
Tidak ingin menanggapi, Shira langsung memutar badan untuk kembali melanjutkan pekerjaannya “Dasar, perempuan laknat!” umpat Shira begitu dongkol.
Tapi, tiba-tiba ....
“Kau mau kemana miskin?” Kea menghadang Shira.
“Minggir!” tegas Shira menyorotkan tatapan tajam.
“Hey, bos kita sedang menawarkanmu pekerjaan. Seharusnya kau mengambilnya Shira.” Kea terkekeh meledek.
“Iya Shira, kau sepertinya lebih pantas untuk menjadi simpanan om-om, dari pada menjadi pelayan seperti ini.” Sherly bersuara.
“Benar. Jika kau menginginkannya kau katakan saja padaku, Shira, aku pasti akan mencarikanmu om-om terkaya di kota ini.” Luna tertawa puas.
“Cukup Luna, Kea dan kau ... Sherly! Kalian ini wanita macam apa sih! Gaya aja yang glamour, tapi mulut tak berpendidikan! Di acara seperti ini kalian berani merendahkan pekerjaan seseorang, padahal pekerjaanku sebagai pelayan sangatlah penting di saat seperti ini!” imbuh Shira dengan geram.
“Apa kau bilang?” Wajah Luna langsung berubah sinis. “Kau bilang kita gak berpendidikan?” Luna mendorong dada Shira dengan telunjuknya.
“Hey, Shira, seharusnya kau yang sadar diri. Siapa yang sebenarnya tidak berpendidikan di sini? Lihatlah pakaianmu? Dan, you see ... pakaian kita bahkan lebih berharga dari pakaianmu yang rendahan ini!” Luna mencubit baju Shira sedikit.
“Cukup Luna! Aku tidak ingin berulah dengan kalian!”
“Minggir!”
Shira memelototkan matanya kepada Kea, membuat gadis itu langsung memundurkan langkahnya memberi jalan untuk Shira pergi.
Akan tetapi, tiba-tiba ....
Prang!!!
Tiga gelas yang dibawa oleh Shira terjatuh, pecahannya langsung berserakan di atas lantai marmer, membuat siapa saja yang mendengar langsung mengalihkan perhatiannya ke arah Shira.
“Shira! Kau kurang ajar!” Pekik Luna seraya menjejakan kakinya dengan keras ke lantai, pun kedua tangannya yang mengepal erat, karena kini baju pestanya sudah basah akibat terkena tumpahan air dari gelas-gelas yang dibawa Shira.
__ADS_1
Shira terjatuh akibat tersandung oleh kaki Kea. Kea memberinya jalan, tapi kakinya yang jail membuat Shira secara tidak sengaja menumpahkan minuman yang dibawanya kepada Luna.
“Lu-Luna... maafkan aku, Luna, aku benar-benar tidak sengaja, kakiku tersandung.” Shira merasa bersalah ia mengatupkan kedua tangannya di dada, ia tidak tahu siapa yang sengaja jahil padanya, hingga membuat dirinya terjatuh.
“Tidak sengaja?" Tatapan Luna kini tampak semakin murka. "Jelas-jelas kau menumpahkan minuman itu karena kau marah padaku ‘kan?!” Luna sengaja memperkeruh keadaan, padahal sorot matanya beradu main dengan mata Kea, saling memberikan kode.
Perhatian para tamu pun kini beralih kepada mereka berempat. Keadaan semakin tidak membaik. Shira sudah berada di ujung tanduk. Ia tidak bisa apa-apa lagi, selain hanya meminta maaf. Yang ada di pikirannya saat ini adalah, bagaimana nasib pekerjaan Kalala kedepannya. Ini sudah berada diluar batas toleransi.
“Luna percayalah, aku benar-benar minta maaf, aku tidak sengaja menjatuhkannya.”
“Ada apa ini, ribut-ribut!” Manager Rey datang dengan wajah yang beringsut kesal.
Luna membaca name tag yang bertuliskan Manager Rey di dada pria itu. “Manager Rey, lihatlah perbuatan pelayanmu ini! Dia menumpahkan minuman di gaunku yang mahal ini. Bisa-bisanya hotel berbintang lima seperti ini memperkerjakan pelayan yang bad attitude seperi dia!” tunjuk Luna penuh emosi pada Shira.
“Pak Manager, maafkan saya, saya mengaku salah, t-tapi semua ini tidak sengaja, Pak.” Shira memohon dengan air mata yang sudah berlinang di pelupuk matanya.
