Menikahi Pria Misterius

Menikahi Pria Misterius
Mengetuk Ruang Hati


__ADS_3

Jantung keduanya berpacu cepat tidak normal. Masing-masing dari mata mereka, saling memandang bertautan.


Satu detik, dua detik, hingga di detik ke lima, tiba-tiba ada suara seseorang yang mengejutkan mereka berdua.


“Tuan Edwin!”


Edwin yang masih mengungkung Kalala, lantas ia menoleh ke arah sumber suara, dan dengan cepat ia pun berdiri tegap, melihat Shira dan Jackson yang sudah berdiri di sana.


Kalala juga ikut bangun, dan betapa terkejutnya Kalala saat mendapati Jackson sudah berada di sini.


“Kalian, sedang apa?” tanya Shira sedikit canggung, karena sebelumnya ia hanya tahu kalau Edwin dan Kalala tengah sibuk memasang tenda.


“Ka-kami, baru selesai memasang tenda,” jawab Edwin dengan cepat, meski malu karena kepergok tengah berada dalam situasi dan posisi yang cukup memalukan.


“Apa sudah selesai semua?” tanya Shira, Edwin mengangguk mengiyakan.


Sementara kini, mata Jackson dan Kalala saling mencuri pandang, seolah banyak tanda tanya di antara keduanya.


“Kalau begitu, ini ... Jackson ingin berbicara denganmu, Kalala.”


“Dengan aku?” tanya Kalala menunjuk dirinya sendiri. Shira pun mengangguk mengiyakan.


__


Keduanya sudah duduk di atas sofa di ruang kerja milik Akash. Meski sebelumnya Akash tidak memperbolehkan Jackson untuk meminjam ruang kerjanya, akan tetapi karena ada hal penting yang harus ia bicarakan dengan Kalala, akhirnya Akash  pun memberikan izinya walau hanya 30 menit.


“Bagaimana dengan penawaranku?” tanya Jackson.


Kalala terdiam, kembali memikirkan penawaran Jackson yang cukup menggiurkan baginya. Akan tetapi, mengingat kejahatan Jackson pada Shira, membuatnya kembali urung untuk menerima penawaran itu. Ia tahu, Jackson adalah lelaki licik yang mengincar harta ayahnya.


Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Kalala pun kembali memberikan jawaban.


“Maaf, Tuan, saya tidak bisa,” ucapnya menundukkan kepalanya.


Jackson cukup terhenyak mendengarnya, karena ia cukup tidak menyangka, wanita biasa seperti Kalala yang pada dasarnya tampak seperti membutuhkan banyak uang untuk kehidupannya, berani untuk menolak penawaran yang tidak biasa darinya.


“Berikan aku alasan yang logis, kenapa kamu menolak penawaranku.”


Kalala mendongak, menatap serius wajah tampan lelaki yang ada di depannya.


“Kebohongan,” jawab Kalala dengan serius.


Jackson mengernyitkan kedua alisnya.


“Kebohongan?”


“Ya ....”


“Dari awal saya memang tidak menyetujui penawaran Anda, Tuan. Karena semua yang Anda tawarkan pada saya, semuanya hanyalah dusta. Dan saya, tidak ingin mempertaruhkan masa depan saya, dengan hidup yang penuh kebohongan hanya karena segepok uang,” jawabnya.


Jackson tersenyum sinis, sambil mengusap dagunya sekilas. Ia cukup tercengang mendengar jawaban dari mulut Kalala, ia juga tidak menyangka, gadis berpenampilan culun yang ada di depannya itu, bisa memberikan jawaban yang cukup menohok padanya.


“Ha ha ha ....” Jackson tertawa garing, tidak percaya.

__ADS_1


“Hm, cukup logis juga,” jawabnya sambil melengkungkan bibirnya ke bawah.


“Kau yakin tidak akan menyesalinya?” tanya Jackson memancing, agar Kalala kembali berpikir ulang akan kepeutusannya.


“Tidak ada alasan bagi saya untuk menyesali keputusan ini, Tuan.”


Jackson semakin merasa tertantang, ternyata gadis yang ada di depannya ini, jauh di luar ekspetasinya. Ia kira, gadis dengan latar belakang kekurangan ekonomi itu akan dengan mudah menerima tawarannya. Namun, pada kenyataannya Kalala bukanlah orang yang seperti itu.


“Baiklah, kalau kau yakin dengan keputusanmu itu. Lagi pula, tidak ada alasan bagiku untuk memaksamu,” jawab Jackson, menarik nafas seolah pasrah, sambil melayangkan tatapan sendu seolah ada harapan yang baru saja dihancurkan.


Hening ....


Keduanya terdiam dalam pikirannya masing-masing.


Kalala melihat ke arah jam dinding, yang sudah menunjukkan pukul 18.15 sore, itu tandanya, sudah sekitar lima belas menit mereka berada di ruangan ini.


“Jika tidak ada yang ingin, Anda katakan lagi, saya akan keluar, Tuan,” ucap Kalala hendak berbalik meninggalkan Jackson.


