Penyelamat Yang Dibenci

Penyelamat Yang Dibenci
BAB 4


__ADS_3

Shiro yang melihat Dita yang terhanyut dalam lamunannya, menjadi sangat yakin jika kakaknya sudah menemui kejadian itu.


"Kak, kakak kenapa?"


Dita tersadar dari lamunannya, dan menatap Shiro lekat-lekat.


"Jadi, kenapa aku bisa melihat mereka Shiro, dan apa kamu tau suara tadi malam?" Tanya Dita ingin tahu apa yang menimpanya tadi malam.


"Suara itu ya, itu adalah suara dari para saudaraku yang telah di jadikan budak oleh manusia yang kejam itu kak, mereka dijadikan alat kejahatan dan mesin pembunuh oleh mereka yang menginginkan kekuasaan. dan itu membuatku tersiksa dan menderita. saat aku akan menyelamatkan mereka, mereka sudah tidak mengenaliku dan ingin membunuhku. hanya sisa kesadaran mereka yang tertinggal. dan mengirim ku ke dunia kakak untuk menyelamatkan ku. jadi kakak, aku mohon pada kakak agar membantu ku untuk menolong para saudaraku dan menegakkan keadilan, keseimbangan alam duniaku ." Shiro menjelaskan dengan mata berair.


"Kakak bisa melihat mereka, karena kakak menyentuh ku. Makanya kakak memiliki tanda dan mata yang sama dengan ku. Jika tadi kakak pingsan, berarti kakak sedang menyesuaikan kekuatan kakak sendiri.Sedangakan tanda yang di kening kakak, hanya orang-orang dari dunia Callista yang bisa melihatnya. jadi kakak tidak perlu khawatir."kata Shiro sambil sesenggukan.


"Dan maafkan aku, bila kejadian tadi malam membuat kakak takut."Kata Shiro dengan suara kecil.


Dita yamg melihat Shiro menangis, hanya bisa terdiam dan membelai Shiro dengan kasih sayang.


"Jadi, apa yang bisa kakak bantu Shiro?" Shiro merasa sangat bahagia dengan apa yang diucapkan Dita.


"Kakak mau membantuku?" Shiro dengan penuh semangat.


"Aku hanya tidak suka adik kecilku menangis." Kata Dita sambil memalingkan muka, karena melihat Shiro yang begitu menggemaskan. Karena Dita tidak tahan melihat hal yang menggemaskan seakan ingin mencubit dan mencium hewan yang imut.


Melihat Dita yang memalingkan muka membuat Shiro kembali menangis.


"Ja-jadi kakak tidak mau membantuku?"


Dita yang mendengarkan suara Shiro yang bergetar membuatnya terkejut.


"Bu-bukan begitu, aku mau membantu mu. Jadi jangan menangis ya." Bujuk Dita.


"Aku benar-benar berterimakasih kak, kakak mau membantu ku." Kata Shiro penuh rasa syukur.

__ADS_1


"Jadi, apa yang bisa aku bantu Shiro?" Shiro memandang Dita tidak yakin dan ragu-ragu untuk menjawabnya.


"Katakan saja Shiro," kata Dita lembut.


"Apa kakak mau ikut denganku ke dunia Callista?" Dita yang mendengarkan tuturan Shiro hanya terdiam.


"Jika kakak tidak bisa, tidak apa-apa." Kata Shiro dengan wajah tertunduk.


"Shiro, bukanya aku tidak bisa. Berikan aku waktu dulu untuk memikirkannya." Kata Dita lembut.


"Baiklah kak, juga jangan terlalu terburu-buru. Kakak harus memikirkannya juga." Shiro sambil turun dari pangkuan Dita. Kemudian Dita berdiri dan membuka pintu rumah, karena sedari tadi mereka hanya duduk diluar.


"Jadi, apa kamu sudah makan?" Shiro hanya menggelengkan kepala.


'Tentu saja. aku tadi langsung menghilang dan melupakaannya' Kata Dita dengan merasa bersalah.


"Jadi mau ikut aku beli makanan?" Mata Shiro langsung berbinar dengan penuh semangat karena mendengar kata makan. Dita yang melihat kelakuan Shiro hanya terkekeh dan mengangkat Shiro dan meletakkannya di atas meja.


"Tunggu sebentar ya, aku mau bersiap dulu." Kata Dita sambil menutup pintu kamar.


Shiro yang melihat tampilan Dita terperangah melihat Dita yang begitu manis, berbeda jauh saat menggunakan pakaian kerja yang terlihat dewasa dan ramah.


