
“Warning! Helper A, maju ke titik B, musuh terlihat di gerbang,” ucap Akash pada handly talky yang dipasang di badannya.
Ia terus mengendap-endap, sendirian di sisi kebun yang terdapat di dekat rumah Mr. Marvel.
Keadaan malam yang cukup gelap gulita, tidak menjadi halangan bagi Akash untuk melakukan aksinya, karena sejak dulu ia sudah terbiasa, bahkan ia juga pernah mengikuti latihan dasar militer, jadi setidaknya ia tahu cara menyelusup ke lubang lawan tanpa diketahui oleh musuhnya.
Perlahan ia terus mengendap, mengkondisikan situasi di area luar rumah kediaman Marvel.
Sebenarnya misi kali ini terbilang cukup mudah bagi Akash, karena ia sudah tahu seluk beluk area rumah Marvel. Karena sebelumnya ia juga sudah beberapa kali datang ke rumah Marvel untuk urusan bisnis organ tubuh.
Jadi, untuk aksinya kali ini pun, Akash bisa merencakan jalur penyelundupannya dengan sebaik mungkin. Tidak hanya itu, sebelum melakukan aksi ini, Akash dan Edwin serta beberapa pasukan khusus dari Baker, sudah di breafing, di titik mana saja mereka harus menjadi pengalihan agar Akash bisa masuk ke dalam.
Dan kini, Akash sudah sampai di bagian tembok belakang, rumah milik Marvel. Tembok yang menjulang tinggi, kini menjadi tantangan baginya, apalagi di atas tembok tersebut terpasang kawat anti ular atau biasa disebut juga kawat anti maling, yang bergitu banyak, memanjang dengan paku-paku yang sangat tajam.
Ia melemparkan tali khusus yang perberat oleh bola tembaga di ujungnya. Setelah memastikan tali rami yang dilemparkannya terasa kuat, ia pun mulai memanjatnya. Secara perlahan, hingga pada akhirnya, ia dikejutkan oleh sebuah pintasan lampu dari seseorang yang bertugas berjaga di bagian belakang rumah.
“Sial! Dia mengejutkanku,” umpatnya dengan hati yang berdebar.
Setelah memastikan orang itu pergi, lewat cahaya yang kian menjauh dan menghilang dari areanya, kini Akash kembali melanjutkan aksinya. Hingga akhirnya ia pun berhasil melewati lintasan pertamanya. Dan kini berlanjut ke lintasan kedua, atau titik D dalam rencananya.
Sementara itu, Edwin bersama pasukan helper B ia masih diam di ujung jalan menuju rumah Marvel. Ia masih menunggu aba-aba yang diberikan Akash padanya. Ingin rasanya Edwin ikut masuk dan menemani Akash di dalam sana yang tengah berjuang bersama pasukan helper A. Tapi ia sadar, itu akan terlalu beresiko. Dan Edwin harus tetap pada aturannya, ia akan ikut di penghujung rencana.
Sementara itu, empat orang dari pasukan helper A yang tengah berada di titik B. Mereka terus mengikuti perintah dari Akash.
__ADS_1
“Helper A, Helper A, maju ke titik B2 dan berpencar di titik penjagaan,” ucap Akash pelan, saat ia sudah berhasil masuk ke dalam lorong gelap yang ia ketahui itu adalah salah satu dari jalan menuju penjara bawah tanah.
Clak ... clak ... clak
Suara air menetes dari plafon lorong membuat keadan benar-benar terasa sangat sunyi, tidak ada cahaya atau titik kehidupan. Bahkan sepanjang Akash berjalan, tanah yang dipijaknya pun sangatlah berlumpur dan berair, benar-benar tidak terawat dan sepertinya sudah sangat lama sekali tidak terjamah oleh manusia. Bahkan saat Akash tadi hendak membuka pintunya pun, ia sedikit kesulitan karena bagian bawah pintu terhalang oleh lumpur yang sudah mengeras, meski pada akhirnya ia bisa menerobosnya.
Sarang laba-laba pun menjadi salah satu penghambatnya, karena sepanjang berjalan ada beberapa sarang bahkan sekaligus laba-labanya yang menempel di wajah Akash. Dan salah satu kelalaiannya kali ini adalah, ia lupa tidak mengenakan topeng jaring penutup wajah.
Dan kini, Akash pun sudah sampai di ujung lorong, di mana cahaya redup dari penjara bawah tanah sudah terlihat olehnya lewat ventilasi kecil yang ada di ujung pintu.
Namun, lagi dan lagi ia kesulitan saat ia hendak membuka pintu yang ada di depannya ini. Pintu yang terbuat dari besi serta, tampaknya sudah sangat usang dan berkarat karena sepertinya sudah lama tidak ada yang membukanya.
Akash mengeluarkan satu kawat kecil yang memang ia gunakan untuk membuka kunci gembok atau kunci pintu menggunakan trik khusus yang pernah dipelajarinya dari Kang maling.
Setelah kunci pintu terbuka, ia masih kesulitan karena pintunya memang sudah macet dan sulit untuk ditarik. Bahkan saat ia menarik gagangnya pun, bukan pintunya yang berhasil terbuka, tapi malah gagangnya yang lepas, hingga membuat tubuhnya terjengkang ke belakang.
Suara jatuh dirinya itu cukup terdengar keras, membuat seorang penjaga di dalam ruang penjara bawah tanah itu langsung menoleh.
“Siapa itu?” teriak penjaga yang sejak tadi mondar-mandir berjaga di depan sel tempat Jackson di penjara.
Penjaga yang membawa senapan serbu di tangannya langsung menodongkannya ke arah sumber suara, sambil berjalan pelan dengan penuh kehati-hatian.
Jackson yang tengah duduk bersender di tembok, ia berdecak sinis.
__ADS_1
“Suara begitu saja kau sampai menodongkan senapanmu! Ha ha, dasar penjaga katro!” cerca Jackson, yang langsung mendapat tolehan tajam dari kedua mata penjaga itu.
“Diam kau! Jangan banyak berbicara!” sentaknya.
Akash yang mendengar suara Jackson dan penjaga itu, ia sedikit bernafas lega, karena ternyata memang Jackson benar ada di dalam penjara bawah tanah ini. Akan tetapi, Akash begitu bingung, ia tahu tidak lama lagi pintu yang ada di depannya ini pasti akan didobarak oleh penjaga itu untuk diceknya.
Dan benar saja tiba-tiba pintu terbuka begitu saja.
Bragg!
Senter pun di arahkan ke lorong tersebut. Namun, penjaga itu tidak bisa menemukan siapa-siapa di sana. Namun, suatu hal yang mencurigakan membuat penjaga itu mengerutkan kedua alisnya. Saat melihat tanah berlumpur itu meninggalkan jejak langkah sepatu manusia, bahkan sarang laba-laba pun terlihat putus tidak beraturan.
“Sial! Siapa yang berani masuk ke sini,” gumamya pelan, langsung masuk ke dalam lorong berukuran lebar satu meter itu. Dan saat dirinya baru dua langkah memasuki lorong tersebut, sambil senter yang terus ia arahkan ke depan sana, tiba-tiba ....
.
.
.
Bersambung....
Tiba-tiba apa hayo???
__ADS_1
Tiba-tiba Akash muncul lalu berantem, gelut dag dig dug, terus meninggoy gitu ya? Hahaha
Jangan lupa like, komen dan votenya dulu ya, nanti author up lagi siangan ya.