Namun, langkah Kalala terhenti saat wanita itu hendak memutar gagang pintu, karena sebuah pertanyaan yang dilontarkan Jackson.


“Jika aku memulai semuanya dengan hati, apa kau akan memberikan ruang untukku?” tanya Jackson, bersuara cukup keras, sambil berharap akan ada jawaban membahagiakan dari Kalala.


Kalala terdiam, sejenak memejamkan kedua matanya, dan menarik nafas panjang dengan pelan, lalu menoleh ke belakang.


“Ruang akan terbuka, bagi dia yang bisa mengetuknya,” ucap Kalala lalu keluar meninggalkan Jackson sendirian.


Jackson terdiam mencoba mencerna kata-kata Kalala.


“Ruang akan terbuka, bagi dia yang bisa mengetuknya?” ucapnya mengulangi perkataan Kalala.


“Baiklah, kalau begitu, aku akan berusaha untuk mengetuk pintu ruang hatimu, gadis pintar,” ucap Jackson bersungguh-sungguh.


***


“Kenapa kau tidak pulang?” tanya Akash tidak santai, pada Jackson yang hingga sudah semalam ini, lelaki itu tidak pamit juga dari rumahnya.


“Bukankah wajar, seorang adik berkunjung ke rumah saudaranya?”


“Siapa yang kau anggap saudara?” tanya Akash, mengernyitkan kedua alisnya, karena Jackson tampak jauh dari biasanya.


Akash jadi curiga, kalau adik tirinya itu memiliki maksud dan tujuan lain, jika sudah bersikap seperti ini padanya. Karena, Akash juga tahu, Jackson paling anti berlama-lama dengannya.


“Kau lah, memangnya siapa lagi,” jawab Jackson tersenyum penuh maksud.


Akash berdecak kesal, ia pun langsung to the poin bertanya akan maksud dan tujuan adik tirinya itu. “Katakan! Apa yang kau inginkan hah?”


“Apa kau kemari di suruh oleh ibumu untuk memata-mataiku?” tanya Akash.


Karena ia jadi ingat akan perkataan Shira beberapa hari yang lalu, saat Akash hendak memberi tahu ayahnya kalau Shira sudah hamil, tapi Shira melarangnya, untuk tidak memberitahu ayahnya soal kehamilannya itu, karena ia tidak ingin jika Asten ibunya Jackson melakukan hal-hal tak terduga padanya.


Jackson terkekeh garing, mendengar pertanyaan dari Akash. “Apa securiga itu kau padaku?”


“Kau memang selalu mencurigakan. Karena kau bukanlah orang yang mudah untuk dipercaya,” jawab Akash dengan tegas.

__ADS_1


Jackson mengangguk memahaminya, karena ia juga sadar, Akash pasti sudah tahu kalau ibunya sering memata-matainya.


“Baiklah, terserah kau akan mempercayai aku atau tidak, yang pasti aku kemari karena urusanku dengan Kalala, bukan untuk memata-mataimu, Akash,” jawabnya menyeringai sinis.


“Sayang.” Tiba-tiba, Shira datang mendekatinya.


“Sayang, ayo, barbequenya udah siap,” ucapnya, menarik lengan Akash mengajaknya keluar menuju taman.


“Hm, iya, Sayang, ayo,” jawab Akash tersenyum.


Lalu mereka pun keluar menuju taman belakang.


“Jackson, kamu tidak pulang?” tanya Shira saat sadar kalau Jackson mengikutinya dari belakang.


“Nanti saja, lagi pula ada hal yang harus aku perjuangkan dulu di sini,” jawabnya lugas, lalu mendahului mereka berdua pergi menuju taman belakang.


Shira dan Akash saling bertatapan.


“Sayang, adikmu itu tidak punya rencana jahat untuk kita ‘kan?” tanya Shira sedikit cemas, karena bagaimana pun, ia sedikitnya tahu kalau Jackson termasuk orang yang licik dan sedikit meresahkan.


“Tenang saja, Sayang, aku akan selalu ada disampingmu, jagain kamu. Jadi, kamu enggak perlu takut padanya,” jawab Akash mencoba menenangkan Shira, lalu mengusap pelan puncak kepala istrinya itu dengan lembut sambil melemparkan senyum manisnya.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa bantu vote, like dan komen ya mentemen. Author berharap semoga bulan ini Author bisa namatin cerita ini, mohon doanya ya biar semuanya lancar sesuai planning dari awal, hehe.


Oh ya buat kalian yang mau baca karya author yang lainnya, kalian bisa cek aja di Noveltoon/Mangatoon


Pernikahan di Atas Kertas (Sudah Tamat cerita Romance-Religi)


Bosku Suamiku (On Going dan akan daily update Januari) (Romance-Komedi)


Love's Mr. Arrogant (On Going dan akan daily update Januari) (Dark Romance)


Silakan yang mau baca, gratis ya.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2