Menikahi Pria Misterius

Menikahi Pria Misterius
Pramu Cantik


__ADS_3

Shira sejenak terdiam. “Tenanglah, kalau begitu, biar aku yang menggantikanmu,” ujarnya.


Kalala menatap bingung. “Serius, Shir? T-tapi pekerjaan ini ‘kan—”


“Sudah, kamu percayakan semuanya padaku. Semua pasti akan baik-baik saja kok,” ucap Shira meyakinkan.


Kalala menatapnya penuh haru. “Makasih ya, Shir, kamu memang selalu ada buat aku.” Kalala memeluk Shira dengan erat, ia begitu terharu karena entah sudah yang keberapa ratus kalinya, Shira selalu membantunya di saat sulit seperti ini.


“Ya sudah, kalau begitu kemarikan seragammu.” Kalala pun memberikan tas miliknya yang berisi seragam hotel miliknya. Kalala juga memberikan alamat di mana hotel itu berada, dan memberi tahukan Shira titik point berkumpulnya.


"Oke, do'akan aku ya, biar lancar gantiin kerjaan kamunya," ucap Shira saat mereka tengah berdiri di luar rumah sakit.


"Iya, kamu hati-hati ya, itu taksinya sudah datang," ucap Kalala. Lalu setelah Shira menaiki taksi tersebut, Kalala pun kembali menemani mamanya di UGD.


Setelah sampai, Shira memberikan beberapa lembar uang pada Pak Sopir, lalu bergegas masuk menuju gedung hotel Alexandria. Yang terkenal sebagai hotel mewah bintang lima dengan layanan memuaskan.


Ia masuk ke dalam kamar mandi, mengganti pakaiannya dengan seragam hitam putih milik Kalala. Ia juga menyanggul rambut panjangnya itu, lalu menerapkan sirkam di sanggulannya. Membuat penampilannya begitu menawan layaknya pramu cantik yang menggoda pandangan.


Kini name tag bertuliskan Kalala, terpasang di bagian dada kananya. Ia keluar dari kamar mandi. Semua pramu yang ada di sana, seolah terpesona melihat kecantikan Shira. Mereka bingung, sebenarnya siapa wanita baru itu.


“Hey, kau anak baru ya?” tanya salah seorang pramu lainnya yang ada di sana.


“Hah, i-iya ... eh bukan, maksudku, perkenalkan namaku Shira, aku di sini menggantikan temanku, Kalala.”

__ADS_1


“Oh ... jadi Kalala gak masuk lagi ya?” Shira tampak bingung, tapi ia pun mengangguk sebagai jawabannya.


“Kalau begitu, pergi lah dulu temui manager kami,” ucap wanita itu, Shira mengangguk mengiyakan, lalu pergi menuju ruang manager di antar oleh wanita tadi.


“Anak itu, selalu saja izin! Ini sudah yang ke tiga kalinya dia izin bekerja dalam satu bulan ini.” Manager yang bernama Ray itu meringsutkan wajahnya merasa kesal.


“Tetapi Pak Manager, bukankah tidak apa-apa jika aku yang menggantikan temanku?” Shira sekaligus menjelaskan alasan Kalala tidak datang bekerja karena mamanya yang masuk ke rumah sakit secara mendadak.


Manager Rey berkacak pinggang, ia terlihat bingung, tapi jika menolak kehadiran Shira, tentu ia juga akan kekurangan personil untuk para peramu tamu.


“Baiklah, hanya untuk kali ini saja, saya izinkan kamu untuk menggantikannya. Kalau begitu pergilah, acara sebentar lagi akan di mulai, kau juga harus ikut breafing dulu dengan pelayan yang lainnya.” Shira mengangguk, ia ikut senang karena pada akhirnya Manager Rey memperbolehkannya. Dan tentunya hal itu akan menyelamatkan Kalala dari pemotongan gajinya.


Shira membawa baki yang berisi beberapa gelas minuman. Ia menawarkannya kepada para tamu yang ada di Ballroom hotel.


“Hey, hey, lihat gadis itu, sepertinya kita mengenalnya,” ucap Sherly yang tengah berdiri di dekat meja kue.


“Eh, iya benar, dia terlihat seperti Shira,” jawab Kea.


Begitu mendengar nama Shira, Luna yang tengah mengobrol dengan temannya yang lain langsung menoleh.


“Siapa yang sedang kalian bicarakan?” tanya Luna memegang gelas yang berisi orange juice di tangannya.


“Luna, kau lihat dia, pelayan itu mirip dengan Shira teman sekelas kita,” adu Sherly dan Kea seraya menunjuk ke arah Shira yang tengah memberikan minum kepada para tamu lelaki yang cukup tua.

__ADS_1


Luna menyeringai, menatap pramu yang mirip Shira itu dari atas hingga bawah. “Itu bukan mirip, tapi itu memang Shira si pengacau,” ucapnya, menatap tajam dan sinis ke arah Shira.


Kini, tatapan Luna beralih kepada dua sahabatnya itu. “Sweety, kalian tahu ‘kan apa yang harus kalian lakukan?” tanya Luna memberi kode.


Sherly dan Kea, mengangguk. Mereka berdua langsung tersenyum paham akan maksud dari seringai bibir Luna. “Oke, kita mengerti, Sweety,” jawab Kea dan Sherly secara bersamaan.


Sherly kemudian melirik ke arah Kea. "Ayok." Kea mengangguk siap. "Ayok."


 


 


Bersambung....


Kira-kira apa ya yang bakalan dilakukan sama mereka  sama Shira?


Bantu like dong, kalau tembus 50 like sore ini, aku bakalan update lagi. Yuk ramaikan yuk...


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2