“Kau temannya Kalala itu ‘kan?" Tanyanya begitu emosi "Dasar! Pekerja muda sekarang memang tidak benar, kau bekerja menggantikan temanmu dan malah membuat masalah di sini! Sekarang juga kau pergilah, aku tidak membutuhkan pelayan yang tak berpengalaman." Raut wajah Manager Rey tampak memerah menahan amarah. "Sekaligus temanmu itu tuh, akan kupecat dia dari pekerjaannya!” ucapnya dengan kerass.
Shira melongo, ia semakin panik. "Pak, saya mohon, Pak, jangan pecat teman saya, Pak." Shira memohon mencoba memegang lengan Manager Rey, tapi Manager itu langsung menepiskan tangannya dari jangkauan Shira.
“Apa?! Mengganti rugi?” Shira menatapnya tak percaya.
“Benar! Gaun ini aku beli seharga $2500 dollar. Ini gaun baru yang aku pakai, dan kau sudah berani menodainya. Jadi, kau pun harus menggantinya sebesar 2500 dollar!” imbuhnya.
Shira semakin tercengang mendengar nominal harganya. “Apa?! $2500 dollar?” Ia tercenung dalam kebingungan. “Dari mana uang sebanyak itu bisa aku dapatkan?” tanyanya dengan bodoh.
Luna menyeringai sinis. “Kau punya tubuh sexy 'kan, kau jual saja tubuhmu itu kepada pria tua yang kaya raya,” jawabnya asal.
Mendengar ucapan itu, Shira tak bisa menahan emosinya lagi. Sedari tadi Luna terus saja menghina dan mengolok-oloknya.
“Cukup, Luna! Jagan memancing emosiku lagi!” geramnya mengkerutkan kening menahan emosi.
“Kenapa? Hah ... bukannya kalau ada kesempatan harus dimanfaatkan sebaik mungkin ya? Dasar miskin!” Luna mendorong tubuh Shira, membuat Shira terjengkang memundurkan langkahnya.
__ADS_1
Shira yang sudah berada di puncak kekesalan, ia pun kembali mendorong tubuh Luna dengan kencang, membuat Luna terjengkang ke belakang, akan tetapi ditahan oleh Kea dan Sherly yang sigap ada di belakang.
“Cukup Kalala! Eh, maksudnya kamu. Kamu tak sepatutnya mendorong tamu kami!” Manager Rey semakin murka.
“T-tapi, Pak! Dia mendorongku terlebih dahulu, kalian semua juga melihatnya bukan?!” Shira mengedarkan pandangannya ke para tamu yang lain. Tapi seolah tak ada dukungan, Shira pun menunduk malu.
“Tidak sepatutnya seorang pelayan sepertimu berbuat seperti itu!” tegas Manager Rey.
“Kalau kau berani mendorong tamu kami lagi, bukan hanya kamu yang akan saya usir dengan hina dari sini, tapi temanmu itu juga tidak akan saya berikan gajinya!” Shira langsung mendongak, ia tersentak begitu mendengarnya.
“Nona kau tidak apa-apa ‘kan? Sebaiknya urusan ini kalian selesaikan secara kekeluargaan saja,” pinta Manager Rey pada Luna.
“Tidak! Saya akan membawa masalah ini ke polisi!" Jawabnya lantang.
Kini tatapan Luna kembali mengarah kepada Shira. "Ingat, kau sudah mengotori pakaianku dan sekarang kau mendorongku dengan keras, kalau aku terjatuh terus kepalaku geger otak kau mau bertanggung jawab hah?!” sentak Luna semakin menjadi-jadi.
Shira tidak bisa mengelak, ia tidak berdaya. “Baiklah Luna, aku benar-benar minta maaf, kita selesaikan semuanya secara baik-baik ya,” pinta Shira yang sudah gemetar ketakutan.
Apalagi sekarang suasana hotel semakin memanas, ia tidak nyaman dengan tatapan dari para tamu yang lainnya. Tatapan yang semakin membuat dirinya merasa terasingkan dan terpojokan.
“Tidak! Aku akan tetap melaporkanmu kepolisi atas kasus kekerasan karena sudah mendorongku!” ancam Luna, menegpalkan tangam geregetan.
“Ya laporkan saja, dia memang pantas untuk dilaporkan ke polisi?” suara lantang dari seseorang langsung menyita perhatian semua orang. Termasuk Shira yang terkejut melihat siapa orang yang bersuara itu.
.
.
.
Bersambung....
Hayo siapa yang geregetan sama mereka? Tahan emosinya ya gaes, yang tanya Akash kemana, Akash ada kok, lagi ngumpet dengan ketampanannya di pojokan haha.
__ADS_1
Oh ya, buat kalian yang mau lihat visual dari tokoh Akash, udah author posting di feed ig author ya, bisa kalian cek di @dela.delia25 biar makin lancar halunya wkwkwk.