Penyelamat Yang Dibenci

Penyelamat Yang Dibenci
BAB 117


__ADS_3

Dalam beberapa hari sebelum festival di laksanakan, Aquila dan para pilar hanya bersantai menikmati hari yang tidak diketahui entah itu siang atau malam.


Sedangkan Minami berkeliling di daerah pemukiman para rakyat dari kekaisaran Zemlya untuk sekedar berjalan-jalan atau mencari kebutuhan untuk mengisi ulang bahan makanan yang sudah menipis saat perjalanan menuju kekaisaran Zemlya lalu.


Minami juga berbelanja berbagai rempah dan herbal untuk digunakan saat Aquila terluka atau sekedar menolong orang lain yang membutuhkan. Saat memasuki sebuah bangunan yang terpasang papan nama toko herbal, Minami merasakan aura yang sama saat bertemu dengan para light elf di hutan kekaisaran selatan.


Namun aura itu terasa samar bahkan tidak bisa dirasakan.


"Selamat datang nona, bisakah saya tau apa yang nona inginkan?" Tanya Gadis kecil dengan rambut hitam diikat menjadi satu.


"Aku hanya mencari bahan obat, bisa kah nona membantu mencarinya?" Tanya Minami sambil menyerahkan secarik kertas yang bertuliskan macam-macam herbal.


"Tentu saja, saya akan mencarikannya untuk nona. Dan tolong tunggu sebentar selama saya mencari herbal yang nona inginkan." Kata Gadis kecil itu dan kemudian pergi untuk mencari herbal yang tertulis di secarik kertas itu.


Kemudian Minami duduk di tempat yang disediakan, toko itu terlihat sepi tanpa ada pengunjung yang mengunjunginya. Hanya detakan detik jarum jam yang menggema menemani Minami dalam ruangan itu.


"Apa yang nona cari?" Tanya sebuah suara yang terdengar parau, Minami kemudian melihat dari mana asal suara yang menyapanya itu.


"Aku hanya mencari beberapa herbal. Dan tuan sendiri ?" Tanya Minami kepada seorang pemuda yang menyapanya tadi dan kemudian duduk di bangku depan Minami duduk.


"Tidak ada, hanya saja aura nona menarik saya untuk kemari." Kata pemuda tadi.


"Aura? Apakah tuan salah satu dari bangsa elf?" Tanya Minami dengan raut wajah terkejut.


Pemuda itu langsung membekap mulut Minami karena apa yang dikatakan Minami terlalu sensitif di kekaisaran Zemlya tentang bangsa elf yang notabennya adalah musuh bebuyutan dengan dark elf yang sama-sama pengguna element kegelapan.


"Ah... Maaf kan saya nona, akan tetapi jangan katakan apapun tentang bangsa elf di kekaisaran ini. Atau nona tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari kekejaman kaisar Zemlya." Kata pemuda tadi memperingati.


"Aku mengeri, lalu apa itu benar?" Tanya Minami kembali.

__ADS_1


"Itu benar, saya memang dari bangsa elf, lebih tepatnya dark elf." Kata Pemuda itu dengan berbisik.


Wajah terkejut, dan bahagia terlihat jelas di wajah Minami yang selama ini mencari bangsa elf yang selamat dari peperangan seratus tahun lalu yang memusnahkan bangsa light elf dan dark elf.


"Nona, kamu kenapa?" Tanya Pemuda itu dengan terheran dengan perubahan raut wajah Minami.


"A-aku... Aku hanya merasa sangat bahagia, ternyata aku telah menemukan bangsa ku sendiri setelah bertemu dengan para Light elf dulu." Kata Minami yang tidak bisa membendung rasa haru dan bahagia yang sudah memuncak di dalam hatinya.


"Kau, bertemu dengan para Light elf, bagaimana keadaan mereka?" Tanya pemuda itu dengan antusias.


"Mereka baik-baik saja, mereka sekarang berada di hutan kerajaan dark elf." Kata Minami menjawab pertanyaan pemuda yang ada dihadapannya itu yang terlihat bahagia juga karena dia kira semua light elf telah musnah.