Dita yang melihat Shiro hanya tersenyum, dan langsung mengangkat Shiro dalam pelukannya.


"Apa ada yang salah?" kata Dita menggoda Shiro yang masih belum sadar dari lamunannya.


Kruukkk...


"Sepertinya adik kecilku ini sudah lapar," Shiro yang mendengarkan suara perutnya hanya bisa menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Dita.


"Baiklah, ayo kita cari tempat makan." Dita dengan semangat, dan langsung mengambil tasnya yang ada di atas meja.

__ADS_1


Kemudian Dita keluar dari rumah, dan tak lupa mengunci pintu. Saat akan melangkah keluar dari rumah, Dita melihat hewan yang mirip rusa, tapi memiliki tanduk kristal dan ekor panjang dan dipenuhi kristal berwarna hijau pucat.


Dita memandang hewan itu hanya memandangnya penuh takjub melihat kecantikan yang aneh menurutnya.


"Ada apa kak?" tanya Shiro heran yang melihat Dita terdiam.


"Apa aku sedang bermimpi, kenapa ada hewan yang begitu cantik." Kata Dita masih tidak percaya.


"Tenang lah kakak, dia adalah hewan penjaga kakak sedari dulu, sebelum kakak bisa melihatnya." jelas Shiro.


Kemudian rusa tersebut menghampiri Dita dan menundukkan kepalanya. Dita yang melihat kelakuan rusa tersebut menyentuh kepala rusa tersebut dan membelainya.


Rusa tersebut memandang Dita dengan mata berbinar, seolah-olah menemukan seorang tuan. Dita hanya tersenyum dan langsung melangkahkan kakinya untuk keluar rumah untuk membeli makanan, sebab bahan makanan Dita telah habis sejak tadi pagi.


Rusa tersebut hanya mengekor dibelakang Dita seolah seperti pengawalnya. Saat Dita melangkahkan kakinya menuju trotoar jalan yang dipinggiran terdapat pepohonan yang besar dan menyejukkan kawasan lingkungan yang ditutupi oleh kanopi daunnya yang teduh.


Dita juga melihat berbagai hewan yang aneh sekaligus cantik yang berlalu lalang disekitaran jalan, atau berada di atas pohon. Dita terus melanjutkan perjalannya sambil terkagum melihat berbagai hewan tersebut.


Dita juga melihat orang-orang yang diikuti berbagai hewan. Ada hewan yang cantik, biasa, aneh, atau pun yang mengerikan.


"Kak, hewan-hewan terebut mewakili sifat para tuan rumahnya masing-masing, jadi kakak tenang saja, mereka tidak akan menyerang. kecuali..."


"Kecuali apa Shiro?" Dita merasa penasaran.


"Kecuali orang yang keserakahannya akan duniawi sangat besar, mereka para hewan penjaga akan menyerang hewan penjaga orang yang diincar oleh sang taun tersebut hingga mati." Jelas Shiro.


"Jika hewan milik orang yang dipenuhi keserakahan itu mati, maka sang pemilik akan mengalami guncangan kejiwaan, sedangkan hewan yang bertahan akan hidup, dan akan memakan inti jiwa hewan penjaga yang mati, sehingga dia menjadi tambah kuat. Bila sebaliknya, hewan yang diserang mati maka sang tuan akan tidak mengalami apa-apa, karena hewan penjaga tersebut meninggalkan sebagian jiwanya untuk menjaganya. itulah konsekuensi setiap perbuat yang dilakukan oleh mereka kak." Imbuh Shiro panjang lebar.


"Kakak pun sering melihatnya diberita, seperti orang-orang pemerintahan yang serakah, sedangkan yang jujur tidak akan mengalaminya."


Dita yang baru tahu hanya bisa menatap rusa yang mengikutinya dengan sayu, sedangkan rusa hanya memandang Dita dengan manja sambil mensejajarkan jalanya dengan Dita. Dita hanya membelai kepala rusa dengan sangat lembut.

__ADS_1


Sedangkan orang yang melihat kelakuan Dita hanya melihatnya dengan tatapan aneh dan risih sebab melihat kelakuan Dita.


Dita yang ditatap demikian hanya cuek dan melanjutkan perjalannya menuju ke tempat Rin berada yang berjarak beberapa gang yang ada didepan matanya. sambil sesekali melihat hewan-hewan penjaga milik orang lain yang menurutnya unik.


__ADS_2