet.
__ADS_1
Di sana terdapat banyak orang yang tengah sibuk makan, menikmati sarapan pagi mereka di hotel ini. Mata Boy masih sibuk mengitari ke sana dan kemari. Dan hingga akhirnya, kedua matanya berhasil menangkap sosok dari wanita yang berpakaian mirip dengan Shira, tengah berjalan dengan seorang lelaki di sampingnya.
“Itu pasti Shira dan suaminya,” gumam Boy. Lalu ia pun buru-buru mengejar mereka yang sudah menaiki sebuah mobil yang ada tulisannya, Tour CN. Sesuai dengan nama yang dikirimkan oleh Jackson, yaitu perjalanan menuju Menara CN.
Ia pun buru-buru menelepon sopir yang sudah disediakan Jackson khusus untuknya. Dan mobil yang ditumpangi oleh orang yang mirip dengan Shira itu, mobilnya sudah melaju jauh, akan tetapi, Boy tetap mengingat plat nomer sekaligus warna mobilnya yang berwarna hitam dengan plat merah di bagian bawahnya.
Setelah 10 menit menunggu akhirnya sopir yang ditelponnya sudah ada di lobby, buru-buru ia masuk dan memerintahkan sopir tersebut untuk membawanya ke Menara CN.
***
Shangri La—Paris.
Sementara itu, orang yang seharusnya dibuntuti oleh Boy, mereka masih terlihat santai di atas tempat tidur.
Keduanya baru saja bangun tidur secara bersamaan. Menggeliatkan tubuh yang terasa kaku karena semalam habis bertempur. Jujur saja, tidur mereka saat ini terasa benar-benar sangat nyenyak. Dan di Paris waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 sian waktu Paris, cukup jauh berbeda rentan jarak waktu antara di Kanada dengan di Paris.
Dan akibat pergulatan semalam pula mereka berdua jadi tidur sangat-sangat nyenyak sekali.
“Akash, jangan menatapku seperti itu,” lirih Shira merasa malu, mendapat tatapan manis dari suaminya itu.
Akash tersenyum mesem. “Ya memangnya kenapa?”
“Aku kan belum mandi, minyak diwajahku pasti kelihatan sekali,” jawabnya.
Shira langsung mencebik kesal. Lalu menutup wajahnya dengan selimut tebal yang sengaja ia tarik.
Akash semakin terkekeh melihat tingkah menggemaskan dari istrinya itu. Lalu pikiran Akash yang jahil, membuat ia tersenyum menyeringai penuh maksud.
Bukannya membuka selimu yang menutup seluruh tubuh istrinya itu, ia malah ikut masuk ke dalam selimut itu, membuat Shira yang ada di dalam selimut terkejut melihat wajah Akash yang sudah ada di dekatnya.
“Akash!” gerutunya.
Akash langsung mengecup sekilas bibir Shira, membuat kedua pipi Shira langsung memerah layaknya udah rebus. Wanita itu benar-benar tengah dibuat saling oleh suaminya sendiri.
“Akash, kau ini jahil sekali!” ucap Shira mencebik.
Saking gemasnya, kini tangan Akash tengah asyik memencet hidung Shira dengan gemas. Masih di bawah selimut yang sama, dengan tubuh keduanya yang masih bertelanjang bulat.
“Aku rindu,” ucap Akash menatapnya dengan lekat, dengan tubuhnya yang mulai mendekat ke arah Shira.
“Rindu? Rindu apa dan pada siapa?”
“Rindu wajah kamu,” bisiknya tersenyum penuh maksud.
__ADS_1
Shira tidak mengerti. “Loh kok wajah aku memangnya ada apa dengan wajah aku? Apa kamu pengen liat wajah aku pake makeup lagi?” tanyanya dengan polos.
Akash menggelengkan kepala. “Bukan.”
“Terus apa?” tanyanya lagi.
“Aku rindu melihat wajahmu yang semalam,” ucap Akash.
Dan deg, debar jantung Shira tiba-tiba berdetak kencang tidak terkontrol, karena dengan perkataan Akash barusan, pikiran Shira jadi kembali membayangkan bagaimana pergulatan panas mereka semalam dilakukan dengan sebegitu liarnya.
Dan masih terbayang jelas di pikiran Akash, saat Shira bermain di atasnya, menggoyangnya dengan begitu syekssiiii haha. Apalagi saat Shira sampai ke puncaknya. Matanya yang sedikit memejam sambil mendongak ke atas, pun bibir bawahnya yang digigit sedikit dan suara decahannya yang membuat Akash tengiang-ngiang. Sungguh, semua itu tengah Akash rindukan lagi saat ini.
Dan kini, tangan jahil Akash sudah bergeriliya memainkan puncak piramid kesukaannya, membuat Shira yang merasa sudah lelah itu, ingin menghindar.
“Akash! Jangan sekarang,” ucap Shira pelan, sambil menahan tangan Akash di dadanya.
“Tapi juniorku ingin kunjungan lagi sekarang,” pinta Akash dengan wajahnya yang penuh damba.
“Hah? Kunjungan? Kunjungan apa?”
“Mengunjungi goa basah milik kamu,” jawabnya pelan berbisik sambil tersenyum jahil, lalu langsung mengecup bibir Shira dengan panas.
Membuat Shira yang sebenarnya enggan, tidak bisa menolak, apalagi saat ini Akash sudah kembali memanjakan setiap inchi di tubuh Shira dengan tangan-tangannya yang sudah ahli.
"Jika kamu menginginkannya, aku tidak bisa menolak, Akash." Dan pada akhirnya pergulatan di siang bolong itu kembali terjadi. Membuat keduanya kembali menuju fantasi yang tidak terbatas, terbang ke awang-awang dan merasakan kalau dunia sekarang hanya milik mereka berdua. Soalnya yang lainnya ngontrak haha.
“Jadilah ibu dari anak-anakku, Shira,” ucap Akash berbisik penuh cinta, di tengah-tengah aktivitas panas mereka.
Bersambung...
Maaf ya telat upload, sebenarnya udah bikin dari siang tapi ke hapus dan gak bisa di undo. Akhirnya author ngumpulin mood lagi biar bisa nulis.
Btw author lagi ikut lomba update di team A mohon dukungannya dengan memberikan poin buat author ya, terima kasih teman-teman dan pembacaya kesayangan author.
Love love sagede tangkal kalapa pokoknya haha.
__ADS_1