Menikahi Pria Misterius

Menikahi Pria Misterius
Memohon Pergi


__ADS_3

Hai semuanya, apa kabar? Haha udah lama banget ya aku enggak up. maaf ya baru up lagi, kemarin selama seminggu authornya sakit, jadi enggak bisa nulis. Ini sekarang baru bisa up dikit. Happy reading and enjoy....


****


“Sayang, ada apa, kenapa kamu tampak panik sekali?” tanya Shira, sesaat setelah suaminya itu melakukan panggilan video call menggunakan ponselnya Kalala.


Akash menoleh ragu, ia menarik nafas, tidak langsung menjawab pertanyaan Shira. Sedetik kemudian, ia mengembalikan terlebih dahulu ponsel yang ada di tangannya kepada Kalala.


Kemudian ia langsung berteriak, memanggil semua anggota penghuni rumah beserta para pelayan dan pengawalnya.


Kini semua orang berkumpul di ruang tengah, Akash kemudian menyuruh Shira dan Tessa untuk duduk di kursi.


“Sayang ....” Shira memegang pelan lengan Akash.


Akash yang berdiri di sampingnya, mengangguk pelan sambil mengusap pelan punggung tangan Shira, seolah memberinya ketenangan, bahwa semuanya akan baik-baik saja.


“Mohon perhatiannya!” tegas Akash hendak memulai pembicaraannya.


Semua orang menatap fokus kepada Tuan pemilik rumah ini, termasuk Kalala yang sedikit berdebar-debar dengan keadaan sekarang ini. Karena tadi ia belum sempat berpamitan dengan Edwin di video callnya. Jadi ia juga belum tahu apa yang terjadi kepada Tuannya itu.


“Teruntuk semua pelayan dan penjaga di rumah ini, khusus malam ini, tolong perketat penjagaan. Dan semua orang dilarang ada yang keluar dari perbatasan rumah ini. Siapapun itu, kecuali dia,” tunjuk Akash kepada salah satu pengawalnya yang berbadan besar bernama Roy.


“Pengawal Roy, kau harus berjaga di depan pantai sana.” Roy mengangguk paham.


“Dan pastikan handly talky kalian harus aktif, agar komunikasi di antara kalian bisa terhubung dengan Roy yang akan menyampaikan situasi di depan sana. Sementara itu, untuk yang berjaga di dalam rumah, kau ... Harem dan Ugi, kalian berjaga di dalam rumah, pastikan istriku, ibuku dan juga Kalala selamat tidak terkena masalah apa-apa,” ucap Akash begitu serius.


Semua orang mengangguk mengerti, tapi tidak dengan Kalala, Tessa dan Shira yang masih kebingungan. Hati mereka jadi berdebar tidak menentu, dengan degup jantung yang berdetak kencang tidak beraturan.

__ADS_1


“Akash, ada apa sebenarnya ini? Kenapa kamu menyuruh mereka untuk melakukan itu?” tanya Tessa begitu khawatir.


Akash menarik nafas, menatap binar mata Tessa dan Shira secara bergantian.


“Ibu, aku harus pergi dari sini sekarang juga, Jackson sedang dalam masalah, Bu,” ucap Akash hati-hati.


“Hah?” Tessa masih belum paham. “Maksud kamu apa, Akash? Ada apa dengan Jackson dan apa hubungannya denganmu, sampai kamu harus pergi dari sini?”


Akash memegang kedua lengan Tessa. “Bu ... Ibu, tenang saja ya, aku hanya pergi sebentar kok, besok pagi, aku pastikan aku sudah berada di sini lagi,” ucapnya meyakinkan.


“Tapi, Sayang kamu mau kemana dan apa alasan detailnya sampai kamu harus pergi meninggalkan kita seperti ini? Jangan membuat aku khawatir, Akash,” ucap Shira dengan kedua maniknya yang mulai berkaca-kaca, seolah mempunyai firasat tidak enak.


“Shira Sayang ... aku hanya pergi untuk membantu Jackson saja, ini permintaan ayah. Aku tidak bisa menolaknya.”


“T-tapi, kenapa ayah sampai harus menyuruhmu melakukan ini? Memangnya hal apa yang sudah terjadi kepada Jackson?” tanya Shira begitu takut.


Akash mengembuskan nafasnya dengan berat.


“Sayang, kenapa diam saja? Apa yang terjadi dengan Jackson hingga ayah menyuruhmu pergi?” tanya Shira.


“Iya, Akash, tolong katakan yang sebenarnya ada apa ini? Apa masalah sebenarnya?” timpal Tessa.


“Apa tuan Jackson terlibat dengan mafia?” tebak Kalala tiba-tiba, langsung membuat Akash menoleh kearahnya dan menatapnya dengan serius.


Kalala langsung menunduk takut, karena sudah berani menebak seperti itu.


“Benar,” ucap Akash kemudian. Langsung membuat Shira, Kalala dan Tessa terbelalak mendengarnya.

__ADS_1


“Dia disekap oleh Mr. Marvel di rumahnya, dan ayah sudah kehabisan cara untuk menyelematkan Jackson dari sana. Maka dari itu, tidak ada pilihan lain, selain aku yang harus menyelamatkannya. Aku harus pergi menemui Marvel agar dia mau melepaskan Jackson dari sana. Karena aku tahu, yang Marvel inginkan hanyalah kehadiranku di sana,” ucap Akash pelan sambil menatap kosong ke arah lantai.


“Apa?! J-jadi, kamu akan pergi menyelamatkan Jackson dari Marvel?” tanya Tessa begitu shock.


Setelah sekian lama, baru kali ini Tessa mendengar nama lelaki itu lagi. Nama lelaki yang paling dibencinya, karena sudah berulang kali nyawa Akash terancam hanya karena perbuatan dan keegoisan lelaki yang bernama Marvel itu.


“Ibu tidak mengizinkanmu!” teriak Tessa tiba-tiba, membuat semua perhatian langsung beralih padanya.


“Ibu tidak akan mengizinkan kamu untuk bertemu dengan baj-ingan itu!” serunya langsung berdiri dari duduknya. Menatap kedua bola mata Akash dengan penuh amarah, bahkan kedua tangannya pun tampak bergetar.


“Tapi, Bu aku harus pergi. Jackson dalam bahaya, aku harus menyelamatkannya, aku harus bertanggung jawab atas semua yang—”


“Tidak bisa!” potongnya. “Kau mau semua usahamu ini berakhir sia-sia hanya karena kau bertemu lagi dengan manusia brengsek itu?” Tessa semakin meluapkan amarah, emosi serta ketakutannya.


Akash kebingungan, di satu sisi ia tidak tega melihat kekhawatiran yang ditunjukan oleh ibunya tersebut, tapi ia juga mempunyai tanggung jawab atas nyawa Jackson, karena bagaimana pun, Jackson ada dalam situasi dan masalah ini adalah karena ulah kepergiannya.


“Bu, aku mohon, izinkan aku, aku janji aku akan kembali sebelum matahari terbit, aku janji, Bu.” Akash memegang lengan Tessa mendekapnya di dadanya, berusaha untuk bisa meyakinkan Ibunya tersebut.


"Bu."


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2