"Syukurlah, maaf kan atas kelancanganku nona. Perkenalkan nama saya Luxuria, nona bisa memanggilku Lux." Kata Luxuria memperkenalkan diri.


"Nama ku Minami, Nama mu kenapa hampir sama dengan nama ayahku?" Tanya Minami setelah memperkenalkan namanya.


"Maksud nona Minami Luxserus, Dia adalah kakakku sekaligus raja di kerajaan dark elf. Apa hubungan nona dengan kakak ku?" Tanya Luxuria penasaran.


"Tidak mungkin! Hubungan antara Light elf dan dark elf itu sangat tabu." Kata Luxuria tidak percaya.


"Aku tau itu, tapi aku harap dirimu tidak membenci ku paman Lux." Kata Minami berharap.


"Bagaimana aku bisa membenci keponakanku sendiri, aku sangat senang bisa bertemu dengan keturunan kakakku." Ucap Luxuria sambil mengusap tudung kepala yang menutupi kepala Minami.


"Terimakasih paman, aku sangat senang bisa bertemu dengan paman, meski hanya dalam sekejap saja." Kata Minami.


"Apa yang kamu katakan, kita akan terus bersama. Aku akan menjagamu sampai akhir hayat ku." Kata Luxuria dengan penuh tekat.


"Terima kasih paman, tapi aku sudah menemukan tujuanku untuk mengikuti tuan Catarino dan nona Aquila untuk membebaskan para pilar yang dikekang dalam kontrak perbudakan." Kata Minami dengan menolak tegas.

__ADS_1


"Aquila, maksudmu iblis yang mengaku sebagi Messiah itu?" Tanya Luxuria tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh keponakannya itu.


"Paman, itu hanya rumor saja, itu semua tidak benar. Apa paman mengetahui asal dari rumor itu?" Kata Minami menyangkal dan juga ingin tahu asal mula dari rumor yang tidak benar itu.


"Jadi itu hanyalah sebuah kebohongan Minami?" Tanya Luxuria memastikan.


"Tentu saja paman, Andaikan rumor itu benar sudah dari dulu aku telah meninggalkan nya. Dan paman dari mana asal rumor itu berasal?" Tanya Minami kemabli.


" Aku tidak tau pasti, aku hanya mendengar dari para pedangan kerajaan Zuwei yang mengatakan kalau seorang iblis muncul dari kerajaan Tayounokuni dan membantai seluruh pasukan tempur kerajaan Zuwei tanpa menyisakan tulang. Hanya ketiga jendral dan rajanya saja yang selamat dari insiden berdarah itu." Jelas Luxuria.


"Sudah aku duga. Terimakasih paman telah memberi tahu ku tentang hal sepenting ini." Kata Minami.


" Nona, ini pesanan yang nona inginkan." Kata seorang gadis yang membawa buntalan kain hitam yang Minami temui tadi.


"Terimakasih, berapa semuanya?" Tanya Minami kepada gadis yang rambutnya diikat menjadi satu itu.


Senyum ramah masih terlihat jelas di wajah gadis kecil itu, dan kemudian melihat kearah Luxuria yang juga ikut tersenyum.


"Dia adalah salah satu dark elf yang melarikan diri bersamaku, dia namanya Shapera." Kata Luxuria memperkenalkan gadis yang melayani Minami.


"Siapa dia tuan? Apa dia salah satu diantara kita?" Tanya Shapera dengan tatapan penuh selidik terarah pada Minami.


"Ya, dia adalah keponakan ku, di anak dari Luxserus." Jelas nya.


"Jadi dia anak dari raja Luxserus, senang bertemu denganmu putri." Sapa nya dengan hormat.


"Tidak perlu memanggilku seperti itu. aku tidak layak." Tolak Minami.


"Baiklah, sesuai perintah mu nona."

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan pergi, sampai jumpa paman dan nona Shapera." Kata Minami berpamitan untuk kembali dan tidak lupa membayar barang yang dia ambil.


"Sampai berjumpa lagi keponakanku."


__ADS_2